Ada satu pertanyaan menarik. Mengapa jika dua orang bertengkar, mereka cenderung akan saling berteriak ? Apakah karena mereka tidak saling mendengar ? Tentu tidak. Atau karena mereka sama-sama ingin didengarkan ? Mungkin.
Namun, coba pikirkan juga pertanyaan ini : mengapa jika orang sedang jatuh cinta (atau sedang berpacaran) mereka justru lebih suka berbisik-bisik ? Apakah karena pembicaraannya rahasia ? Tidak selalu juga. Yang jelas, walau berbisik , bahkan tanpa berkata apa-apapun, mereka tetap saling mendengar dan memahami.
Jadi apa ? Nah, jawaban yang saya dapat adalah perbedaannya terletak pada hati.
Saat orang marah, hati mereka makin menjauh sehingga mereka harus berteriak saat bicara. Sedangkan saat orang jatuh cinta, hati mereka sangat dekat sehingga bisikan dan tatapan matapun sudah membuat mereka saling paham.
Manusia jelas berbeda dengan komputer atau mesin yang hanya bisa saling memahami dengan satu cara saja. Entah itu kata-kata, nada suara, isyarat tubuh, tatapan, atau sentuhan, itu semua adalah bagian dari komunikasi.
Terlebih lagi komunikasi kita dengan Tuhan. Saya rasa kurang tepat jika ada yang mengatakan kita hanya bisa berkomunikasi dengan Tuhan melalui ucapan doa jasa. Karena ada kalanya kita juga perlu berdiam diri di hadapanNya untuk mendengarkan Dia. Demikian juga saat kita membaca firman, itu pun bagian dari komunikasi kita denganNya.
Ya, bukan metodenya, tapi sikap hati kitalah yang menentukan seberapa kita bisa memahami maksud Tuhan terhadap hidup kita. Banyak mazmur pujian diciptakan Daud justru saat ia menderita. Penderitaan bukannya membuat hati Daud menjauh sehingga ia marah pada Tuhan. Namun, justrus di saat kesesakan ia memahami kasih Tuhan padanya.
Bagaimana Anda melihat hubungan Anda dengan Tuhan ? Apakah hubungan itu hanya seperti mesin dan pengguna yang hanya tergantung situasi ? Atau kita bisa tetap memahami maksudNya dalam segala keadaan yang kita alami ?
Hubungan kita dengan Tuhan bukan ditentukan keadaan, melainkan sikap hati.
"Jiwaku melekat kepadaMu, tangan kananMu menopang aku" Mazmur 63:9
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment