Bpk.N.arifin sekarang bernama Yehezkiel imanuel ini (sekitar usia 30th an) asli Madura, alias Madura asli beristrikan seorang turunan Dayak asli. Beliau memulai ceritanya bahwa dari lahir adalah keturunan 'sepupu', usia 17 thn masuk sekolah 'teologianya sepupu', sewaktu dewasa hijrah ke Sampit, Kalimantan. Di sana kerjanya adalah "ngerjain" orang-orang Kristen yang amat ia dan kelompoknya benci. Setiap hari Minggu mereka sengaja mengangkat penutup 'pengontrol got' supaya orang-orang Kristen yang mau ke gereja yang melewati trotoar terjebak jatuh ke dalam got !
Tidak sedikit korban yang keseleo dan luka. Hampir setiap subuh ia mengantongi batu-batu khusus melempari gereja-gereja, pokoknya benci banget dah !
Bpk. Yehezkiel ini kemudian berkenalan dengan seorang perempuan asli suku Dayak di sana, yang mana sama sekali tidak memakai atribut Kristiani sehingga ia tidak tahu kalau wanita ini orang Kristen. Namun setelah wanita ini mengaku jatuh hati padanya, dan ketahuan bahwa ia seorang nasrani tentulah ditolak mentah-mentah. Tapi karena sang wanita berjanji mau pindah kepercayaan dan bersedia menikah secara hukum agamanya, maka merekapun singkatnya menikah. Ternyata sang istri sesudah menikah tetap berdoa dengan cara 'lama', bukannya belajar Al Quran, melainkan terus membaca kitab sucinya sendiri.
Pertikaian sering terjadi, dan Bpk.Yehezkiel ini tidak tanggung-tanggung, bukan menampar saja, melainkan amarahnya bisa sampai memukul, menganiaya bahkan menginjak istrinya! Sudahpun demikian, sang istri hanya berkata, "dibunuhpun saya tidak apa-apa, asal jangan engkau suruh saya menyembah Tuhanmu, dan jangan bakar Alkitab saya ini. Saya sudah siap membayar harga sejak saya menikah denganmu." Istrinya tetap mendoakan dia.
Suatu kali (th '99-2000) terjadi kerusuhan besar di Sampit, dimana orang Dayak membantai orang- orang Madura, memenggal kepala mereka dan memakan daging mereka! Bpk. Yehezkiel sangatlah ketakutan! Betapa tidak, orang Dayak yang memiliki kuasa gelap ini bisa "mencium" bau orang Madura dari jarak 500 meter !
Beliaupun meminta tolong istrinya bagaimana caranya melindungi dia. Istrinya berkali-kali menjawab, "Saya tidak bisa melindungimu. Yang bisa menolong kamu adalah Tuhan Yesus, IA Tuhan yang hidup, yang menolong anak-anakNya tepat pada waktunya. Tidak ada yang mustahil bagi DIA, jadi minta tolonglah padaNya."
Tentu saja Bpk. Yehezkiel jadi marah, "ngapain minta tolong sama Tuhanmu yang gondrong, Tuhannya orang barat!". Tapi ketika ketakutan menghantuinya kembali dia minta tolong istrinya, "kan kamu orang Dayak, gimanalah caranya ngomong sama mereka! Kalau aku mati, gimana?" Istrinya berkata, "kalau kamu mati, ya kehendak Tuhan... Hanya Tuhan Yesus yang bisa menolong kamu, bukan saya."
Karena buntu, ia pun terpaksa memutuskan ikut ke pengungsian, tetapi istri tidak bersedia ikut, anak mereka waktu itu baru beberapa bulan usianya.
Karena truk sudah datang, istrinya membawakan beliau sebuah tas kecil, sambil berpesan, "semua yang kamu perlukan Ada dalam tas itu." Bpk.Yehezkiel tidak sempat membuka apa isinya, pokoknya dia percaya saja, lalu naik ke truk dan duduk paling pojok, penuh dengan rasa takut. Truk tersebut dikawal oleh 4 orang tentara, di dalamnya ada sekitar 20 orang.
Tiba-tiba di tengah jalan mereka bertemu dengan segerombolan orang Dayak yang jumlahnya hampir seratus, berteriak agar diserahkan orang-orang Madura yang di dalam truk.
Merasa bertanggung jawab, seorang tentara berkata, "tidak bisa! Langkahi dulu kami!" Tentara tersebut menembak, tetapi sebuah 'sumpit beracun' menghujam dadanya, tentara itu tewas seketika!
Teman-temannya berlari dan meninggalkan ke 20 orang Madura di dalamnya.Wah, mereka tentu takut setengah mati! Semua sembahyang dan komat-kamit, hanya Bpk.Yehezkiel yang 'kelu', ketakutan menyergap dia sehingga tidak tahu harus berbuat apa. Tiba-tiba seorang ibu muda berdiri, sambil membopong bayinya, mungkin bermaksud meminta belas kasihan... namun hanya dalam hitungan detik, kepalanya sudah jatuh ke tanah, dengan darah yang tersembur dari batang leher yang putus! Suaminya reflek berdiri menangkap bayinya, segera sebuah tombak menembus perutnya !
Saat itulah, Bpk. Yehezkiel "coba- coba" (siapa tahu benar kata istrinya) berseru dalam hati, "Tuhannya istriku... Kalau benar Engkau Tuhan yang hidup dan tidak ada yang mustahil bagiMu, maka permintaanku sangatlah mustahil: aku ingin selamat! Dan kalau aku selamat maka seumur hidupku sampai selama-lamanya aku akan menyembah Engkau."
Dalam sekejap, ia merasakan ada sesuatu yang membungkus tubuhnya. Segera satu persatu orang-orang dalam truk itu dibantai, Dan iapun harus berdiri... tetapi aneh sekali, sekian banyak orang Dayak itu tidak ada yang melihatnya!
Ia berjalan di antara orang-orang Dayak dengan penuh keheranan, lalu berlari terus menuju sungai yang di pinggir jalan. Di belakangnya ia melihat 3 orang mengejar, ia kira mengejar dirinya, ternyata... mereka 'membaui' ada orang Madura yang bersembunyi dalam sungai, orang itupun mati ditombak! Tetapi tetap saja mereka tidak melihat dan 'membaui' Bpk.Yehezkiel yang ada di seberang sungai yang sama... sesuatu yang "mustahil" sudah Tuhan lakukan. Apa yang ia harus lakukan sekarang?
Sesudah peristiwa itu berakhir, ia kembali ke jalan raya dan berdoa (kali ini bersuara). "Tuhannya istriku, kamp penampungan masih 8.5 km dari sini, saya tidak tahu harus bagaimana... bukankah tidak ada yang mustahil bagiMu, dan Engkau menolong anak-anakMu tepat pada waktunya?" Seketika itu, sebuah mobil tentara lewat dan berhenti di depannya! "Bapak orang Madura kan? Ayo cepat naik, kami mau ke penampungan, hari ini penyisiran terakhir orang-orang Madura harus keluar dari Sampit ! "
Terheran-heran ia melihat pekerjaan 'Tuhan istrinya'... Sampai di kamp, puluhan ribu orang-orang Madura di sana berkumpul. Karena sangat lapar, ia mencoba membeli makanan, ternyata uangnya yang banyak itu tidak laku! Saat itu, sebuah sepeda motor hanya ditukar dengan 1 dus supermi dan 1 karton aqua. Untuk 3 dus supermi + 3 karton aqua ditukar dengan sebuah mobil L300, harta tidak lagi berharga! Ia sangat kelaparan, dibukanya tas kecil mengingat pesan istrinya, "apa saja yang kamu butuhkan ada di situ" ternyata... isinya "hanya" sebuah Alkitab!
Maka sekali lagi ia berdoa, "Tuhan istriku... Engkau sudah menyelamatkan aku sejauh ini, pastilah tidak membiarkan aku mati kelaparan. "Mustahil" rasanya mendapatkan makanan di tengah situasi begini, tetapi bukankah tidak ada perkara yang mustahil bagiMu?" Lalu ia beranjak keluar, berjalan saja mengitari pinggiran camp, ternyata seorang teman melihat dia dan memanggil namanya lalu membagikannya makanan, GRATIS!
Bukan hanya cukup untuk dirinya, ia juga bahkan bisa membagikan pada beberapa orang lain. Luar biasa! Sesudah itu tiba-tiba terdengar suara speaker, diumumkan ada truk-truk yang siap mengangkut 3.000 orang ke Surabaya subuh nanti (12 jam dari waktu itu), jadi yang mau ikut diharapkan naik ke truk. Maka mengerikan sekali, orang-orang berhamburan berebutan naik ke atas truk, bahkan bergelantungan di badan truk, yang penting bisa ikut terangkut ke pelabuhan. Ketakutan membuat orang-orang ini kehilangan akal, betapa tidak... di dalam kamp pun kadang-kadang ada yang bisa tertombak mati.
Tidak sedikit yang mati terinjak-injak saat itu !
Bpk. Yehezkiel 'bengong' melihat truk-truk yang 'diselimuti' manusia, dan ia berdoa, "Tuhannya istriku... aku ingin ke Surabaya, tapi tidak bisa dan tidak mau naik truk yang seperti itu..."
Tiba-tiba ketika ia sedang berdiri di pinggir kamp, sebuah truk lewat, isinya hanya beberapa orang! Truk itu ternyata milik ipar pamannya, dan iapun naik ke truk itu. Sampai di pelabuhan, begitu truk mereka naik ke kapal, pintu kapalpun ditutup. Masih ratusan orang yang tidak terangkut, seorang ibu tampak meratap, memohon belas kasihan, "suami dan bayi saya sudah naik Pak, tolong saya bisa ikut... kasihan bayi saya bisa mati kalau tidak ada yang menyusui... tolonglah saya, Pak..." Tetapi tanpa belas kasihan petugas berkata, "Gak bisa! Kalau diijinkan pada naik akan melebihi kapasitas!"
Tali dilepas dari dermaga, hati Bpk. Yehezkiel terenyuh melihat ibu itu. Kapal sudah mulai berjalan perlahan, ia kembali berdoa, "Tuhannya istriku..., kalaupun saya tidak ikut, saya ingin ibu itu bisa naik menggantikan saya..." Ternyata kapal merapat kembali, terdengar suara kapten dari speaker, "Semua penumpang yang masih ada di dermaga pelabuhan cepat naik !" Sungguh, semua yang "mustahil" dan "pertolongan yang tepat waktu" terus terjadi sepanjang hari, membuat Bpk. Yehezkiel 'melihat' betapa Tuhan istrinya itu, Tuhan Yesus, adalah Tuhan yang hidup !
LUAR BIASA BAPA YANG KITA YESUS KRISTUS.
selamat beraktivitas TUHAN YESUS memberkati
Sunday, January 31, 2010
Kesaksian Neraka (bag.2)
Setelah melihat semua ini, saya bilang ke Tuhan, Tuhan saya tidak mau tinggal disini, saya tidak mau masuk kesini lagi, bahkan sampai saya sadar dan roh saya telah kembali ke tubuh saya pun, bau busuk neraka itu masih tercium, padahal didekat saya tidak ada sampah atau kotoran berbau busuk (saking bau busuknya, setelah sadar, elizabeth sampai 40 hari tidak makan, hanya minum saja. Puji Tuhan dia tetap kuat, tidak lemas, menurutnya mungkin karena dia makan buah yang diberikan Tuhan pada saat mereka berada di taman dalam surga).
Saya bilang ke Tuhan, kok begini ya? Kok orang kristen banyak yang masuk ke neraka bahkan para pendeta, saya bilang ke Tuhan kalo saya sudah tidak kuat lagi, kemudian Tuhan memeluk saya dengan hangat, menghibur saya dan akhirnya membawa saya ke suatu tempat lain yang sangat jauh berbeda dengan neraka. Tempat yang sangat indah, teramat sangat indah sekali.
Disana saya melihat ada banyak sekali rumah, ada yang kecil dan ada yang besar, ada yang sudah jadi dan ada yang belum jadi. Lalu saya bertanya kepada Tuhan, rumah-rumah siapakah itu. Tuhan menjawab kalo itu adalah rumah untuk anak-anak-Ku. Nanti apabila pulang sudah disediakan rumah tinggal. Saudara, apa yang dikatakan Firman Tuhan itu benar bahwa Tuhan Yesus pergi kepada Bapa untuk menyediakan tempat tinggal bagi kita semua.
Yang disediakan untuk kita yang percaya kepada Tuhan Yesus, yang percaya dan mau melayani Tuhan dengan kudus, tulus dan murni hatinya.
Saya juga bertanya kok rumahnya ada yang kecil dan ada yang besar, Tuhan menjawab bahwa itu semua tergantung dari ketulusan pelayanan kita...bukan dari banyaknya pelayanan yang dilakukan, tapi dari ketulusan dalam melayani Tuhan, motivasi dalam melayani. Semakin kita tulus dan dekat maka semakin Tuhan memberikan tempat yang terbaik.
Trus diantara rumah-rumah itu ada yang separoh jadi dan ada yang sudah jadi, Tuhan bilang bahwa yang sudah jadi artinya orangnya sudah meninggal dan sudah bersama dengan Tuhan, sedangkan yang baru separuh jadi artinya orangnya masih belum meninggal.
Surga itu sangat terang sekali, tidak menyilaukan tidak panas di kulit walalupun terang sekali, tapi sejuk di kulit.
Di ujungnya surga saya melihat ada barak, ada suatu tempat besar tapi untuk rombongan banyak orang, yang ternyata itu adalah tempat untuk orang-orang yang tidak peracya Tuhan Yesus tetapi waktu mau meninggal, misalnya dalam keadaan sakit atau koma, terus didoakan dan mau bertobat, menerima Yesus Kristus trus langsung meninggal, maka mereka akan ditempatkan disana.
Jalan yang ada disurga, di rumah-rumah itu indah sekali, seperti butiran kaca. Ada banyak pohon buah-buahan. Saya juga sempat diberi buah oleh Tuhan dan ajaib, begitu buahnya dipetik, langsung numbuh lagi. Jadi kehidupan baik disurga maupun dineraka itu semua adalah kekal.
Tidak jauh dari situ saya melihat ada istana yang indah sekali, Tuhan katakan itu adalah Istana-Nya dan akhirnya mengajak saya kesana.
Disana saya melihat banyak orang memuji dan menyembah Tuhan setiap saat tanpa ada rasa capek, ngantuk dan lelah. Mereka memuji Tuhan setiap saat, setiap waktu. Sesuai dengan Firman Tuhan, saya lihat istana itu benar terdiri dari emas permata. Lantainya terbuat dari emas, dindingnya dari batu permata yang indah sekali. Tuhan itu adalah Raja diatas segala raja, Dia adalah Raja yang sangat kaya sekali.
Saya lihat juga ada malaikat. Malaikat itu ada 2 macam, ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap.
Malaikat yang bersayap itu adalah untuk peperangan rohani dan yang tidak bersayap untuk puji-pujian.
Kemudian karena kasih dan kemuarahan hati Bapa, saya juga dipertemukan dengan Yohanes, murid yang paling dikasihi Tuhan. Yohanes berkata pada saya, “kamu ingini hati-Nya aja, ingini dekat ama Tuhan aja, jangan ingini yang lain”.
Setelah itu saya diajak ke pekarangan dan disana saya bertemu dengan Raja Daud yang masih berpakaian seorang raja lengkap, kemudian dia berkata pada saya kalo dia ada disana hanya karena kasih dan kemurahan hati Tuhan. Saya takjub sekali karena setau saya Raja daud itu kan intim sekali dengan Tuhan, tetapi kok dia sendiri bisa berkata bahwa dia ada disana hanya karena kasih kemurahan hati Tuhan. Kemudian bagaimana dengan kita yang hidup di dunia ini dan tidak intim dengan Tuhan? Raja daud juga berpesan pada saya untuk menyampaikan kepada anak-anak Tuhan untuk selalu menjaga kekudusan apalagi anak-anak muda jaman sekarang yang gampang jatuh dalam ketidakkudusan seperti melakukan perzinahan dan kenajisan.
Saya juga bertemu dgn Musa yang hanya berkata “Aku menyesal karena tidak dapat masuk ke tanah perjanjian”.
Saya juga ketemu Paulus yang bilang bahwa kalo kamu menghadapi pencobaan yakinlah bahwa itu tidak akan melebihi kekuatannmu. Jadi sodara-sodara, yakinlah kalo kita menghadapi kesulitan yang luar biasa yakinlah bahwa Tuhan pasti akan menolong dan pencobaan itu tidak akan melebihi kekuatan kita.
Kemudian saya bertanya pada Tuhan, apa kunci untuk bisa masuk istana Tuhan, Tuhan pun menjawab “hal itu gampang sekali, kamu cuma harus intim aja sama Aku, deket dengan Aku, melekat pada Aku, tidak ada yg lain”.
Saya bersyukur sekali bisa ketemu Tuhan Yesus yang memulihkan kehidupan saya, karena hanya pertemuan pribadi ini yang memulihkan saya.
Tuhan Yesus wajahnya lembut dan penuh kasih, jauh berbeda denga gambar-gambar yang ada. Wajahnya mulia dan bisa membuat kita terkesima melihat-Nya.
Jadi saudara-saudariku, bersiap-siaplah, supaya kita selalu layak dihadapan Tuhan, hidup kudus dan dekat melekat dengan Tuhan. Kita tidak tahu kapan kita dipanggil, jadi harus cepat bertobat dan hidup kudus.
Buat saudara-saudariku yang belum percaya, cepat-cepatlah percaya karena hanya Tuhan Yesus Kristus lah yang punya kerajaan surga, hanya Tuhan Yesus lah satu-satunya jalan menuju keselamatan dan surga.
Inilah sesungguhnya KASIH BAPA terhadap anak-anakNya, DIA mengingatkan qt spy qt tidak masuk ke nereka tetapi hidup bersama dgn DIA.
TYM
Saya bilang ke Tuhan, kok begini ya? Kok orang kristen banyak yang masuk ke neraka bahkan para pendeta, saya bilang ke Tuhan kalo saya sudah tidak kuat lagi, kemudian Tuhan memeluk saya dengan hangat, menghibur saya dan akhirnya membawa saya ke suatu tempat lain yang sangat jauh berbeda dengan neraka. Tempat yang sangat indah, teramat sangat indah sekali.
Disana saya melihat ada banyak sekali rumah, ada yang kecil dan ada yang besar, ada yang sudah jadi dan ada yang belum jadi. Lalu saya bertanya kepada Tuhan, rumah-rumah siapakah itu. Tuhan menjawab kalo itu adalah rumah untuk anak-anak-Ku. Nanti apabila pulang sudah disediakan rumah tinggal. Saudara, apa yang dikatakan Firman Tuhan itu benar bahwa Tuhan Yesus pergi kepada Bapa untuk menyediakan tempat tinggal bagi kita semua.
Yang disediakan untuk kita yang percaya kepada Tuhan Yesus, yang percaya dan mau melayani Tuhan dengan kudus, tulus dan murni hatinya.
Saya juga bertanya kok rumahnya ada yang kecil dan ada yang besar, Tuhan menjawab bahwa itu semua tergantung dari ketulusan pelayanan kita...bukan dari banyaknya pelayanan yang dilakukan, tapi dari ketulusan dalam melayani Tuhan, motivasi dalam melayani. Semakin kita tulus dan dekat maka semakin Tuhan memberikan tempat yang terbaik.
Trus diantara rumah-rumah itu ada yang separoh jadi dan ada yang sudah jadi, Tuhan bilang bahwa yang sudah jadi artinya orangnya sudah meninggal dan sudah bersama dengan Tuhan, sedangkan yang baru separuh jadi artinya orangnya masih belum meninggal.
Surga itu sangat terang sekali, tidak menyilaukan tidak panas di kulit walalupun terang sekali, tapi sejuk di kulit.
Di ujungnya surga saya melihat ada barak, ada suatu tempat besar tapi untuk rombongan banyak orang, yang ternyata itu adalah tempat untuk orang-orang yang tidak peracya Tuhan Yesus tetapi waktu mau meninggal, misalnya dalam keadaan sakit atau koma, terus didoakan dan mau bertobat, menerima Yesus Kristus trus langsung meninggal, maka mereka akan ditempatkan disana.
Jalan yang ada disurga, di rumah-rumah itu indah sekali, seperti butiran kaca. Ada banyak pohon buah-buahan. Saya juga sempat diberi buah oleh Tuhan dan ajaib, begitu buahnya dipetik, langsung numbuh lagi. Jadi kehidupan baik disurga maupun dineraka itu semua adalah kekal.
Tidak jauh dari situ saya melihat ada istana yang indah sekali, Tuhan katakan itu adalah Istana-Nya dan akhirnya mengajak saya kesana.
Disana saya melihat banyak orang memuji dan menyembah Tuhan setiap saat tanpa ada rasa capek, ngantuk dan lelah. Mereka memuji Tuhan setiap saat, setiap waktu. Sesuai dengan Firman Tuhan, saya lihat istana itu benar terdiri dari emas permata. Lantainya terbuat dari emas, dindingnya dari batu permata yang indah sekali. Tuhan itu adalah Raja diatas segala raja, Dia adalah Raja yang sangat kaya sekali.
Saya lihat juga ada malaikat. Malaikat itu ada 2 macam, ada yang bersayap dan ada yang tidak bersayap.
Malaikat yang bersayap itu adalah untuk peperangan rohani dan yang tidak bersayap untuk puji-pujian.
Kemudian karena kasih dan kemuarahan hati Bapa, saya juga dipertemukan dengan Yohanes, murid yang paling dikasihi Tuhan. Yohanes berkata pada saya, “kamu ingini hati-Nya aja, ingini dekat ama Tuhan aja, jangan ingini yang lain”.
Setelah itu saya diajak ke pekarangan dan disana saya bertemu dengan Raja Daud yang masih berpakaian seorang raja lengkap, kemudian dia berkata pada saya kalo dia ada disana hanya karena kasih dan kemurahan hati Tuhan. Saya takjub sekali karena setau saya Raja daud itu kan intim sekali dengan Tuhan, tetapi kok dia sendiri bisa berkata bahwa dia ada disana hanya karena kasih kemurahan hati Tuhan. Kemudian bagaimana dengan kita yang hidup di dunia ini dan tidak intim dengan Tuhan? Raja daud juga berpesan pada saya untuk menyampaikan kepada anak-anak Tuhan untuk selalu menjaga kekudusan apalagi anak-anak muda jaman sekarang yang gampang jatuh dalam ketidakkudusan seperti melakukan perzinahan dan kenajisan.
Saya juga bertemu dgn Musa yang hanya berkata “Aku menyesal karena tidak dapat masuk ke tanah perjanjian”.
Saya juga ketemu Paulus yang bilang bahwa kalo kamu menghadapi pencobaan yakinlah bahwa itu tidak akan melebihi kekuatannmu. Jadi sodara-sodara, yakinlah kalo kita menghadapi kesulitan yang luar biasa yakinlah bahwa Tuhan pasti akan menolong dan pencobaan itu tidak akan melebihi kekuatan kita.
Kemudian saya bertanya pada Tuhan, apa kunci untuk bisa masuk istana Tuhan, Tuhan pun menjawab “hal itu gampang sekali, kamu cuma harus intim aja sama Aku, deket dengan Aku, melekat pada Aku, tidak ada yg lain”.
Saya bersyukur sekali bisa ketemu Tuhan Yesus yang memulihkan kehidupan saya, karena hanya pertemuan pribadi ini yang memulihkan saya.
Tuhan Yesus wajahnya lembut dan penuh kasih, jauh berbeda denga gambar-gambar yang ada. Wajahnya mulia dan bisa membuat kita terkesima melihat-Nya.
Jadi saudara-saudariku, bersiap-siaplah, supaya kita selalu layak dihadapan Tuhan, hidup kudus dan dekat melekat dengan Tuhan. Kita tidak tahu kapan kita dipanggil, jadi harus cepat bertobat dan hidup kudus.
Buat saudara-saudariku yang belum percaya, cepat-cepatlah percaya karena hanya Tuhan Yesus Kristus lah yang punya kerajaan surga, hanya Tuhan Yesus lah satu-satunya jalan menuju keselamatan dan surga.
Inilah sesungguhnya KASIH BAPA terhadap anak-anakNya, DIA mengingatkan qt spy qt tidak masuk ke nereka tetapi hidup bersama dgn DIA.
TYM
Rahasia do'a BAPA kami(bagian 2)
Maksudnya:
Doa BAPA KAMI diawali kata BAPA.. karena Ia rindu hubungan seperti seorang anak yang datang kepada Bapanya dengan sebuah ketulusan dan kepolosan (Baca Markus 10:15, & Lukas 18:17).. Setelah itu disambung dengan kata Dikuduskanlah nama-Mu, mengandung arti Ia ingin kita menghormati dan nggak main-main dengan namaNYA (Baca Kej 20:7, Ul 5:11, dan Im 19... Lihat Selengkapnya... Lihat Selengkapnya:12), lalu ada kata datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga berbicara tentang pengakuan kedaulatanNYA sebagai RAJA SEGALA RAJA atas hidup kita sehingga Ia berhak SEPENUHNYA untuk melakukan kehendak dan kuasaNYA atas kita supaya atmosfer SORGA kita alami (Ini berbicara damai sejahtera, dan sukacita). Kata Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya ini mengandung arti supaya setiap hari kita mengandalkan TUHAN (Baca Yer 17:7-8), mencukupkan diri (Flp 4:11) serta mengucap syukur (Kol 3:17) karena Rancangannya selalu baru setiap hari (Mat 6:34). Kata ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami berarti kita harus mengampuni terlebih dahulu barulah kita diampuni bukan sebaliknya (Luk 6:31), Kata "..janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat." dalam terjemahan BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari) "..Janganlah membiarkan kami kehilangan percaya pada waktu kami dicobai tetapi lepaskanlah kami dari kuasa si Jahat. sehingga ... Lihat Selengkapnyadapat kita simpulkan bahwa meskipun kita dalam pencobaan kita tetap percaya kepad Tuhan dan lepaskan kita dari kuasa si Jahat. Ditutup dengan kata Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. ini adalah sebuah pengakuan bahwa hanya DIALAH RAJA SEGALA RAJA atas hidup kita yang BERKUASA dan layak terima KEMULIAAN sampai selamanya-lam
Doa BAPA KAMI diawali kata BAPA.. karena Ia rindu hubungan seperti seorang anak yang datang kepada Bapanya dengan sebuah ketulusan dan kepolosan (Baca Markus 10:15, & Lukas 18:17).. Setelah itu disambung dengan kata Dikuduskanlah nama-Mu, mengandung arti Ia ingin kita menghormati dan nggak main-main dengan namaNYA (Baca Kej 20:7, Ul 5:11, dan Im 19... Lihat Selengkapnya... Lihat Selengkapnya:12), lalu ada kata datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga berbicara tentang pengakuan kedaulatanNYA sebagai RAJA SEGALA RAJA atas hidup kita sehingga Ia berhak SEPENUHNYA untuk melakukan kehendak dan kuasaNYA atas kita supaya atmosfer SORGA kita alami (Ini berbicara damai sejahtera, dan sukacita). Kata Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya ini mengandung arti supaya setiap hari kita mengandalkan TUHAN (Baca Yer 17:7-8), mencukupkan diri (Flp 4:11) serta mengucap syukur (Kol 3:17) karena Rancangannya selalu baru setiap hari (Mat 6:34). Kata ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami berarti kita harus mengampuni terlebih dahulu barulah kita diampuni bukan sebaliknya (Luk 6:31), Kata "..janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat." dalam terjemahan BIS (Bahasa Indonesia Sehari-hari) "..Janganlah membiarkan kami kehilangan percaya pada waktu kami dicobai tetapi lepaskanlah kami dari kuasa si Jahat. sehingga ... Lihat Selengkapnyadapat kita simpulkan bahwa meskipun kita dalam pencobaan kita tetap percaya kepad Tuhan dan lepaskan kita dari kuasa si Jahat. Ditutup dengan kata Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin. ini adalah sebuah pengakuan bahwa hanya DIALAH RAJA SEGALA RAJA atas hidup kita yang BERKUASA dan layak terima KEMULIAAN sampai selamanya-lam
Kesaksian Neraka (bag.1)
Kejadiannya pada bulan September 2001, ketika itu saya dan team sedang berdoa syafaat di gereja.
Saat itu saya sadar masih ada di dalam gereja, tapi saya juga merasakan bahwa roh saya dibawa oleh Tuhan Yesus ke suatu tempat lain.
Saya tiba disana dan tempat itu sangat mengerikan. Berbau busuk, amis, bau darah, bau benda2 terbakar, bahkan lebih busuk dari bau pasar ikan.
Saya lihat disana ada banyak hal-hal yang mengerikan. Dan yang paling membuat saya tidak tahan adalah begitu banyaknya orang-orang yang menjerit ketakutan, minta tolong, minta ampun kepada Tuhan. Mereka berkata ”Lepaskan saya Tuhan, tolong saya Tuhan, ampuni saya Tuhan, saya sudah tidak kuat lagi berada disini” tetapi Tuhan Yesus hanya berkata “Pengampunan itu sudah terlambat, karena waktu di dunia kesempatan itu masih ada tapi kamu sia-siakan dan tidak kamu ambil, sekarang semua sudah terlambat, tidak ada lagi pengampunan di neraka”
Disana saya juga melihat berbagai macam hal sangat mengerikan, jutaan orang disisi kanan saya dibakar api hingga tubuh mereka meleleh. Anehnya tubuh yang meleleh tadi kemudian kembali tumbuh normal dan utuh, tapi kemudian dibakar lagi sampai habis, dan hal ini terjadi berulang kali, sehingga sakitnya itu tidak terkira dan tidak pernah berhenti.
Disisi kanan itu juga saya melihat ada orang yang digerogoti ulat-ulat kecil, seperti yang sudah disampaikan dalam Firman Tuhan bahwa di neraka terdapat api yg kekal dan juga jutaan ulat yang menggerogoti tubuh manusia dengan kekal.
Hal yang saya lihat itu terjadi terus menerus dan saya lihat bahwa kebanyakan orang-orang yang digerogoti ulat itu adalah para pemimpin dari agama-agama lain sodara kita, yang dapat saya kenali dari pakaian mereka, seperti juga ada yang menggunakan sorban, dll. Mereka ini menjerit minta tolong dan minta ampun, tapi Tuhan berkata “Semuanya sudah terlambat”.
Keadaan neraka sangat mengerikan, panas, berbau busuk, jalanan dan dindingnya pun lembek, maaf, seperti ingus, lengket dan berwarna busuk.
Waktu itu Tuhan berkata pada saya “Setiap kamu bertemu dengan orang lain, terutama orang-orang yang belum dan tidak percaya Tuhan Yesus, sampaikan kesaksian ini, apabila mereka percaya Puji Tuhan, tetapi apabila mereka tidak percaya ya sudah, biarkan saja, tidak usah bingung, yang penting kamu sudah menyampaikan dan mereka sudah mendengar, keputusan ada ditangan mereka masing-masing”.
Saya dan Tuhan Yesus terus berjalan hingga tiba di sebuah persimpangan, ada jalan yang ke kiri dan ada jalan yang ke kanan. Saya melihat ada banyak sel-sel yang diisi dengan orang yang jumlahnya banyak sekali. 1 sel diisi 1 orang, kemudian juga ada iblis yang sedang tertawa kesenangan diantara banyak orang yang menangis menjerit karena tidak tahan oleh siksaasn. Ada yang matanya dicungkil sampai darahnya mengalir deras sekali, ada yang tangannya dikuliti, ada yang lidahnya dipotong-potong, tetapi sama seperti diawal kesaksian saya, mata, tangan, lidah, dll itu bisa kembali normal utuh kembali, namun setelah itu kembali disiksa. Tiada henti-hentinya, siksaan di neraka itu sifatnya kekal. Saya dengar lagi semua orang menangis, minta tolong dan minta ampun, tapi Tuhan tetap tidak bisa menolong, karena semua memang sudah terlambat.
Saya kemudian bertanya pada Tuhan, “Tuhan, orang-orang yang ada disini pasti orang-orang yang tidak percaya Tuhan Yesus kan?”, tetapi Tuhan menjawab “Oh tidak,. Justru yang ada disini adalah orang-orang kristen yang sudah percaya Tuhan Yesus”. Saya kaget sekali, lalu saya bertanya kenapa justru orang-orang kristen juga ada yang di neraka, bukankah mereka sudah percaya dan menerima Yesus. Tuhan pun menjawab, “Mereka memang orang kristen yang percaya dan menerima Yesus, tetapi kehidupan yang mereka jalani bukanlah kehidupan kudus yang diinginkan Tuhan. Mereka diberi anggota tubuh yang lengkap seperti tangan yang seharusnya untuk menyembah Tuhan, tetapi digunakan untuk memukul. Diberi mulut untuk memuji Tuhan tetapi digunakan untuk menggerutu, mengomel dan mencaci maki orang”.
Jadi hal-hal itu tidak berkenan bagi Tuhan. Kita harus dapat mempergunakan tubuh yang diberikan Tuhan dengan benar dan selalu menjaga kekudusannya, karena apapun yang kita lakukan di dunia ini akan kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan setelah kita dipanggil kembali. Kita tidak dapat menyembunyikan apapun dari Tuhan karena Tuhan mengetahui segala apa yang kita lakukan, walaupun ditempat yang tersembunyi sekalipun.
Saya pun diajak jalan semakin ke dalam ke pusat neraka. Dipusat neraka ada ada sebuah sumur yang menyerupai kawah belerang. Didalam sumur itu saya melihat ada orang-orang yang diikat berdua-duaan, jadi perempuan dengan perempuan dan laki-laki dengan laki-laki. Tuhan pun menjelaskan kepada saya bahwa mereka yang diikat berduaan itu adalah para lesbian, waria dan homo. Yang walaupun mereka mengaku bahwa mereka menerima dan percaya Yesus, tetapi kehidupan mereka tetap seperti itu , maka mereka akan ditempatkan Tuhan disana.
Tidak jauh dari sana, di pusat neraka juga ada juga orang-orang yang dihukum di kawah belerang ini, yaitu orang-orang yang suka dengan perdukunan, suka cari penglarisan, cari suhu atau paranormal, kemudian ada juga sel-sel, dimana 1 sel diisi 1 org, yang didalamnya terdapat orang-orang yang alat kelaminnya digerogoti ulat-ulat sampai darahnya mengalir deras kemudian bentuknya kembali normal dan utuh lagi, kemudian digerogoti lagi dan hal itu terjadi berulang-ulang, tidak pernah berhenti. Tuhan bilang kepada saya bahwa itu adalah tempat untuk orang-orang yang mengaku sudah Kristen tetapi masih tetap bermain-main dengan kekudusan, masih ke tempat-tempat yang tidak benar, masih punya simpanan, itu akan masuk kesana, karena menganggap masih ada waktu buat bertobat, padahal kita tidak tahu kapan kita akan menghadap Tuhan.
Semakin kedalam lorong neraka, keadaan semakin gelap dan pengap, trus saya melihat ada iblis yang berkata “Ayo pak pendeta, khotbah lagi pak pendeta, kamu kan didunia khotbah, kenapa disini tidak mau khotbah”. Saya jadi bingung kok ada pendeta yang masuk neraka? Pendeta kan hidupnya suci dan percaya Yesus. Tapi Tuhan berkata, pendeta itu memang rajin berkhotbah, mengabarkan Firman Tuhan, tetapi dia sendiri tidak bisa menjalankan firman itu dalam kehidupannya, dia menggelapkan dan menggunakan uang jemaat, hidup tidak kudus, punya istri simpanan, dll. Merekalah yang ditempatkan disana oleh Tuhan. Saya melihat pendeta itu berusaha keluar, tetapi tidak bisa, kemudian mulutnya dirobek dan dicakar oleh iblis sampai tidak berbentuk, darah mengalir, tetapi mulut dan wajahnya kembali normal lagi, trus dicakar disobek lagi, dst, dst. Disana juga para pendeta itu berteriak kepada Tuhan, minta ampun, tapi Tuhan tetap berkata, bahwa semua itu sudah terlambat, ketika orang-orang tiba di neraka kesempatan bertobat itu sudah tidak ada.
bersambung.........
TYM
Saat itu saya sadar masih ada di dalam gereja, tapi saya juga merasakan bahwa roh saya dibawa oleh Tuhan Yesus ke suatu tempat lain.
Saya tiba disana dan tempat itu sangat mengerikan. Berbau busuk, amis, bau darah, bau benda2 terbakar, bahkan lebih busuk dari bau pasar ikan.
Saya lihat disana ada banyak hal-hal yang mengerikan. Dan yang paling membuat saya tidak tahan adalah begitu banyaknya orang-orang yang menjerit ketakutan, minta tolong, minta ampun kepada Tuhan. Mereka berkata ”Lepaskan saya Tuhan, tolong saya Tuhan, ampuni saya Tuhan, saya sudah tidak kuat lagi berada disini” tetapi Tuhan Yesus hanya berkata “Pengampunan itu sudah terlambat, karena waktu di dunia kesempatan itu masih ada tapi kamu sia-siakan dan tidak kamu ambil, sekarang semua sudah terlambat, tidak ada lagi pengampunan di neraka”
Disana saya juga melihat berbagai macam hal sangat mengerikan, jutaan orang disisi kanan saya dibakar api hingga tubuh mereka meleleh. Anehnya tubuh yang meleleh tadi kemudian kembali tumbuh normal dan utuh, tapi kemudian dibakar lagi sampai habis, dan hal ini terjadi berulang kali, sehingga sakitnya itu tidak terkira dan tidak pernah berhenti.
Disisi kanan itu juga saya melihat ada orang yang digerogoti ulat-ulat kecil, seperti yang sudah disampaikan dalam Firman Tuhan bahwa di neraka terdapat api yg kekal dan juga jutaan ulat yang menggerogoti tubuh manusia dengan kekal.
Hal yang saya lihat itu terjadi terus menerus dan saya lihat bahwa kebanyakan orang-orang yang digerogoti ulat itu adalah para pemimpin dari agama-agama lain sodara kita, yang dapat saya kenali dari pakaian mereka, seperti juga ada yang menggunakan sorban, dll. Mereka ini menjerit minta tolong dan minta ampun, tapi Tuhan berkata “Semuanya sudah terlambat”.
Keadaan neraka sangat mengerikan, panas, berbau busuk, jalanan dan dindingnya pun lembek, maaf, seperti ingus, lengket dan berwarna busuk.
Waktu itu Tuhan berkata pada saya “Setiap kamu bertemu dengan orang lain, terutama orang-orang yang belum dan tidak percaya Tuhan Yesus, sampaikan kesaksian ini, apabila mereka percaya Puji Tuhan, tetapi apabila mereka tidak percaya ya sudah, biarkan saja, tidak usah bingung, yang penting kamu sudah menyampaikan dan mereka sudah mendengar, keputusan ada ditangan mereka masing-masing”.
Saya dan Tuhan Yesus terus berjalan hingga tiba di sebuah persimpangan, ada jalan yang ke kiri dan ada jalan yang ke kanan. Saya melihat ada banyak sel-sel yang diisi dengan orang yang jumlahnya banyak sekali. 1 sel diisi 1 orang, kemudian juga ada iblis yang sedang tertawa kesenangan diantara banyak orang yang menangis menjerit karena tidak tahan oleh siksaasn. Ada yang matanya dicungkil sampai darahnya mengalir deras sekali, ada yang tangannya dikuliti, ada yang lidahnya dipotong-potong, tetapi sama seperti diawal kesaksian saya, mata, tangan, lidah, dll itu bisa kembali normal utuh kembali, namun setelah itu kembali disiksa. Tiada henti-hentinya, siksaan di neraka itu sifatnya kekal. Saya dengar lagi semua orang menangis, minta tolong dan minta ampun, tapi Tuhan tetap tidak bisa menolong, karena semua memang sudah terlambat.
Saya kemudian bertanya pada Tuhan, “Tuhan, orang-orang yang ada disini pasti orang-orang yang tidak percaya Tuhan Yesus kan?”, tetapi Tuhan menjawab “Oh tidak,. Justru yang ada disini adalah orang-orang kristen yang sudah percaya Tuhan Yesus”. Saya kaget sekali, lalu saya bertanya kenapa justru orang-orang kristen juga ada yang di neraka, bukankah mereka sudah percaya dan menerima Yesus. Tuhan pun menjawab, “Mereka memang orang kristen yang percaya dan menerima Yesus, tetapi kehidupan yang mereka jalani bukanlah kehidupan kudus yang diinginkan Tuhan. Mereka diberi anggota tubuh yang lengkap seperti tangan yang seharusnya untuk menyembah Tuhan, tetapi digunakan untuk memukul. Diberi mulut untuk memuji Tuhan tetapi digunakan untuk menggerutu, mengomel dan mencaci maki orang”.
Jadi hal-hal itu tidak berkenan bagi Tuhan. Kita harus dapat mempergunakan tubuh yang diberikan Tuhan dengan benar dan selalu menjaga kekudusannya, karena apapun yang kita lakukan di dunia ini akan kita pertanggungjawabkan kepada Tuhan setelah kita dipanggil kembali. Kita tidak dapat menyembunyikan apapun dari Tuhan karena Tuhan mengetahui segala apa yang kita lakukan, walaupun ditempat yang tersembunyi sekalipun.
Saya pun diajak jalan semakin ke dalam ke pusat neraka. Dipusat neraka ada ada sebuah sumur yang menyerupai kawah belerang. Didalam sumur itu saya melihat ada orang-orang yang diikat berdua-duaan, jadi perempuan dengan perempuan dan laki-laki dengan laki-laki. Tuhan pun menjelaskan kepada saya bahwa mereka yang diikat berduaan itu adalah para lesbian, waria dan homo. Yang walaupun mereka mengaku bahwa mereka menerima dan percaya Yesus, tetapi kehidupan mereka tetap seperti itu , maka mereka akan ditempatkan Tuhan disana.
Tidak jauh dari sana, di pusat neraka juga ada juga orang-orang yang dihukum di kawah belerang ini, yaitu orang-orang yang suka dengan perdukunan, suka cari penglarisan, cari suhu atau paranormal, kemudian ada juga sel-sel, dimana 1 sel diisi 1 org, yang didalamnya terdapat orang-orang yang alat kelaminnya digerogoti ulat-ulat sampai darahnya mengalir deras kemudian bentuknya kembali normal dan utuh lagi, kemudian digerogoti lagi dan hal itu terjadi berulang-ulang, tidak pernah berhenti. Tuhan bilang kepada saya bahwa itu adalah tempat untuk orang-orang yang mengaku sudah Kristen tetapi masih tetap bermain-main dengan kekudusan, masih ke tempat-tempat yang tidak benar, masih punya simpanan, itu akan masuk kesana, karena menganggap masih ada waktu buat bertobat, padahal kita tidak tahu kapan kita akan menghadap Tuhan.
Semakin kedalam lorong neraka, keadaan semakin gelap dan pengap, trus saya melihat ada iblis yang berkata “Ayo pak pendeta, khotbah lagi pak pendeta, kamu kan didunia khotbah, kenapa disini tidak mau khotbah”. Saya jadi bingung kok ada pendeta yang masuk neraka? Pendeta kan hidupnya suci dan percaya Yesus. Tapi Tuhan berkata, pendeta itu memang rajin berkhotbah, mengabarkan Firman Tuhan, tetapi dia sendiri tidak bisa menjalankan firman itu dalam kehidupannya, dia menggelapkan dan menggunakan uang jemaat, hidup tidak kudus, punya istri simpanan, dll. Merekalah yang ditempatkan disana oleh Tuhan. Saya melihat pendeta itu berusaha keluar, tetapi tidak bisa, kemudian mulutnya dirobek dan dicakar oleh iblis sampai tidak berbentuk, darah mengalir, tetapi mulut dan wajahnya kembali normal lagi, trus dicakar disobek lagi, dst, dst. Disana juga para pendeta itu berteriak kepada Tuhan, minta ampun, tapi Tuhan tetap berkata, bahwa semua itu sudah terlambat, ketika orang-orang tiba di neraka kesempatan bertobat itu sudah tidak ada.
bersambung.........
TYM
we are so precious(kita sangat berharga)
Ara Sii Pasaribu January 30 at 7:43am Reply
"Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang." (Mat 18:12-14)
Waktu kecil saya pernah memiliki sebuah jam tangan yang sangat berharga. Ketika sedang bermain sepak bola di lapangan rumput di sekolah dasar, secara tidak sadar jam tangan saya jatuh entah dimana. Ketika sadar kalau jam tangan yang selama itu melingkar di pergelangan tangan saya tiba-tiba hilang, saya langsung panik dan mengatakan hal itu kepada teman-teman yang saat itu sedang bermain sepak bola bersama. Dan saking kompaknya teman-teman membantu saya mencari jam tangan tersebut di lapangan rumput, namun sayang meski telah dicari secara bersama-sama tapi jam tangan tersebut tetap saja tidak dapat ditemukan. Waktu itu hati saya sangat sedih sekali karena telah kehilangan salah satu benda yang menurut saya sangat berharga, bukan karena mahal harganya tapi karena itu adalah sebuah hadiah ulang tahun yang diberikan oleh orang tua saya. Meski orang tua saya mampu membelikan sebuah jam tangan yang baru, tetap saja tidak dapat mengubah rasa sedih saya.
Bagaimanakah aksi dan reaksi seseorang jika salah satu benda yang dimilikinya hilang? Sedih atau biasa-biasa saja? Tergantung dari seberapa berharganya barang yang hilang tersebut. Jika barang yang hilang tersebut tidak cukup berharga di mata kita, maka reaksi kita tidak akan merasa sedih, malah kita akan berkata, “kalau hilang, ya sudah! Dicari juga ngak akan ketemu, daripada menghabiskan waktu lebih baik beli yang baru.†Tapi jikalau barang tersebut sangat berharga, tentu kita akan mati-matian mencarinya sampai dapat ditemukan kembali, mungkin tidak hanya waktu saja dikorbankan tapi juga tenaga, pikiran dan emosi kita korbankan demi menemukan kembali barang tersebut.
Bagaimana dengan kehidupan kita? Seberapa berharganya-kah kita di mata Tuhan? Jika dibandingkan dengan segala isi yang ada didunia dan seluruh jagad raya ini tentu kita tidak ada apa-apanya. Namun dimata Tuhan kita sangatlah berharga, jauh melebihi dari apa yang ada di dunia dan seluruh semesta alam ini.
Tuhan sendiri meng-umpamakan sebagai seorang gembala yang memiliki seratus ekor domba, dan ketika ada seekor diantaranya hilang / sesat, Dia akan pergi mencari seekor yang sesat itu sampai ditemukan kembali dan saat domba tersebut ditemukan Ia akan sangat bersukacita. Domba yang sesat itu adalah kita! Dan karena sangat berharganya kita, Ia rela berkorban untuk menemukan dan menyelamatkan kita.
Kita sangatlah berharga bagi Tuhan, Dia tidak pernah memandang bagaimana rupa kita, bagaimana keadaan kita, Dia tidak pernah membeda-bedakan siapa kita, bahkan sejelek-jeleknya kita, atau sebejat-bejat kita, Tuhan selalu menempatkan kita di jauh lubuk hati-Nya yang paling dalam sebagai sesuatu yang sangat berharga, kita dijadikan sebagai biji mata-Nya. Tentulah Tuhan akan selalu menjaga, memelihara dan menyertai kita dengan kasih-Nya yang sedemikian besar.
Kiranya tulisan ini bisa menjadi berkat, Amien.
"Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang." (Mat 18:12-14)
Waktu kecil saya pernah memiliki sebuah jam tangan yang sangat berharga. Ketika sedang bermain sepak bola di lapangan rumput di sekolah dasar, secara tidak sadar jam tangan saya jatuh entah dimana. Ketika sadar kalau jam tangan yang selama itu melingkar di pergelangan tangan saya tiba-tiba hilang, saya langsung panik dan mengatakan hal itu kepada teman-teman yang saat itu sedang bermain sepak bola bersama. Dan saking kompaknya teman-teman membantu saya mencari jam tangan tersebut di lapangan rumput, namun sayang meski telah dicari secara bersama-sama tapi jam tangan tersebut tetap saja tidak dapat ditemukan. Waktu itu hati saya sangat sedih sekali karena telah kehilangan salah satu benda yang menurut saya sangat berharga, bukan karena mahal harganya tapi karena itu adalah sebuah hadiah ulang tahun yang diberikan oleh orang tua saya. Meski orang tua saya mampu membelikan sebuah jam tangan yang baru, tetap saja tidak dapat mengubah rasa sedih saya.
Bagaimanakah aksi dan reaksi seseorang jika salah satu benda yang dimilikinya hilang? Sedih atau biasa-biasa saja? Tergantung dari seberapa berharganya barang yang hilang tersebut. Jika barang yang hilang tersebut tidak cukup berharga di mata kita, maka reaksi kita tidak akan merasa sedih, malah kita akan berkata, “kalau hilang, ya sudah! Dicari juga ngak akan ketemu, daripada menghabiskan waktu lebih baik beli yang baru.†Tapi jikalau barang tersebut sangat berharga, tentu kita akan mati-matian mencarinya sampai dapat ditemukan kembali, mungkin tidak hanya waktu saja dikorbankan tapi juga tenaga, pikiran dan emosi kita korbankan demi menemukan kembali barang tersebut.
Bagaimana dengan kehidupan kita? Seberapa berharganya-kah kita di mata Tuhan? Jika dibandingkan dengan segala isi yang ada didunia dan seluruh jagad raya ini tentu kita tidak ada apa-apanya. Namun dimata Tuhan kita sangatlah berharga, jauh melebihi dari apa yang ada di dunia dan seluruh semesta alam ini.
Tuhan sendiri meng-umpamakan sebagai seorang gembala yang memiliki seratus ekor domba, dan ketika ada seekor diantaranya hilang / sesat, Dia akan pergi mencari seekor yang sesat itu sampai ditemukan kembali dan saat domba tersebut ditemukan Ia akan sangat bersukacita. Domba yang sesat itu adalah kita! Dan karena sangat berharganya kita, Ia rela berkorban untuk menemukan dan menyelamatkan kita.
Kita sangatlah berharga bagi Tuhan, Dia tidak pernah memandang bagaimana rupa kita, bagaimana keadaan kita, Dia tidak pernah membeda-bedakan siapa kita, bahkan sejelek-jeleknya kita, atau sebejat-bejat kita, Tuhan selalu menempatkan kita di jauh lubuk hati-Nya yang paling dalam sebagai sesuatu yang sangat berharga, kita dijadikan sebagai biji mata-Nya. Tentulah Tuhan akan selalu menjaga, memelihara dan menyertai kita dengan kasih-Nya yang sedemikian besar.
Kiranya tulisan ini bisa menjadi berkat, Amien.
RAHASIA do'a BAPA kami(bagian 3,habis)
Kesimpulannya:
1. Tuhan ingin kita datang kepadaNYA seperti seorang anak kecil kepada bapaknya dengan ketulusan dan kepolosan, 2. Menguduskan namaNYA selalu, 3. Mengandalkan Tuhan setiap hari, serta mengucap syukur serta mencukupkan diri dengan apa yang Tuhan beri, 4. Mengampuni sesama kita terlebih dahulu, barulah kita diampuni bukan sebaliknya, 5. Tetap percaya... Lihat Selengkapnya di dalam pencobaan dan dilepaskan dari kuasa si Jahat, 6. Karena Dialah RAJA SEGALA RAJA yang BERKUASA atas kita dan layak terima KEMULIAAN sampai selama-lamanya.
kasih BAPA menyertai kita.
1. Tuhan ingin kita datang kepadaNYA seperti seorang anak kecil kepada bapaknya dengan ketulusan dan kepolosan, 2. Menguduskan namaNYA selalu, 3. Mengandalkan Tuhan setiap hari, serta mengucap syukur serta mencukupkan diri dengan apa yang Tuhan beri, 4. Mengampuni sesama kita terlebih dahulu, barulah kita diampuni bukan sebaliknya, 5. Tetap percaya... Lihat Selengkapnya di dalam pencobaan dan dilepaskan dari kuasa si Jahat, 6. Karena Dialah RAJA SEGALA RAJA yang BERKUASA atas kita dan layak terima KEMULIAAN sampai selama-lamanya.
kasih BAPA menyertai kita.
Kebangkitan Orang Mati
Pada Hari Raya Paskah, kita merayakan kebangkitan Yesus dari antara orang mati. Dalam Syahadat Para Rasul, kita menyatakan percaya akan “kebangkitan badan.” Dapatkah anda menjelaskannya?
~ seorang pembaca di Franconia
Dalam Injil, Yesus telah menubuatkan tiga kali bahwa Ia akan ditangkap oleh imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, menderita sengsara, dijatuhi hukuman mati dan disalibkan; namun demikian, Ia juga menubuatkan bahwa Ia akan “bangkit” pada “hari ketiga” (bdk. Mat 16:21, 17:22-23, 20:17-19). Nubuatnya itu terbukti menjadi kenyatakan. Pagi-pagi benar pada hari Minggu Paskah, ketika Maria Magdalena dan wanita-wanita lain, St. Petrus dan St. Yohanes pergi ke makam, mereka mendapati makam kosong. Malaikat mewartakan, “Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini.” Yesus telah bangkit tubuh dan jiwa-Nya dari kematian.
Kemudian, Yesus menampakkan diri kepada para rasul dan mereka yang lainnya. Ia muncul dan menghilang secara tiba-tiba. Ia dapat dipeluk (Mat 28:9). Ia menunjukkan bekas luka-luka di tangan-Nya dan di lambung-Nya kepada para rasul, Ia mempersilakan St. Thomas untuk mencucukkan jari-jarinya. (Yoh 20:19 dst). Ia tidak selalu dapat dikenali dengan mudah, seperti dalam penampakkan-Nya kepada Maria Magdalena (Yoh 20:11 dst) ataupun dalam penampakkan-Nya kepada para rasul di danau Tiberias (Yoh 21:1 dst). Yesus juga makan bersama para rasul-Nya (Yoh 21:9 dst, Luk 24:36 dst) dan juga bersama murid-murid yang lain (Luk 23:13). Dalam semua penampakan itu, Yesus menegaskan bahwa Ia bukanlah hantu. Yesus mengatakan, “Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” (Luk 24:39).
Karena itu, melalui kebangkitan, Kristus memiliki eksistensi yang sama sekali telah diubah atau dimuliakan. Dimuliakan artinya bahwa tubuh Yesus sepenuhnya dan secara sempurna telah diubah ke dalam rupa tubuh yang mulia, ke dalam tubuh rohani tanpa kehilangan kemanusiaan-Nya.
Kita percaya bahwa kita juga akan beroleh bagian dalam kemuliaan ini. Ketika kita meninggal dunia, jiwa kita berdiri di hadapan Tuhan dalam pengadilan khusus, dan kita harus mempertanggung-jawabkan hidup kita - baik dan jahat, hukuman dan ganjaran. Tuhan kemudian akan menjadi hakim apakah jiwa kita layak ke surga, neraka atau api penyucian.
Pada akhir zaman - pada waktu kedatangan Kristus yang kedua kalinya dan pengadilan umum - kita juga akan beroleh bagian dalam kebangkitan badan. Pada saat itu, Kristus akan mengubah tubuh orang-orang benar dan menjadikannya serupa dengan Tubuh-Nya Sendiri yang mulia. Mengenai hal ini, St. Paulus mengatakan, “Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: 'Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?' Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah.” (1 Kor 15:35-36, 42-44).
Tubuh kaum beriman akan diubah serupa dengan Tubuh Kristus yang bangkit. Menurut tradisi, teologi menggambarkan tubuh yang mulia dan sempurna ini memiliki karakteristik: identitas, keutuhan dan keabadian. Lagipula, tubuh yang mulia dan sempurna ini juga memiliki empat “kualitas transenden” : “tak dapat rusak”, atau bebas dari kerusakan fisik, kematian, penyakit, dan rasa sakit; “semarak” atau bebas dari cacat dan dikaruniai keindahan dan cahaya; “leluasa” di mana jiwa menggerakkan tubuh dan adanya kebebasan gerak; dan “halus”, di mana tubuh sepenuhnya dirohanikan di bawah kuasa jiwa. Katekismus mengajarkan, “Sesudah pengadilan umum, semua orang yang benar, yang dimuliakan dengan jiwa dan badannya, akan memerintah bersama Kristus sampai selama-lamanya.” (no. 1042).
Bagaimana dengan tubuh dari jiwa-jiwa yang dikutuk di neraka? Tubuh-tubuh mereka akan memiliki identitas, keutuhan dan keabadian, tetapi tidak memiliki keempat kualitas transenden. Mereka memiliki kondisi yang memungkinkan mereka menderita hukuman abadi di neraka, tetapi tidak memiliki kemuliaan Kristus yang dikaruniakan bagi mereka yang ada di surga.
Namun demikian, haruslah kita mengakui bahwa hal “kemuliaan” ini jauh melampaui pengertian dan bahkan bayangan kita. Kita percaya akan hal ini karena Kristus menjanjikan kebangkitan badan: “Saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” (Yoh 5:28-29)
* Fr. Saunders is dean of the Notre Dame Graduate School of Christendom College in Alexandria and pastor of Our Lady of Hope Parish in Potomac Falls.
sumber : “Straight Answers: Resurrection of the Dead” by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright ©2001 Arlington Catholic Herald. All rights reserved; www.catholicherald.com
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”
~ seorang pembaca di Franconia
Dalam Injil, Yesus telah menubuatkan tiga kali bahwa Ia akan ditangkap oleh imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, menderita sengsara, dijatuhi hukuman mati dan disalibkan; namun demikian, Ia juga menubuatkan bahwa Ia akan “bangkit” pada “hari ketiga” (bdk. Mat 16:21, 17:22-23, 20:17-19). Nubuatnya itu terbukti menjadi kenyatakan. Pagi-pagi benar pada hari Minggu Paskah, ketika Maria Magdalena dan wanita-wanita lain, St. Petrus dan St. Yohanes pergi ke makam, mereka mendapati makam kosong. Malaikat mewartakan, “Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini.” Yesus telah bangkit tubuh dan jiwa-Nya dari kematian.
Kemudian, Yesus menampakkan diri kepada para rasul dan mereka yang lainnya. Ia muncul dan menghilang secara tiba-tiba. Ia dapat dipeluk (Mat 28:9). Ia menunjukkan bekas luka-luka di tangan-Nya dan di lambung-Nya kepada para rasul, Ia mempersilakan St. Thomas untuk mencucukkan jari-jarinya. (Yoh 20:19 dst). Ia tidak selalu dapat dikenali dengan mudah, seperti dalam penampakkan-Nya kepada Maria Magdalena (Yoh 20:11 dst) ataupun dalam penampakkan-Nya kepada para rasul di danau Tiberias (Yoh 21:1 dst). Yesus juga makan bersama para rasul-Nya (Yoh 21:9 dst, Luk 24:36 dst) dan juga bersama murid-murid yang lain (Luk 23:13). Dalam semua penampakan itu, Yesus menegaskan bahwa Ia bukanlah hantu. Yesus mengatakan, “Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku.” (Luk 24:39).
Karena itu, melalui kebangkitan, Kristus memiliki eksistensi yang sama sekali telah diubah atau dimuliakan. Dimuliakan artinya bahwa tubuh Yesus sepenuhnya dan secara sempurna telah diubah ke dalam rupa tubuh yang mulia, ke dalam tubuh rohani tanpa kehilangan kemanusiaan-Nya.
Kita percaya bahwa kita juga akan beroleh bagian dalam kemuliaan ini. Ketika kita meninggal dunia, jiwa kita berdiri di hadapan Tuhan dalam pengadilan khusus, dan kita harus mempertanggung-jawabkan hidup kita - baik dan jahat, hukuman dan ganjaran. Tuhan kemudian akan menjadi hakim apakah jiwa kita layak ke surga, neraka atau api penyucian.
Pada akhir zaman - pada waktu kedatangan Kristus yang kedua kalinya dan pengadilan umum - kita juga akan beroleh bagian dalam kebangkitan badan. Pada saat itu, Kristus akan mengubah tubuh orang-orang benar dan menjadikannya serupa dengan Tubuh-Nya Sendiri yang mulia. Mengenai hal ini, St. Paulus mengatakan, “Tetapi mungkin ada orang yang bertanya: 'Bagaimanakah orang mati dibangkitkan? Dan dengan tubuh apakah mereka akan datang kembali?' Hai orang bodoh! Apa yang engkau sendiri taburkan, tidak akan tumbuh dan hidup, kalau ia tidak mati dahulu. Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah.” (1 Kor 15:35-36, 42-44).
Tubuh kaum beriman akan diubah serupa dengan Tubuh Kristus yang bangkit. Menurut tradisi, teologi menggambarkan tubuh yang mulia dan sempurna ini memiliki karakteristik: identitas, keutuhan dan keabadian. Lagipula, tubuh yang mulia dan sempurna ini juga memiliki empat “kualitas transenden” : “tak dapat rusak”, atau bebas dari kerusakan fisik, kematian, penyakit, dan rasa sakit; “semarak” atau bebas dari cacat dan dikaruniai keindahan dan cahaya; “leluasa” di mana jiwa menggerakkan tubuh dan adanya kebebasan gerak; dan “halus”, di mana tubuh sepenuhnya dirohanikan di bawah kuasa jiwa. Katekismus mengajarkan, “Sesudah pengadilan umum, semua orang yang benar, yang dimuliakan dengan jiwa dan badannya, akan memerintah bersama Kristus sampai selama-lamanya.” (no. 1042).
Bagaimana dengan tubuh dari jiwa-jiwa yang dikutuk di neraka? Tubuh-tubuh mereka akan memiliki identitas, keutuhan dan keabadian, tetapi tidak memiliki keempat kualitas transenden. Mereka memiliki kondisi yang memungkinkan mereka menderita hukuman abadi di neraka, tetapi tidak memiliki kemuliaan Kristus yang dikaruniakan bagi mereka yang ada di surga.
Namun demikian, haruslah kita mengakui bahwa hal “kemuliaan” ini jauh melampaui pengertian dan bahkan bayangan kita. Kita percaya akan hal ini karena Kristus menjanjikan kebangkitan badan: “Saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.” (Yoh 5:28-29)
* Fr. Saunders is dean of the Notre Dame Graduate School of Christendom College in Alexandria and pastor of Our Lady of Hope Parish in Potomac Falls.
sumber : “Straight Answers: Resurrection of the Dead” by Fr. William P. Saunders; Arlington Catholic Herald, Inc; Copyright ©2001 Arlington Catholic Herald. All rights reserved; www.catholicherald.com
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya atas ijin The Arlington Catholic Herald.”
Ajaran Alkitab tentang Tritunggal
Ajaran Alkitab tentang Tritunggal
Perkara yang paling sulit tentang konsep Tritunggal orang Kristian adalah tidak ada jalan yang cukup bagus untuk menjelaskannya. Konsep tritunggal mustahil difahami oleh manusia manapun, apalagi hendak menjelaskannya. Tuhan itu jelas jauh lebih besar daripada kita oleh yang demikian kita tidak boleh berharap untuk dapat memahami Dia dengan sepenuhnya. Alkitab mengajar bahawa Bapa itu Tuhan, Yesus itu Tuhan dan Roh Kudus itu Tuhan. Alkitab juga mengajar bahawa hanya ada satu Tuhan. Walaupun kita dapat memahami beberapa fakta tentang perhubungan di antara peribadi yang berbeza pada Tritunggal, akhirnya ia tidak dapat difahami fikiran manusia dengan sepenuhnya.
Dalam menyelidiki tajuk pembelajaran ini kita perlu ingat bahawa istilah “Tritunggal” itu tidak ada digunakan dalam Alkitab. Istilah ini digunakan dalam usaha menjelaskan Tuhan yang bersifat tiga dalam satu iaitu kenyataan tentang terdapatnya 3 Peribadi bersifat sama-wujud, sama-kekal yang adalah Tuhan. Perlu dimengerti bahawa konsep ini sama sekali bukan mengatakan wujudnya 3 Tuhan. Tritunggal adalah satu Tuhan yang terdiri daripada 3 Peribadi. Tidak ada salahnya menggunakan istilah “Tritunggal” walaupun istilah ini tidak terdapat dalam Alkitab. Lebih singkat menggunakan istilah “Tritunggal” berbanding “3 wujud-bersama, kekal bersama yang adalah satu Tuhan”. Sekiranya penggunaan istilah tritunggal ini menjadi masalah kepada anda, maka pertimbangan seperkara ini: perkataan ‘datuk’ juga tidak digunakan dalam Alkitab. Tapi kita tahu bahawa terdapat ramai datuk dalam Alkitab. Abraham merupakan datuk kepada Yakub. Jadi jangan merasa janggal terhadap istilah “tritunggal” itu sendiri. Apa yang sangat mustahak adalah konsep yang disampaikan oleh istilah “tritunggal” memang terdapat dalam Alkitab. Setelah selesai dengan pengenalan, berikut merupakan ayat-ayat Firman yang selalu diberikan dalam perbincangan berhubung Tritunggal.
1) Ada satu Tuhan: Ulangan 6:4, 1 Korintus 8: 4; Galatia 3:20, 1 Timotius 2: 5
2) Tritunggal itu terdiri dari Tiga Peribadi: Kejadian 1:1; 1:26; 3:22; 11:7; Yesaya 6:8; 48:16; 61:1; Matius 3:16-17; Matius 28:19; 2 Korintus 13:14. Dalam Perjanjian Lama,pengetahuan kitab Ibrani sangat membantu. Dalam Kejadian 1:1, sebutan jamak “Elohim” digunakan. Tidak dapat dipertikai kata “Elohim” dan “kita” sebagai merujuk kepada lebih daripada dua. Dalam bahasa, terdapat hanya dua bentuk sebutan untuk bilangan iaitu tunggal atau jamak. Dalam bahasa Ibrani terdapat tiga bentuk sebutan: tunggal, berganda dan jamak. Berganda hanya untuk dua. Dalam bahasa Ibrani bentuk berganda digunakan untuk sesuatu yang berpasangan seperti pada mata,telinga dan tangan. Istilah “Elohim” dan “kita” adalah bentuk jamak – lebih daripada dua – dan pasti merujuk kepada lebih daripada tiga (Bapa, Anak Roh Kudus).
Dalam Yesaya 48:16 dan 61:1, Anak sedang bercakap sambil merujuk kepada Bapa dan Roh Kudus. Bandingkan Yesaya 61:1 dengan Lukas 4:14-19 bagi melihat bahawa Anak sedang berkata-kata. Matius 3:16-17 menceritakan peristiwa pembaptisan Yesus. Apa yang dapat dilihat di sini adalah Roh Kudus turun kepada Anak sementara Bapa mengisytiharkan rasa senang-Nya terhadap Anak. Matius 28:19 dan 2 Korintus 13:14 adalah contoh-contoh untuk 3 peribadi yang berbeza dalam Tritunngal.
3) Anggota Tritunggal dibezakan di antara satu dengan yang lain dalam beberapa petikan: Dalam Perjanjian Lama , “TUHAN” dibezakan daripada “Tuhan” (Kejadian 19:24; Hosea 1:4). “TUHAN” mempunyai seorang “Anak” (Mazmur 2: 7,12; Amsal 30:2-4). Roh dibezakan daripada “TUHAN” (Bilangan 27:18) dan daripada “Allah” (Mazmur 51:12). Anak berbeza dengan Bapa (Mazmur 45:6-7; Ibrani 1:8-9). Dalam Perjanjian Baru iaitu dalam Yohanes 14:16-17, Yesus bercakap tentang Bapa mengirim Roh Kudus sebagai Penolong. Ini menunjukkan bahawa Yesus tidak menganggap diri-Nya sebagai Bapa atau Roh Kudus. Pertimbangkan juga tentang Yesus yang bercakap-cakap kepada Bapa dalam keempat kitab Injil. Adakah Dia berkata-kata kepada diri-Nya sendiri? Tidak. Dia berkata-kata kepada satu Peribadi yang merupakan salah satu Peribadi dalam Allah Tritunggal iaitu kepada ‘Bapa’.
4) Setiap anggota Tritunggal adalah Tuhan. Bapa adalah Tuhan: Yohanes 6;27; Roma 1: 7; 1 Petrus 1: 2. Anak adalah Tuhan: Yohanes 1:1, 14; Roma 9:5; Ibrani 1: 8; 1 Yohanes 5: 20. Roh Kudus adalah Tuhan: Kisah 5: 3-4; 1 Korintus 3: 16 (Yang tinggal di dalam kita adalah Roh Kudus – Roma 8: 9; Yohanes 14: 16-17; Kisah Rara Rasul 2: 1-4)
5) Kedudukan pangkat dalam Tritunggal: Firman Tuhan menunjuk bahawa Roh Kudus lebih rendah kedudukan kepada Bapa dan Anak, sementara Anak lebih rendah kedudukan kepada Bapa. Inilah bahagian yang paling sukar dimengerti oleh fikiran manusia yang terbatas berkenaan Tuhan kita yang tidak terbatas. Tentang Anak lihat: Lukas 22:42; Yohanes 5:36; Yohanes 20:21; 1 Yohanes 4:14. Berhubung Roh Kudus: Lihat Yohanes 14:16, 26; 16: 7 terutama sekali Yohanes 16: 13-14.
6) Tugas-tugas setiap peribadi dalam Tritunggal: Bapa adalah punca utama atau penyebab kepada: 1) alam semesta ( 1 Korintus 8: 6; Wahyu 4:11); 2) wahyu ilahi (Wahyu 1: 1); 3) keselamatan (Yohanes 3:16-17) dan 4) apa yang dikerjakan Yesus sebagai manusia (Yohanes 5:17; 14:10). Kesemua perkara ini berlaku di atas inisiatif Bapa.
Anak adalah saluran yang melalui-Nya Bapa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berikut: 1) penciptaan dan penyenggeraan alam semesta (1 Korintus 8:6; Yohanes 1: 3; Kolose 1: 16-17), 2) wahyu ilahi (Yohanes 1:1; Matius 11:27; Yohanes 16:12-15; Wahyu 1:1); dan 3) keselamatan (2 Korintus 5:19; Matius 1:21; Yohanes 4:42). Bapa melakukan semua ini melalui Anak yang berperanan sebagai ajen-Nya.
Roh Kudus merupakan saluran yang melalui-Nya Bapa melakukan pekerjaan-pekerjan yang berikut: 1) penciptaan dan penyenggeraan alam semesta (Kejadian 1:2; Ayub 26;13; Mazmur 104:30); 2) wahyu ilahi (Yohanes 16: 12-15); Efesus 3: 5; 2 Petrus 1: 21); dan 4) pekerjaan-pekerjaan Yesus (Yesaya 61:1; Kisah Para Rasul 10:38). Demikianlah Bapa melakukan kesemua perkara ini dengan kuasa Roh Kudus.
Tidak ada satupun daripada contoh-contoh terkenal yang dapat memberikan penjelasan sepenuhnya tentang Tritunggal. Contoh telur (atau epal), adalah contoh yang gagal sebab cengkerang, putih-telur dan kuning-telur setiap satunya adalah bahagian kepada telur tetapi setiap satunya bukanlah telur itu sendiri. Bapa, Anak dan Roh Kudus bukan bahagian-bahagian daripada Tuhan, melainkan setiap satunya adalah Tuhan. Contoh air merupakan contoh yang lebih baik namun ianya satu contoh yang gagal juga. Cecair,wap dan pepejal kesemuanya adalah bentuk-bentuk air. Bapa, Anak dan Roh Kudus bukannya bentuk-bentuk Tuhan, melainkan setiap satunya adalah Tuhan. Jadi, sementara contoh-contoh ini dapat memberikan sedikit gambaran perihal Tritunggal, gambaran yang diberikan tidaklah tepat pada keseluruhannya. Tuhan yang baka tidak dapat djelaskan dengan menggunakan contoh-contoh yang fana. Daripada memfokus kepada Tritunggal, adalah lebih baik memfokus kepada sifat dan kebesaran Tuhan yang sangat tidak terbatas berbanding dengan kita. “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?” (Roma 11:33-34)
Sumber: http://www.gotquestions.org/Melayu/index.html
Perkara yang paling sulit tentang konsep Tritunggal orang Kristian adalah tidak ada jalan yang cukup bagus untuk menjelaskannya. Konsep tritunggal mustahil difahami oleh manusia manapun, apalagi hendak menjelaskannya. Tuhan itu jelas jauh lebih besar daripada kita oleh yang demikian kita tidak boleh berharap untuk dapat memahami Dia dengan sepenuhnya. Alkitab mengajar bahawa Bapa itu Tuhan, Yesus itu Tuhan dan Roh Kudus itu Tuhan. Alkitab juga mengajar bahawa hanya ada satu Tuhan. Walaupun kita dapat memahami beberapa fakta tentang perhubungan di antara peribadi yang berbeza pada Tritunggal, akhirnya ia tidak dapat difahami fikiran manusia dengan sepenuhnya.
Dalam menyelidiki tajuk pembelajaran ini kita perlu ingat bahawa istilah “Tritunggal” itu tidak ada digunakan dalam Alkitab. Istilah ini digunakan dalam usaha menjelaskan Tuhan yang bersifat tiga dalam satu iaitu kenyataan tentang terdapatnya 3 Peribadi bersifat sama-wujud, sama-kekal yang adalah Tuhan. Perlu dimengerti bahawa konsep ini sama sekali bukan mengatakan wujudnya 3 Tuhan. Tritunggal adalah satu Tuhan yang terdiri daripada 3 Peribadi. Tidak ada salahnya menggunakan istilah “Tritunggal” walaupun istilah ini tidak terdapat dalam Alkitab. Lebih singkat menggunakan istilah “Tritunggal” berbanding “3 wujud-bersama, kekal bersama yang adalah satu Tuhan”. Sekiranya penggunaan istilah tritunggal ini menjadi masalah kepada anda, maka pertimbangan seperkara ini: perkataan ‘datuk’ juga tidak digunakan dalam Alkitab. Tapi kita tahu bahawa terdapat ramai datuk dalam Alkitab. Abraham merupakan datuk kepada Yakub. Jadi jangan merasa janggal terhadap istilah “tritunggal” itu sendiri. Apa yang sangat mustahak adalah konsep yang disampaikan oleh istilah “tritunggal” memang terdapat dalam Alkitab. Setelah selesai dengan pengenalan, berikut merupakan ayat-ayat Firman yang selalu diberikan dalam perbincangan berhubung Tritunggal.
1) Ada satu Tuhan: Ulangan 6:4, 1 Korintus 8: 4; Galatia 3:20, 1 Timotius 2: 5
2) Tritunggal itu terdiri dari Tiga Peribadi: Kejadian 1:1; 1:26; 3:22; 11:7; Yesaya 6:8; 48:16; 61:1; Matius 3:16-17; Matius 28:19; 2 Korintus 13:14. Dalam Perjanjian Lama,pengetahuan kitab Ibrani sangat membantu. Dalam Kejadian 1:1, sebutan jamak “Elohim” digunakan. Tidak dapat dipertikai kata “Elohim” dan “kita” sebagai merujuk kepada lebih daripada dua. Dalam bahasa, terdapat hanya dua bentuk sebutan untuk bilangan iaitu tunggal atau jamak. Dalam bahasa Ibrani terdapat tiga bentuk sebutan: tunggal, berganda dan jamak. Berganda hanya untuk dua. Dalam bahasa Ibrani bentuk berganda digunakan untuk sesuatu yang berpasangan seperti pada mata,telinga dan tangan. Istilah “Elohim” dan “kita” adalah bentuk jamak – lebih daripada dua – dan pasti merujuk kepada lebih daripada tiga (Bapa, Anak Roh Kudus).
Dalam Yesaya 48:16 dan 61:1, Anak sedang bercakap sambil merujuk kepada Bapa dan Roh Kudus. Bandingkan Yesaya 61:1 dengan Lukas 4:14-19 bagi melihat bahawa Anak sedang berkata-kata. Matius 3:16-17 menceritakan peristiwa pembaptisan Yesus. Apa yang dapat dilihat di sini adalah Roh Kudus turun kepada Anak sementara Bapa mengisytiharkan rasa senang-Nya terhadap Anak. Matius 28:19 dan 2 Korintus 13:14 adalah contoh-contoh untuk 3 peribadi yang berbeza dalam Tritunngal.
3) Anggota Tritunggal dibezakan di antara satu dengan yang lain dalam beberapa petikan: Dalam Perjanjian Lama , “TUHAN” dibezakan daripada “Tuhan” (Kejadian 19:24; Hosea 1:4). “TUHAN” mempunyai seorang “Anak” (Mazmur 2: 7,12; Amsal 30:2-4). Roh dibezakan daripada “TUHAN” (Bilangan 27:18) dan daripada “Allah” (Mazmur 51:12). Anak berbeza dengan Bapa (Mazmur 45:6-7; Ibrani 1:8-9). Dalam Perjanjian Baru iaitu dalam Yohanes 14:16-17, Yesus bercakap tentang Bapa mengirim Roh Kudus sebagai Penolong. Ini menunjukkan bahawa Yesus tidak menganggap diri-Nya sebagai Bapa atau Roh Kudus. Pertimbangkan juga tentang Yesus yang bercakap-cakap kepada Bapa dalam keempat kitab Injil. Adakah Dia berkata-kata kepada diri-Nya sendiri? Tidak. Dia berkata-kata kepada satu Peribadi yang merupakan salah satu Peribadi dalam Allah Tritunggal iaitu kepada ‘Bapa’.
4) Setiap anggota Tritunggal adalah Tuhan. Bapa adalah Tuhan: Yohanes 6;27; Roma 1: 7; 1 Petrus 1: 2. Anak adalah Tuhan: Yohanes 1:1, 14; Roma 9:5; Ibrani 1: 8; 1 Yohanes 5: 20. Roh Kudus adalah Tuhan: Kisah 5: 3-4; 1 Korintus 3: 16 (Yang tinggal di dalam kita adalah Roh Kudus – Roma 8: 9; Yohanes 14: 16-17; Kisah Rara Rasul 2: 1-4)
5) Kedudukan pangkat dalam Tritunggal: Firman Tuhan menunjuk bahawa Roh Kudus lebih rendah kedudukan kepada Bapa dan Anak, sementara Anak lebih rendah kedudukan kepada Bapa. Inilah bahagian yang paling sukar dimengerti oleh fikiran manusia yang terbatas berkenaan Tuhan kita yang tidak terbatas. Tentang Anak lihat: Lukas 22:42; Yohanes 5:36; Yohanes 20:21; 1 Yohanes 4:14. Berhubung Roh Kudus: Lihat Yohanes 14:16, 26; 16: 7 terutama sekali Yohanes 16: 13-14.
6) Tugas-tugas setiap peribadi dalam Tritunggal: Bapa adalah punca utama atau penyebab kepada: 1) alam semesta ( 1 Korintus 8: 6; Wahyu 4:11); 2) wahyu ilahi (Wahyu 1: 1); 3) keselamatan (Yohanes 3:16-17) dan 4) apa yang dikerjakan Yesus sebagai manusia (Yohanes 5:17; 14:10). Kesemua perkara ini berlaku di atas inisiatif Bapa.
Anak adalah saluran yang melalui-Nya Bapa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang berikut: 1) penciptaan dan penyenggeraan alam semesta (1 Korintus 8:6; Yohanes 1: 3; Kolose 1: 16-17), 2) wahyu ilahi (Yohanes 1:1; Matius 11:27; Yohanes 16:12-15; Wahyu 1:1); dan 3) keselamatan (2 Korintus 5:19; Matius 1:21; Yohanes 4:42). Bapa melakukan semua ini melalui Anak yang berperanan sebagai ajen-Nya.
Roh Kudus merupakan saluran yang melalui-Nya Bapa melakukan pekerjaan-pekerjan yang berikut: 1) penciptaan dan penyenggeraan alam semesta (Kejadian 1:2; Ayub 26;13; Mazmur 104:30); 2) wahyu ilahi (Yohanes 16: 12-15); Efesus 3: 5; 2 Petrus 1: 21); dan 4) pekerjaan-pekerjaan Yesus (Yesaya 61:1; Kisah Para Rasul 10:38). Demikianlah Bapa melakukan kesemua perkara ini dengan kuasa Roh Kudus.
Tidak ada satupun daripada contoh-contoh terkenal yang dapat memberikan penjelasan sepenuhnya tentang Tritunggal. Contoh telur (atau epal), adalah contoh yang gagal sebab cengkerang, putih-telur dan kuning-telur setiap satunya adalah bahagian kepada telur tetapi setiap satunya bukanlah telur itu sendiri. Bapa, Anak dan Roh Kudus bukan bahagian-bahagian daripada Tuhan, melainkan setiap satunya adalah Tuhan. Contoh air merupakan contoh yang lebih baik namun ianya satu contoh yang gagal juga. Cecair,wap dan pepejal kesemuanya adalah bentuk-bentuk air. Bapa, Anak dan Roh Kudus bukannya bentuk-bentuk Tuhan, melainkan setiap satunya adalah Tuhan. Jadi, sementara contoh-contoh ini dapat memberikan sedikit gambaran perihal Tritunggal, gambaran yang diberikan tidaklah tepat pada keseluruhannya. Tuhan yang baka tidak dapat djelaskan dengan menggunakan contoh-contoh yang fana. Daripada memfokus kepada Tritunggal, adalah lebih baik memfokus kepada sifat dan kebesaran Tuhan yang sangat tidak terbatas berbanding dengan kita. “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?” (Roma 11:33-34)
Sumber: http://www.gotquestions.org/Melayu/index.html
elayanan kerajaan TUHAN..
dalam sebuah gereja yg menjalani dan beroperasi dalam pemikiran kerajaan TUHAN..melayani Tuhan bkn lg di anggap sebagai tugasan..krn apa yg penting bg gereja yg di gerakan oleh kerajaan Tuhan bkn lah lg JANGKAMASA kehidupan..tetapi SUMBANGAN oleh kehidupan..jd..kita yg jemaat TUHAN ini mari kita sama-sama utk menjadi PENYUMBANG dan bkn PENGUNA semata-mata..maksud nya..jadi lah kita sbgai PELAYAN-PELAYAN TUHAN..di ladang nya Tuhan..namun pertama-tama kita harus punya kasih yg dlm terhadap Tuhan terlebih dahulu..maka selebih nya pasti kita dpt melayani TUHAN tanpa sungutan atau pun ada unsur paksaan..ya kan...bkn hanya kita melayani dlm gereja..tapi jg pasti pelayanan yg kita mula kan d gereja itu akan mengalir keluar..tanpa kita sedar pelayanan kia itu pasti memberkati byk jiwa di luar dan tidak secara langsung menarik mereka mengenal Tuhan kita....teman-teman..bercakap ttg pelayanan dlm kerajaan ALLAH ini...harus kita ingat jg..kita harus punya komitmen utk berjln maju kehadapan..kita harus menjadi seorg pembajak yg memegang bajak dan tidak menoleh ke belakang lg..harus kita ingat jg...pelayanan bkn lah sesuatu yg sgt selesa..ya klu yg selesa jln nya itu,,ya puji Tuhan...namun jika tidak..sdh di katakan bahawa harus di pikul salib dan menyangkal diri...jgn lah kita menjadi lemah dan meninggalkan pelayanan kita wlu apapun permasaalah,pergumulan yg kita hadapi..jgn biarkan kepahitan,kegagalan kita menghantui kita dan menyebabkan benih itu tidak tumbuh dgn baik dan subur..maka itu teman-teman..marilah kita berpegang hanya pada Tuhan sepenuh nya..agar kita menjadi tanah liat,dan Tuhan lah tukang periuk..maka kita di bentuk oleh Nya seperti yg dia ingin kan..krn saat kita rela di bentuk..maka pasti segala sesuatu yg dr ALLAH menyertai kita..dan saat kita kecewa dan terluka sekali pun..kita tidak akan meninggal kan pelayanan kita..krn..kita mencintai YESUS..wlu apapun kita hadapi..Dia tak akan meninggalkan kita..Dia lah satu-satunya peribadi yg slu bersama dgn kita dlm apapun situasi kita...amen..
Saturday, January 30, 2010
kasih yg tidak bersyarat.
pernah kah anda mengalami kesakitan/kekecewaan yg luarbiasa sakit nya...yg hampir-hampir membunuh mu..dimana..penderitaan mu itu blm pernah anda alami sebelum nya..mau pun di hadapan..tidak mau mengalami seperti itu lg...??????...
seorg saudari..mengalami kekecewaan,kehancuran hati yg sgt sakit sekali..hati nya sgt remuk berkecai..krn di tinggal kan sang kekasih yg sgt di cintai nya..perhubungan yg hampir ke arah gerbang perkhawinan..di hancurkan dgn sgt teruk sekali oleh sang jejaka..krn hati nya yg tlh berubah bila melihat wanita lain..yg lebih cantik,berkerjaya....tanpa sebab yg munasabah si jejaka meninggalkan si gadis tanpa belas kasihan...dgn luka yg sgt dlm..yg hampir memutuskan tangkai hati nya..malah hati nya yg luka itu di tikam bertubi-tubi lg..dgn kata-kata tuduhan,hinaan yg di lemparkan pada nya..malah si jejaka itu jg mencari wanita penganti itu di kalangan sahabat-sahabat baik nya...teman sama sepelayanan nya..hati nya hancur lg..tambah parah....darah tak mampu berhenti mengalir lg...
dpt kah kalian bayang kan kehancuran yg saudari ini alami....apa yg dia alami hampir-hampir membunuh ROH nya jg...malah dlm tempoh yg lama..dan masih tersisa sampai sekarg...hati nya menjadi pahit...luka nya seperti dicurahkan cuka atas luka itu...ia hampir menjadi gila...namun krn YESUS yg mengasihi dia..menyedarkan dia..bahawa..apapun yg terjd dlm hidupnya...TUHAN punya tujuan tertentu membenarkan semua itu terjadi...untuk mempersiapkan dia utk menerima yg lebih baik dan besar dlm hidup nya...utk memberikan ruangan bg mukjizat TUHAN tergenapi dlm dia..untk memberi laluan bg pekerjaan TUHAN yg besar dlm hidup nya.....namun mampu kah dia menghadapi semua itu..
YA..dia mampu krn TUHAN tlh membekal kan dia kesanggupan untk melawan semua kepahitan itu...krn dia sedar bahawa..sekali pun org yg sangat dia cintai telah meninggalkan dia..masih ada satu peribadi yg tidak akan sama sekali meninggal kan dia..iaitu YESUS KRISTUS TUHAN kita...dia bergantung sepenuhnya dlm tangan TUHAN..dia menyerahkan segala-galanya apa yg ada tersisa dlm hidupnya bagi TUHAN..dia tetap setia menanti janji TUHAN itu tergenapi dlm dia..dia percaya bahawa sampai waktunya TUHAN...semua perkara akan menjadi indah yg tak terkatakan..di dlm TUHAN......
saudari ini dimampukan..bkn krn usaha dan kekuatan nya sendiri..tetapi krn penyerahan yg sungguh di hati nya..krn KASIH ANUGERAH ALLAH lah yg memampukan saudari ini..
ingat lah saudara..setiap perkara yg terjd pd kita..ia adalah memantapkan iman dlm TUHAN..kekecewaan ini jg mengakibatkan byk perkara negatif terjd..krn itu..marilah kita sama-sama menjadi seperti iman wanita tersebut....pasti kita akan mengalami saat yg indah bila sampai waktu nya TUHAN..sabar saja..semua nya krn kasih ALLAH bapa bg kita..anugerah yg ter besar yg DIA berikan bg kita anak-anak nya..pengampunan yg luarbiasa..apapun permasaalahan kita..mari kita sama-sama serahkan semua itu di tangan TUHAN..biar kita handsup..dan hanya tgn TUHAN yg berkerja..biarkan TUHAN berkarya dng bebas di hati kita..pasti DIA melakukan perkara yg besar dan mukjizat dlm hidup kita..asal saja kita berserah sepenuhnya kpd nya,,tanpa mendua hati..hanya TUHAN YESUS yg menjadi jawapan bg semua pergumulan kita..pasti jawapan yg dari NYA pasti sgt indah..dan luar biasa,...AMEN..
seorg saudari..mengalami kekecewaan,kehancuran hati yg sgt sakit sekali..hati nya sgt remuk berkecai..krn di tinggal kan sang kekasih yg sgt di cintai nya..perhubungan yg hampir ke arah gerbang perkhawinan..di hancurkan dgn sgt teruk sekali oleh sang jejaka..krn hati nya yg tlh berubah bila melihat wanita lain..yg lebih cantik,berkerjaya....tanpa sebab yg munasabah si jejaka meninggalkan si gadis tanpa belas kasihan...dgn luka yg sgt dlm..yg hampir memutuskan tangkai hati nya..malah hati nya yg luka itu di tikam bertubi-tubi lg..dgn kata-kata tuduhan,hinaan yg di lemparkan pada nya..malah si jejaka itu jg mencari wanita penganti itu di kalangan sahabat-sahabat baik nya...teman sama sepelayanan nya..hati nya hancur lg..tambah parah....darah tak mampu berhenti mengalir lg...
dpt kah kalian bayang kan kehancuran yg saudari ini alami....apa yg dia alami hampir-hampir membunuh ROH nya jg...malah dlm tempoh yg lama..dan masih tersisa sampai sekarg...hati nya menjadi pahit...luka nya seperti dicurahkan cuka atas luka itu...ia hampir menjadi gila...namun krn YESUS yg mengasihi dia..menyedarkan dia..bahawa..apapun yg terjd dlm hidupnya...TUHAN punya tujuan tertentu membenarkan semua itu terjadi...untuk mempersiapkan dia utk menerima yg lebih baik dan besar dlm hidup nya...utk memberikan ruangan bg mukjizat TUHAN tergenapi dlm dia..untk memberi laluan bg pekerjaan TUHAN yg besar dlm hidup nya.....namun mampu kah dia menghadapi semua itu..
YA..dia mampu krn TUHAN tlh membekal kan dia kesanggupan untk melawan semua kepahitan itu...krn dia sedar bahawa..sekali pun org yg sangat dia cintai telah meninggalkan dia..masih ada satu peribadi yg tidak akan sama sekali meninggal kan dia..iaitu YESUS KRISTUS TUHAN kita...dia bergantung sepenuhnya dlm tangan TUHAN..dia menyerahkan segala-galanya apa yg ada tersisa dlm hidupnya bagi TUHAN..dia tetap setia menanti janji TUHAN itu tergenapi dlm dia..dia percaya bahawa sampai waktunya TUHAN...semua perkara akan menjadi indah yg tak terkatakan..di dlm TUHAN......
saudari ini dimampukan..bkn krn usaha dan kekuatan nya sendiri..tetapi krn penyerahan yg sungguh di hati nya..krn KASIH ANUGERAH ALLAH lah yg memampukan saudari ini..
ingat lah saudara..setiap perkara yg terjd pd kita..ia adalah memantapkan iman dlm TUHAN..kekecewaan ini jg mengakibatkan byk perkara negatif terjd..krn itu..marilah kita sama-sama menjadi seperti iman wanita tersebut....pasti kita akan mengalami saat yg indah bila sampai waktu nya TUHAN..sabar saja..semua nya krn kasih ALLAH bapa bg kita..anugerah yg ter besar yg DIA berikan bg kita anak-anak nya..pengampunan yg luarbiasa..apapun permasaalahan kita..mari kita sama-sama serahkan semua itu di tangan TUHAN..biar kita handsup..dan hanya tgn TUHAN yg berkerja..biarkan TUHAN berkarya dng bebas di hati kita..pasti DIA melakukan perkara yg besar dan mukjizat dlm hidup kita..asal saja kita berserah sepenuhnya kpd nya,,tanpa mendua hati..hanya TUHAN YESUS yg menjadi jawapan bg semua pergumulan kita..pasti jawapan yg dari NYA pasti sgt indah..dan luar biasa,...AMEN..
"IMMANUEL = ALLAH MENYERTAI KITA" (I)
Matius 1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" --- yang berarti: Allah menyertai kita". Imanuel = Allah menyertai kita, Allah yang bagaimana yang menyertai kita?? Imanuel, Dia Allah yang : 1. Tidak pernah terlelap, tidak pernah tertidur = penyertaan-Nya sempurna. Mazmur 121:4 "Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel. ~ Pagi dan petang hari Dia menyediakan berkat bagi umat-Nya. Keluaran 16:13-15 "Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu. Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu. ~ Siang dan malam hari Ia memerintahkan kasih setia-Nya menaungi kita. Bilangan 14:14 "mereka akan bercerita kepada penduduk negeri ini, yang telah mendengar bahwa Engkau, TUHAN, ada di tengah-tengah bangsa ini, dan bahwa Engkau, TUHAN, menampakkan diri-Mu kepada mereka dengan berhadapan muka, waktu awan-Mu berdiri di atas mereka dan waktu Engkau berjalan mendahului mereka di dalam tiang awan pada waktu siang dan di dalam tiang api pada waktu malam". Mazmur 42:9 "TUHAN memerintahkan kasih setia-Nya pada siang hari, dan pada malam hari aku menyanyikan nyanyian, suatu doa kepada Allah kehidupanku". ~ Malam hari Dia masih mendengar & bercakap-cakap dengan orang yang datang pada-Nya. II Tawarikh 7:12 "Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Salomo pada malam hari dan berfirman kepadanya: "Telah Kudengar doamu dan telah Kupilih tempat ini bagi-Ku sebagai rumah persembahan. ~ Malam hingga pagi hari pun Ia masih bekerja. Yehezkiel 33:22 "Maka kekuasaan TUHAN meliputi aku pada malam sebelum kedatangan orang yang terluput itu dan TUHAN membuka mulutku pada saat menjelang kedatangan orang yang terluput itu pada pagi hari. Mulutku sudah terbuka dan aku tidak bisu lagi. 2. Merancangkan damai sejahtera & hari depan penuh harapan. Yeremia 29:11 "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. ~ Ketika Yusuf menerima rancangan TUHAN melalui mimpinya bahwa ia akan disembah keluarganya. Secara manusia kelihatannya celaka terus menerus. Yang didapatnya (Kejadian 37:24-28; 39:20). Tapi lihatlah, karena Yusuf tidak memberontak terhadap TUHAN & tetap jujur & setia menjaga kekudusan hidupnya. Bahkan saat isteri Potifar menggodanya (Kejadian 39:9-10). Maka: Tuhan tetap menyertai & benar-benar damai sejahtera melingkupi hidupnya sampai ia menutup matanya. (Kejadian 41:41). ~ Ketika Yosua & Kaleb. Menerima rancangan Tuhan melalui Musa bahwa mereka akan memiliki Kanaan yang berlimpah-limpah susu & madu. Secara manusia mereka malah hampir kehilangan nyawanya, (Bilangan 4:10) tapi lihatlah, karena Yosua & Kaleb tidak memberontak terhadap Tuhan & tetap percaya dan mengikuti dengan segenap hati. (Bilangan 14:9). Maka : Tuhan tetap menyertai hingga mereka benar-benar menikmati Kanaan sebagai milik yang dijanjikan Tuhan. (Yosua 14:13-15); 19:49-51). 3. Sanggup menggagalkan rancangan lain yang bukan rancangan-Nya. Yesaya 8:10 "Buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga; ambilah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami! ~ Ketika Ahitofel penasihat Absalom merancang supaya ia diijinkan untuk mengejar & membunuh Daud. Secara manusia ia mendapat persetujuan dan dukungan dari Rajanya yaitu Absalom & dari tua-tua Israel (II Samuel 17:1-4). Tapi lihatlah karena rancangan Ahitofel itu bukanlah rancangan Allah maka Allah menggagalkan-Nya. Malah Ahitofel & Absalom sendiri yang mati. II Samuel 17:14 "Lalu berkatalah Absalom dan setiap orang Israel: "Nasihat Husai, orang Arki itu, lebih baik dari pada nasihat Ahitofel." sebab TUHAN telah memutuskan, bahwa nasihat Ahitofel yang baik itu digagalkan, dengan maksud supaya TUHAN mendatangkan celaka kepada Absalom". II Samuel 17:23 "Ketika dilihat Ahitofel, bahwa nasihatnya tidak diperdulikan, dipasangnyalah pelana keledainya, lalu berangkatlah ia kerumahnya, ke kotanya; ia mengatur urusan rumah tangganya, kemudian menggantung diri..." Ketika Haman merancang; Untuk membunuh semua orang Yahudi diseluruh kerajaan Ahasiweros (Ester 3:6). Secara manusia ia bakal menuai sukses besar. Sebab ia tangan kanan raja Ahasiweros dan mendapat cincin meterai raja (Ester 3:10-11). Tapi lihatlah, karena rancangan Haman bukan rancangan Allah, maka Allah menggagalkan-Nya sehingga ia sendiri yang mati. (Ester 7:10). 4. Tidak pernah berdusta. Bilangan 23:19 "Allah bukanlah manusia, sehingga ia berdusta bukan anak manusia, sehingga ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukan, atau berbicara dan tidak menepatinya? Jika Allah Immanuel berkata bahwa rancangan-Nya bukan kecelakaan tapi damai sejahtera, percayalah bahwa apa yang dikatakan-Nya itu Ya... & Amin. Yosua 21:43-45 "Jadi seluruh negeri itu diberikan TUHAN kepada orang Israel, yakni negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah untuk diberikan kepada nenek moyang mereka. Mereka menduduki negeri itu dan menetap disana. Dan TUHAN mengaruniakan kepada mereka keamanan ke segala penjuru, tepat seperti yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka. Tidak ada seorangpun dari semua musuhnya, yang tahan berdiri menghadapi mereka; semua musuhnya diserahkan TUHAN kepada mereka. Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi. Jika ingin Allah tetap menyertai kita, maka ikutilah setiap petunjuk yang dikatakan oleh Roh-Nya yang Kudus dan cintailah hukum-hukum-Nya = Firman-Nya, maka rancangan damai sejahtera yang dijanjikan-Nya pada kita pasti tidak ada yang tidak terpenuhi, semuanya pasti terpenuhi. Amin.
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
BLESSING FAMILY CENTRE MINISTRY
Jangan Mengabaikan Berkat
II Korintus 4:17
"Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya"
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 43; 2 Timotius 1; Yesaya 39-40
Suatu hari saya pernah mengalami suatu masalah yang menurut saya berat. Ketika berada dalam situasi tersebut, iman saya goyah dan mulai mempertanyakan Tuhan di dalam hidup saya. Seingat saya, tidak pernah ada kata-kata berkat yang keluar dari mulut saya ketika itu.
Fokus saya terhadap masalah yang sedang dihadapi membiaskan kasih karunia yang sebenarnya telah Dia berikan dalam kehidupan saya. Begitu halnya yang mungkin saat ini sedang terjadi dalam hidup Anda. Anda tidak dapat melihat segala hal yang baik dari peristiwa yang menurut Anda ‘buruk" tersebut.
Tuhan yang Anda dan saya sembah adalah Allah yang hidup. Dia tahu kondisi dan kekuatan kita terhadap masalah/penderitaan tersebut. Dia adalah Tuhan setia dan tidak perlu diragukan lagi janji-janjiNya.
Ketika Roh Kudus memberikan pengertian di dalam diri Paulus mengenai penderitaan yang harus dialami orang-orang percaya, ia tahu bahwa yang akan dialami itu adalah perkara ringan. Tidak satu pun kegentaran menghinggap dalam diri Paulus. Mengapa ia bisa seperti itu? Jawabannya ialah karena Paulus tidak berfokus kepada masalah/ penderitaan yang dialaminya, tetapi kepada firman Tuhan yakni berkat yang melimpah ketika kita setia mengikuti-Nya.
Jika Anda telah menderita dalam masa yang sulit belakangan ini, sadarlah akan berkat-berkat di sekeliling Anda. Anda akan jauh lebih berhasil mengatasi masalah-masalah jika Anda memuliakan Tuhan untuk pemecahan yang telah disediakan-Nya. Oleh karena itu, palingkan mata Anda dari kesukaran dan arahkan pandangan ke sekitar Anda maka Anda pun dengan segera meneriakkan kemenangan.
Masalah dan berkat adalah satu paket yang Tuhan berikan dalam kehidupan orang-orang percaya. Keduanya tidak dapat terpisahkan dan yang pasti tidak di jual di toko-toko terdekat^_^ GBU all.
"Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya"
Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 43; 2 Timotius 1; Yesaya 39-40
Suatu hari saya pernah mengalami suatu masalah yang menurut saya berat. Ketika berada dalam situasi tersebut, iman saya goyah dan mulai mempertanyakan Tuhan di dalam hidup saya. Seingat saya, tidak pernah ada kata-kata berkat yang keluar dari mulut saya ketika itu.
Fokus saya terhadap masalah yang sedang dihadapi membiaskan kasih karunia yang sebenarnya telah Dia berikan dalam kehidupan saya. Begitu halnya yang mungkin saat ini sedang terjadi dalam hidup Anda. Anda tidak dapat melihat segala hal yang baik dari peristiwa yang menurut Anda ‘buruk" tersebut.
Tuhan yang Anda dan saya sembah adalah Allah yang hidup. Dia tahu kondisi dan kekuatan kita terhadap masalah/penderitaan tersebut. Dia adalah Tuhan setia dan tidak perlu diragukan lagi janji-janjiNya.
Ketika Roh Kudus memberikan pengertian di dalam diri Paulus mengenai penderitaan yang harus dialami orang-orang percaya, ia tahu bahwa yang akan dialami itu adalah perkara ringan. Tidak satu pun kegentaran menghinggap dalam diri Paulus. Mengapa ia bisa seperti itu? Jawabannya ialah karena Paulus tidak berfokus kepada masalah/ penderitaan yang dialaminya, tetapi kepada firman Tuhan yakni berkat yang melimpah ketika kita setia mengikuti-Nya.
Jika Anda telah menderita dalam masa yang sulit belakangan ini, sadarlah akan berkat-berkat di sekeliling Anda. Anda akan jauh lebih berhasil mengatasi masalah-masalah jika Anda memuliakan Tuhan untuk pemecahan yang telah disediakan-Nya. Oleh karena itu, palingkan mata Anda dari kesukaran dan arahkan pandangan ke sekitar Anda maka Anda pun dengan segera meneriakkan kemenangan.
Masalah dan berkat adalah satu paket yang Tuhan berikan dalam kehidupan orang-orang percaya. Keduanya tidak dapat terpisahkan dan yang pasti tidak di jual di toko-toko terdekat^_^ GBU all.
Dimana-mana akan banyak penyesatan,dan semakin banyak penyesatan..halleluya.. dan itu Tuhan ijinkan,sebagai ujian buat anak-anakNYa,Tuhan mau lihat seberapa setianya kita pada Tuhan dan seberapa mengenalNya kita pada Tuhan. Apakah kita beriman pada Tuhan itu krn "iman ikut-ikutan" atau iman yang bener2 murni timbul dari hati yang bener2 mengenalNya dan mencintaiNya.>_<
Lukas 18:8
Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"agar iman kita bisa teruji,alami sendiri aja yach Kasih dan KuasaNya Tuhan dalam hidup kita,dan lebih banyak bergaul erat dengan Tuhan Yesus ya..daripada kita dibuat pusing mikirin banyak penyesatan dimana-mana,tapi lebih baik doain aja mereka para penyesat,tp janganlah beradu debat dgn mereka(menghabiskan tenaga aja) >_<
iman kita akan semakin kuat,perbanyaklah pujian dan penyembahan ke Tuhan,banyak doa,dan bener2 belajar buat cinta ma Tuhan setulus tulusnya.>_<
Kita akan tahu akhirnya,kalau kita gak salah pilih,krn KEBENARAN dan KESELAMATAN ada bersama2 kita,krn kita selalu bersama2 dgn Yesus juga >_<
Mengurusi para penyesat-penyesat itu akan bikin kita jadi capek sendiri dan gak ada habis-habisnya kalau kita perbantahan sama mereka,kalau kita nanggepi para "penyesat itu,kita lama-kelamaan justru bikin hub kita sama Tuhan jadi renggang lo..ehm..Ya..penyesatan memang sejak dari dulu ada,tapi jangan biarkan diri kita disesatkan ya oleh para penyesat itu.Amien.>_<
Pura-puranya sebagai "domba",eh tapi ternyata serigala berbulu domba..
waspadalah,,kita adalah domba,dan hanya Yesuslah Gemabal Agung kita..Kita harus jadi domba yang cerdik yang harus kenal siapa Gembala kita..bisa denger hanya suara Gembala kita,dan hanya mau melakukan perintah hanya dari Gembala Agung kita yaitu Yesus..
nah itulah kenapa,Tuhan ngasih perumpamaan kita sebagai "domba" dan bukan kambing..
Domba selalu ada dibelakang para Gembalanya dan selalu nurut dan taat ma Gembalanya..tp kambing semau maunya sendiri..nah jadi domba aja ya >_< jgn kambing..>_<
Kenalilah hanya suara Gembalamu dan taatlah hanya pada Gembalamu..dan kamu baru bisa disebut domba2 Tuhan,dan Yesus adalah Gembalamu..>_<
"Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng........aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya." (2 Timotius 4:3-4,7-8)
"Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.
Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak." (2 Yohanes1:8-9)
"Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu." (2Petrus1:19)
"Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya." (2 Petrus3:17-18)
"Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal." ~1 Yohanes 5:20~
UPAH BAGI PARA PENYESAT
Matius: 13:40-42
Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
Matius: 18:6-7
"Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.
Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
Waspadalah,jaga diri kita selalu agar kita tidak disesatkan oleh siapapun juga,dan jangan sampai kita juga menyesatkan orang lain ya!>_<
II Timotius: 3:13-16
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,
sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.
Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
Lukas 18:8
Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?"agar iman kita bisa teruji,alami sendiri aja yach Kasih dan KuasaNya Tuhan dalam hidup kita,dan lebih banyak bergaul erat dengan Tuhan Yesus ya..daripada kita dibuat pusing mikirin banyak penyesatan dimana-mana,tapi lebih baik doain aja mereka para penyesat,tp janganlah beradu debat dgn mereka(menghabiskan tenaga aja) >_<
iman kita akan semakin kuat,perbanyaklah pujian dan penyembahan ke Tuhan,banyak doa,dan bener2 belajar buat cinta ma Tuhan setulus tulusnya.>_<
Kita akan tahu akhirnya,kalau kita gak salah pilih,krn KEBENARAN dan KESELAMATAN ada bersama2 kita,krn kita selalu bersama2 dgn Yesus juga >_<
Mengurusi para penyesat-penyesat itu akan bikin kita jadi capek sendiri dan gak ada habis-habisnya kalau kita perbantahan sama mereka,kalau kita nanggepi para "penyesat itu,kita lama-kelamaan justru bikin hub kita sama Tuhan jadi renggang lo..ehm..Ya..penyesatan memang sejak dari dulu ada,tapi jangan biarkan diri kita disesatkan ya oleh para penyesat itu.Amien.>_<
Pura-puranya sebagai "domba",eh tapi ternyata serigala berbulu domba..
waspadalah,,kita adalah domba,dan hanya Yesuslah Gemabal Agung kita..Kita harus jadi domba yang cerdik yang harus kenal siapa Gembala kita..bisa denger hanya suara Gembala kita,dan hanya mau melakukan perintah hanya dari Gembala Agung kita yaitu Yesus..
nah itulah kenapa,Tuhan ngasih perumpamaan kita sebagai "domba" dan bukan kambing..
Domba selalu ada dibelakang para Gembalanya dan selalu nurut dan taat ma Gembalanya..tp kambing semau maunya sendiri..nah jadi domba aja ya >_< jgn kambing..>_<
Kenalilah hanya suara Gembalamu dan taatlah hanya pada Gembalamu..dan kamu baru bisa disebut domba2 Tuhan,dan Yesus adalah Gembalamu..>_<
"Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya. Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng........aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya." (2 Timotius 4:3-4,7-8)
"Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.
Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak." (2 Yohanes1:8-9)
"Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu." (2Petrus1:19)
"Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, kamu telah mengetahui hal ini sebelumnya. Karena itu waspadalah, supaya kamu jangan terseret ke dalam kesesatan orang-orang yang tak mengenal hukum, dan jangan kehilangan peganganmu yang teguh.
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya." (2 Petrus3:17-18)
"Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal." ~1 Yohanes 5:20~
UPAH BAGI PARA PENYESAT
Matius: 13:40-42
Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman.
Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.
Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi.
Matius: 18:6-7
"Tetapi barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil ini yang percaya kepada-Ku, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia ditenggelamkan ke dalam laut.
Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya.
Waspadalah,jaga diri kita selalu agar kita tidak disesatkan oleh siapapun juga,dan jangan sampai kita juga menyesatkan orang lain ya!>_<
II Timotius: 3:13-16
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,
sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.
Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu.
Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus.
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.
"Selamat Tinggal Kekecewaan"
by Revived - "Aku pernah dikecewakan oleh manusia dan dunia ini, tetapi tidak pernah sekalipun oleh Tuhanku." Amin.
Shalom semuanya!
Eh tunggu dulu, tau ngga arti kata 'Shalom'? Banyak orang berkata 'Shalom', di gereja semua orang menyapa dengan 'Shalom', bahkan orang Yahudi di dekat rumah saya pun menyapa dengan kata 'Shalom'....Apa sih shalom itu? Shalom itu artinya "Peace be with you", atau dengan kata lain "Damai besertamu". Nah, udah ngerti sekarang artinya? Kalo gitu, mulai detik ini, ucapkan kata 'Shalom' dengan Iman, dan orang yang anda salami akan memperoleh damai sejahtera itu.
Sekarang kita balik ke topik deh. Saya sangat menyukai membahas tentang kekecewaan (pada dasarnya, saya suka semuanya deh kalo berbicara tentang kebenaran), karena saya dulu juga pernah kecewa. Puji Tuhan, dari kekecewaan saya membuahkan sesuatu yang baik. Ya, Tuhan memanggil saya di saat saya kecewa, dan sampai detik ini saya tidak pernah kecewa sama sekali, baik kepada apapun dan siapapun (anti kecewa nih).
Saya yakin kita tentu pernah mengalami kekecewaan, entah kekecewaan kepada teman, keluarga, hidup, lingkungan, keadaan, bahkan kepada Tuhan sendiri. Kekecewaan merupakan sesuatu yang sering terjadi di dalam hidup manusia. Apa sih sebenarnya 'kecewa' itu? Kadang gara-gara persoalan sepele saja kita bisa kecewa. Kita kecewa karena sesuatu yang kita harapkan tidak terjadi, atau karena kita disakiti, atau bisa juga karena kita diacuhkan.
Ada 4 jenis kekecewaan:
1. Kecewa terhadap suatu benda
Mungkin kita pernah membeli suatu barang dan kira mengharapkan benda itu dapat berguna bagi kita. Sebagai contoh, mobil. Anda membeli sebuah mobil Jerman, yang katanya terkenal baik mutunya. Ternyata baru dipakai 2 hari mesinnya udah mati. Tentu saja anda kecewa terhadap mobil itu, yang katanya mutunya bagus dan tahan banting. Lalu anda tidak pernah membeli lagi mobil Jerman dan tidak suka sama mobil Jerman, karena anda sudah dikecewakan. (Ini hanya contoh, bukan berarti mobil Jerman jelek lho!)
2. Kecewa terhadap Tuhan
Sebagai orang percaya, kita pasti selalu berdoa kepada Tuhan. Tetapi sudah bertahun-tahun anda berdoa, ternyata doa anda belum dikabulkan. Anda lalu menjadi kecewa dan tidak mau lagi berdoa, mulai jauh dari Tuhan, dan pada akhirnya meninggalkan Tuhan. Kecewa kepada Tuhan sering terjadi di kehidupan orang percaya. Setelah mereka capek berdoa, mereka tidak mau lagi berdoa dengan anggapan, orang dunia aja ngga berdoa tapi mereka bisa kaya, kenapa saya harus berdoa? Itu adalah pemikiran yang salah, Alkitab mengatakan untuk tetap berdoa dan jangan pernah berhenti, karena kita tidak tahu sampai kapan kita harus berhenti berdoa.
3. Kecewa terhadap keadaan/kehidupan
Ambil contoh yang paling gampang, kita lagi hidup enak berkelimpahan, tiba tiba datang krisis moneter. Ditambah lagi konflik dalam negeri dan kerusuhan dimana-mana. Kita semua pasti kecewa dengan keadaan, dan bahkan jadi muak dengan hidup kita, karena semakin hari semakin ruwet keadaannya.
4. Kecewa terhadap sesama manusia
Kekecewaan ini timbul akibat dari hubungan kita dengan sesama manusia. Paling sering terjadi dan paling susah untuk dihindari. (tapi tunggu dulu! baca sampai selesai yah, baru tau caranya!).
Kekecewaan ini bisa terhadap teman, orang tua, saudara, pasangan hidup, atau teman sekerja. Siapa saja yang kita temui tiap hari dapat mengakibatkan kekecewaan.
Dampak dari kekecewaan:
- Kepahitan (bitterness)
Orang yang mengalami kepahitan akan sulit berkembang rohaninya dan sangat susah untuk maju dalam kehidupannya. Bukan apa-apa, karena ada sesuatu yang membelenggu di hati orang tersebut, dan dia tidak pernah memiliki pandangan yang positif kepada orang-orang.
Saya ingin sekali membahas lebih lanjut tentang kepahitan di artikel lain (kalau Tuhan mengijinkan, dan pasti kok).
- Putus asa
Orang yang kecewa atau keseringan kecewa pasti ingin lari dari perasaan tersebut. Mereka kebanyakan lari ke obat-obatan, alkohol, rokok, dan free sex.
- Bunuh diri
Bunuh diri merupakan tindakan yang boleh dibilang paling extreme akibat dari kekecewaan. Banyak orang mengira bunuh diri adalah cara paling manjur untuk mengatasi problem, tetapi mereka memilih jalan yang salah.
Bagaimana mengatasi kekecewaan?
Di sini saya ambil contoh dari Perjanjian Lama, tentang kehidupan Yefta. Anda bisa baca Hakim Hakim 11:1-11. Singkat cerita, ayah Yefta suatu hari berhubungan dengan WTS dan dari hubungan tersebut, lahirlah Yefta. Lalu Yefta diolok-olok dan ditolak oleh saudara-saudara tirinya ketika Yefta beranjak besar. Hati Yefta sungguh kecewa dan sakit.
hmmm...apa yang Yefta lakukan dengan kekecewaan itu?
- Yefta membawa masalahnya ke dalam tangan Tuhan (ayat 11)
Yefta tahu bahwa satu-satunya tempat perlindungan dia adalah Tuhan. Semua kejadian yang telah terjadi dan akan terjadi di dalam kehidupan kita adalah seijin dari Tuhan. Dan percayalah apabila kita mendapat masalah dan kecewa, Tuhan tahu kok. Dia Allah yang ajaib kan?
- Yefta bangkit dari kekecewaannya dan menggali potensi yang positif (ayat 3-5)
Yefta dibuang oleh keluarganya, tetapi ia tidak lantas menjadi pengemis atau gembel dijalanan. Yefta dapat menguasai hatinya, sehingga ia tidak membiarkan hatinya dikuasai oleh kekecewaan. Ia punya prinsip : Apabila satu pintu tertutup, sepuluh pintu yang lain terbuka baginya.
Yefta bergabung dengan satu kelompok petualang. Mula-mula ia hanya sebagai bawahan, tetapi dengan cepat Yefta naik ke atas menjadi pimpinan kelompok petualang. Yefta menemukan potensinya, dan ia tidak merasa minder karena ia anak dari seorang WTS, tetapi dia terus berjuang untuk naik.
- Yefta belajar memandang manusia secara realistis (ayat 6-10)
Mengapa kita bisa kecewa dalam kehidupan kita kepada sesama manusia? Karena kita terlalu mengharapkan manusia, dan kita selalu mengharapkan harapkan kita terjadi. Misalnya: Apabila orang Kristen, harus suci 24 jam! Apabila bilang OK, selamanya harus OK! Apabila janjian, harus tepat waktu!
Kalau kita mengharapkan itu semua terjadi, ya kita harus siap siap kecewa dong! Gimana ngga, manusia kan tidak ada yang sempurna, dan kita sendiri juga tidak sempurna kok. Jadi kita harus berpikir positif dan realistis, bahwa manusia juga mempunyai kelemahan, dan dari kelemahan tersebut dapat menimbulkan kekecewaan.
Yeremia 17:5 "Terkutuklah orang yang berharap kepada manusia!" Jadi apabila kita berhadapan dengan manusia, kita harus siap untuk menerima rasa kecewa (tapi jangan kecewa lama-lama lho!)
Yefta belajar dari pengalaman ini, oleh karena itu pada waktu penatua Israel datang meminta pertolongannya, ia bersedia melupakan pengalaman pahit masa lalu dan membuka lembaran sejarah yang baru.
- Yefta bersama dengan Tuhan melakukan perkara yang besar (ayat 29)
Dikatakan bahwa Roh Tuhan mengurapi Yefta secara luar biasa, sehingga ia memperoleh kemenangan atas bani Amon yang telah menguasai Israel sekian lama.
Nah... bukankah dari kekecewaan itu akan timbul sesuatu yang besar? Tapi apabila kita mau melupakan kekecewaan itu lho,,,kalau disimpen-simpen sih ya ngga bakal terjadi. Marilah kita belajar seperti Yefta, dimana dari kekecewaannya dia dapat melakukan perkara besar. Apa sih gunanya kekecewaan disimpen simpen? Ngga ada kan? Mendingan juga kayak Yefta, iya gak?
Conclusion:
Apakah anda saat ini masih menyimpan kekecewaan terhadap seseorang, atau sesuatu? Kalau ada, maukah anda meninggalkan kekecewaan itu? Dan apabila anda tidak dapat mengampuni seseorang, maukah anda mengampuni orang itu? Sebutkanlah nama orang itu, dan ampunilah di dalam Nama Yesus, maka kekecewaanmu akan hilang dan digantikan dengan kasihNya yang baru.Shalom...Tuhan memberkati.
Shared By: "ubikan" From Ap Forum.
Shalom semuanya!
Eh tunggu dulu, tau ngga arti kata 'Shalom'? Banyak orang berkata 'Shalom', di gereja semua orang menyapa dengan 'Shalom', bahkan orang Yahudi di dekat rumah saya pun menyapa dengan kata 'Shalom'....Apa sih shalom itu? Shalom itu artinya "Peace be with you", atau dengan kata lain "Damai besertamu". Nah, udah ngerti sekarang artinya? Kalo gitu, mulai detik ini, ucapkan kata 'Shalom' dengan Iman, dan orang yang anda salami akan memperoleh damai sejahtera itu.
Sekarang kita balik ke topik deh. Saya sangat menyukai membahas tentang kekecewaan (pada dasarnya, saya suka semuanya deh kalo berbicara tentang kebenaran), karena saya dulu juga pernah kecewa. Puji Tuhan, dari kekecewaan saya membuahkan sesuatu yang baik. Ya, Tuhan memanggil saya di saat saya kecewa, dan sampai detik ini saya tidak pernah kecewa sama sekali, baik kepada apapun dan siapapun (anti kecewa nih).
Saya yakin kita tentu pernah mengalami kekecewaan, entah kekecewaan kepada teman, keluarga, hidup, lingkungan, keadaan, bahkan kepada Tuhan sendiri. Kekecewaan merupakan sesuatu yang sering terjadi di dalam hidup manusia. Apa sih sebenarnya 'kecewa' itu? Kadang gara-gara persoalan sepele saja kita bisa kecewa. Kita kecewa karena sesuatu yang kita harapkan tidak terjadi, atau karena kita disakiti, atau bisa juga karena kita diacuhkan.
Ada 4 jenis kekecewaan:
1. Kecewa terhadap suatu benda
Mungkin kita pernah membeli suatu barang dan kira mengharapkan benda itu dapat berguna bagi kita. Sebagai contoh, mobil. Anda membeli sebuah mobil Jerman, yang katanya terkenal baik mutunya. Ternyata baru dipakai 2 hari mesinnya udah mati. Tentu saja anda kecewa terhadap mobil itu, yang katanya mutunya bagus dan tahan banting. Lalu anda tidak pernah membeli lagi mobil Jerman dan tidak suka sama mobil Jerman, karena anda sudah dikecewakan. (Ini hanya contoh, bukan berarti mobil Jerman jelek lho!)
2. Kecewa terhadap Tuhan
Sebagai orang percaya, kita pasti selalu berdoa kepada Tuhan. Tetapi sudah bertahun-tahun anda berdoa, ternyata doa anda belum dikabulkan. Anda lalu menjadi kecewa dan tidak mau lagi berdoa, mulai jauh dari Tuhan, dan pada akhirnya meninggalkan Tuhan. Kecewa kepada Tuhan sering terjadi di kehidupan orang percaya. Setelah mereka capek berdoa, mereka tidak mau lagi berdoa dengan anggapan, orang dunia aja ngga berdoa tapi mereka bisa kaya, kenapa saya harus berdoa? Itu adalah pemikiran yang salah, Alkitab mengatakan untuk tetap berdoa dan jangan pernah berhenti, karena kita tidak tahu sampai kapan kita harus berhenti berdoa.
3. Kecewa terhadap keadaan/kehidupan
Ambil contoh yang paling gampang, kita lagi hidup enak berkelimpahan, tiba tiba datang krisis moneter. Ditambah lagi konflik dalam negeri dan kerusuhan dimana-mana. Kita semua pasti kecewa dengan keadaan, dan bahkan jadi muak dengan hidup kita, karena semakin hari semakin ruwet keadaannya.
4. Kecewa terhadap sesama manusia
Kekecewaan ini timbul akibat dari hubungan kita dengan sesama manusia. Paling sering terjadi dan paling susah untuk dihindari. (tapi tunggu dulu! baca sampai selesai yah, baru tau caranya!).
Kekecewaan ini bisa terhadap teman, orang tua, saudara, pasangan hidup, atau teman sekerja. Siapa saja yang kita temui tiap hari dapat mengakibatkan kekecewaan.
Dampak dari kekecewaan:
- Kepahitan (bitterness)
Orang yang mengalami kepahitan akan sulit berkembang rohaninya dan sangat susah untuk maju dalam kehidupannya. Bukan apa-apa, karena ada sesuatu yang membelenggu di hati orang tersebut, dan dia tidak pernah memiliki pandangan yang positif kepada orang-orang.
Saya ingin sekali membahas lebih lanjut tentang kepahitan di artikel lain (kalau Tuhan mengijinkan, dan pasti kok).
- Putus asa
Orang yang kecewa atau keseringan kecewa pasti ingin lari dari perasaan tersebut. Mereka kebanyakan lari ke obat-obatan, alkohol, rokok, dan free sex.
- Bunuh diri
Bunuh diri merupakan tindakan yang boleh dibilang paling extreme akibat dari kekecewaan. Banyak orang mengira bunuh diri adalah cara paling manjur untuk mengatasi problem, tetapi mereka memilih jalan yang salah.
Bagaimana mengatasi kekecewaan?
Di sini saya ambil contoh dari Perjanjian Lama, tentang kehidupan Yefta. Anda bisa baca Hakim Hakim 11:1-11. Singkat cerita, ayah Yefta suatu hari berhubungan dengan WTS dan dari hubungan tersebut, lahirlah Yefta. Lalu Yefta diolok-olok dan ditolak oleh saudara-saudara tirinya ketika Yefta beranjak besar. Hati Yefta sungguh kecewa dan sakit.
hmmm...apa yang Yefta lakukan dengan kekecewaan itu?
- Yefta membawa masalahnya ke dalam tangan Tuhan (ayat 11)
Yefta tahu bahwa satu-satunya tempat perlindungan dia adalah Tuhan. Semua kejadian yang telah terjadi dan akan terjadi di dalam kehidupan kita adalah seijin dari Tuhan. Dan percayalah apabila kita mendapat masalah dan kecewa, Tuhan tahu kok. Dia Allah yang ajaib kan?
- Yefta bangkit dari kekecewaannya dan menggali potensi yang positif (ayat 3-5)
Yefta dibuang oleh keluarganya, tetapi ia tidak lantas menjadi pengemis atau gembel dijalanan. Yefta dapat menguasai hatinya, sehingga ia tidak membiarkan hatinya dikuasai oleh kekecewaan. Ia punya prinsip : Apabila satu pintu tertutup, sepuluh pintu yang lain terbuka baginya.
Yefta bergabung dengan satu kelompok petualang. Mula-mula ia hanya sebagai bawahan, tetapi dengan cepat Yefta naik ke atas menjadi pimpinan kelompok petualang. Yefta menemukan potensinya, dan ia tidak merasa minder karena ia anak dari seorang WTS, tetapi dia terus berjuang untuk naik.
- Yefta belajar memandang manusia secara realistis (ayat 6-10)
Mengapa kita bisa kecewa dalam kehidupan kita kepada sesama manusia? Karena kita terlalu mengharapkan manusia, dan kita selalu mengharapkan harapkan kita terjadi. Misalnya: Apabila orang Kristen, harus suci 24 jam! Apabila bilang OK, selamanya harus OK! Apabila janjian, harus tepat waktu!
Kalau kita mengharapkan itu semua terjadi, ya kita harus siap siap kecewa dong! Gimana ngga, manusia kan tidak ada yang sempurna, dan kita sendiri juga tidak sempurna kok. Jadi kita harus berpikir positif dan realistis, bahwa manusia juga mempunyai kelemahan, dan dari kelemahan tersebut dapat menimbulkan kekecewaan.
Yeremia 17:5 "Terkutuklah orang yang berharap kepada manusia!" Jadi apabila kita berhadapan dengan manusia, kita harus siap untuk menerima rasa kecewa (tapi jangan kecewa lama-lama lho!)
Yefta belajar dari pengalaman ini, oleh karena itu pada waktu penatua Israel datang meminta pertolongannya, ia bersedia melupakan pengalaman pahit masa lalu dan membuka lembaran sejarah yang baru.
- Yefta bersama dengan Tuhan melakukan perkara yang besar (ayat 29)
Dikatakan bahwa Roh Tuhan mengurapi Yefta secara luar biasa, sehingga ia memperoleh kemenangan atas bani Amon yang telah menguasai Israel sekian lama.
Nah... bukankah dari kekecewaan itu akan timbul sesuatu yang besar? Tapi apabila kita mau melupakan kekecewaan itu lho,,,kalau disimpen-simpen sih ya ngga bakal terjadi. Marilah kita belajar seperti Yefta, dimana dari kekecewaannya dia dapat melakukan perkara besar. Apa sih gunanya kekecewaan disimpen simpen? Ngga ada kan? Mendingan juga kayak Yefta, iya gak?
Conclusion:
Apakah anda saat ini masih menyimpan kekecewaan terhadap seseorang, atau sesuatu? Kalau ada, maukah anda meninggalkan kekecewaan itu? Dan apabila anda tidak dapat mengampuni seseorang, maukah anda mengampuni orang itu? Sebutkanlah nama orang itu, dan ampunilah di dalam Nama Yesus, maka kekecewaanmu akan hilang dan digantikan dengan kasihNya yang baru.Shalom...Tuhan memberkati.
Shared By: "ubikan" From Ap Forum.
Heart vs Brain
Keluarga Kasih Kristus January 8 at 11:16am Reply
Pembahasan hari ini berkenaan untuk mengikuti perasaan atau pikiran dalam hal cinta. Pernahkah Anda mengalami hal berikut ini:
“Perasaanku berkata A, tetapi pikiranku berkata Z.”
, atau bahkan sering? Ini adalah suatu dilema yang dihadapi oleh sejumlah (kalau tidak mau dikatakan banyak) orang. Lebih memusingkan lagi jika persoalannya misalnya adalah:
“Aku cinta padanya, tapi secara logis dia tidak tepat buatku: karena dari segi karakter dia sangat tidak tepat bagiku: pemarah, senang mengintimidasi, senang diperhatikan tetapi tidak mau memperhatikan, dst.”
atau kasus lainnya:
“Aku dan dia saling mencintai, tapi orang tua kami jelas-jelas menolak hubungan kami. Apa yang harus kulakukan? Tetap bertahan atau meninggalkannya?”
atau kasus lainnya (untuk pria):
“Dia memang cantik, pintar, dan menarik; tetapi yang mengejarnya juga banyak. Apa aku harus tetap mengejarnya atau menyerah? Memang aku mencintainya, tapi secara logis kelihatannya peluangku mendapatkan dia kecil.”
(untuk wanita):
“Dia baik hati, jujur, setia, dan dapat diandalkan; tetapi dia masih jauh dari mapan. Aku mencintainya, tapi aku juga butuh pria yang dapat mencukupi kehidupanku kelak. Apakah aku harus terus menunggu dia untuk mapan atau mencari pria lain yang sudah mapan?”
Pertentangan antara perasaan dan pikiran, antara hati dan otak seringkali dapat membuat kita sangat kebingungan karenanya. Mengapa kita jadi bingung? Karena kita tidak tahu hal yang harus kita ikuti. Apakah hati (perasaan) ataukah otak (akal sehat)?
Lalu apa yang harus kita lakukan? Apalagi bila sudah menyangkut keputusan seumur hidup atau pernikahan. Ini jelas persoalan yang sangat serius, yang jika kita salah menentukan maka hidup kita seumur hidup menjadi taruhannya.
Yakobus 1:6: Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
Dalam Yakobus 1:6 dikatakan bahwa orang yang bimbang sama dengan gelombang laut. Saat angin bertiup, gelombang akan bergerak sesuai arah angin. Bila angin berubah arah, berubah pula lah arah gerakan gelombang: terombang-ambing.
Senada dengan itu, hari ini juga di salah satu thread di forum jawaban.com saya menuliskan mengenai terombang-ambing. Orang yang bimbang adalah orang yang terombang-ambing.
Ibaratnya angin yang bertiup pada pohon bambu. Saat angin bertiup, doyonglah pohon bambu tersebut. Ketika angin bertiup ke arah yang lain, doyong pulalah pohon bambu ke arah angin tersebut.
Sangat tidak enak jika kita menjadi orang yang terombang-ambing. Lalu bagaimana yang harus kita lakukan? Perasaan kita berkata demikian, namun pikiran kita berkata lain.
Lihat satu ayat ini:
Amsal 10:30: Orang benar tidak terombang-ambing untuk selama-lamanya, tetapi orang fasik tidak akan mendiami negeri.
Orang yang benar tidak terombang-ambing untuk selama-lamanya. Siapakah orang benar itu? Orang yang berdiri atas firman Tuhan. Mengapa orang benar tidak terombang-ambing untuk selama-lamanya? Karena ia berdiri atas firman Tuhan, yang tidak berubah.
Situasi bisa berubah. Orang bisa berubah. Zaman bisa berganti. Pikiran dan perasaan kita sedikit banyak kalau tidak diatur dan dipimpin oleh kebenaran firman Tuhan, akan terpengaruh oleh situasi, orang-orang, dan zaman. Ya, segala sesuatu yang berada di luar diri kita. Padahal segala sesuatu yang berada di luar diri kita adalah uncontrollable variable, tidak dapat kita kendalikan.
Jadi celakalah kita kalau dikendalikan oleh segala sesuatu yang selalu berubah. Namun jangan cemas dahulu, Tuhan sudah memberikan solusi untuk semua permasalahan kita, termasuk permasalahan perasaan vs pikiran kita: firman Tuhan. Ya, inilah jawaban yang kita butuhkan.
Perasaan kita sebenarnya tergantung dari hal yang kita pikirkan. Saat pikiran kita optimis, perasaan kita ikut dengan sendirinya. Saat pikiran kita pesimis, begitu pula perasaan kita. Namun saat pikiran kita bingung, perasaan kita pun demikian.
Pikiran saat sedang bingung akan menduga-duga, menghasilkan berbagai hipotesis, dan analisis. Pikiran yang bingung membuat perasaan juga bingung. Sementara pikiran sedang asyik menduga-duga, membuat berbagai hipotesis, dan analisis lalu berakhir dengan kebingungan, sementara itu perasaan juga menjadi bingung.
Perasaan saat menjadi bingung akan berkutat antara perasaan sebelumnya atau harus mengambil bentuk perasaan lainnya. Saya akan mengambil sebuah contoh untuk membuat Anda lebih memahami pembahasan saya.
Saya akan ambil contoh pertama:
“Aku cinta padanya, tapi secara logis dia tidak tepat buatku: karena dari segi karakter dia sangat tidak tepat bagiku: pemarah, senang mengintimidasi, senang diperhatikan tetapi tidak mau memperhatikan, dst.”
Nah, yang terjadi si aku ini sedang bingung karena pikirannya telah menganalisis si dia itu tidak tepat untuknya: pemarah, senang mengintimidasi, senang diperhatikan tetapi tidak mau memperhatikan, dst. Begitu pula dengan perasaannya, si aku bingung karena dia merasa cinta tapi juga berat antara situasi yang dihadapi. Berarti perasaan si aku juga bingung.
Seharusnya kalau memang orang cinta, maka kondisi apapun yang dihadapi tidak akan menjadi bimbang. Perasaannya tidak akan berubah. Namun sayangnya, perasaan sering kali tidak sekuat pikiran. Oleh karena itu, saya bersyukur bahwa cinta bukan sekedar perasaan.
Kalau cinta sekedar perasaan, kacaulah hidup ini. Karena saat seseorang berhenti merasa cinta, berakhir pulalah hubungannya. Masih untung kalau itu terjadi pada hubungan pacaran. Bagaimana kalau itu terjadi pada hubungan pernikahan?
Oleh karena itu solusinya selain berdiri atas firman, kita juga perlu meminta hikmat dari Tuhan. Ya, caranya adalah dengan berdoa dan minta tuntunan dari Roh Kudus, juga termasuk di dalamnya adalah membaca, merenungkan, menerima, dan menyimpan firman itu dalam hati kita. Pendek kata solusinya adalah tiga kunci emas. Tiga kunci emas ini saling terkait satu dengan lainnya dan tidak dapat dipisahkan.
Menarik memang unsur “tiga” ini. Dulu terdapat segitiga hubungan “I, You, and God”. Juga terdapat segitiga antara “aku, Tuhan, dan dunia” yang pernah dibahas dalam “Purpose, Vision, and Mission in Your Life (Trilogi-1)”. Bahkan Allah sendiri bersifat Tritunggal: Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Sekarang terdapat tiga kunci emas: hikmat, firman, dan doa yang dipimpin Roh Kudus.
Daniel 9:3: Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu.
Daniel saja seorang yang luar biasa menggunakan tiga kunci emas ini: mengarahkan mukanya kepada Tuhan Allah sebagai perwujudan hikmatnya: mencari jawaban pada sumber yang tepat: Sang Sumber Jawaban. Berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu sebagai tanda pertobatan yang merupakan tanda Daniel berdiri atas firman. Berdoa dan bermohon merupakan kunci ketiga untuk mendapatkan jawaban Tuhan.
Mengapa saya menyebut Daniel sebagai seseorang yang luar biasa? Mengenai Daniel dapat kita lihat dalam Daniel 1:3-4, Daniel 6:3-5, dan Daniel 9:23b. Saya akan tuliskan di sini.
Daniel 1:3: Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan,
Daniel 1:4: yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.
Daniel 6:3: membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan.
Daniel 6:4: Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.
Daniel 6:5: Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.
Daniel 9:23b: maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu!
Mengapa saya jadi membahas Daniel? Perhatikan kualifikasi Daniel dalam hal-hal yang saya beri garis bawah dalam ayat-ayat yang sudah saya sebutkan tadi. Daniel yang memiliki kualifikasi luar biasa pun tetap mengandalkan tiga kunci emas. Jadi bukannya mengandalkan pikirannya, apalagi perasaannya. Sama sekali tidak! Jauh dari itu!
Nah bila Daniel yang luar biasa saja mengandalkan tiga kunci emas, bagaimana dengan kita? Apakah kita masih mengandalkan pikiran dan perasaan kita? Apakah kita masih diombang-ambingkan oleh pikiran dan perasaan kita? Kalau ya, berarti kita merasa diri kita lebih hebat dari Daniel.
Jadi saat pikiran dan perasaan saling berlawanan, ingatlah selalu tiga kunci emas.
“Heart vs Brain?”, tiga kunci emas solusinya.
Pembahasan hari ini berkenaan untuk mengikuti perasaan atau pikiran dalam hal cinta. Pernahkah Anda mengalami hal berikut ini:
“Perasaanku berkata A, tetapi pikiranku berkata Z.”
, atau bahkan sering? Ini adalah suatu dilema yang dihadapi oleh sejumlah (kalau tidak mau dikatakan banyak) orang. Lebih memusingkan lagi jika persoalannya misalnya adalah:
“Aku cinta padanya, tapi secara logis dia tidak tepat buatku: karena dari segi karakter dia sangat tidak tepat bagiku: pemarah, senang mengintimidasi, senang diperhatikan tetapi tidak mau memperhatikan, dst.”
atau kasus lainnya:
“Aku dan dia saling mencintai, tapi orang tua kami jelas-jelas menolak hubungan kami. Apa yang harus kulakukan? Tetap bertahan atau meninggalkannya?”
atau kasus lainnya (untuk pria):
“Dia memang cantik, pintar, dan menarik; tetapi yang mengejarnya juga banyak. Apa aku harus tetap mengejarnya atau menyerah? Memang aku mencintainya, tapi secara logis kelihatannya peluangku mendapatkan dia kecil.”
(untuk wanita):
“Dia baik hati, jujur, setia, dan dapat diandalkan; tetapi dia masih jauh dari mapan. Aku mencintainya, tapi aku juga butuh pria yang dapat mencukupi kehidupanku kelak. Apakah aku harus terus menunggu dia untuk mapan atau mencari pria lain yang sudah mapan?”
Pertentangan antara perasaan dan pikiran, antara hati dan otak seringkali dapat membuat kita sangat kebingungan karenanya. Mengapa kita jadi bingung? Karena kita tidak tahu hal yang harus kita ikuti. Apakah hati (perasaan) ataukah otak (akal sehat)?
Lalu apa yang harus kita lakukan? Apalagi bila sudah menyangkut keputusan seumur hidup atau pernikahan. Ini jelas persoalan yang sangat serius, yang jika kita salah menentukan maka hidup kita seumur hidup menjadi taruhannya.
Yakobus 1:6: Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
Dalam Yakobus 1:6 dikatakan bahwa orang yang bimbang sama dengan gelombang laut. Saat angin bertiup, gelombang akan bergerak sesuai arah angin. Bila angin berubah arah, berubah pula lah arah gerakan gelombang: terombang-ambing.
Senada dengan itu, hari ini juga di salah satu thread di forum jawaban.com saya menuliskan mengenai terombang-ambing. Orang yang bimbang adalah orang yang terombang-ambing.
Ibaratnya angin yang bertiup pada pohon bambu. Saat angin bertiup, doyonglah pohon bambu tersebut. Ketika angin bertiup ke arah yang lain, doyong pulalah pohon bambu ke arah angin tersebut.
Sangat tidak enak jika kita menjadi orang yang terombang-ambing. Lalu bagaimana yang harus kita lakukan? Perasaan kita berkata demikian, namun pikiran kita berkata lain.
Lihat satu ayat ini:
Amsal 10:30: Orang benar tidak terombang-ambing untuk selama-lamanya, tetapi orang fasik tidak akan mendiami negeri.
Orang yang benar tidak terombang-ambing untuk selama-lamanya. Siapakah orang benar itu? Orang yang berdiri atas firman Tuhan. Mengapa orang benar tidak terombang-ambing untuk selama-lamanya? Karena ia berdiri atas firman Tuhan, yang tidak berubah.
Situasi bisa berubah. Orang bisa berubah. Zaman bisa berganti. Pikiran dan perasaan kita sedikit banyak kalau tidak diatur dan dipimpin oleh kebenaran firman Tuhan, akan terpengaruh oleh situasi, orang-orang, dan zaman. Ya, segala sesuatu yang berada di luar diri kita. Padahal segala sesuatu yang berada di luar diri kita adalah uncontrollable variable, tidak dapat kita kendalikan.
Jadi celakalah kita kalau dikendalikan oleh segala sesuatu yang selalu berubah. Namun jangan cemas dahulu, Tuhan sudah memberikan solusi untuk semua permasalahan kita, termasuk permasalahan perasaan vs pikiran kita: firman Tuhan. Ya, inilah jawaban yang kita butuhkan.
Perasaan kita sebenarnya tergantung dari hal yang kita pikirkan. Saat pikiran kita optimis, perasaan kita ikut dengan sendirinya. Saat pikiran kita pesimis, begitu pula perasaan kita. Namun saat pikiran kita bingung, perasaan kita pun demikian.
Pikiran saat sedang bingung akan menduga-duga, menghasilkan berbagai hipotesis, dan analisis. Pikiran yang bingung membuat perasaan juga bingung. Sementara pikiran sedang asyik menduga-duga, membuat berbagai hipotesis, dan analisis lalu berakhir dengan kebingungan, sementara itu perasaan juga menjadi bingung.
Perasaan saat menjadi bingung akan berkutat antara perasaan sebelumnya atau harus mengambil bentuk perasaan lainnya. Saya akan mengambil sebuah contoh untuk membuat Anda lebih memahami pembahasan saya.
Saya akan ambil contoh pertama:
“Aku cinta padanya, tapi secara logis dia tidak tepat buatku: karena dari segi karakter dia sangat tidak tepat bagiku: pemarah, senang mengintimidasi, senang diperhatikan tetapi tidak mau memperhatikan, dst.”
Nah, yang terjadi si aku ini sedang bingung karena pikirannya telah menganalisis si dia itu tidak tepat untuknya: pemarah, senang mengintimidasi, senang diperhatikan tetapi tidak mau memperhatikan, dst. Begitu pula dengan perasaannya, si aku bingung karena dia merasa cinta tapi juga berat antara situasi yang dihadapi. Berarti perasaan si aku juga bingung.
Seharusnya kalau memang orang cinta, maka kondisi apapun yang dihadapi tidak akan menjadi bimbang. Perasaannya tidak akan berubah. Namun sayangnya, perasaan sering kali tidak sekuat pikiran. Oleh karena itu, saya bersyukur bahwa cinta bukan sekedar perasaan.
Kalau cinta sekedar perasaan, kacaulah hidup ini. Karena saat seseorang berhenti merasa cinta, berakhir pulalah hubungannya. Masih untung kalau itu terjadi pada hubungan pacaran. Bagaimana kalau itu terjadi pada hubungan pernikahan?
Oleh karena itu solusinya selain berdiri atas firman, kita juga perlu meminta hikmat dari Tuhan. Ya, caranya adalah dengan berdoa dan minta tuntunan dari Roh Kudus, juga termasuk di dalamnya adalah membaca, merenungkan, menerima, dan menyimpan firman itu dalam hati kita. Pendek kata solusinya adalah tiga kunci emas. Tiga kunci emas ini saling terkait satu dengan lainnya dan tidak dapat dipisahkan.
Menarik memang unsur “tiga” ini. Dulu terdapat segitiga hubungan “I, You, and God”. Juga terdapat segitiga antara “aku, Tuhan, dan dunia” yang pernah dibahas dalam “Purpose, Vision, and Mission in Your Life (Trilogi-1)”. Bahkan Allah sendiri bersifat Tritunggal: Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Sekarang terdapat tiga kunci emas: hikmat, firman, dan doa yang dipimpin Roh Kudus.
Daniel 9:3: Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu.
Daniel saja seorang yang luar biasa menggunakan tiga kunci emas ini: mengarahkan mukanya kepada Tuhan Allah sebagai perwujudan hikmatnya: mencari jawaban pada sumber yang tepat: Sang Sumber Jawaban. Berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu sebagai tanda pertobatan yang merupakan tanda Daniel berdiri atas firman. Berdoa dan bermohon merupakan kunci ketiga untuk mendapatkan jawaban Tuhan.
Mengapa saya menyebut Daniel sebagai seseorang yang luar biasa? Mengenai Daniel dapat kita lihat dalam Daniel 1:3-4, Daniel 6:3-5, dan Daniel 9:23b. Saya akan tuliskan di sini.
Daniel 1:3: Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan,
Daniel 1:4: yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.
Daniel 6:3: membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan.
Daniel 6:4: Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya.
Daniel 6:5: Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.
Daniel 9:23b: maka aku datang untuk memberitahukannya kepadamu, sebab engkau sangat dikasihi. Jadi camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu!
Mengapa saya jadi membahas Daniel? Perhatikan kualifikasi Daniel dalam hal-hal yang saya beri garis bawah dalam ayat-ayat yang sudah saya sebutkan tadi. Daniel yang memiliki kualifikasi luar biasa pun tetap mengandalkan tiga kunci emas. Jadi bukannya mengandalkan pikirannya, apalagi perasaannya. Sama sekali tidak! Jauh dari itu!
Nah bila Daniel yang luar biasa saja mengandalkan tiga kunci emas, bagaimana dengan kita? Apakah kita masih mengandalkan pikiran dan perasaan kita? Apakah kita masih diombang-ambingkan oleh pikiran dan perasaan kita? Kalau ya, berarti kita merasa diri kita lebih hebat dari Daniel.
Jadi saat pikiran dan perasaan saling berlawanan, ingatlah selalu tiga kunci emas.
“Heart vs Brain?”, tiga kunci emas solusinya.
"IMMANUEL = ALLAH MENYERTAI KITA" (II)
Matius 1:23b "....dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" ---- yang berarti: Allah menyertai kita". Immanuel = Allah menyertai kita, Allah yang bagaimana yang menyertai kita?? Immanuel, Allah yang: "sempurna berkat-Nya". 1. Berkatnya meliputi untuk: ~ "Tubuh" (kebutuhan dan keperluan hidup). ~ "Jiwa" (kebahagiaan, ketenangan, damai sejahtera) & ~ "Roh" (Keselamatan). 2. Berkat-Nya mengalir sampai ke anak-cucu = berkat-Nya selama-Nya. Kejadian 12:1-2 "Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Abraham : Dibuat beruntung. Kejadian 12:15-20, Abram yang isterinya Sarai hampir diambil oleh Firaun. Tapi karena penyertaan Tuhan, tidah hanya isterinya selamat, malah ia memperoleh banyak ternak & harta benda. Kejadian 13:2 "Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya. Dibuat-Nya berhasil. Kejadian 14:14-16, Abraham berhasil membebaskan Lot & mengalahkan Kedorlaomer + 3 raja sekutunya. Padahal sebelumnya raja Sodom + 4 raja sekutunya tidak berhasil mengalahkan Kedorlaomer. Ishak : ~ Dibuat beruntung. Kejadian 25:11 "Setelah Abraham mati, Allah memberkati Ishak, anaknya itu; dan Ishak diam dekat sumur Lahah-Roi". Kejadian 26:12-13 "Maka menaburlah Ishak di tanah itu dan dalam tahun itu juga ia mendapat hasil seratus kali lipat; sebab ia diberkati TUHAN." dan orang itu menjadi kaya, bahkan kian lama kian kaya, sehingga ia menjadi sangat kaya. ~ Dibuat berhasil. Kejadian 26:26-29. Abimelek dari Gerar raja orang Filitin yang memusuhi Ishak, akhirnya mendatangi Ishak untuk minta berdamai, sebab Abimelek tahu Ishak disertai Tuhan. Yakub : ~ Dibuat berhasil. Kejadian 31:24-29, Allah sendiri mencegah Laban yang bermaksud jahat, supaya tidak mengatai Yakub dengan sepatahkatapun. Jangankan mencelakai Yakub, mengatai pun tidak boleh. Kejadian 33:4, Esau yang tadinya bermaksud membunuh Yakub, malah berlari mendapatkan, memeluk dan mencium Yakub. ~ Dibuat beruntung. Kejadian 32:10, Yakub yang keluar dari rumah ayahnya, membawa hanya tongkatnya saja. Waktu menyeberangi sungai Yordan, tetapi sekarang Tuhan menyertainya, maka Tuhan juga yang memberkatinya hingga menjadi 2 pasukan. Kejadian 48:15, Yakub mengalami bahwa Allah yang menyertainya telah menjadi gembala selama hidupnya & sebagai malaikat yang telah melepaskannya dari segala bahaya. Yusuf : ~ Dibuat berhasil. Kejadian 39:41, Tuhan selalu menyertai Yusuf sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya. Kejadian 41:43, "Lalu Firaun menyuruh menaikan Yusuf dalam keretanya yang kedua, dan berserulah orang di hadapan Yusuf: "Hormat!" Demikianlah Yusuf dilantik oleh Firaun menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir". ~ Dibuat beruntung. Kejadian 45:8 "Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istana dan sebagai kuasa atas seluruh tanah mesir. Tuhan Yesus memberkati setiap yang percaya pada Firman-Nya, Amin.
"Kesederhanaan"
"Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga."
Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 8; Matius 8; Kejadian 15-16
Setiap kita pasti mengenal dengan tokoh yang satu ini - kesederhanaannya telah menyentuh banyak hidup orang, tidak hanya di India tetapi di seluruh dunia ini. Para pemimpin negara di dunia sangat menghormati dirinya bukan karena ia mempunyai posisi yang sangat penting, tetapi apa yang ditunjukkan dalam kehidupan sehari-harinya itulah alasannya.
Mother Teresa adalah seorang wanita dan juga ibu bagi banyak anak di negaranya. Hatinya begitu murni membantu orang-orang yang memerlukan. Ia tidak meminta balas jasa apa pun dari yang telah menerima bantuannya. Ia sadar bahwa apa yang dilakukannya adalah karena ada yang telah mencontohkannya terlebih dahulu yakni Tuhan Yesus.
Tuhan Yesus adalah tokoh teladan dari yang ada di dunia ini untuk menggambarkan mengenai kesederhanaan. Dia yang adalah Allah dengan rela turun ke bumi yang penuh dengan dosa. Kehadiran-Nya pun bukanlah dalam suasana yang gegap gempita dan penuh dengan pesta. Kain lampin, palungan dan kandang domba adalah hal pertama yang harus diterima-Nya dengan kata lain kesederhanaan adalah peristiwa pertama yang hendak dicatatkan Allah agar diingat manusia.
Kesederhanaan bukanlah berarti kita harus hidup dalam kemiskinan, tetapi lebih kepada hati yang mau diajar dan menerima setiap Firman Allah dengan tulus serta melakukannya dalam kehidupan sehari-hari dengan motif yang murni. Ketika hal itu kita jalankan maka percayalah banyak orang yang tidak hanya tergugah dengan apa yang kita perlihatkan, tetapi juga akan diubahkan.
Kesederhanaan adalah prinsip utama dalam Kerajaan Allah. Salam Damai Sejaterah Allah, Tuhan Memberkati.
Sumber: "J-Spiritual"
Hidup itu gak selalu mulus
Hidup itu gak selalu mulus,tapi karakter kita akan selalu
"diluruskan" oleh Tuhan bila kita hidup melekat dengan Tuhan dlm
menghadapi hidup kita ini.
Hidup itu bila kita hidup dengan Tuhan,dipastikan karakter kita itu
akan selalu "diluruskan",tapi hidup kita gak dijamin akan selalu
mulus.
Maksudnya,saat kita berjalan,kita akan temui
batu-batu,kerikil-kerikil yang akan membuat kita kesakitan,tapi
percayalah!bahwa kita anak Tuhan dimampukan Tuhan melewati semua
itu,karna ada tangan Tuhan yang slalu menuntun kita.
Liatlah Yesus,liatlah penderitaan-penderitaanNya yg HARUS Ia alami
untuk menggenapkan kehendak Bapa,agar manusia bisa menerima janji
keselamatan dari Allah melalui Yesus.
Namun lihat pula Yesus,Ia slalu hidup gak pernah lepas dari
BapaNya,karna satu FOKUS YESUS adalah menyenangkan hati BAPANYA,jadi
Yesus selalu LURUS KARAKTERNYA dan bahkan iblis pun mencobai
Yesus,Yesus dengan mentah-mentah menolak tawaran iblis itu.
Demikian juga kita,Allah Bapa telah menetapkan bahwa Yesus adalah
Gembala bagi manusia,jadi kita domba-dombaNya harus selalu meneladan
Gembala Agung kita,tegar seperti Yesus,dan gak lupa status kita
"BERHARGA di hadapan Allah" jadi jangan sampai kita ditipu iblis
karna melupakan bhw kita adalah BERHARGA di hadapan Allah.
Ingat,status kita adalah anak Tuhan Yesus,jadi kita harus taat sama
Tuhan Yesus saja,jgn ditundukkan oleh iblis,dan kita harus mencintai
Yesus,agar apa yang kita lakukan,kita selalu sadar bahwa kita "GAK
BOLEH NGECEWAIN" Yesus.
Meski hidup itu gak mulus,kita harus tetap melekat pada Yesus,agar
karakter kita slalu DILURUSKANNYA,supaya kehendak Bapa tergenapi pula
dalam hidup kita,dan berhubung hanya Yesus yang tahu kehendak
Bapa,maka kita harus nurut sama Yesus dengan perantaraan Roh KudusNya
yg tinggal di dalam setiap hati kita,Roh Kudus akan membantu kita
memahami hati Yesus,bahkan hati Allah Bapa.Cintailah Gembala Agung
kita,agar perkenanan Bapa selalu melingkupi kehidupAn kita.Amien
Dari cinta kita yang tulus,kita akan dianugrahkan Tuhan kemampuan
untuk selalu menyukakan hatiNya selalu.
dengan cinta cintaNya yang tulus,Yesus tak perna meninggalkan kita,
selalu BANYAK CARA dapat Ia gunakan untuk menyatakan kasihNya pada
kita.
Siap untuk menjalani hidup yang gak selalu mulus ini?
Siap untuk selalu memiliki hati yang melekat pada Yesus,agar karakter
kita selalu diluruskanNya?>_<
Hati kita akan dibentuk seperti hati Yesus..
Karakter kita akan dibentuk pula agar serupa dan seperti karakter
Kristus,itula kita baru dapat disebut KRISTEN SEJATI,yaitu orang2
yang memiliki hati Yesus dan memiliki karakter serupa dengan
Kristus,Gembala kita.Praise the Lord!!>_<
Ayat Emas Hari ini:
Mengapa Yesus mau disiksa dan menderita bagi kita?karna cintaNya pada
kita..Ia gak mau LARI dari CINTANYA pada kita meski Ia harus
menderita disiksa dan disalibkan agar kita semua manusia dapat janji
keselamatan dari Allah.Jangan pernah sia-siakan pengorbanan Yesus
dalam hidup kita.Amien
P. Baru: Matius: 26
Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya
Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu
Aku?
26:54 Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam
Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?"
26:55 Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu Aku
ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung
untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di
Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.
26:56 Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis
dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan
melarikan diri.
by His Grace
Gideon
"diluruskan" oleh Tuhan bila kita hidup melekat dengan Tuhan dlm
menghadapi hidup kita ini.
Hidup itu bila kita hidup dengan Tuhan,dipastikan karakter kita itu
akan selalu "diluruskan",tapi hidup kita gak dijamin akan selalu
mulus.
Maksudnya,saat kita berjalan,kita akan temui
batu-batu,kerikil-kerikil yang akan membuat kita kesakitan,tapi
percayalah!bahwa kita anak Tuhan dimampukan Tuhan melewati semua
itu,karna ada tangan Tuhan yang slalu menuntun kita.
Liatlah Yesus,liatlah penderitaan-penderitaanNya yg HARUS Ia alami
untuk menggenapkan kehendak Bapa,agar manusia bisa menerima janji
keselamatan dari Allah melalui Yesus.
Namun lihat pula Yesus,Ia slalu hidup gak pernah lepas dari
BapaNya,karna satu FOKUS YESUS adalah menyenangkan hati BAPANYA,jadi
Yesus selalu LURUS KARAKTERNYA dan bahkan iblis pun mencobai
Yesus,Yesus dengan mentah-mentah menolak tawaran iblis itu.
Demikian juga kita,Allah Bapa telah menetapkan bahwa Yesus adalah
Gembala bagi manusia,jadi kita domba-dombaNya harus selalu meneladan
Gembala Agung kita,tegar seperti Yesus,dan gak lupa status kita
"BERHARGA di hadapan Allah" jadi jangan sampai kita ditipu iblis
karna melupakan bhw kita adalah BERHARGA di hadapan Allah.
Ingat,status kita adalah anak Tuhan Yesus,jadi kita harus taat sama
Tuhan Yesus saja,jgn ditundukkan oleh iblis,dan kita harus mencintai
Yesus,agar apa yang kita lakukan,kita selalu sadar bahwa kita "GAK
BOLEH NGECEWAIN" Yesus.
Meski hidup itu gak mulus,kita harus tetap melekat pada Yesus,agar
karakter kita slalu DILURUSKANNYA,supaya kehendak Bapa tergenapi pula
dalam hidup kita,dan berhubung hanya Yesus yang tahu kehendak
Bapa,maka kita harus nurut sama Yesus dengan perantaraan Roh KudusNya
yg tinggal di dalam setiap hati kita,Roh Kudus akan membantu kita
memahami hati Yesus,bahkan hati Allah Bapa.Cintailah Gembala Agung
kita,agar perkenanan Bapa selalu melingkupi kehidupAn kita.Amien
Dari cinta kita yang tulus,kita akan dianugrahkan Tuhan kemampuan
untuk selalu menyukakan hatiNya selalu.
dengan cinta cintaNya yang tulus,Yesus tak perna meninggalkan kita,
selalu BANYAK CARA dapat Ia gunakan untuk menyatakan kasihNya pada
kita.
Siap untuk menjalani hidup yang gak selalu mulus ini?
Siap untuk selalu memiliki hati yang melekat pada Yesus,agar karakter
kita selalu diluruskanNya?>_<
Hati kita akan dibentuk seperti hati Yesus..
Karakter kita akan dibentuk pula agar serupa dan seperti karakter
Kristus,itula kita baru dapat disebut KRISTEN SEJATI,yaitu orang2
yang memiliki hati Yesus dan memiliki karakter serupa dengan
Kristus,Gembala kita.Praise the Lord!!>_<
Ayat Emas Hari ini:
Mengapa Yesus mau disiksa dan menderita bagi kita?karna cintaNya pada
kita..Ia gak mau LARI dari CINTANYA pada kita meski Ia harus
menderita disiksa dan disalibkan agar kita semua manusia dapat janji
keselamatan dari Allah.Jangan pernah sia-siakan pengorbanan Yesus
dalam hidup kita.Amien
P. Baru: Matius: 26
Atau kausangka, bahwa Aku tidak dapat berseru kepada Bapa-Ku, supaya
Ia segera mengirim lebih dari dua belas pasukan malaikat membantu
Aku?
26:54 Jika begitu, bagaimanakah akan digenapi yang tertulis dalam
Kitab Suci, yang mengatakan, bahwa harus terjadi demikian?"
26:55 Pada saat itu Yesus berkata kepada orang banyak: "Sangkamu Aku
ini penyamun, maka kamu datang lengkap dengan pedang dan pentung
untuk menangkap Aku? Padahal tiap-tiap hari Aku duduk mengajar di
Bait Allah, dan kamu tidak menangkap Aku.
26:56 Akan tetapi semua ini terjadi supaya genap yang ada tertulis
dalam kitab nabi-nabi." Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan
melarikan diri.
by His Grace
Gideon
Banyak sekali hal yg dianggap sm org Kristen (terutama di Indonesia) sebagai hal yg tidak menyebabkan dosa. Sekarang, gw mau jelasin soal alasan kenapa gw bilang nyebrang jalan sembarangan (atau buang sampah sembarangan) adalah dosa.
Gw rasa ttg mentaati peraturan pemerintah (termasuk bayar pajak) ada di Holy Bible di Roma 13: 1-7
Gw quote ayatnya satu persatu berdasarkan ayat2 dr Alkitab bahasa sehari2 dari Kalam Kudus
[url]http://www.sabda.org/alkitab/fayh/?kitab=45&pasal=13[/url]
ROMA
13:1 TAATILAH pemerintah, sebab Allahlah yang telah menetapkannya. Di manapun juga tidak ada pemerintah yang tidak memperoleh wewenang dari Allah.
13:2 Jadi, mereka yang tidak mau menaati hukum-hukum negara, berarti juga tidak mau menaati Allah, dan hukuman akan menimpa mereka.
13:3 Orang yang berbuat baik tidak takut kepada alat negara, tetapi orang yang melakukan kejahatan, akan selalu merasa takut kepadanya. Jadi, jika Saudara tidak mau merasa takut, taatilah hukum supaya tidak mendapat kesulitan.
13:4 Alat negara diadakan oleh Allah untuk menolong Saudara. Tetapi, jika Saudara berbuat suatu kesalahan, Saudara patut merasa takut, sebab Saudara akan dihukumnya. Untuk tujuan itulah ia diadakan oleh Allah.
13:5 Jadi, taatilah hukum berdasarkan dua alasan: pertama, supaya tidak kena hukuman; dan kedua, karena Saudara wajib menaati hukum itu.
13:6 Dan bayarlah pajak berdasarkan kedua alasan yang sama. Sebab pegawai pemerintah harus digaji, supaya mereka dapat tetap menjalankan pekerjaan Allah, yaitu melayani Saudara.
13:7 Bayarlah kepada setiap orang apa yang patut diterimanya: bayarlah pajak dan cukai dengan senang hati, patuhilah atasan Saudara dan hormatilah mereka yang patut dihormati.
Jadi cukup jelas kalau melanggar peraturan pemerintah berarti dosa, hanya dengan membaca ayat2 ini.
GBU all,
ace
Ini ada article dari internet tentang dosa. Sorry, agak panjang!
[url]http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/059/[/url]
Dosa yang Membelenggu
Tidak dapat dipungkiri sebenarnya dosa selalu mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Namun kita seringkali kurang mengerti seberapa mengerikannya dosa, sampai kita jatuh dalam dosa dan harus menanggung akibat dan buah-buahnya. Yang lebih mengerikan lagi adalah bahwa akibat-akibat dosa itu tidak hanya kita tanggung satu kali saja tapi sering akan menghantui kita sepanjang hidup dan terus menerus menjerat hidup kita. Kemudian kita mulai menyesal dan bertanya-tanya "mengapa saya sulit melepaskan diri dari dosa tersebut padahal saya ingin sekali melepaskan kebiasaan dosa saya itu?" Mengapa bisa demikian? Artikel yang kami ambil dari buku yang berisi ceramah dari Pdt. Stephen Tong, yang berjudul "Dosa Keadilan dan Penghakiman", akan menolong kita mendapatkan jawabannya.
EMPAT RELASI UNIVERSAL DOSA
1. Dosa sebagai kuasa yang membelenggu.
Relasi yang pertama adalah relasi antara aku dengan aku, diriku dengan diriku. Hubungan ini dirusak oleh dosa karena di dalam dosa aku mendapatkan sesuatu kekuasaan yang mengikat, dimana aku tidak sadar itu dosa. Maka bagi diri, dosa merupakan suatu kuasa yang membelenggu aku, yang melawan kehendak Allah. Ini adalah relasi pertama yang dirusak. Pada saat sesuatu yang aku kerjakan membelenggu aku, tetapi tidak melawan kehendak Allah, itu bukan dosa.
Jadi pertama, dosa dimengerti di sini sebagai satu istilah yang saya sebut sebagai kuasa. Dosa bukan hanya dimengerti sebagai sesuatu kekuatan atau suatu kelakuan melainkan suatu kuasa yang membelenggu dan mengikat kita. Itu disebut dosa. Di dalam Surat Roma, Paulus mengatakan dengan jelas sekali, "Yang kuinginkan aku tak bisa melakukan, yang aku tak inginkan justru aku lakukan." Apa artinya? "Aku tidak mempunyai kebebasan." Karena di dalam diri ini ada sesuatu yang begitu berkuasa sehingga kebebasan diri dipengaruhi oleh kekuatan itu. Itu disebut dosa. Jadi dosa dimengerti sebagai suatu kuasa yang membelenggu dan menghancurkan kebebasan kita.
Barangsiapa sedang memakai kebebasan untuk berbuat segala sesuatu, menganggap bahwa dirinya adalah orang bebas, ia salah. Karena begitu kebebasan itu dipakai untuk pertama kali dan hak itu dipakai, langsung hak itu menjadi tuan untuk membelenggu Saudara. Misalnya, pada waktu Saudara ingin menjadi seorang perokok, pertama kali Saudara mengatakan, "Saya mau menjadi seorang perokok", Saudara seolah-olah bebas. Setelah Saudara merokok satu kali, dua kali, tiga kali, Saudara telah menjual kebebasan Saudara kepada kuasa rokok yang sedang membelenggu Saudara, dan tanpa disadari Saudara sudah kecanduan dan sulit melepaskan darinya. Demikian pula pada waktu Saudara mengatakan, "Saya bebas, saya mau pergi mencari pelacur", Saudara sedang mempergunakan kebebasan Saudara yang kelihatannya netral. Namun begitu Saudara menggunakan kebebasan itu, saat itu juga, Saudara sedang menjual kebebasan Saudara kepada ketidakbebasan yang sedang membelenggu Saudara. Seperti juga seorang yang berjalan, lalu berhenti di perempatan. Pada waktu ia memilih ke kanan, ia telah menjual kebebasan ke arah itu, dan tidak bisa lagi membuat keputusan yang lain. Maka di sini dosa dimengerti sebagai suatu kuasa yang membelenggu setelah Saudara menggunakan kebebasan yang pertama.
2. Dosa sebagai kelakuan yang merugikan.
Relasi kedua adalah relasi antara diriku dan orang lain. Di sini dosa dimengerti sebagai suatu kebebasan yang merugikan orang lain, baik sadar atau tidak sadar. Kelakuan dan dosa dimengerti selain sebagai kuasa kini juga dimengerti sebagai kelakuan, "an action", "behaviour", "conduct", "an expressed living style". Suatu cara hidup, kelakuan, perbuatan dan tindakan yang sudah merugikan orang lain. Ini dimengerti sebagai dosa. Perlu kita perhatikan bahwa baik istilah pertama: kuasa yang membelenggu, lalu istilah kedua: kelakuan yang merugikan, keduanya adalah merupakan pengertian yang diambil dari hukum negara.
3. Dosa sebagai alat pemersatu dengan setan.
Dosa juga dimengerti dari relasi universal yang ketiga. Diriku dengan setan yang tidak kelihatan. Justru karena setan tidak kelihatan, itu menunjukkan ia hebat. Kalau setan setiap hari membuat dirinya terlihat, ia kurang pandai. Kalau seorang maling berkata, "Berjaga-jagalah, nanti malam jam 2 saya datang," dia maling yang bodoh. Jika seorang tukang copet memasang tulisan besar di bajunya "Aku adalah tukang copet, hati-hati denganku," IQ nya rendah.
Setan begitu pintar sampai dia mengatakan, "Sebab tidak ada setan, maka tidak perlu takut kepada setan; sebab tidak ada setan, pasti juga tidak ada Allah." Maka akhirnya Saudara tidak percaya setan, juga tidak percaya Allah. Saudara sudah masuk ke dalam jerat setan.
Prof. Kurtkoch dari Stuttgart University mengatakan, "Orang Jerman segan, malu, tidak mau ke gereja karena mereka merasa modern. Tetapi justru pemimpin-pemimpin Jerman yang tertinggi yang biasanya tidak mau ke gereja, takut dipermalukan orang lain, takut dianggap terlalu ketinggalan, pada waktu menemukan kesulitan-kesulitan paling hebat di dalam menjalankan kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah, mereka selalu ke rumah dukun-dukun untuk mendapatkan petunjuk dari para dukun. Ini gejala yang aneh. Manusia yang percaya Tuhan seolah-olah ketinggalan jaman, tapi jika dalam keadaan krisis pergi mencari dukun, mereka tidak takut. Demikian juga banyak pendeta-pendeta seolah-olah mereka memimpin orang lain, tetapi pada waktu menghadapi kesulitan-kesulitan, mereka tidak bisa mengambil prinsip Alkitab untuk membereskan persoalan. Mereka pergi mencari psikiater-psikiater yang bukan Kristen.
Penipuan-penipuan seperti ini terus-menerus terjadi karena kita tidak percaya jawaban yang sesungguhnya adalah Firman Tuhan dan bagaimana mendapatkan jawaban melalui pimpinan Roh Kudus dan Firman dan prinsip yang benar. Hubungan aku dengan setan ditiadakan oleh setan dengan penipuan "tidak ada setan", sehingga karena Saudara kira tidak ada, Saudara tidak berjaga-jaga. Pada saat itu dia sedang mengaitkan diri dengan Saudara. Ini merupakan sesuatu alat yang mempersatukan manusia dengan setan.
Dosa dimengerti sebagai suatu kuasa, dosa juga dimengerti sebagai kelakuan dan dosa dimengerti sebagai suatu alat yang mempersatukan kita dengan setan. Dosa sedang menjadi suatu alat yang mengaitkan Saudara dengan dia, sehingga tanpa Saudara sadari, Saudara sedang bersatu dengan si jahat itu. Itulah sebabnya kalau membaca buku yang baik, Saudara tertidur, membaca buku porno, mata Saudara besar sekali. Itulah sebabnya kalau Saudara pergi ke gereja tidak ada waktu, tetapi kalau mencari pelacur waktunya banyak. Mengapa? Karena Saudara sedang dipersatukan dengan suatu alat. Alat yang mempersatukan itu disebut dosa. Dan Saudara tidak melihatnya karena penipuan ini merupakan suatu alat yang mempersatukan dengan oknum yang
menyangkal bahwa dia ada, itu dosa.
4. Dosa sebagai sikap melawan Allah.
Dosa dimengerti sebagai relasi universal keempat yaitu dosa merupakan sikap melawan Allah; antara manusia dengan Allah. Relasi ini seharusnya mempunyai poros sesuai dengan status asli yang ditetapkan oleh Tuhan, tetapi sekarang sudah dikacaubalaukan, diputarbalikkan. Yang utama menjadi tidak utama, yang tidak utama menjadi yang utama, yang mutlak menjadi tidak mutlak, yang tidak mutlak menjadi mutlak.
Sekarang manusia sudah berada dalam kekacauan, kerusakan di dalam seluruh relasi total seperti ini, sehingga manusia berani kepada Tuhan Allah. Terhadap Tuhan Allah manusia begitu keras, tapi terhadap setan begitu lembut. Pada saat diminta percaya kepada Tuhan Yesus atau diajak ke gereja, manusia selalu berdebat dengan begitu keras, menggunakan berbagai macam argumen, tetapi anehnya, ketika diajak ke pelacur, ia tidak memakai cara yang sama, ia tidak berdebat keras tentang apa pentingnya ke pelacur dan sebagainya. Waktu disuruh ke gereja, menjadi filsuf; waktu disuruh cari pelacur, langsung pergi. Saya tidak pernah menghargai orang semacam demikian. Itu disebut sebagai: dengan status tidak adil berusaha melawan Allah yang adil. Di dalam perlawanan inipun telah membuktikan secara lebih tegas bahwa dia sedang melayani dosa. Saya tidak mau melayani perdebatan seperti ini, meskipun saya tahu, saya cukup dan bisa menjatuhkan segala argumen yang mungkin dia keluarkan, tapi saya kira Firman dan kebenaran Allah jangan dilempar ke hadapan babi, mutiara jangan diberikan kepada anjing.
Dibandingkan dengan Saudara, mungkin saya lebih banyak bertemu dengan kaum intelektual. Saya sudah berkotbah kepada doktor-doktor, profesor-profesor, beratus-ratus orang termasuk yang tua-tua, yang senior di negara Atheis. Tidak ada pertanyaan yang begitu sulit yang tidak bisa dijawab oleh Firman Tuhan. Kalimat-kalimat ini tidak berhenti sebagai kalimat klise seperti banyak orang mengatakan, "Jesus is the answer, but I don't know what is the question." (Yesus adalah jawaban, tetapi saya tidak tahu apa pertanyaannya) Tidak! I know the question.
Dari umur 21 sampai umur 41, dalam waktu 20 tahun itu, saya sudah menjawab begitu banyak pertanyaan, tiap tahun kira-kira 6000 sampai 10000 pertanyaan, sebab dalam satu tahun itu kadang-kadang saya berkhotbah sampai 600 kali. I know what's going on. Saya tahu apa yang sedang terjadi. Saya tahu apa yang ditanyakan. Yang Saudara mau tanya, kira-kira sudah bisa saya tangkap. Dalam waktu 2 detik, setelah membaca pertanyaan, saya sudah harus menentukan tiga hal. Pertama: motivasinya. Kedua: asal pikirannya. Ketiga: jawabannya. Selesai membaca, saya langsung menjawab. Bukan karena kehebatan saya, tetapi karena Tuhan begitu mengasihani saya, memberi kesempatan begitu banyak. Jika Saudara mendapatkan kesempatan seperti saya, mungkin Saudara jauh lebih terampil daripada saya. Pertanyaan-pertanyaan dari pemuda/pemudi atau kaum intelektual tidak terlalu jauh berbeda. Banyak yang mau melawan, kenapa begini, kenapa begitu. Manusia mengira waktu ia bertanya, Tuhan langsung jatuh. Tuhan akan berkata, "Silakan bertanya terus, nanti setelah selesai, Aku akan bertanya satu kali, maka engkau langsung jatuh." Tuhan tidak mau berdebat.
Mengapa Saudara tidak memakai cara dan metode yang sama untuk melawan setan? Kenapa dengan setan Saudara begitu mudah pergi berjudi, pergi melacur, pergi berbuat dosa, pergi menerima segala ajaran yang salah. Saudara begitu mudah menyerahkan diri Saudara untuk itu, tetapi mengapa menerima Firman Tuhan begitu sulit? Saudara tidak mau. Bukan saja tidak mau, bahkan banyak pemimpin-pemimpin gereja pun tidak bisa menerima dengan baik, mereka hanya mau menggunakan untuk mempertahankan harga diri saja, supaya jangan dikritik.
Inilah 4 relasi universal dari dosa yang kita lihat.
BIMBINGAN ALKITABIAH
BUAH-BUAH DOSA
Setiap perbuatan dosa selalu diikuti oleh akibat-akibatnya. Di dalam Alkitab Allah sudah memberikan kepada kita apa saja akibat dari dosa. Berikut ini ayat-ayat yang terdapat dalam Alkitab yang menyatakan akibat-akibat dari dosa.
Perjanjian Lama:
Kejadian 3:7-24; 4:11-14; 6:5-7
Ulangan 29:18
Ayub 4:8; 5:2; 13:26; 20:11
Mazmur 5:10; 9:15-16; 10:2; 94:23; 141:10
Amsal 1:31; 3:35; 5:22-23; 8:36; 10:24,29-31;
Amsal 11:5-7,18-19,27,29; 12:13-14,21,26; 13:5,15; 22:8;
Amsal 27:8; 28:1; 29:6; 30:20
Yesaya 3:9,11; 9:18; 14:21; 50:11; 57:20-21
Yeremia 2:17,19; 4:18; 5:25; 7:19; 14:16; 21:14
Yehezkiel 11:21; 23:31-35
Hosea 8:7; 10:13; 12:14; 13:9
Mikha 7:13
Perjanjian Baru:
Markus 7:21-23
Kisah Para Rasul 9:5
Roma 5:12-21; 7:5
1Korintus 3:3; 6:9-11
Galatia 5:19-21; 6:7
1Petrus 4:3
PENYESALAN: MENOLONG ATAU MENGHAMBAT?
Coba perhatikan pernyataan yang tidak umum ini: Penyesalan tidak seluruhnya buruk.
Pada zaman kita ini ketika orang didorong untuk merasa senang, tidak peduli apa pun yang terjadi, penyesalan dipandang sebagai satu emosi yang negatif, satu halangan bagi mental yang sehat, satu beban yang harus dibuang.
Susahnya adalah penyesalan merupakan akibat perbuatan yang salah. Demikianlah Allah menciptakan kita. Saya ingat beberapa waktu yang lalu ketika mengucapkan kata-kata tajam dalam satu percakapan-- pilihan kata-kata itu baik sekali, tetapi mengandung sengat. Perkataan itu melukai hati orang lain dan saya menyesal telah mengatakannya. Seharusnya saya tidak berkata sepedas itu dan bersikap lebih baik lagi.
Penyesalanlah yang mendorong saya untuk meminta maaf pada orang yang terluka hatinya. Penyesalanlah yang mendorong saya untuk mengakuinya kepada Tuhan. Penyesalan yang mendorong saya untuk menjaga lidah ini dengan lebih seksama pada masa yang akan datang.
Jikalau saya menolak untuk menghadapi rasa penyesalan, maka saya tidak dapat hidup terus sebagai orang Kristen.
Dalam sebuah buku yang berjudul, "Another Chance: How God Overrides Our Big Mistakes", saya menguraikan secara ringkas empat tahap dalam menghadapi dosa:
1. Pertama-tama kepercayaan diri timbul kembali, dengan pengertian Allah dapat melakukan sesuatu dalam keadaan yang buruk ini.
2. Kemudian timbul keinginan untuk menghadapi kesalahan itu. Apa yang terjadi tidak dapat dilupakan, disembunyikan dalam tumpukan kayu, atau di bawah karpet ataupun di tempat lainnya. Kita tetap bertanggung jawab.
3. Berikutnya, tibalah saatnya untuk mengaku -- mengutarakan kesalahan itu. Biasanya kita enggan untuk membicarakan dan melakukan hal ini. Tetapi kita harus berbuat demikian. Kita harus mengatakan hal yang sama yang Tuhan katakan -- bahwa hal yang terjadi itu melanggar perintah-Nya.
4. Akhirnya, kita dapat bergerak maju kepada hal-hal yang baru, harga diri yang diperbaharui, masa depan yang terbuka. Kita bisa tersenyum lagi sebab kita telah diampuni dan diperbaharui oleh Dia yang kasih setia-Nya itu untuk selama-lamanya.
Penyesalan adalah kekuatan pendorong, yang mendesak kita untuk masuk ke tahap yang kedua. Ini merupakan satu bagian yang penting dalam proses ini.
Akan tetapi, kita tidak boleh berhenti pada tahap kedua ini. Beberapa orang Kristen mengalami kesulitan untuk maju ke tahap yang berikutnya. Berulang-ulang mereka membangkitkan kembali dosa-dosa masa lalu, membesarkan, dan memutarbalikkan ceritanya. Allah tidak bermaksud demikian.
Setelah kita menyelesaikan tahap pengakuan ini, "sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus," (Roma 8:1), karena "Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu." Penulis yang sama, Paulus, menulis kepada jemaat di Galatia, "Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan" (Galatia 5:1).
Paulus menuliskan hal-hal di atas dari pengalaman pribadinya tentang penyesalan. Masa lalu Paulus mungkin akan membuat seorang ahli penyakit jiwa sibuk selama bertahun-tahun. Sewaktu-waktu Paulus dapat menutup matanya dan melihat dirinya sedang menjaga setumpukan jubah, sedangkan hanya beberapa meter saja dari tempatnya ia melihat Stefanus sedang dilempari dengan batu. Malah ia bisa mengingat sejumlah penggerebekan pada tengah malam terhadap keluarga-keluarga Kristen - mendobrak pintu, menyentak para suami, istri dan anak-anak dari tempat tidur mereka, dan menggiring mereka ke penjara. Ia telah menteror seluruh daerah mulai dari Yerusalem sampai Damaskus, sehingga tidak ada satu orang Kristen pun yang tidak gemetar ketika mendengar namanya disebutkan.
Bagaimana ia dapat mengatasi rasa bersalah itu? Penyesalan? Mimpi yang mengerikan?
Kepada gereja di Filipi ia menulis, "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus" (Filipi 3:12-14).
Seorang penasihat rohani di Akron, Ohio yang juga seorang mantan pendeta, Dr. Richard Dobbins, bercerita tentang seorang wanita yang berumur empat puluhan yang datang kepadanya. Sepanjang dua kunjungan, Evelyn (bukan nama sebenarnya), berbicara secara umum mengenai persoalan dan hidupnya, tetapi pada kunjungannya yang ketiga kebenaran pun timbul. Pada waktu berumur belasan tahun ia telah hamil dan telah menikah dengan pimpinan kelompok pemuda di gereja mereka tiga bulan sebelum anak mereka lahir.
Yang mengherankan ialah mereka tetap tinggal di daerah yang sama selama tahun-tahun itu dan hidup baik-baik sehingga akhirnya orang melupakan perbuatan yang tercela itu. Mereka pun masih terus menjadi anggota gereja yang sama. Tetapi Evelyn selalu ragu-ragu apakah suaminya sungguh-sungguh mencintainya atau telah mengawininya karena merasa berkewajiban berbuat itu. Suaminya mengatakan bahwa ia mengasihinya, ia seorang suami yang baik, tetapi toh ....
Sekarang terjadi suatu komplikasi yang menakutkan. Sahabat baiknya di SMA, yang mengetahui seluruh persoalannya, segera setelah kejadian itu pindah ke kota lain - tetapi sekarang ia akan kembali lagi ke kota itu. Dalam pikiran Evelyn, waktu dan keadaan seakan-akan tetap sama saja. Ia dan sahabatnya itu menjadi remaja kembali, dan hanya beberapa minggu saja kisah ini akan tersebar lagi ke seluruh kota.
Di kantor Dr. Dobbins ia mulai menangis tersedu-sedu. Dengan tenang Dr. Dobbins berkata, "Evelyn, sudahkah engkau memohon Tuhan mengampunimu?"
"Apa?" ia menjawab dengan air mata membasahinya. "Sudahkah aku meminta pengampunan Tuhan? Seratus kali!"
"Baiklah, sekarang percayakah engkau bahwa Ia telah mengampuni hal ini?"
"O, ya tapi bukan itu yang menjadi masalah. Masalahnya adalah bagaimana saya bisa mengampuni diri saya sendiri?"
Dobbins berdiam diri beberapa saat. Kemudian ia berkata, "Katakan padaku, apakah kau lebih suci daripada Allah?" Dobbins berhenti. "Haruskah Allah mengorbankan Anak-Nya lagi di salib demi hati nuranimu?"
Ia berhenti sebentar, kemudian melanjutkan, "Jika kematian Kristus cukup baik untuk memberi pengampunanmu di hadapan Allah, apakah itu tidak cukup baik untukmu?"
Evelyn tidak bisa berbicara. Kebenaran itu mulai meresap ke dalam rohnya. Selama sepuluh menit ia tidak bisa apa-apa kecuali menangis. Akhirnya ia mengangkat kepalanya, dan damai terbayang di wajahnya. Mereka berdoa bersama-sama, lalu Evelyn berkata, "Inilah pertama kali dalam waktu lebih dari dua puluh tahun saya tidak merasa terhukum."
Yesus telah mati agar umat Tuhan tidak berpegang terus pada rasa bersalah dan penyesalannya. Itulah sebabnya 1Yohanes 1:9 menjanjikan, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."
Copyright(c) 2004 oleh YLSA
Menurutku, segala sesuatu kembali ke masalah iman. Kalo hati nurani bilang itu dosa, maka itu dosa. Jadi, hal yang abu2 yg tidak tertulis di alkitab, kita bisa berpedoman pada hati nurani. Orang kristen yg lahir baru, hati nuraninya sudah diperbaruhi. Semakin mereka dekat dengan Tuhan, semakin mereka peka mana yang benar dan mana yg tidak benar.
Yesus udah kasih tahu:
Joh 16:12 Masih banyak yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya .
Joh 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran ; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Paulus jg mengajarkan, segala sesuatu itu "halal" (maksudnya, hal2 yg memang tidak ditentang oleh Firman Tuhan), tetapi tidak semuanya berguna.
Paulus jg mengajarkan, jangan lakukan sesuatu jika saudaramu terdapat keberatan2 hati nurani. Jadi kalo kamu masuk ke kalangan orang yg ga suka dengerin MP3 bajakan, jangan nekat masuk ke kalangan mereka sambil dengerin MP3 dan bersaksi ttg Yesus. Itu ngga akan acceptable. Jadi kita musti berhikmat.
Tentang hati nurani, Alkitab bilang: segala sesuatu yg dilakukan tanpa iman itu dosa. Jadi kalo hati nurani kita "mengajarkan" bahwa napster, mp3 bajakan, dll, itu dosa, yah berarti dosa.
Kalo kita merasa enteng2 aja, ngga ada keberatan hati nurani, yah oke2 aja sih... hehehe.. lagian, aku sendiri masih sering beli software2 dari Microsoft yg bajakan (yg asli mahal cing), dan 100% dari CD game koleksi saya semuanya bajakan.. .. Semoga gak ada yg gugur imannya karena pernyataan saya. Amin!
Gw rasa ttg mentaati peraturan pemerintah (termasuk bayar pajak) ada di Holy Bible di Roma 13: 1-7
Gw quote ayatnya satu persatu berdasarkan ayat2 dr Alkitab bahasa sehari2 dari Kalam Kudus
[url]http://www.sabda.org/alkitab/fayh/?kitab=45&pasal=13[/url]
ROMA
13:1 TAATILAH pemerintah, sebab Allahlah yang telah menetapkannya. Di manapun juga tidak ada pemerintah yang tidak memperoleh wewenang dari Allah.
13:2 Jadi, mereka yang tidak mau menaati hukum-hukum negara, berarti juga tidak mau menaati Allah, dan hukuman akan menimpa mereka.
13:3 Orang yang berbuat baik tidak takut kepada alat negara, tetapi orang yang melakukan kejahatan, akan selalu merasa takut kepadanya. Jadi, jika Saudara tidak mau merasa takut, taatilah hukum supaya tidak mendapat kesulitan.
13:4 Alat negara diadakan oleh Allah untuk menolong Saudara. Tetapi, jika Saudara berbuat suatu kesalahan, Saudara patut merasa takut, sebab Saudara akan dihukumnya. Untuk tujuan itulah ia diadakan oleh Allah.
13:5 Jadi, taatilah hukum berdasarkan dua alasan: pertama, supaya tidak kena hukuman; dan kedua, karena Saudara wajib menaati hukum itu.
13:6 Dan bayarlah pajak berdasarkan kedua alasan yang sama. Sebab pegawai pemerintah harus digaji, supaya mereka dapat tetap menjalankan pekerjaan Allah, yaitu melayani Saudara.
13:7 Bayarlah kepada setiap orang apa yang patut diterimanya: bayarlah pajak dan cukai dengan senang hati, patuhilah atasan Saudara dan hormatilah mereka yang patut dihormati.
Jadi cukup jelas kalau melanggar peraturan pemerintah berarti dosa, hanya dengan membaca ayat2 ini.
GBU all,
ace
Ini ada article dari internet tentang dosa. Sorry, agak panjang!
[url]http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/059/[/url]
Dosa yang Membelenggu
Tidak dapat dipungkiri sebenarnya dosa selalu mempengaruhi kehidupan kita sehari-hari. Namun kita seringkali kurang mengerti seberapa mengerikannya dosa, sampai kita jatuh dalam dosa dan harus menanggung akibat dan buah-buahnya. Yang lebih mengerikan lagi adalah bahwa akibat-akibat dosa itu tidak hanya kita tanggung satu kali saja tapi sering akan menghantui kita sepanjang hidup dan terus menerus menjerat hidup kita. Kemudian kita mulai menyesal dan bertanya-tanya "mengapa saya sulit melepaskan diri dari dosa tersebut padahal saya ingin sekali melepaskan kebiasaan dosa saya itu?" Mengapa bisa demikian? Artikel yang kami ambil dari buku yang berisi ceramah dari Pdt. Stephen Tong, yang berjudul "Dosa Keadilan dan Penghakiman", akan menolong kita mendapatkan jawabannya.
EMPAT RELASI UNIVERSAL DOSA
1. Dosa sebagai kuasa yang membelenggu.
Relasi yang pertama adalah relasi antara aku dengan aku, diriku dengan diriku. Hubungan ini dirusak oleh dosa karena di dalam dosa aku mendapatkan sesuatu kekuasaan yang mengikat, dimana aku tidak sadar itu dosa. Maka bagi diri, dosa merupakan suatu kuasa yang membelenggu aku, yang melawan kehendak Allah. Ini adalah relasi pertama yang dirusak. Pada saat sesuatu yang aku kerjakan membelenggu aku, tetapi tidak melawan kehendak Allah, itu bukan dosa.
Jadi pertama, dosa dimengerti di sini sebagai satu istilah yang saya sebut sebagai kuasa. Dosa bukan hanya dimengerti sebagai sesuatu kekuatan atau suatu kelakuan melainkan suatu kuasa yang membelenggu dan mengikat kita. Itu disebut dosa. Di dalam Surat Roma, Paulus mengatakan dengan jelas sekali, "Yang kuinginkan aku tak bisa melakukan, yang aku tak inginkan justru aku lakukan." Apa artinya? "Aku tidak mempunyai kebebasan." Karena di dalam diri ini ada sesuatu yang begitu berkuasa sehingga kebebasan diri dipengaruhi oleh kekuatan itu. Itu disebut dosa. Jadi dosa dimengerti sebagai suatu kuasa yang membelenggu dan menghancurkan kebebasan kita.
Barangsiapa sedang memakai kebebasan untuk berbuat segala sesuatu, menganggap bahwa dirinya adalah orang bebas, ia salah. Karena begitu kebebasan itu dipakai untuk pertama kali dan hak itu dipakai, langsung hak itu menjadi tuan untuk membelenggu Saudara. Misalnya, pada waktu Saudara ingin menjadi seorang perokok, pertama kali Saudara mengatakan, "Saya mau menjadi seorang perokok", Saudara seolah-olah bebas. Setelah Saudara merokok satu kali, dua kali, tiga kali, Saudara telah menjual kebebasan Saudara kepada kuasa rokok yang sedang membelenggu Saudara, dan tanpa disadari Saudara sudah kecanduan dan sulit melepaskan darinya. Demikian pula pada waktu Saudara mengatakan, "Saya bebas, saya mau pergi mencari pelacur", Saudara sedang mempergunakan kebebasan Saudara yang kelihatannya netral. Namun begitu Saudara menggunakan kebebasan itu, saat itu juga, Saudara sedang menjual kebebasan Saudara kepada ketidakbebasan yang sedang membelenggu Saudara. Seperti juga seorang yang berjalan, lalu berhenti di perempatan. Pada waktu ia memilih ke kanan, ia telah menjual kebebasan ke arah itu, dan tidak bisa lagi membuat keputusan yang lain. Maka di sini dosa dimengerti sebagai suatu kuasa yang membelenggu setelah Saudara menggunakan kebebasan yang pertama.
2. Dosa sebagai kelakuan yang merugikan.
Relasi kedua adalah relasi antara diriku dan orang lain. Di sini dosa dimengerti sebagai suatu kebebasan yang merugikan orang lain, baik sadar atau tidak sadar. Kelakuan dan dosa dimengerti selain sebagai kuasa kini juga dimengerti sebagai kelakuan, "an action", "behaviour", "conduct", "an expressed living style". Suatu cara hidup, kelakuan, perbuatan dan tindakan yang sudah merugikan orang lain. Ini dimengerti sebagai dosa. Perlu kita perhatikan bahwa baik istilah pertama: kuasa yang membelenggu, lalu istilah kedua: kelakuan yang merugikan, keduanya adalah merupakan pengertian yang diambil dari hukum negara.
3. Dosa sebagai alat pemersatu dengan setan.
Dosa juga dimengerti dari relasi universal yang ketiga. Diriku dengan setan yang tidak kelihatan. Justru karena setan tidak kelihatan, itu menunjukkan ia hebat. Kalau setan setiap hari membuat dirinya terlihat, ia kurang pandai. Kalau seorang maling berkata, "Berjaga-jagalah, nanti malam jam 2 saya datang," dia maling yang bodoh. Jika seorang tukang copet memasang tulisan besar di bajunya "Aku adalah tukang copet, hati-hati denganku," IQ nya rendah.
Setan begitu pintar sampai dia mengatakan, "Sebab tidak ada setan, maka tidak perlu takut kepada setan; sebab tidak ada setan, pasti juga tidak ada Allah." Maka akhirnya Saudara tidak percaya setan, juga tidak percaya Allah. Saudara sudah masuk ke dalam jerat setan.
Prof. Kurtkoch dari Stuttgart University mengatakan, "Orang Jerman segan, malu, tidak mau ke gereja karena mereka merasa modern. Tetapi justru pemimpin-pemimpin Jerman yang tertinggi yang biasanya tidak mau ke gereja, takut dipermalukan orang lain, takut dianggap terlalu ketinggalan, pada waktu menemukan kesulitan-kesulitan paling hebat di dalam menjalankan kebijaksanaan-kebijaksanaan pemerintah, mereka selalu ke rumah dukun-dukun untuk mendapatkan petunjuk dari para dukun. Ini gejala yang aneh. Manusia yang percaya Tuhan seolah-olah ketinggalan jaman, tapi jika dalam keadaan krisis pergi mencari dukun, mereka tidak takut. Demikian juga banyak pendeta-pendeta seolah-olah mereka memimpin orang lain, tetapi pada waktu menghadapi kesulitan-kesulitan, mereka tidak bisa mengambil prinsip Alkitab untuk membereskan persoalan. Mereka pergi mencari psikiater-psikiater yang bukan Kristen.
Penipuan-penipuan seperti ini terus-menerus terjadi karena kita tidak percaya jawaban yang sesungguhnya adalah Firman Tuhan dan bagaimana mendapatkan jawaban melalui pimpinan Roh Kudus dan Firman dan prinsip yang benar. Hubungan aku dengan setan ditiadakan oleh setan dengan penipuan "tidak ada setan", sehingga karena Saudara kira tidak ada, Saudara tidak berjaga-jaga. Pada saat itu dia sedang mengaitkan diri dengan Saudara. Ini merupakan sesuatu alat yang mempersatukan manusia dengan setan.
Dosa dimengerti sebagai suatu kuasa, dosa juga dimengerti sebagai kelakuan dan dosa dimengerti sebagai suatu alat yang mempersatukan kita dengan setan. Dosa sedang menjadi suatu alat yang mengaitkan Saudara dengan dia, sehingga tanpa Saudara sadari, Saudara sedang bersatu dengan si jahat itu. Itulah sebabnya kalau membaca buku yang baik, Saudara tertidur, membaca buku porno, mata Saudara besar sekali. Itulah sebabnya kalau Saudara pergi ke gereja tidak ada waktu, tetapi kalau mencari pelacur waktunya banyak. Mengapa? Karena Saudara sedang dipersatukan dengan suatu alat. Alat yang mempersatukan itu disebut dosa. Dan Saudara tidak melihatnya karena penipuan ini merupakan suatu alat yang mempersatukan dengan oknum yang
menyangkal bahwa dia ada, itu dosa.
4. Dosa sebagai sikap melawan Allah.
Dosa dimengerti sebagai relasi universal keempat yaitu dosa merupakan sikap melawan Allah; antara manusia dengan Allah. Relasi ini seharusnya mempunyai poros sesuai dengan status asli yang ditetapkan oleh Tuhan, tetapi sekarang sudah dikacaubalaukan, diputarbalikkan. Yang utama menjadi tidak utama, yang tidak utama menjadi yang utama, yang mutlak menjadi tidak mutlak, yang tidak mutlak menjadi mutlak.
Sekarang manusia sudah berada dalam kekacauan, kerusakan di dalam seluruh relasi total seperti ini, sehingga manusia berani kepada Tuhan Allah. Terhadap Tuhan Allah manusia begitu keras, tapi terhadap setan begitu lembut. Pada saat diminta percaya kepada Tuhan Yesus atau diajak ke gereja, manusia selalu berdebat dengan begitu keras, menggunakan berbagai macam argumen, tetapi anehnya, ketika diajak ke pelacur, ia tidak memakai cara yang sama, ia tidak berdebat keras tentang apa pentingnya ke pelacur dan sebagainya. Waktu disuruh ke gereja, menjadi filsuf; waktu disuruh cari pelacur, langsung pergi. Saya tidak pernah menghargai orang semacam demikian. Itu disebut sebagai: dengan status tidak adil berusaha melawan Allah yang adil. Di dalam perlawanan inipun telah membuktikan secara lebih tegas bahwa dia sedang melayani dosa. Saya tidak mau melayani perdebatan seperti ini, meskipun saya tahu, saya cukup dan bisa menjatuhkan segala argumen yang mungkin dia keluarkan, tapi saya kira Firman dan kebenaran Allah jangan dilempar ke hadapan babi, mutiara jangan diberikan kepada anjing.
Dibandingkan dengan Saudara, mungkin saya lebih banyak bertemu dengan kaum intelektual. Saya sudah berkotbah kepada doktor-doktor, profesor-profesor, beratus-ratus orang termasuk yang tua-tua, yang senior di negara Atheis. Tidak ada pertanyaan yang begitu sulit yang tidak bisa dijawab oleh Firman Tuhan. Kalimat-kalimat ini tidak berhenti sebagai kalimat klise seperti banyak orang mengatakan, "Jesus is the answer, but I don't know what is the question." (Yesus adalah jawaban, tetapi saya tidak tahu apa pertanyaannya) Tidak! I know the question.
Dari umur 21 sampai umur 41, dalam waktu 20 tahun itu, saya sudah menjawab begitu banyak pertanyaan, tiap tahun kira-kira 6000 sampai 10000 pertanyaan, sebab dalam satu tahun itu kadang-kadang saya berkhotbah sampai 600 kali. I know what's going on. Saya tahu apa yang sedang terjadi. Saya tahu apa yang ditanyakan. Yang Saudara mau tanya, kira-kira sudah bisa saya tangkap. Dalam waktu 2 detik, setelah membaca pertanyaan, saya sudah harus menentukan tiga hal. Pertama: motivasinya. Kedua: asal pikirannya. Ketiga: jawabannya. Selesai membaca, saya langsung menjawab. Bukan karena kehebatan saya, tetapi karena Tuhan begitu mengasihani saya, memberi kesempatan begitu banyak. Jika Saudara mendapatkan kesempatan seperti saya, mungkin Saudara jauh lebih terampil daripada saya. Pertanyaan-pertanyaan dari pemuda/pemudi atau kaum intelektual tidak terlalu jauh berbeda. Banyak yang mau melawan, kenapa begini, kenapa begitu. Manusia mengira waktu ia bertanya, Tuhan langsung jatuh. Tuhan akan berkata, "Silakan bertanya terus, nanti setelah selesai, Aku akan bertanya satu kali, maka engkau langsung jatuh." Tuhan tidak mau berdebat.
Mengapa Saudara tidak memakai cara dan metode yang sama untuk melawan setan? Kenapa dengan setan Saudara begitu mudah pergi berjudi, pergi melacur, pergi berbuat dosa, pergi menerima segala ajaran yang salah. Saudara begitu mudah menyerahkan diri Saudara untuk itu, tetapi mengapa menerima Firman Tuhan begitu sulit? Saudara tidak mau. Bukan saja tidak mau, bahkan banyak pemimpin-pemimpin gereja pun tidak bisa menerima dengan baik, mereka hanya mau menggunakan untuk mempertahankan harga diri saja, supaya jangan dikritik.
Inilah 4 relasi universal dari dosa yang kita lihat.
BIMBINGAN ALKITABIAH
BUAH-BUAH DOSA
Setiap perbuatan dosa selalu diikuti oleh akibat-akibatnya. Di dalam Alkitab Allah sudah memberikan kepada kita apa saja akibat dari dosa. Berikut ini ayat-ayat yang terdapat dalam Alkitab yang menyatakan akibat-akibat dari dosa.
Perjanjian Lama:
Kejadian 3:7-24; 4:11-14; 6:5-7
Ulangan 29:18
Ayub 4:8; 5:2; 13:26; 20:11
Mazmur 5:10; 9:15-16; 10:2; 94:23; 141:10
Amsal 1:31; 3:35; 5:22-23; 8:36; 10:24,29-31;
Amsal 11:5-7,18-19,27,29; 12:13-14,21,26; 13:5,15; 22:8;
Amsal 27:8; 28:1; 29:6; 30:20
Yesaya 3:9,11; 9:18; 14:21; 50:11; 57:20-21
Yeremia 2:17,19; 4:18; 5:25; 7:19; 14:16; 21:14
Yehezkiel 11:21; 23:31-35
Hosea 8:7; 10:13; 12:14; 13:9
Mikha 7:13
Perjanjian Baru:
Markus 7:21-23
Kisah Para Rasul 9:5
Roma 5:12-21; 7:5
1Korintus 3:3; 6:9-11
Galatia 5:19-21; 6:7
1Petrus 4:3
PENYESALAN: MENOLONG ATAU MENGHAMBAT?
Coba perhatikan pernyataan yang tidak umum ini: Penyesalan tidak seluruhnya buruk.
Pada zaman kita ini ketika orang didorong untuk merasa senang, tidak peduli apa pun yang terjadi, penyesalan dipandang sebagai satu emosi yang negatif, satu halangan bagi mental yang sehat, satu beban yang harus dibuang.
Susahnya adalah penyesalan merupakan akibat perbuatan yang salah. Demikianlah Allah menciptakan kita. Saya ingat beberapa waktu yang lalu ketika mengucapkan kata-kata tajam dalam satu percakapan-- pilihan kata-kata itu baik sekali, tetapi mengandung sengat. Perkataan itu melukai hati orang lain dan saya menyesal telah mengatakannya. Seharusnya saya tidak berkata sepedas itu dan bersikap lebih baik lagi.
Penyesalanlah yang mendorong saya untuk meminta maaf pada orang yang terluka hatinya. Penyesalanlah yang mendorong saya untuk mengakuinya kepada Tuhan. Penyesalan yang mendorong saya untuk menjaga lidah ini dengan lebih seksama pada masa yang akan datang.
Jikalau saya menolak untuk menghadapi rasa penyesalan, maka saya tidak dapat hidup terus sebagai orang Kristen.
Dalam sebuah buku yang berjudul, "Another Chance: How God Overrides Our Big Mistakes", saya menguraikan secara ringkas empat tahap dalam menghadapi dosa:
1. Pertama-tama kepercayaan diri timbul kembali, dengan pengertian Allah dapat melakukan sesuatu dalam keadaan yang buruk ini.
2. Kemudian timbul keinginan untuk menghadapi kesalahan itu. Apa yang terjadi tidak dapat dilupakan, disembunyikan dalam tumpukan kayu, atau di bawah karpet ataupun di tempat lainnya. Kita tetap bertanggung jawab.
3. Berikutnya, tibalah saatnya untuk mengaku -- mengutarakan kesalahan itu. Biasanya kita enggan untuk membicarakan dan melakukan hal ini. Tetapi kita harus berbuat demikian. Kita harus mengatakan hal yang sama yang Tuhan katakan -- bahwa hal yang terjadi itu melanggar perintah-Nya.
4. Akhirnya, kita dapat bergerak maju kepada hal-hal yang baru, harga diri yang diperbaharui, masa depan yang terbuka. Kita bisa tersenyum lagi sebab kita telah diampuni dan diperbaharui oleh Dia yang kasih setia-Nya itu untuk selama-lamanya.
Penyesalan adalah kekuatan pendorong, yang mendesak kita untuk masuk ke tahap yang kedua. Ini merupakan satu bagian yang penting dalam proses ini.
Akan tetapi, kita tidak boleh berhenti pada tahap kedua ini. Beberapa orang Kristen mengalami kesulitan untuk maju ke tahap yang berikutnya. Berulang-ulang mereka membangkitkan kembali dosa-dosa masa lalu, membesarkan, dan memutarbalikkan ceritanya. Allah tidak bermaksud demikian.
Setelah kita menyelesaikan tahap pengakuan ini, "sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus," (Roma 8:1), karena "Roh yang memberi hidup telah memerdekakan kamu." Penulis yang sama, Paulus, menulis kepada jemaat di Galatia, "Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan" (Galatia 5:1).
Paulus menuliskan hal-hal di atas dari pengalaman pribadinya tentang penyesalan. Masa lalu Paulus mungkin akan membuat seorang ahli penyakit jiwa sibuk selama bertahun-tahun. Sewaktu-waktu Paulus dapat menutup matanya dan melihat dirinya sedang menjaga setumpukan jubah, sedangkan hanya beberapa meter saja dari tempatnya ia melihat Stefanus sedang dilempari dengan batu. Malah ia bisa mengingat sejumlah penggerebekan pada tengah malam terhadap keluarga-keluarga Kristen - mendobrak pintu, menyentak para suami, istri dan anak-anak dari tempat tidur mereka, dan menggiring mereka ke penjara. Ia telah menteror seluruh daerah mulai dari Yerusalem sampai Damaskus, sehingga tidak ada satu orang Kristen pun yang tidak gemetar ketika mendengar namanya disebutkan.
Bagaimana ia dapat mengatasi rasa bersalah itu? Penyesalan? Mimpi yang mengerikan?
Kepada gereja di Filipi ia menulis, "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus" (Filipi 3:12-14).
Seorang penasihat rohani di Akron, Ohio yang juga seorang mantan pendeta, Dr. Richard Dobbins, bercerita tentang seorang wanita yang berumur empat puluhan yang datang kepadanya. Sepanjang dua kunjungan, Evelyn (bukan nama sebenarnya), berbicara secara umum mengenai persoalan dan hidupnya, tetapi pada kunjungannya yang ketiga kebenaran pun timbul. Pada waktu berumur belasan tahun ia telah hamil dan telah menikah dengan pimpinan kelompok pemuda di gereja mereka tiga bulan sebelum anak mereka lahir.
Yang mengherankan ialah mereka tetap tinggal di daerah yang sama selama tahun-tahun itu dan hidup baik-baik sehingga akhirnya orang melupakan perbuatan yang tercela itu. Mereka pun masih terus menjadi anggota gereja yang sama. Tetapi Evelyn selalu ragu-ragu apakah suaminya sungguh-sungguh mencintainya atau telah mengawininya karena merasa berkewajiban berbuat itu. Suaminya mengatakan bahwa ia mengasihinya, ia seorang suami yang baik, tetapi toh ....
Sekarang terjadi suatu komplikasi yang menakutkan. Sahabat baiknya di SMA, yang mengetahui seluruh persoalannya, segera setelah kejadian itu pindah ke kota lain - tetapi sekarang ia akan kembali lagi ke kota itu. Dalam pikiran Evelyn, waktu dan keadaan seakan-akan tetap sama saja. Ia dan sahabatnya itu menjadi remaja kembali, dan hanya beberapa minggu saja kisah ini akan tersebar lagi ke seluruh kota.
Di kantor Dr. Dobbins ia mulai menangis tersedu-sedu. Dengan tenang Dr. Dobbins berkata, "Evelyn, sudahkah engkau memohon Tuhan mengampunimu?"
"Apa?" ia menjawab dengan air mata membasahinya. "Sudahkah aku meminta pengampunan Tuhan? Seratus kali!"
"Baiklah, sekarang percayakah engkau bahwa Ia telah mengampuni hal ini?"
"O, ya tapi bukan itu yang menjadi masalah. Masalahnya adalah bagaimana saya bisa mengampuni diri saya sendiri?"
Dobbins berdiam diri beberapa saat. Kemudian ia berkata, "Katakan padaku, apakah kau lebih suci daripada Allah?" Dobbins berhenti. "Haruskah Allah mengorbankan Anak-Nya lagi di salib demi hati nuranimu?"
Ia berhenti sebentar, kemudian melanjutkan, "Jika kematian Kristus cukup baik untuk memberi pengampunanmu di hadapan Allah, apakah itu tidak cukup baik untukmu?"
Evelyn tidak bisa berbicara. Kebenaran itu mulai meresap ke dalam rohnya. Selama sepuluh menit ia tidak bisa apa-apa kecuali menangis. Akhirnya ia mengangkat kepalanya, dan damai terbayang di wajahnya. Mereka berdoa bersama-sama, lalu Evelyn berkata, "Inilah pertama kali dalam waktu lebih dari dua puluh tahun saya tidak merasa terhukum."
Yesus telah mati agar umat Tuhan tidak berpegang terus pada rasa bersalah dan penyesalannya. Itulah sebabnya 1Yohanes 1:9 menjanjikan, "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."
Copyright(c) 2004 oleh YLSA
Menurutku, segala sesuatu kembali ke masalah iman. Kalo hati nurani bilang itu dosa, maka itu dosa. Jadi, hal yang abu2 yg tidak tertulis di alkitab, kita bisa berpedoman pada hati nurani. Orang kristen yg lahir baru, hati nuraninya sudah diperbaruhi. Semakin mereka dekat dengan Tuhan, semakin mereka peka mana yang benar dan mana yg tidak benar.
Yesus udah kasih tahu:
Joh 16:12 Masih banyak yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya .
Joh 16:13 Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran ; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.
Paulus jg mengajarkan, segala sesuatu itu "halal" (maksudnya, hal2 yg memang tidak ditentang oleh Firman Tuhan), tetapi tidak semuanya berguna.
Paulus jg mengajarkan, jangan lakukan sesuatu jika saudaramu terdapat keberatan2 hati nurani. Jadi kalo kamu masuk ke kalangan orang yg ga suka dengerin MP3 bajakan, jangan nekat masuk ke kalangan mereka sambil dengerin MP3 dan bersaksi ttg Yesus. Itu ngga akan acceptable. Jadi kita musti berhikmat.
Tentang hati nurani, Alkitab bilang: segala sesuatu yg dilakukan tanpa iman itu dosa. Jadi kalo hati nurani kita "mengajarkan" bahwa napster, mp3 bajakan, dll, itu dosa, yah berarti dosa.
Kalo kita merasa enteng2 aja, ngga ada keberatan hati nurani, yah oke2 aja sih... hehehe.. lagian, aku sendiri masih sering beli software2 dari Microsoft yg bajakan (yg asli mahal cing), dan 100% dari CD game koleksi saya semuanya bajakan.. .. Semoga gak ada yg gugur imannya karena pernyataan saya. Amin!
Subscribe to:
Comments (Atom)

