Pada suatu ketika di suatu desa ada seorang pemuda yang membanggakan hatinya yang katanya sangat sempurna. Dia berteriak di tengah kerumunan orang sambil memamerkan hatinya itu dan berkata,
" Lihatlah hatiku ini, sangat indah bukan? Lihatlah warna yang merah segar dan bentuknya bagus, benar-benar hati yang sempurna ya."
Maka semua orang memperhatikan hati pemuda itu dan mereka berdecak kagum melihatnya. Tiba-tiba datanglah seorang kakek dan berkata,
" Hatimu memang bagus Nak, tapi kalau aku harus menukar hatiku dengan hatimu, aku tidak akan mau melakukannya."
Maka orang banyak pun beralih memperhatikan hati Sang Kakek itu. Tapi hati Sang Kakek sama sekali tidak bagus, terdapat banyak celah dan bahkan ada bagian yang kosong di hatinya. Sama sekali tidak menarik. Maka dengan terheran-heran anak muda itu bertanya,
" Mengapa engkau tidak mau menukar hatimu yang jelek itu dengan hatiku yang jelas-jelas lebih bagus ini, Kek?"
Sang Kakek menjawab," Hatiku jadi berbentuk begini karena aku sering memberikannya kepada orang lain, bila aku melakukannya, kadang-kadang mereka juga memberikan hati mereka, walaupun tidak sama besar, terdapat banyak celah di hatiku karena aku menerima bagian yang tidak sama dengan yang sudah kuberikan, ada juga orang-orang yang telah kuberikan hatiku tidak memberikan hati mereka juga sebagai balasannya, dan itulah sebabnya mengapa ada bagian-bagian yang kosong dalam ruang hatiku ini. Karena ada sebagian orang seperti engkau anak muda, yang menjaga hatinya rapat-rapat dan tidak mau memberikan sedikit pun hatinya kepada orang lain karena takut dilukai, takut dikhianati dan tidak dibalas."
seperti apakah hati kita??
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment