Wednesday, March 31, 2010

pengampunan dosa ,kebangkitan daging,hidup kekal

Masih belum menemukan apa yang Anda cari? Masukkan kata kunci pencarian Anda untuk mencari artikel yang ada di Blog ini:
Google
Blog ini menyalin sebagian ayat-ayat yang ada di dalam Alkitab, maka bila Anda belum mempunyainya dalam komputer Anda. Anda bisa Download versi mini dari program Alkitab Elektronik secara gratis dari halaman ini. Atau klik di sini. More Read :
e hënë, 28 maj 2007
10. PENGAMPUNAN DOSA; KEBANGKITAN DAGING; DAN HIDUP YANG KEKAL.

1. Pengampunan Dosa

Dengan bahasa yang sederhana namun tepat, Yesus merumuskan arti dosa. Rumusan Yesus bisa dijumpai dalam kisah Tentang Anak yang Hilang (Luk. 15:11-32). Dalam ayat 12, dikatakan, “Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku”. Permintaan anak yang bungsu atas warisan yang menjadi haknya kepada bapanya merupakan permintaan yang tidak masuk akal, mengingat bapanya masih hidup. Permintaan anak yang bungsu itu dapat dianggap sebagai pemberontakan sekaligus usaha untuk memutuskan hubungan dengan bapanya yang masih hidup. Berdasarkan pengertian tersebut, maka menurut Yesus yang disebut dosa adalah, suatu pemberontakan dan pemutusan hubungan dengan Allah yang hidup. Jelas bahwa yang dimaksud dengan dosa bukan sekadar perbuatan yang melanggar hukum Allah saja.

Ketika manusia masih tinggal di taman Eden, mereka tahu, bahwa Allah telah menetapkan suatu peraturan yang harus ditepati, yaitu melarang mereka memetik buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Namun manusia tergoda untuk menjadi allah atas dirinya sendiri. Maka mereka memutuskan mengambil dan memakannya buah larangan itu. Perbuatanm manusia mengambil buah larangan adalah pemberontakan kepada Allah. Sejak itulah hubungan manusia dengan Allah terputus.

Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa ternyata manusia tidak mampu melepaskan diri dari kuasa dosa yang telah menjerat hidup dan hatinya. Oleh sebab itu, sejak semula Allah sudah berjanji akan membebaskan manusia dari kuasa dosa (lih. Kej. 3:5). Janji ini digenapi dalam kedatangan Yesus, Juru Selamat.

Pengampunan dosa berhubungan erat dengan beriman kepada Yesus Kristus dan sakramen. Dalam Injil Markus 16:15-16 dijelaskan, “Siapa yang percaya akan dibaptis dan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum”. Penjelasan Injil Markus ini menunjukkan bahwa yang pokok adalah yang percaya. Dan orang yang dibaptis belum tentu selamat kalau tidak percaya.

Pengampunan Tuhan tidak hanya terjadi satu kali, yaitu pada saat mengaku percaya dan dibaptis. Kita perlu diampuni sepanjang waktu karena tabiat kita yang berdosa masih tetap melekat pada hati kita. Oleh sebab itu melalui ibadat dan sakramen kita selalu mendengarkan kembali pernyataan pengampunan dosa (absolusi). Roh Kudus yang sudah dicurahkan oleh Tuhan kepada kita akan menolong kita untuk bisa mengerti kehendak Allah. Pengampunan dosa yang selalu kita terima sepanjang hidup ini akan membuat kita selalu bersukacita dan menopang perjalanan hidup umat Allah di tengah-tengah tantangan.

Karya pengampunan dosa tidak meniadakan tanggung jawab kita dalam menciptakan suasana kehidupan yang kudus bersama-sama dengan Roh Kudus yang selalu berkarya dalam hati setiap orang. Tidak berlebihan jika kehidupan orang beriman adalah suatu perjuangan yang tidak pernah berakhir dalam usaha mewujudkan hidup yan kudus di hadapan Allah, Sang Penebus yang sejati.

2. Kebangkitan Daging

Bukan suatu kebetulan kalau Pengakuan Iman Kristen diawali dengan pengakuan kepada Allah yang hidup, yang menciptakan langit dan bumi dan pengakuan kepada Yesus Kristus, Sang Penebus sejati serta kepada Roh Kudus, Sang Penolong dan Penghibur yang sejati. Pengakuan Iman Kristen mencapai puncaknya dalam pengakuan akan kebangkitan daging, atau kebangkitan orang mati.

Kematian, dalam kenyataan dianggap dan dirasakan sebagai sesuatu yang mengerikan atau menakutkan, suatu peristiwa yang selalu diliputi misteri. Bahkan ada orang yang beranggapan kematian itu suatu peristiwa yang sebenarnya tidak masuk akal (absurd).

Kematian, yang juga merupakan peristiwa alamiah, mempunyai arti, khususnya dalam iman Kristen. Paulus menegaskan, “Jadi kita telah mati dengan Kristus, kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia” (Roma 6:1-11). Berarti kematian dalam iman Kristen bukan lagi sekedar peristiwa secara alamiah, dimana semua orang pada akhirnya akan mati juga sebagai tanda bahwa kehidupan di dunia sudah berakhir. Tetapi juga mempunyai makna rohani. Bersama-sama dengan Yesus Kristus, kematian merupakan “sebuah jalan” yang menuju kepada Bapa (bdk. Yoh. 14:6). Bahkan Paulus dengan indah menggambarkan arti kebangkitan itu dalam 1Kor. 15.42-44, ”Demikian pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan. Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan. Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah”.

Supaya bisa memasuki kemuliaan surgawi, Yesus yang sudah mati di kayu salib, bangkit kembali pada hari ketiga. Sebagaimana Kristus yang sudah bangkit, Ia membangkitkan kembali umat-Nya dari kekuasaan maut untuk bersama-sama dengan Kristus memasuki kemuliaan surgawi. Oleh sebab itu peristiwa kebangkitan dari antara orang mati bukan peristiwa alamiah, tetapi merupakan karya Allah, suatu ciptaan baru. Tuhan Yesus sendiri sudah berjanji, ”....., Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat dimana Aku berada, kamupun berada” (Yoh. 14:3). Oleh sebab itu kebangkitan juga merupakan anugerah Allah yang dinyatakan kepada kaum beriman.

3. Hidup Kekal

Meskipun Yesus sudah memasuki kemuliaan Bapa surgawi, tidak berarti karya-Nya di dunia juga sudah berakhir. Ia, dengan perantaraan Roh Kudus yang membimbing Gereja-Nya tetap berkarya. Karya Yesus akan mencapai puncaknya pada akhir jaman.


Kata, akhir jaman merupakan terjemahan dari kata Yunani, eschatos. Eschatologis yang berarti, yang terakhir, hal terakhir. Maka eschatologis berarti penyempurnaan karya Allah yang telah dinyatakan dalam dalam karya Yesus. Pada umumnya akhir jaman dianggap hanya menyangkut hidup manusia saja. Padahal menurut kitab Wahyu dengan jelas disebutkan bahwa akhir jaman juga menyangkut


Sejauh ini pengertian hidup kekal yang hendak dinyatakan pada akhir jaman diindetikan dengan hidup di suatu tempat yang namanya surga. Tidak seorangpun yang mengetahui rupa dari surga itu. Barangkali kurang tepat kalau kita membicarakan ”bentuk” atau ”rupa” surga, sebab surga berarti kebahagiaan manusia dalam kesatuannya dengan Allah yang mulia dan yang abadi. Dan yang terpenting memang bukan ”tempat” itu yang menjadi tujuan akhir manusia, tetapi justru Tubuh Kristus yang mulia. Karena Yesus adalah kekal, maka kita yang akan dipersekutukan dengan Yesus dalam kemuliaan surgawi juga akan menerima hidup kekal. Oleh sebab itu Tubuh Kristus yang kekal dan mulia sesungguhnya tidak layak kalau dibandingkan dengan sebuah tempat. Memasuki kehidupan kekal bersama Kristus berarti mengambil bagian dalam kemuliaan kebangkitan Kristus. Di sini Kerajaan Allah mencapai kesempurnaannya.

Sebaliknya mereka yang terpisah dari Allah akan hidup dalam neraka, atau penderitaan kekal. Yohanes menyebut neraka sebagai ”kematian yang kedua” (lih. Wahyu 2:11; 20:6, 14; 21:8). Memang sulit untuk bisa membayangkan arti mati kekal atau terus menerus itu. Tetapi kalau Tuhan sudah, ”memberikan hidup dan nafas kepada semua orang” (Kis. 17:25, bdk. Ayub 12:10; Yesaya 42:5), maka jelas bahwa keterpisahan dari Allah berarti maut.

Tuesday, March 30, 2010

MENGGEMBALAKAN JIWA-JIWA



"Gembalakanlah kawanan domba Allah yg ada padamu, jangan dengan paksa, tetapi dengan sukarela sesuai dengan kehendak Allah, dan jangan karena mau mencari keuntungan, tetapi dengan pengabdian diri." (1Peetrus 5:2)

Setelah bangkit dr kematian Tuhan Yesus menampakkan diri kepada murid2-Nya, termasuk kpd Petrus. saat sarapan bersama murid2-Nya Yesus bertanya kpd Petrus, " Apakah engkau mengasihi Aku?" pertanyaan itu diulangi-Nya sampai 3 kali. Selain itu ada satu pesan yg Yesus sampaikan kpd Petrus yaitu, "Gembalakanlah domba-dombaKu." (Yohanes 21:17).

Dlm suratnya, Petrus kembali menyampaikan apa yg dikehendaki oleh Tuhan ini, bahwa tanggung jawab menggembalakan domba2 (jiwa2) itu bukanlah mutlak ditujukan kpd para penilik jemaat/pendeta/gembala sidang, melainkan menjadi tugas dan tanggung jawab bersama yaitu semua orang percaya.

Kata penggembalaan berasal dari kata kerja bahasa yunani, bosko yg artinya merawat, memelihara dan memperhatikan kawanan domba yg sedang makan rumput. Siapakah kawanan domba itu? Bagi para pelayan Tuhan, kawanan domba adalah setiap anggota jemaat di gereja tanpa terkecuali; bagi seorang suami, kawanan domba itu adalah seluruh anggota keluarga; bagi seorang pemimpin di sebuah perusahaan, kawanan domba adalah setiap pekerja/karyawan, termasuk juga orang2 yg ada di sekitar kita yg sangat membutuhkan perhatian. Marilah kita saling mengasihi, memeperhatikan dan menguatkan satu sama lain, bukan saling menjatuhkan atau memusuhi; bukan karena mereka kaya atau memberi keuntungan bagi kita; bukan pula karena terpaksa atau di paksa oleh pihak lain, melainkan kita melakukan dengan penuh ketulusan hati!!

"....kasihilah sungguh2 seorang akan yang lain, sebab kasih menutupi banyak sekali dosa." (1 petrus 4:8).


Tuhan memberkati kita semua....amin!!

Y esus dan Hukum Taurat

esus dan Hukum Taurat

Matius 5 : 17-48

[17] "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.

[18] Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.

[19] Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.

[20] Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

[21] Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.

[22] Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

[23] Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,

[24] tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

[25] Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.

[26] Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.

[27] Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.

[28] Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

[29] Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

[30] Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

[31] Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.

[32] Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

[33] Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan.

[34] Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah,

[35] maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar;

[36] janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun.

[37] Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.

[38] Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.

[39] Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.

[40] Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.

[41] Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

[42] Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.

[43] Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.

[44] Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.

[45] Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

[46] Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?

[47] Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Godpun berbuat demikian?

[48] Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

sabar menghadapi pergumulan

Pendahuluan: Orang Kristen menghadapi berbagai macam pergumulan. Kebanyakan adalah pertarungan intern dengan godaan. Sebagian adalah pertarungan melawan kejahatan yang tumbuh dalam masyarakat. Semuanya (sebagaimana yang kita pelajari kwartal lalu) adalah pertempuran melawan roh-roh jahat. Salah satunya adalah pergumulan bagi keluarga. Dibutuhkan usaha untuk memainkan peran dalam keluarga kita. Sifat alami keluarga dalam masyarakat sekarang kini sedang diserang. Pelajaran kita kwartal ini adalah segala sesuatu mengenai keluarga. Minggu ini kita mulai dengan memikirkan definisi keluarga menurut Alkitab. Mari kita mulai!



1. Keluarga yang Pertama

1. Baca Kejadian 2:18. Apa pandangan Allah atas kesendirian Adam? (Tidak baik.)

2. Baca Kejadian 2:19-20. Apa Allah sedang bercanda? Apakah Allah dan Adam benar-benar mempertimbangkan semua “mahluk yang hidup” satu persatu guna melihat kalau-kalau salah satu dari mereka dapat menjadi “penolong yang sepadan” bagi Adam? Bisakah saudara bayangkah Adam berujar tentang seekor sapi: “Maaf, saya tidak bisa bicara ‘sapi.’” “Jika Bessie adalah penolong saya, kami akan menghadapi masalah komunikasi yang serius.”

3. Baca Kejadian 2:21-22. Apa yang istimewa dengan Hawa? (Ia sengaja diciptakan untuk Adam. Ia bukanlah sesuatu yang sudah diciptakan yang “kebetulan pas” sebagai pendamping.)

1. Pelajaran apa yang kita tarik dari penciptaan Hawa dari sebuah rusuk? (Ada perlambangan kesetaraan di sini. Dikemukakan bahwa rencana awal Allah adalah bahwa ia akan penjadi seorang penolong yang setara.)

1. Apakah urutan penciptaan menganjurkan ada yang pertama di antara yang setara?

4. Baca Kejadian 2:23-24. Akankah “satu daging” mengijinkan hal lain selain kesetaraan? (Baca Efesus 5:28-29. Paulus menggunakan frasa “tubuhnya sendiri” untuk menyampaikan konsep “satu daging” Allah mengenai hubungan antara suami dan istri.)

2. Yesus dan Keluarga

1. Baca Matius 19:3-6. Apa kesimpulan yang Yesus tarik soal perceraian dari rencana Kejadian? (Jika seorang lelaki dan seorang perempuan menjadi satu daging dalam perkawinan, mereka tidak boleh bercerai.)

2. Baca Matius 19”7-8. Apakah Musa bertindak menurut kemauannya sendiri? Atau, apakah peraturan ini diberikan oleh Allah karena ketegaran hati orang-orang? (Saya pikir tidaklah tepat untuk mengatakan bahwa Musa menuliskan tanpa seijin Allah. The New Bible Commentary mengatakan demikian: “Peraturan perceraian [dari Musa] adalah kelonggaran untuk menangani dosa, buka pernyataan dari cara yang Allah inginkan. Perceraian barangkali perlu, tapi tidak pernah menjadi hal yang baik.)

1. Mari tengok ayat yang dimaksud oleh orang Parisi: baca Ulangan 24:1. Adakah yang terlihat tidak adil? (The IVP Bible Background Commentary menunjukkan bahwa laki-laki dapat menceraikan perempuan secara sepihak, tapi tidak demikian halnya dengan perempuan. “Penolakan Yesus pada perceraian semacam ini adalah juga sebagai perlindungan bagi perempuan yang menikah.”)

3. Baca Matius 19:9. Apa “klausul pengecualian” dari perkawinan yang Yesus ijinkan? (“Zinah.” Bagi mereka yang mengira bahwa hanya laki-laki yang bisa menceraikan, lihat Markus 10:12.)

1. Seorang teman yang sementara mengurus perceraian berkata pada saya, “Saya tidak mengerti kenapa orang Kristen sangat sedia menentang perkawinan homoseksual sementara perkawinan heteroseksual menjadikan definisi dari “perkawinan” sebuah lelucon.” Apakah orang Kristen menjadikan perkawinan sebuah “lelucon?” Sudah hilangkah hak moral mereka untuk berbicara menentang perkawinan homoseksual? (Jika saja orang-orang sempurna diijinkan berdiri melawan dosa, tak seorangpun yang akan menentang dosa. Tapi, pokok pikirannya jelas. Mereka yang mengaku mengikut Yesus perlu sedia melindungi perkawinan dari perceraian sebagaimana halnya melindunginya terhadap serangan homoseksual. Kita tidak boleh memiliki dua standar: satu untuk orang berdosa “seperti kita” dan lainnya untuk orang berdosa dengan cobaan yang berbeda.)

4. Baca Matius 19:10-12. Apa reaksi dari para murid sebagai respons atas ajaran Yesus bahwa peraturan perkawinan harus kembali kepada aturan yang ditetapkan pada waktu penciptaan? (Mereka terkesima. Sepertinya hal itu adalah standar yang mustahil dipertahankan.)

1. Tatkala Yesus menjawab dengan berkata, “Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja,” apa yang dimaksud? Apakah Ia sedang berbicara mengenai peraturan menentang perceraian atau peraturan bahwa janganlah menikah jika saudara tidak taat pada peraturan menentang perceraian? (Saya tidak tahu jawabannya. Jelas bahwa Yesus sedang meletakkan aturan tegas bagi perkawinan dan perceraian. Yang ideal tidak diragukan lagi. Di lain pihak, perkataan Yesus “tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu,” dapat merujuk kepada kesediaan Allah di masa lampau untuk berlaku fleksibel terhadap perceraian mengingat sifat berdosa dari manusia. Karena Yesus mati karena masalah dosa, sulit bagi saya untuk mengajarkan bahwa Allah “fleksibel” terhadap dosa.)

3. Lajang Dewasa

1. Tengok kembali Matius 19:11-12. Alasan positif apa yang Yesus berikan untuk tidak menikah?

2. Baca 1 Korintus 7:1 dan 1 Korintus 7:7-8. Di antara pernyataan Yesus dan Paulus, bagaimana seharusnya orang yang tidak menikah itu memandang kehidupan? (Baca 1 Korintus 7:32-34. Keadaan lajang memberi saudara kesempatan untuk fokus pada pekerjaan meninggikan kerajaan Allah.)

3. Pikirkan kembali Kejadian 2:18. Bagaimana saudara menjelaskan pertentangan yang nampak antara ajaran dalam Kejadian (“tidak baik …. seorang diri”) dengan ajaran Paulus dan Yesus bahwa menjadi lajang itu baik untuk meninggikan kerajaan Allah? (Baca 1 Timotius 4:1,3. Soalannya adalah apakah saudara melarang perkawinan. Perkawinan dimaksudkan sebagai hal yang baik. Itulah idealnya. Namun, beberapa orang mungkin memilih untuk mencabut dari mereka hal baik ini guna meninggikan kerajaan Allah. Mengambil keputusan sukarela seperti itu juga baik adanya.)

4. Apakah para lajang itu sebuah keluarga? (Sebagai orang Kristen, mereka adalah bagian dari keluarga Allah. Lihat 1 Timotius 5:1-2.)

4. Kecurangan Keluarga

1. Baca Roma 1:18-20. Di awal pelajaran ini kita mempelajari bahwa Allah khusus menciptakan Hawa untuk menjadi mitra Adam. Secara logis dan intelektual, pantaskah mendebatkan maksud Allah berkenaan dengan perkawinan heteroseksual lawan homoseksual dari caranya Ia mencipta? (Kita melihat perkembangan ide dalam Penciptaan. Pertama, Allah memeriksa semua ciptaanNya untuk mencari penolong yang tepat. Ia kemudian menciptakan Hawa. Ia tidak menciptakan seorang laki-laki lainnya, walau Ia pasti bisa melakukannya. Akhirnya, dan yang paling penting, Allah memerintahkan agar laki-laki dan perempuan bersatu sebagai “satu daging.” Anak-anak saya adalah “satu daging” yang dihasilkan dari perkawinan saya. Keseluruhan rencana keluarga yang mula-mula menjadi alasan untuk menentang kesahihan keluarga homoseksual.)

1. Saudara pasti sudah mendengar ujaran, “Jika Allah memaksudkan manusia untuk merokok, Ia akan menciptakan mereka dengan cerobong asap.” Menurut saudara apa logika di balik itu? (Roma 1:20 sepertinya mengatakan bahwa adalah perkara besar tentang Allah yang dapat dimengerti dari penciptaan.)

1. Apakah perkawinan homoseksual itu sebuah “perkara besar?”

2. Baca Roma 1:21-23. Apa yang disodorkan ayat ini sebagai perkembangan logis dari mereka yang menolak otoritas Allah? (Pengertian mereka digelapkan. Dengan bodohnya mereka mulai beribadah pada benda-benda buatan mereka bukannya pada Pencipta segala sesuatu.)

3. Baca Roma 1:24-25. Mengapa kecemaran seksual menjadi bagian dari penolakan terhadap otoritas Allah?

4. Baca Roma 1:26-27. Disebut apa hubungan seksual itu oleh Alkitab? (Perbuatan yang tidak wajar.)

5. Perhatikan argumen Paulus. Kita mengawalinya dengan argumen tentang keberadaan Allah berdasarkan ciptaanNya. Kita mengakhirinya dengan sebuah kesimpulan mengenai homoseksualitas. Betapa masuk akalkah hal tersebut? (Tatkala Allah menciptakan dunia, sebagian dari ciptaanNya adalah format laki-laki dan perempuan yang menjadi bagian dari proses penciptaan yang berkelanjutan. Format ini nampak baik pada manusia juga pada hewan. Inilah satu dari “gambaran besar,” “perkara besar” yang dapat dilihat oleh siapapun yang mempunyai pikiran terbuka. Ketika manusia menjadi jahat, dan mulai beribadah kepada karya mereka bukannya kepada Pencipta mereka, mereka juga menolak format Pencipta mereka bagi proses penciptaan berkelanjutan. Dalam terang ini, menganjurkan perkawinan sejenis menjadi perkara fundamental, seperti evolusi dan Sabat. Evolusi adalah serangan terhadap otoritas dari Pencipta kita. Penolakan Sabat adalah serangan atas peringatan mingguan kita bagi penciptaan (Kejadian 2:3; Keluaran 20:11). Homoseksual adalah serangan terhadap format utama dari penciptaan. Setan tidak dungu. Ia melakukan yang terbaik untuk merusak logika yang menegakkan kesetiaan kita kepada Allah Pencipta kita.)

6. Sobat, Allah menciptakan keluarga saat Ia menciptakan dunia. Maukah engkau melaksanakan bagianmu untuk mengangkat rencana awal Allah bagi manusia?
gbu.

5. Pekan depan: Firman Allah bagi Kehidupan Keluarga.

APAPUN TUHAN KATAKAN AKU SIAP MELAKUKANNYA

Bocah lelaki itu terpekur. Dokter baru saja memberi vonis yang mengejutkan: secara berangsur-angsur kemampuan otaknya akan menurun dan tingkat intelegensinya akan berkurang demikian drastis bagaikan penderita down syndrome. Ia di vonis menderita penyakit syaraf otak.tebal

Maka ia pun tak kuasa membendung air matanya setiap melintasi sekolah yang diperuntukkan untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus, yang letaknya dekat dengan rumahnya di wilayah Tebet, Jakarta.

Ah Tuhan, apakah kelak saya akan berada di tempat itu?
keluh anak lelaki yang bernama lengkap Gilbert Emanuel Lumoindong itu.

Bertepatan dengan penyakit saraf otak yang diderita Gilbert, kedua orang tuanya mulai rutin menyambangi Persekutuan Doa (PD) yang dipimpin oleh mendiang Ibu Ev. Slamet dan Bapak Ev. Murti yang berada di dekat tempat tinggal mereka.

Saat itu hamba Tuhan dari Belanda tengah berkunjung untuk melayani di tempat itu. Gilbert pun tak ketinggalan menghadiri ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dan iapun turut maju saat hamba Tuhan memanggil jemaat yang ingin di doakan.

Dengan iman kanak-kanak yang dimilikinya. Gilbert menyakini bahwa saat itu juga ia sudah sembuh. Maka tanpa tedeng aling-aling, setiba di rumah ia pun membuang pelbagai obat yang selama ini di konsumsinya.

Ya, Gilbert tak hanya mengalami kesembuhan, kemampuan otaknya pun mengalami peningkatan hingga ia selalu mendapat predikat juara kelas bahkan lulus dari SMA dengan nilai terbaik.

Menjelang tidur, usai mengalami kesembuhan ilahi, terlintas pikiran di benak Gilbert yang kala itu masih berusia 10 tahun: Secara manusia saya ini sudah tidak layak, karena menderita penyakit syaraf otak. Tapi karena Tuhan sudah menyembuhhkan, maka hidup saya ini milik Tuhan. Apapun yang Tuhan ingin saya perbuat, saya bersedia.

Maka meski masih duduk di bangku SD, Gilbert kecil tak segan-segan mendatangi persekutuan yang diperuntukkan untuk orang dewasa, ketimbang mengikuti ibadah sekolah minggu.

Waktu itu di sekolah minggu kisah yang di ajarkan kebanyakan cerita dongeng, kenang Gilbert. Sementara saya ingin mendengarkan firman.

Memasuki bangku SMP , ia mulai melayani di gereja , saat duduk di bangku SMA ia terlibat dalam pengurusan Rohani Kristen di sekolah. Disekolah itu pula, SMA Negeri 3 Setiabudi, Jakarta. Gilbert bertemu dengan pujaan hati: Reinda Lumoindong.

Suatu ketika, saat persekutuan di sekolah, lantaran absennya pembicara. Gilbert pun diminta untuk membawakan khotbah. Suatu kebetulan bagi manusia tetapi tentunya tidak kebetulan bagi Tuhan, karena ia baru saja menyelesaikan pelatihan School of Ministry milik Morris Cerullo dan sebelumnya pernah mengikuti kursus Alkitab di GBI Mawar Saron. Tak di nyana, inilah awal perjalanan seorang Gilbert Lumoindong sebagai seorang hamba Tuhan yang dipakai Tuhan secara luar biasa.

Setelah itu Gilbert pun diminta untuk melayani sebagai pembicara di berbagai sekolah di Jakarta. Setelah lulus dai SMA, pria kelahiran 26 Desember 1966 itu pun kian memantapkan panggilannya sebagai hamba Tuhan dimana ia menimba ilmu di Institut Theologia dan Keguruan Indonesia (ITKI) Petamburan, Jakarta.

Nama Gilbert Lumoindong mulai dikenal saat ia bergabung pelayanan Gospel Overseas (GO) Studio dan menjadi host siaran penyegaran rohani Kristen Protestan di RCTI tahun 1991. Tak dipungkiri, karena seringnya muncul di layar televisi, pamornya pun kian meningkat. Apalagi, ia juga sering mendapat permintaan untuk menjadi pembicara di berbagai KKR dan acara-acara rohani lainnya.

Melalui GL Ministry yang resmi berdiri pada tahun 1998, pelayannnya semakin berkembang bahkan hingga ke manca negara. Namun beberapa tahun kemudian tepatnya pada tahun 2002, Tuhan mulai meletakkan visi yang baru, yakni hati sebagai gembala.

"Awalnya saya mengira bahwa itu hanya suara hati bahkan suara iblis. Karena saya yakin bahwa pada waktu itu panggilan saya adalah penginjil dan bukan gembala, papar Gilbert seraya menambahkan, bahwa walaupun ia mencoba dengan berbagai cara untuk mengenyahkan pikiran tersebut ternyata suara itu semakin kuat."

Akhirnya Gilbert "menyerah" dan mulai merintis sebagai gembala jemaat pada tahun 2007. Diakui Gilbert, saat ia memutuskan untuk menjadi gembala, ada banyak suara miring di sekitarnya lantaran ia pernah berucap bahwa ia tak pernah menjadi seorang pemimpin jemaat.

Saya lebih baik salah terhadap diri sendiri, daripada salah terhadap Tuhan, tegas Gilbert yang tidak peduli dengan cacian "menjilat ludah sendiri" yang ditujukan kepadaNya, asal untuk kemuliaan nama Tuhan.

Kini di bawah penggembalaannya, Tuhan mempercayakan ayah dari Garren, Chella dan Evan Lumoindong ini untuk memimpin hingga saat ini sekitar 8000 jemaat yang tergabung dalam GBI Glow Fellowship Centre dengan visi " Menegakkan Kerajaan Allah Dalam Kebenaran dan Kasih"

renungan-SATU KOTA BERTOBAT

Kota yang terletak di lembah ini dulunya memiliki masalah yang serius, sangat sering melakukan praktek satanisme, okultisme, transcendental, sihir, pengajaran sesat, yoga, perdagangan kokain, premanisme, bidat-bidat, dll.

Kota ini juga dikenal sebagai kota bagi para pensiunan, yang mau “hidup enak” tanpa mau diganggu orang lain. Tetapi dibalik gaya hidup santai ini terdapat “sisi gelap” yang mengintai.

Di kota ini juga terdapat kelompok preman yang jahat sehingga polisi tidak mau pergi ke kota ini bila tanpa bantuan yang cukup. Bahkan kelompok preman ini sempat merusak gereja San Jacinto Assembly of God yang digembalai oleh pendeta Gordon Houston.

Selain premanisme, kota ini juga salah satu pusat perdagangan obat bius, kira-kira ada 9 pabrik di kota ini yang menghasilkan Amphetamine. Biasanya para penyelundup amphetamine ini menyamarkan truk mereka sebagai truk pengangkut ternak.

Pertobatan kota Hemet tidaklah datang dengan mudah, 2 hamba Tuhan (pendeta Bob Beckett dan pendeta Gordon Houston) ini pada awalnya tidak menyenangi kota yang terletak di lembah itu, karena kota itu penuh dengan kekerasan dan terletak 18 Km dari jalan tol. Tetapi Tuhan berkata kepada pendeta Beckett,”Maukah engkau menghabiskan seluruh hidupmu di lembah ini bagiKu?” dan Tuhan juga berkata kepada pendeta Houston,”Aku mempunyai sebuah rencana jikalau engkau membuat komitmen atas tempat ini.” – Kemudian mereka membeli sebidang tanah kuburan di pinggir kota dan mulai berkomitmen dan menyerahkan hidup mereka untuk kota itu.

Dipenuhi dengan kerinduan yang baru atas masyarakat kota itu, mereka dengan beberapa orang memulai komitmennya dengan doa puasa semalam di sebuah pondok di pinggir kota dekat gunung; mereka juga melakukan doa syafaat secara intensif, bukan saja intensif tetapi juga berdoa secara fokus pada masalah-masalah yang terdapat dalam kota itu; mereka tahu jika mereka berdoa maka mereka telah menyentuh sesuatu di alam roh.

Dan ternyata tidak lama setelah itu…hasilnya sangat mengesankan, jumlah anggota kelompok okultisme yang pernah menjadi ancaman menurun hingga 3-10% dari jumlah penduduk, bidat Kristen masih ada tetapi banyak kelompok sesat lainnya telah lama pergi; pusat pelatihan meditasi transcendental terbakar habis tapi herannya tidak membakar bangunan di sebelah kiri dan kanannya; hasil lainnya adalah jumlah orang yang meninggal dan yang masuk penjara karena premanisme berkurang hingga tidak pernah terjadi lagi. Bahkan suatu kali ketika pendeta Houston sedang berkhotbah, salah satu anggota geng yang terkenal jahat di kota itu masuk ke dalam gereja, menghampirinya dan berkata,”Aku ingin diselamatkan sekarang juga.” Selanjutnya anggota-anggota geng yang ikut bertobat, dan sebagai bukti pertama setelah pertobatan mereka, mereka membersihkan grafiti yang pernah mereka buat di dinding gereja. Lalu pendeta Houston dan jemaat juga berdoa kepada Allah bagi seluruh keluarga mereka yang lain agar memberikan kesempatan kepada mereka untuk datang kepada Tuhan, dilepaskan dari pengaruh narkoba dan diselamatkan. Dan … Allah benar-benar melakukannya terhadap seluruh keluarga mereka; semua anak muda dan setiap orang datang untuk mengenal Tuhan; mereka meninggalkan kegiatan obat bius dan geng mereka.

Segalanya sungguh berubah, … menurut Sony, mantan pengedar obat bius yang telah bertobat: perdagangan obat bius di kota itu menurun hingga 75%, semua ini berkat para pendoa syafaat; peristiwa ini membuat usaha obat bius di kota itu bernilai jutaan dollar menjadi gulung tikar.

Jumlah jemaat di gereja San Jacinto (Assembly of God) yang digembalai oleh pendeta Houston kota itu menjadi peraih nilai akademik tertinggi dan jumlah putus sekolah terendah di seluruh kawasan Amerika Barat. Seluruh masyarakat di kota itu bekerja sama, memerangi dan mengusir kuasa iblis dari kota itu.

Gereja-gereja di kota Hemet tidak lagi tercerai-berai namun sekarang bergabung dalam satu kesatuan, yakni perhimpunan orang percaya. Mereka saling berlomba secara positif, bahkan saling bertukar mimbar: misalnya Pendeta “Baptis” berkhotbah di gereja “Pentakosta” dan sebaliknya. Pelayanan mimbar tidak lagi dibatasi oleh sekat-sekat denominasi, dan hal ini mengubah kehidupan bergereja serta mempererat tali persaudaraan di antara mereka.

Bahkan puluhan gereja di kota Hemet pernah mensponsori suatu kegiatan sosial yang dinamai “Convoi of Hope / Konvoi Pengharapan” dimana ribuan penduduk menerima makanan gratis, pakaian, layanan medis, dan “suntikan” kasih Allah. Hasil dari pelayanan ini, 300 orang memberi hati mereka kepada Kristus.

Gereja-gereja di kota Hemet telah mengalami arti GEREJA yang sesungguhnya, tidak hanya duduk di dalam ruang tembok tertutup, namun bertindak dan “menyentuh” kehidupan orang-orang di sekitar mereka. Mereka menyadari bahwa yang terpenting bukanlah membangun gedung gereja, tetapi juga membangun umat Allah, Tubuh Kristus; bukan sekedar memperbanyak gedung gereja, tetapi menumbuhkan kerajaan Allah.

Hemet memang bukanlah kota yang sudah sempurna, tetapi Hemet telah mengalami perubahan yang sangat besar oleh kuasa Allah dan masyarakat kota Hemet tidak sama lagi seperti yang dahulu.

BEBAS DARI SEGALA TIPU MUSLIHAT SETAN

Hidup dalam kasih Allah = Hidup dalam kesehatan ilahi

Menyimpan dendam akan merusak diri anda sendiri!

Saya sudah berkhotbah dan mempraktekkan Markus 11:23,24 selama lebih dari 50 tahun; dan saya juga menjalankan kebenaran-kebenaran rohani yang dikatakan Yesus dalam ayat-ayat tersebut dengan hasil yang mengagumkan.

Namun, bersamaan dengan Markus 11:23,24, saya juga mempraktekkan Markus 11:25, yakni tentang pengampunan. Di sepanjang hidup kekristenan saya, saya selalu menolak untuk menyimpan sedikitpun rasa benci, dendam, atau perasaan-perasaan yang tidak benar terhadap siapapun; …. Kalau sedikit saja dendam atau kebencian terhadap seseorang memasuki hati saya, maka saya akan mengusirnya! Saya tidak mau sedetikpun membiarkannya; saya tidak mau membiarkan pikiran buruk itu lagi sama seperti saya tidak membiarkan keinginan untuk mencuri milik orang lain atau membunuh seseorang. Perasaan-perasaan buruk terhadap orang lain akan merusak diri saya sendiri.

Saya harus berhati-hati dalam hal membiarkan sikap tidak mengampuni dan kebencian masuk ke dalam hati saya; sama seperti berhati-hati terhadap minuman yang mengandung racun atau memegang bisa ular. Sikap tidak mau mengampuni dan perasaan-perasaan buruk terhadap orang lain lebih mematikan daripada semua racun dan gigitan ular berbisa.

Saya yakin itu adalah salah satu alasan saya dapat hidup dalam kesehatan ilahi selama puluhan tahun (bahkan bebas dari sakit kepala). Saya tidak membanggakan diri. Saya membanggakan Yesus dan apa yang telah dilakukan oleh firman Allah.

Itulah sebabnya anda tidak akan pernah mendengar saya mengkritik saudara saya atau sesama hamba Tuhan. Tidak ada seorang pun pernah mendengar saya mengkritik orang lain lebih dari 50 tahun lamanya. Saya tidak mau melakukan hal itu!

Kadang-kadang saya menawarkan beberapa kritikan yang membangun. Namun, anda lihat, kritikan yang menghancurkan tidaklah benar. Kritik yang membangun dimaksudkan untuk menolong orang lain. Dan sekalipun saya menawarkan suatu kritik yang membangun, saya sama sekali tidak mau menyebutkan nama siapapun.

Inilah satu rahasia tentang hidup dalam kebaikan Allah: Kalau anda ingin hidup sehat, anda harus hidup di dalam kasih dan menjaga lidah anda!

kasih yang dapat mengubah segalannya

Kasih Yang Mengubah Dunia…. Bapak, ibu, sdr/i yang terkasih. Kasih memberi penghiburan seperti datangnya sinar matahari setelah turun hujan. Demikianlah William Shakespeare mengatakan arti Kasih itu. Papua sebagai wilayah yang penuh dengan “kedamaian” sesuai dengan harapan semua orang yang tinggal di tanah ini “ Mewujudkan Papua Tanah Damai” yang berarti mengajak semua orang yang hidup diatas tanah ini untuk saling bergandengan tangan mewujudkan suasana damai (Shalom). Kasih mendamaikan setiap pertentangan, kasih menciptakan DAMAI di bumi yakni dihati setiap orang yang menerima dan melakukan KASIH itu. Kasih tidak menuntut balasan, kasih itu bersifat rela/iklas tanpa mengharapkan upah atau imbalan. Orang yang melakukan Kasih adalah mereka yang telah menerima KASIH didalam dirinya dan mengerti jelas akan Visi dari KASIH tersebut. Pelayanan Kasih Anak (PKA) KINGMI Kairos yang terdiri dari anggota persekutuan Anak dan Remaja serta Pemuda/I yang terbeban untuk menyatakan KASIH kepada anak-anak di Kota Manokwari. PKA dimulai pada tahun 2006 merupakan salah satu program utama dari pelayanan Komisi Anak dan Remaja yang dilakukan untuk menjangkau anak-anak baik itu anak Arfak (suku asli Manokwari) dan anak-anak jalanan di kota Manokwari bagi kemuliaan Tuhan. Visi PKA KINGMI Kairos adalah Biarkanlah Anak-anak itu datang kepada KU, jangan menghalang halangi, karena merekalah yang empunya kerajaan Surga (Matius 19 : 14). Damai yang diharapkan di Tanah Papua akan tercapai apabila semua orang telah mengenal,menerima dan melakukan KASIH YESUS. Sampai kapankah Damai itu akan terwujud di Tanah ini??? Akankah Damai itu menjadi bagian dalam hidup kita?? Hari ini, Esok, kemarin, tahun depan,,sepuluh tahun lagi,,seratus tahun lagi……… Akankah Damai terjadi di Negeri ini??? JAWABANNYA……………..KASIH YANG MENGUBAH DUNIA. Jika sebagai pengganti mutiara,atau bahkan setangkai bunga,kita harus memberikan hadiah perhatian penuh kasih kepada teman-itu berarti memberikan hadiah seperti yang diberikan malaikat. (George Macdonald)

Sunday, March 28, 2010

dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yang sudah senja. pak Suyatno (bukan nama sebenarnya), 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit, istrinya bahkan sudah tua, mereka menikah sudah lebih dari 32 tahun.

mereka dikarunia 4 orang anak, disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba-tiba kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan, itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah, bahkan terasa tidak bertulang, lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.

setiap hari pak Suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi dan mengangkat istrinya ke atas tempat tidur. sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya di depan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.

walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak Suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya, sorenya dia pulang dan memandikan istrinya, menggantikan pakaian dan setelah menjelang sore dia temani istrinya nonton TV sambil menceritakan apa-apa saja yang dia alami seharian.

walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur. rutinitas ini dilakukan pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak-anak mereka sudah dewasa, tinggal si bungsu yang masih kuliah.

pada suatu hari ke empat anak Suyatno berkumpul dirumah orangtua mereka sambil menjenguk ibunya. karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing-masing dan pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yang merawat, yang dia inginkan hanya satu ... semua anaknya berhasil.

dengan kalimat yang cukup hati-hati, anak yang sulung berkata, "pak.. kami ingin sekali merawat ibu. semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu, tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak.. bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu."
dengan air mata berlinang, anak itu melanjutkan kata-katanya, "sudah yang ke empat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini, kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baiknya secara bergantian..."

pak Suyatno menjawab hal yang sama sekali tidak diduga anak-anaknya, "anak-anakku,,, jikalau perkawinan dan hidup di dunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah... tapi ketahuilah, dengan adanya ibu kalian disampingku, itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian...kalian yang selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yang tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu, apakah dia menginginkan keadaan seperti ini? kalian menginginkan bapak bahagia, apakah batin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dalam keadaan sekarang, kalian menginginkan bapak yang masih di berikan Tuhan kesehatan, dirawat oleh orang lain, bagaimana ibumu yang masih sakit?"

sejenak meledaklah tangisan anak-anak Suyatno, merekapun melihat butiran-butiran kecil jatuh dipelupuk mata ibunya... dengan pilu ditatapnya mata suami yang sangat dicintainya itu...

sampailah akhirnya pak Suyatno oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi narasumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno, kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat sendiri istrinya yang sudah tidak bisa apa-apa...
disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yang hadir di studio kebanyakan kaum perempuan, tidak sanggup menahan haru, disitulah pak Suyatno bercerita.

"jika manusia di dunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam pernikahannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga, pikiran dan perhatian) adalah kesia-siaan. saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat, diapun dengan sabar merawat saya, mencintai saya dengan hati dan batinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yang lucu-lucu... sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama... dan itupun ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya, apalagi dia sakit..."
"Maka Bapa yg di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing2 tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu." (Matius 18:35).

Dalam perumpamaan yg kita baca, Yesus memperlihatkan betapa kejamnya di mata Allah orang yg tdk mau mengampuni orang lain. Apabila kt tdk mau mengampuni orang lain, kt sama dengan 'hamba yg kejam'. Hamba yg kejam mempunyai utang 10.000talenta kpd tuannya, namun dibebaskan oleh tuannya. Akn ttp ia tdk mau membebaskan piutang temannya yg hanya 100 dinar kpdnya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu dan menyerahkannya ke dlm penjara smp ia mampu melunasi piutangnya. (1 talenta =6000 dinar).

Demikianlah kita akan di nilai Bapa di sorga seperti itu bila kt tdk mau mengampuni orang lain. Bukankah kita sdh dibebaskan dr segala dosa dan pelanggaran kt scr cuma2 melalui pengorbanan Kristus di atas kayu salib, serta beroleh kasih karunia-Nya? Jangan sampai pada saatnya nanti Raja di atas segala raja memanggil kt dan berkata, " hai hamba yg jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihi kawanmu seperti Aku telah mengasihi engkau." (Matius 7:32-33).Sebagaimana Tuhan tlh mengampuni kita, demikian pun hendaknya pengampunan dapat kt berikan kpd orang lain. Setiap orang yg telah menerima kasih karunia dan pengampunan dari Bapa harus belajar mengasihi dan mengampuni orang lain. Akibat kejahatannya, raja menjadi marah kpd hamba yg kejam yg tidak mau mengampuni kawannya.(Matius 7:34).

Siapakah kita ini shg kt tdk mau mengampuni kesalahn orang lain? Bukankah kt juga sering berbuat kesalahan?
SEBAGAI ORANG2 YANG TELAH MENERIMA ANUGERAH KESELAMATAN DAN BELAS KASIH DARI TUHAN, SUDAH SEHARUSNYA ALIRAN KASIH-NYA ITU JUGA HARUS KITA SALURKAN KEPADA ORANG LAIN...amin.
"Tetapi jakalau kmu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahnmu." (Matius 6:15).


Tuhan memberkati kita semua....amin.
Pirid Fred March 25 at 1:45pm

"Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi." (Kolose 3:2).

Umat Israel mmandang segala sesuatu secara negatif, itulah sbabnya hidup mereka penuh keluh kesah, tidak pernah ada ucapan syukur dari mulut mereka, putus asa dan mudah menyerah sebelum melangkah. Mereka lebih suka kembali ke masa lalu (perbudakan) daripada maju terus melalui padang gurun menuju ke Tanah Perjanjian (baca: Bilangan 14:2-3).

Sesungguhnya yg menjadi masalah adalah diri mereka sendiri(umat Israel). Pikiran mereka yg buruk membentuk sikap yg buruk pula. dr apa yg mereka ucapkan jelas mereka tdk mempercayai Tuhan. Mujizat dan perkara2 ajaib yg dinyatakan Tuhan atas mereka ternyata belum cukup membuka 'mata iman' mereka!!

Bukankah sikap hati umat Israel ini tidak jauh berbeda dengan sikap hati banyak orang Kristen saat ini?? Begitu mudahnya kita melupakan kebaikan dan pertolongan Tuhan. Mulut kita sukar sekali memberikan pujian syukur kepada Dia, tapi mudah mengeluh dan bersungut-sungut. Inilah yang menjadi penghalang bagi kita untuk mencapai 'Kanaan'.
Rasul paulus menasehatkan, "Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi." Bila cara berpikir kt benar, kt akan menikmati berkat. Sebaliknya bila pikiran kt keliru, kt pun akan menuai kegagalan. Oleh krn itu kt harus terlebih dahulu menetapkan pikiran kita pada arah yg benar. Ingat!! "MASA DEPAN KITA TIDAK DITENTUKAN OLEH MASA LALU KITA, TTP MASA DEPAN KITA ADA DI TANGAN TUHAN YESUS DAN BAGAIMANA SIKAP HATI KITA MERESPONS-NYA. DIA TLAH MATI UNTUK MENEBUS DOSA KITA, MEMERDEKAKAN KT DR SEGALA KUTUK DAN BELENGGU. JADI SEBURUK APAPUN MASA LALU KITA, BETAPA DALAM LUKA HATI KT, ATAU MASALAH KITA SEPERTINYA TIDAK ADA JALAN KELUAR, YESUS DATANG UNTUK MEMBUKA PINTU-PINTU KESEMPATAN BAGI KITA...AMIN"

YANG DIBUTUHKAN HANYALAH IMAN!!!TUHAN MENGHENDAKI KITA PERCAYA KEPADANYA, SELEBIHNYA DIA YANG MENYELESAIKAN!!!AMIN!!


TUHAN MEMBERKATI KITA SMUA...AMIN.
Pirid Fred March 25 at 5:16pm
Kolose 1:10
Konteks

PerikopUcapan syukur dan doa

TBsehingga hidupmu layak u di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya v dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan w yang benar tentang Allah,

Kol 1:8Kol 1:9-12 (Kol 1:10)Kol 1:13
Nas : Kol 1:9-12

Inilah salah satu dari keempat doa terkenal rasul Paulus di PB, yang diucapkan dengan ilham Roh (tiga yang lain adalah Ef 1:16-19; 3:14-19; Fili 1:9-11). Dari doa-doa ini kita belajar bagaimana mendoakan orang lain, seperti anak-anak kita, sahabat, saudara seiman, utusan gerejawi, gembala sidang, dll. Kita harus berdoa agar mereka dapat

(1) mengerti kehendak Allah,
(2) memperoleh hikmat rohani,
(3) hidup suci serta berkenan kepada Tuhan,
(4) berbuah bagi Kristus,
(5) dikuatkan secara rohani oleh Roh Kudus,
(6) bertekun dalam iman dan kebenaran,
(7) mengucap syukur kepada Bapa,
(8) hidup terus dalam pengharapan akan sorga,
(9) mengalami keakraban Kristus,
(10) mengenali kasih Kristus,
(11) dipenuhi kepenuhan Allah,
(12) menunjukkan kasih dan kebaikan hati kepada orang lain,
(13) membedakan yang jahat,
(14) bersungguh-sungguh dan hidup tak bercela, dan
(15) dengan keinginan yang amat besar menantikan kedatangan Tuhan kembal
“Jangan Terlambat”… Kita perlu bersyukur kerana Tuhan masih memberi kita kesempatan untuk bertobat dan menerima Tuhan yesus sebagai jalan keselamatan.Tapi masa yang Tuhan berikan ini jangan kita Persia-siakan kerana kita tidak tahu,bilakah Tuhan mengambil nyawa kita..Mari kita sama-sama belajar dalam Firman Tuhan mengenai kisah seorang kaya dan seorang miskin bernama Lazarus ( Lukas 16:19-31 )..

Dalam kisah ini,kita dapat belajar kemanakah arah hidup kita selapas mati..Mengikut kisah ini,orang kaya ini terlambat bertobat dan menerima jaminan keselamatan..sehingga setelah mati ia masuk neraka yang amat mengerikan..Manakala lazarus yang begitu miskin,sangsara dan terhina ketika di dunia mendapat tempat istimewa di mata Tuhan..Selagi kita masih hidup didunia ini,sebenarnya adalah kesempatan untuk kita bertobat,menerima jaminan keselamatan,berbuat baik dan menyelamatkan jiwa yang masih terhilang.

Hidup kita di dunia ini hanya sementara dan jaminan keselamatan kekal hanya “One Way”didalam Tuhan Yesus..( Yohanes 14:6, Yohanes 3:16 ).Yesus satu-satunya jalan menuju keselamatan kekal..Tanpa melalui Tuhan Yesus dan menerima Dia sebagai juru selamat peribadi,kita tidak akan masuk syurga..Tuhan Yesus telah menawarkan kasihNya dengan darah demi menebus dosa kita supaya kita tidak binasa,melainkan beroleh hidup yang kekal…

“ SUDAHKAH ANDA MENERIMA YESUS SEBAGAI JURUSELAMAT ANDA???”
“ INGAT!!! JANGAN TERLAMBAT..”
Apakah ertinya bergaul dengan Allah?..dan bagaimana cara kita bergaul dengan Allah..?Seperti seorang anak yang sentiasa rindukan ayahnya, bergaul dengan ayahnya,berkomunikasi,belajar dari ayah begitulah juga dengan pengertian ayat ini kita sentiasa perlu bergaul dengan Allah supaya kasih,pengertian dan hubungan itu sentiasa ada dengan berdoa,membaca dan belajar Firman Tuhan serta mengikutiNya..

Pergaulan erat dengan Allah membuat hati kita sentiasa rasa tenang kerana Tuhan dekat dengan kita..Roh kudus yang Tuhan telah janjikan sentiasa berkomunikasi dalam hati kita setiap waktu,membimbing dan berfirman dalam hati kita..Berkat ini sentiasa di rasai apabila kita tetap dekat dengan Tuhan.

Tubuh kita adalah rumah Tuhan dimana FirmanNya tinggal tetap...jadi..? apa kah kita mahu mencemarkan tubuh kita sebagai Rumah Tuhan.?Rumah Tuhan perlu penuh dengan doa dan Firman Allah supaya kita tetap teguh dan kuat di dalam Tuhan.."Kuduslah kamu, sebab Aku kudus"itulah Firman Tuhan..

Kita tidak pernah takut apabila kita sentiasa berkomunikasi dengan Allah kerana Tuhan membimbing kita dengan penuh kuasa..Ini lah sikap yang perlu ada bagi semua jemaat kristian supaya melayani Tuhan dengan berhasil..pelayanan tidak akan berhasil apabila hubungan kita dengan Allah jauh bahkan ini membahayakan iman kita dan lantas itu melemahkan keimanan kita..sebab itu ramai pelayan Tuhan lemah dan tidak kurang dari mereka jatuh di dalam dosa..

Hiduplah sebagai orang kristian yang sentiasa memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan..Amen..
"Oleh sebab raja merendahkan diri, surutlah murka Tuhan dari pada-Nya, sehingga ia tidak di musnahkan-Nya sama sekali..." (2 Taw. 12:12a).

Saat berada di puncak karier, sukses dan hidup dalam kelimpahan, banyak orang lupa diri, tidak ingat 'asal usulnya' seperti istilah ' kacang lupa akan kulitnya'. Saat msh dalam keadaan minim atau pas-pasan orang rajin beribadah shg secara perlahan hidupnya mulai berubah, dipulihkan dan diberkati Tuhan. Sayang, secepat kilat pula orang mulai berubah, Tuhan tidak lagi prioritas. Hari2nya dihabiskan untuk bekerja dan mencari uang saja, sampai akhirnya Tuhan ijinkan masalah terjadi dan menimpa hidupnya.

Hal ini jg terjadi pada Rehabeam, raja Yehuda. "Rehabeam besertya seluruh Israel meninggalkan hukumTuhan, ktk kerajaannya menjadi teguh."(2 Taw. 12:1).
Saat dipuncak kejayaannya, ia mulai 'lupa diri', meninggalkan Tuhandan tdk lagi setia kepada-Nya. Rehabeam merasa bahwa dirinya mampu dengan kekuatannya sendiri. Dia terlalu membanggakan apa yg ia miliki. Kekayaan negerinya yg melimpah dan juga kekuatan pasukan perangnya. Namun karena negerinya terancam karena musuh yg datang dr kerajaan Mesir, Rehabeam menjadi takut dan sadar bahwa tanpa campur tangan Tuhan ia tidak ada apa2nya. Kemudian dia datang merendahkan diri di hadapan Tuhan dan mengakui segala dosa2nya serta berjanji untuk kembali melayani Tuhan.

Melihat kesungguhan hati rehabeam untuk berubah, Tuhan mengurungkan niat-Nya untuk menghukum dan memusnahkan bangsa Israel. "Oleh sebab raja merendahkan diri, surutlah murka Tuhan dari padanya, shg tidak dimusnakan-Nya sama sekali. Lagipula masih terdapat hal2 yg baik di Yehuda." (2 Taw. 12:12).

ASAL KITA MAU MERENDAHKAN DIRI DAN BERTOBAT DENGAN SUNGGUH, TUHAN PASTI AKAN MENGAMPUNI DAN MEMULIHKAN KEADAAN KITA!!


TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUA....AMIN.
Shallom..! Saudara saudari yang ku kasihi dalam Tuhan Yesus Kristus..Hari ini saya mahu menyatakan sesuatu berkat dari pelayanan Roh Kudus baru-baru ini dan ini mengerakkan hati saya kembali melayani Tuhan dengan meminta Roh Kudus membimbing saya.

Baru-baru ini lima hari sebelum 27hb sept 2009,saya menerima mesej didalam hati saya dengan satu persoalan yang tidak mampu saya jawab..Pada hari pertama saya tidak mengambil kisah mengenainya kerana ku mengangap ianya perasaan saja..hari demi hari,waktu demi waktu,mesej itu sentiasa membakar hati saya sehingga saya menyatakan persoalan itu di internet..Ia adalah satu soalan yang amat berkuasa tak mampu ku berikan jawaban..Tahukah saudaraku apa pertanyaan itu??Ini pertanyaanNya:

BERAPAKAH JIWA YANG ANDA BAWA PADAKU TAHUN INI??

Persoalan ini telah mempengaruhi perasaanku dengan penuh kesedihan sepanjang waktu itu.Ku amat percaya itu adalah mesej dari Tuhan lewat Roh Kudus namun aku tetap bertahan terhadap kuasa tekanan mesej itu..Tahukah saudara apa yang Roh Kudus lakukan untuk menghibur saya??

Pada pagi 30hb.sept 2009,di hostel 10 minit perjalanan ke tempat kerja saya,sebelum kerja,saya ada hati membuka komputer saya dan memainkan lagu Rohani Live (Hillsong) berjudul "WITH ALL I AM"..Tahukah saudara dengan tiba-tiba air mata saya mengalir..saya menangis bukan bererti saya sedih tapi Roh Kudus membalai hati saya,dan menghibur saya..Saya terpaksa juga melangkahkan kaki ketempat kerja walaupun saya masih menangis,ku cuba mengelak airmata saya di lihat oleh teman kerjaku.Oleh kerana mata sudah merah terpaksa ambil cuti setengah hari..

Ku tetap menangis sehingga sampai di rumah rindu memainkan lagi lagu itu dengan airmata berlinangan dipipi.Saya tidak pernah mendapat sentuhan seperti itu selama ini.Ku amat bersyukur kepada Tuhan kerana menghiburku...

Pada waktu itu banyak mesej dari Roh Kudus dinyatakan padaku lewat keluarga,Gereja,doa-doa dari hamba Tuhan terhadap saya,pelayanan musik yang pernahku tinggalkan,ketika saat pembaptisan dengan janji saya dan semuanya saya amat bersyukur kepada Tuhan kerana Roh Kudus mengingatkan saya semua ini..Puji Tuhan.

Apa yang pernah saya terima dari sentuhan Roh Kudus ini..Ku nyatakan disini dengan harapan saudara saudari juga turut diberkati dengan pimpinan Roh Kudus...Hanya satu yang perlu saya ingatkan..Yesus berkata," AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP,TIDAK ADA SEORANG PUN YANG DATANG KEPADA BAPA KALAU TIDAK MELALUI AKU"Amen!
Filipi 3:7-8
"Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,"

Seorang ekonom dunia pernah menulis bahwa manusia itu adalah makhluk ekonomi. Apa maksud dari pernyataan ‘manusia adalah makhluk ekonomi'? Maksudnya adalah setiap perbuatan yang ia atau mereka lakukan didasarkan atas pertimbangan untung rugi. Biasanya orang akan melakukan sesuatu yang keuntungan lebih besar dan resiko ruginya lebih sedikit.

Dalam berhubungan dengan Allah, prinsip untung rugi ini sering digunakan manusia. Beberapa orang memilih menjadi umat-Nya karena tergiur dengan segala berkat yang akan ia terima baik di bumi maupun di surga. Mereka menganggap hidup mereka akan lebih terjamin bila bersama Allah dan memang hal itu benar adanya. Bersama dengan Allah, kita tidak perlu kuatir karena Dia telah menyediakan segala apa yang kita butuhkan di bumi ini.

Walaupun begitu, seharusnya hal-hal ini bukanlah fokus kita menjadi orang Kristen. Waktu kita memilih Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, mengenal-Nya adalah tujuan utama kita, bukan yang lain. Menjadi serupa dengan-Nya adalah yang harus kita kejar, bukan berkat. Ini bukanlah pemikiran seorang yang naïf, tetapi seorang yang mengerti dengan benar mengapa ia harus mengikut Tuhan Yesus.

Paulus dalam suratnya kepada Jemaat Filipi mengatakan bahwa segala sesuatu telah ia anggap rugi karena pengenalan akan Yesus Kristus yang lebih mulia daripada semuanya. Oleh karena Dialah, Paulus melepas semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya dirinya mendapatkan Kristus (Filipi 3:8).

Bersyukurlah kepada Allah karena Anda mengenal Tuhan Yesus, Raja diatas segala raja, Juruselamat hidup manusia. Itulah laba terbesar Anda mengikut Dia.

Kristus adalah keuntungan terbaik yang kita terima sebagai orang yang beriman kepadaNya
Paskah (bahasa Yunani: Πάσχα atau Paskha[1]) adalah perayaan terpenting dalam tahun liturgi gerejawi Kristen. Bagi umat Kristen, Paskah identik dengan Yesus, yang oleh Paulus disebut sebagai "anak domba Paskah"; jemaat Kristen hingga saat ini percaya bahwa Yesus disalibkan, mati dan dikuburkan[a], dan pada hari yang ketiga[b] bangkit dari antara orang mati. Paskah merayakan hari kebangkitan tersebut dan merupakan perayaan yang terpenting karena memperingati peristiwa yang paling sakral dalam hidup Yesus.
Paskah juga merujuk pada masa di dalam kalender gereja yang disebut masa Paskah, yaitu masa yang dirayakan dulu selama empat puluh hari sejak Minggu Paskah (puncak dari Pekan Suci) hingga hari Kenaikan Yesus namun sekarang masa tersebut diperpanjang hingga lima puluh hari, yaitu sampai dengan hari Pentakosta (yang artinya "hari kelima puluh" - hari ke-50 setelah Paskah, terjadi peristiwa turunnya Roh Kudus). Minggu pertama di dalam masa Paskah dinamakan Oktaf Paskah oleh Gereja Katolik Roma. Hari Paskah juga mengakhiri perayaan Pra-Paskah yang dimulai sejak empat puluh hari sebelum Kamis Putih, yaitu masa-masa berdoa, penyesalan, dan persiapan berkabung.
Paskah merupakan salah satu hari raya yang berubah-ubah tanggalnya (dalam kekristenan disebut dengan perayaan yang berpindah[2]) karena disesuaikan dengan hari tertentu (dalam hal ini hari Minggu), bukan tanggal tertentu di dalam kalender sipil. Hari raya-hari raya Kristen lainnya tanggalnya disesuaikan dengan hari Paskah tersebut dengan menggunakan sebuah formula kompleks. Paskah biasanya dirayakan antara akhir bulan Maret hingga akhir bulan April (ritus Barat) atau awal bulan April hingga awal bulan Mei (ritus Timur) setiap tahunnya, tergantung kepada siklus bulan. Setelah ratusan tahun gereja-gereja tidak mencapai suatu kesepakatan, saat ini semua gereja telah menerima perhitungan Gereja Aleksandria (sekarang disebut Gereja Koptik) yang menentukan bahwa hari Paskah jatuh pada hari Minggu pertama setelah Bulan Purnama Paskah, yaitu bulan purnama pertama yang hari keempat belasnya ("bulan purnama" gerejawi) jatuh pada atau setelah 21 Maret (titik Musim Semi Matahari/vernal equinox gerejawi)
Minggu Paskah bukan perayaan yang sama (namun masih berhubungan) dengan Paskah Yahudi (bahasa Ibrani: פסח atau Pesakh[1])[3][c] dalam hal simbolisme dan juga penanggalannya. Bahasa Indonesia tidak memiliki istilah yang berbeda untuk Paskah Pesakh (Yahudi) dan Paskah Paskha (Kristen) sebagaimana beberapa bahasa Eropa yang mempunyai dua istilah yang berbeda, oleh sebab itu kata Paskah dapat memiliki dua arti yang berbeda di dalam bahasa Indonesia.

MENGAPA KITA BERPUASA?

1. Berpuasa mempertajam mata rohani kita - membantu kita melihat apa yang Tuhan lihat.
2. Berpuasa berarti semakin serupa dengan Kristus, yang sering kali berpuasa.
3. Berpuasa adalah cara yang baik guna mengingatkan kita untuk berdoa, sebagai ganti makan.
4. Berpuasa membantu kita mengurangi berat badan dan merasa tetap bugar.
5. Berpuasa berarti menghemat uang (membeli lebih sedikit makanan!)
6. Berpuasa berarti menghemat waktu (melewatkan waktu makan!) di mana semua orang serba sibuk dan tidak punya waktu luang.
7. Berpuasa membuat kita merasa bahagia (jika kita melewatkan hari puasa dengan berhasil.)
8. Berpuasa meningkatkan rasa disiplin diri sehingga kita dapat berbuat lebih banyak kebaikan kepada sesama.

Tuesday, March 23, 2010

PUSH UP

ada seorang profesor mata kuliah religi yang bernama Dr. Christianson yang mengajar di sebuah perguruan tinggi kecil di bagian barat Amerika Serikat. profesor itu mengajar ke-Kristenan di perguruan tinggi ini dan setiap siswa semester pertama diwajibkan untuk mengikuti kelas ini. sekalipun Dr. Christianson berusaha keras menyampaikan intisari Injil kepada kelasnya, ia menemukan bahwa kebanyakan siswanya memandang materi yang di ajarkan sebagai suatu kegiatan yang membosankan. meskipun ia sudah berusaha sebaik mungkin, kebanyakan siswa menolak untuk menanggapi ke-Kristenan secara serius.

Tahun ini, profesor tersebut mempunyai seorang siswa yang spesial yang bernama Henry. Henry belajar dengan tujuan untuk melanjutkan studinya ke seminari dan mau masuk ke dalam pelayanan. Henry seorang yang popular, ia disukai banyak orang, dan seorang atlet yang memiliki fisik yang prima dan ia merupakan siswa terbaik di kelas profesor itu.

suatu hari, Dr. Christianson meminta Henry untuk tidak langsung pulang setelah kuliah karena ia mau berbicara kepadanya. "berapa push up yang bisa kamu lakukan?"
Henry menjawab, "saya melakukan sekitar 200 setiap malam."
"200? lumayan itu, Henry." Dr. Christianson melanjutkan, "apakah kamu dapat melakukan 300?"
Henry menjawab, "saya tidak tahu. saya tidak melakukan 300 sekaligus."
"apakah kamu pikir kamu dapat melakukannya?" tanya profesor itu.
"ok, saya bisa coba." jawab Henry.
"saya mempunyai satu proyek di kelas dan saya memerlukan kamu untuk melakukan 10 push up setiap kali, tapi sebanyak 30 kali, jadi totalnya 300. dapatkah kamu melakukannya?" tanya sang profesor.
Henry menjawab, "baiklah, saya pikir saya bisa. ok saya akan melakukannya."
profesor itu berkata, "bagus sekali! saya memerlukan anda untuk melakukannya Jumat ini."
Dr. Christianson menjelaskan kepada Henry apa yang ia rencanakan untuk kelas mereka pada Jumat itu.

pada hari Jumat, Henry datang awal ke kelas dan duduk di bagian depan kelas. saat kelas bermula, sang profesor mengeluarkan satu kotak besar berisi donat-donat. bukan donat-donat yang biasa tetapi yang besar dan yang punya krim di tengah-tengah. setiap orang sangat bersemangat karena kelas itu merupakan kelas terakhir pada hari itu dan mereka bisa menikmati akhir pekan mereka setelah pesta di kelas Dr. Christianson.

Dr. Christianson pergi ke baris pertama dan bertanya, "Cynthia, apakah kamu mau salah satu dari donat itu?"
Chynthia menjawab, "ya."
Dr. Christianson lalu berpaling kepada Henry, "Henry, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Chynthia bisa mendapatkannya donat itu?"
"tentu saja!" Henry lalu melompat ke lantai dan dengan cepat melakukan 10 push up. lalu Henry kembali ke tempat duduknya.
Dr. Chhristianson lalu pergi ke sisiwa selanjutnya, dan bertanya, "Joe, apakah kamu mau suatu donat?"
Joe berkata, "ya.'
Dr. Christianson bertanya, "Henry, maukah kamu melakukan 10 push up supaya Joe bisa mendapatkan donat itu?"
Henry melakukan 10 push up, dan Joe mendapatkan donatnya. begitulah selanjutnya, di barisan pertama. Henry melakukan 10 push up untuk setiap orang sebelum mereka mendapatkan donat mereka.

di barisan kedua, Dr. Christianson berhadapan dengan Scott. Scott seorang pemain basket, dan fisiknya sekuat Henry. ia juga seorang yang sangat popular dan punya banyak teman wanita. saat profesor bertanya, "Scott, apakah kamu mau donat?"
jawaban Scott adalah, "baiklah, bisakah saya melakukan push up saya sendiri?"
Dr. Christianson berkata, "tidak, Henry harus melakukannya."
lalu Scott berkata, "kalau begitu saya tidak mau donatnya."
Dr. Christianson mengangkat bahunya dan berpaling kepada Henry dan meminta, "Henry, apakah kamu mau melakukan 10 push up agar Scott bisa mendapatkan donat yang ia tidak kehendaki?"

Dengan ketaatan yang sempurna, Henry mulai melakukan 10 push up. Scott berteriak, "hei...! saya sudah berkata, saya tidak menginginkannya!"
Dr. Christianson berkata, "lihat disini! ini kelas saya dan semuanya ini donat saya. biarkan saja di atas meja jika kamu tidak menginginkannya."
lalu profesor itu menempatkan satu donat di atas meja Scott.

di waktu ini, Henry sudah mulai melakukan push up dengan agak perlahan. ia hanya duduk di lantai saja karena terlalu capek untuk kembali ke tempat duduknya. ia mulai berkeringat. Dr. Christianson mulai di barisan ketiga.

para siswa sudah mulai merasa marah. Dr. Christianson bertanya kepada Jenny, "Jenny, apakah kamu menginginkan donat ini?"
dengan tegas Jenny menjawab, "tidak."
lalu Dr. Christianson bertanya Henry, "Henry, maukah kamu melakukan 10 push up lagi, agar Jenny bisa mendapatkan donat yang tidak ia mau?"
Henry melakukan 10 push up dan Jenny mendapatkan satu donat.
ruang sudah mulai di penuhi oleh rasa tidak nyaman. para siswa sudah mulai berkata, "tidak...!" dan semua donat dibiarkan diatas meja tanpa ada yang menginginkannya. Henry sudah kelelahan dan harus berusaha keras untuk tetap terus melakukan push up untuk setiap donat itu. lantai tempat ia melakukan push up sudah dibasahi keringatnya dan lengannya sudah mulai kemerahan.

Dr. Christianson berkata kepada Robert, seorang atheis yang paling lantang suaranya kalau berdebat di kelas, apakah ia mau membantu untuk memastikan bahwa Henry tidak curang dan tetap melakukan 10 push up untuk setiap donat karena dia sendiri sudah tidak sanggup melihat Henry melakukan push up.

Dr. Christianson sudah sampai ke barisan keempat sekarang. dan beberapa siswa dari kelas yang lain yang sudah bergabung di kelas itu dan mereka duduk di tangga. saat profesor menghitung kembali, ternyata ada 34 siswa sekarang di kelas. ia mulai khawatir apakah Henry dapat melakukannya. Dr. Christianson melanjutkan dari satu siswa ke siswa yang selanjutnya sampai ke akhir baris itu. dan Henry sudah mulai bergumul. ia membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan pus up-nya
Henry bertanya kepada Dr. Christianson, "apakah hidung saya harus menyentuh lantai untuk setiap push up yang saya lakukan?"
Dr. Christianson berpikir sejenak, dan berkata, "semuanya ini push up kamu. kamu yang pegang kendali. kamu bisa melakukan apa saja yang kamu mau, asalkan tetap dalam melakukan push up." dan Dr. Christianson melanjutkan ke siswa yang selanjutnya.

beberapa saat kemudian, Jason, seorang siswa dari kelas lain dengan santai mau masuk ke kelas, dan sebelum ia melangkahi masuk, seluruh kelas berteriak serentak, "jangan...!jangan masuk! kamu berdiri diluar saja!"
Jason kaget karena ia tidak tahu apa yang sedang terjadi. Henry mengangkat kepalanya dan berkata, "tidak, biarkan ia masuk."
Dr. Christianson berkata, "kamu sadar bahwa jika Jason masuk, kamu harus melakukan 10 push up untuk dia?"
Henry berkata, "ya, biarkan ia masuk. berikan donat kepadanya."
Dr. Christianson berkata, "ok Henry, Jason, kamu mau donat?"
Jason yang baru masuk ke kelas dan tidak tahu apa-apa, menjawab, "ya, tentu saja, berikan saya donat."
Henry melakukan 10 push up dengan sangat perlahan dan bersusah payah. Jason yang kebingungan diberikan satu donat. Dr. Christianson sudah selesai dengan baris keempat dan mulai ketempat siswa-siswa dari kelas lain yang duduk di tangga dalam kelas.
tangan Henry sudah mulai gemeteran dan ia harus bergumul untuk mengangkat dirinya melawan tarikan gravitasi. di waktu ini, keringatnya bercucuran, dan tidak kedengeran apa-apa kecuali bunyi nafasnya yang kencang. mata setiap orang di kelas itu mulai basah.

satu siswa terakhir adalah siswa perempuan yang sangat popular. Dr. Christianson berkata, "Octaviany, apakah kamu mau donat ini?"
Octaviany dengan air mata yang berlinangan di pipinya mulai menagis, sambil berkata, "Dr. Christianson, mengapa saya tidak boleh membantunya?"

Dr. Christianson, dengan mata yang berkaca-kaca berkata, "tidak, Henry harus melakukannya sendiri; saya telah memberinya tugas itu dan ia bertanggung jawab untuk memastikan setiap orang mempunyai kesempatan untuk mendapat donat itu, tidak kira apakah mereka menginginkannya atau tidak. hanya Henry seorang saja yang mempunyai nilai yang sempurna. setiap orang telah gagal dalam ujian mereka, mereka entah bolos kelas atau memberikan saya tugas yang di bawah standart. Henry memberitahu saya di latihan football, saat seorang pemain buat salah, ia harus buat push up. saya memberitahu Henry bahwa tidak seorangpun dari kalian yang boleh datang ke pesta saya melainkan ia membayar harga dengan melakukan push up bagi kalian. Henry dan saya telah membuat perjanjian demi kalian semua."

"Henry, maukah kamu membuat 10 push up agar Octaviany bisa mendapatkan donat?"
Henry dengan sangat perlahan melakukan 10 push up yang terakhirnya. ia tahu ia sudah menyelesaikan semua yang harus ia lakukan. secara total, Henry telah melakukan 350 push up, tangannya tidak tahan lagi dan ia jatuh tersungkur ke lantai. Dr. Christianson lalu berpaling ke depan kelas, dan berkata, "dan demikian, Juru Selamat kita Jesus Kristus, di atas kayu salib, Ia telah melakukan semua yang dibutuhkan manusia, Ia menyerahkan semuanya. dan seperti yang ada di ruangan ini, banyak diantara kita membiarkan hadiah itu begitu saja di atas meja, sama sekali tidak kita jamah."

dua siswa mengangkat Henry dari lantai untuk duduk di kursi. walaupun sangat lelah secara fisik, Henry tersenyum bahagia. "engkau sudah berbuat dengan baik, hambaku yang baik dan setia." kata profesor dan ia menambahkan, "tidak semua khotbah di sampaikan dengan kata-kata." berpaling kepada kelas, profesor berkata, "harapan saya adalah kalian dapat memahami dan sepenuhnya mengerti akan semua kekayaan kasih karunia dan rahmat yang telah diberikan kepada kalian lewat pengorbanan Jesus Kristus. Allah tidak menyayangkan putra satu-satu-Nya, tetapi menyerahkan Dia untuk kita semua. apakah kita memilih untuk menerima menolak karunia-Nya, harganya sudah lunas dibayar."


APAKAH KITA AKAN MENJADI ORANG YANG BODOH DAN YANG TIDAK BERSYUKUR DENGAN MENINGGALKAN HADIAH ITU DI ATAS MEJA ?

Jbu.

SN. 18 KUNCI NUBUATAN AKHIR ZAMAN

Dalam buku Nabi Daniel terdapatlah banyak nubuatan-nubuatan yang penting sekali dan menarik perhatian, karena nubuatan-nubuatan itu memberitahukan tentang berbagai keadaan akhir zaman. Salah satu nubuatan yang mempunyai arti khusus bagi umat manusia, terdapat dalam Daniel pasal delapan. Begitu pentingnya nubuatan ini harus dipelajari, karena hal itu mengenai hari penghakiman yang menyangkut kehidupan tiap manusia. Apabila kita mengikuti permulaan ayat-ayat dalam Daniel 8 itu, maka kita mendapat penjelasan tentang ringkasan lambang pemerintahan dalam sejarah dunia, yang dimulai pada zaman Media-Persia. Raja-raja Media-Persia itu dalam nubuatan yang dilihat Daniel dilambangkan dengan "domba jantan yang bertanduk dua pucuk." (Daniel 8:6,20.)Sebagaimana kita ketahui menurut sejarah, Media-Persia diikuti oleh Kerajaan Yunani (Yunani) yang dalam nubuatan ini dilambangkan oleh "kambing jantan dengan tanduk besar di antara kedua belah matanya," (Daniel 8:8,21). Kemudian Kerajaan Roma yang digambarkan dalam Daniel 8:8-12, dan yang mempunyai ciri-ciri "sepucuk tanduk yang kecil" yang "jadi amat sangat besar", "dibesarkannya dirinya", "dihempaskannya kebenaran itu ke bumi", maka sifat dan tindakan itu adalah kenyataan dari lambang kekejaman di zaman kekuasaan Roma oleh kuasa kekafiran dan kuasa agama pada waktu itu! Sementara Nabi Daniel melihat dalam khayal tentang pergolakan, peperangan, penganiayaan yang terjadi itu, ia mendengar suara orang berkata-kata, yang bertanya,

"Sampai berapa lama berlaku penglihatan ini, yakni korban sehari-hari dan kefasikan yang membinasakan, tempat kudus yang diserahkan dan bala tentara yang diinjak-injak?" Daniel 8:1-3.

Pertanyaan "Sampai berapa lama", mengandung arti tertentu dalam nubuatan ini, karena sesuai dengan khayal yang dilihat nabi itu, tentang kejahatan dan kengerian, kini ia ingin mengetahui bilakah kuasa kejahatan akan dihancurkan dan perlakuan bengis akan berakhir. Pertanyaan ini pun berarti pula suatu keinginan mendapat penjelasan bila hukuman akan dijatuhkan bagi semua pelaku kejahatan itu! Maka ia menjawab:

"Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar." Daniel 8:14.

Sekarang kita bertanya: Bagaimanakah dapat kita mengetahui dengan pasti untuk menentukan waktu yang tepat dimulainya perhitungan itu? Kita telah mengetahui bahwa dalam mempelajari Nubuatan Kitab Suci, perhitungan hari berarti tahun. (Bilangan 14:34). Apakah permulaan masa 2300 tahun itu dimulai pada zaman Daniel? Atau di zaman Kristus? Bagaimana harus kita menghitungnya?

1. PERHITUNGAN TAHUN NUBUATAN DIMULAI 457 S.M.

Agar dapat dimengerti dengan lebih jelas perhitungan waktu yang dinyatakan dalam nubuatan ini, kita haras mempelajari pula kitab Daniel pasal sembilan. Nabi Daniel sendiri tidak mengetahui arti khayal itu pada waktu ia melihatnya, sehingga Gabriel harus memberitahukan arti khayal itu kepadanya (Daniel 8:15-17.) Nabi Daniel berdoa dengan tekun kepada Allah agar kepadanya dinyatakan arti dari bilangan tahun dalam nubuatan ini. Maka Gabriel telah diutus dari surga oleh Allah untuk memberitahukan kepada Nabi Daniel dan mengartikan kepadanya khayal yang dilihatnya sebagaimana yang tercantum dalam Kitab Daniel pasal delapan itu. Daniel 9:3-23. Dengan jelas Gabriel mulai membuka rahasia perhitungan yang ajaib dalam nubuatan itu. "Tujuh puluh sabat", katanya "sudah ditentukan bagi bangsamu (yaitu bangsa Yahudi), dan bagi negerimu yang suci itu akan menutup segala kesalahan dan memeteraikan khayal dan segala nabi akan menyirami Yang Mahasuci itu dengan musuh." Daniel 9:24. Para ahli Kitab Suci berpendapat bahwa perkataan ditentukan yang terdapat dalam ayat di atas itu, berarti "dipisahkan" atau "dikurangkan". Demikianlah bahwa tujuh puluh sabat atau 490 hari dalam nubuatan berarti 490 tahun, itu adalah bagian permulaan dari waktu 2300 tahun nubuatan itu. Sampai di sini, kita belum dapat mengerti maksud perhitungan tahun nubuatan itu! Bilakah permulaan tahun nubuatan itu dihitung? Penjelasan secara rinci tentang masa 490 tahun itu, diterangkan pula pada ayat 25.

"Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan Seorang yang diurapi, seorang Raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan." Daniel 9:25.

Kini mulai jelas, bahwa perhitungan waktu permulaan tahun nubuatan itu, haruslah diperkirakan dengan usaha pembangunan kembali kota Yerusalem. Alkitab memberitahukan bahwa di bawah Raja-raja Koresy, Darius dan Arthasasta raja Persia perintah untuk membangun kota Yerusalem telah dikeluarkan. Perintah atau dekrit terakhir yaitu dari Raja Arthasasta, (baca Kitab Ezra 7) adalah yang terpenting dan menjadi permulaan perhitungan tahun nubuatan itu. Dekrit Arthasasta itu dikeluarkan pada tahun ketujuh masa pemerintahannya, yaitu pada tahun 457 S. M. Dari masa ini sampai kepada Kristus, ada tujuh sabat dan enam puluh dua sabat Bahwa perhitungan tahun itu dapat dibagi pada gambar sebagai berikut:



Dengan lain perkataan 7 sabat dan 62 sabat adalah 69 sabat, atau 438 hari atau tahun dalam nubuatan. Untuk mengetahui bilakah berakhir perhitungan 438 tahun itu jika dihitung mulai hari pertama dalam 457 S.M., maka kita akan sampai kepada tahun hari terakhir tahun 26 M. Tetapi karena perintah Raja Artahsasta itu diberikan kira-kira pertengahan tahun 457 S.M., maka bagian akhir 69 sabat itu jatuh pada tahun 27 M. Untuk menggenapkan 70 sabat itu, maka setelah tahun 27 M masih ada satu sabat lagi, yaitu 7 hari atau 7 tahun sehingga perhitungan keseluruhan dari 70 sabat yang dimulai tahun 457 S. M. berakhir pada tahun 34 M.

2. KEGENAPAN TAHUN NUBUATAN 408 S. M. DAN 27 M.

Apakah yang telah terjadi pada tiap bagian dari tahun nubuatan itu? Peristiwa apa yang terjadi pada akhir tujuh sabat dan pada akhir enam puluh dua sabat? Tepatnya pada tahun 408 S.M. yaitu akhir dari perhitungan genapnya 7 sabat, dan tahun 27 M. adalah akhir perhitungan genapnya 62 sabat Dalam Daniel 9:25 dinyatakan bahwa dalam jangka waktu itu, pembangunan kembali Yerusalem sudah harus diselesaikan. Hal ini telah digenapkan yaitu setelah 49 tahun dari tahun 457 S.M., tepatnya tahun 408 S.M., pembangunan kembali Yerusalem telah selesai dikerjakan. Dan pada tahun 27 M, yaitu pada masa akhir 69 sabat nubuatan itu, atau setelah 483 tahun, Yesus mulai berkhotbah dengan pernyataan yang jelas, kata-Nya:

"Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil ! Markus 1:15.

Bahwa Tuhan kita Yesus Kristus ketika berbicara tentang "waktunya sudah sampai", tidak lain menunjukkan kepada kegenapan "waktunya nubuatan", enam puluh Sembilan sabat, yang dikemukakan dalam nubuatan yang menyatakan "sampai kepada Kristus, penghulu itu." (Daniel 9:25). Kitab Suci menyatakan pula betapa tepatnya kegenapan nubuatan ini, dihubungkan dengan pekerjaan Yohanes Pembaptis.

"Dalam tahun yang kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius ketika Pontius Pilatus menjadi Wali Negeri Yudea, dan Herodes Raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene.
"Pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun." Lukas 3:l, 2
.
Yesus mulai bekerja enam bulan setelah Yohanes Pembaptis dalam tahun yang sama, yaitu tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius. Dengan bukti sejarah ini dapatlah disimpulkan bahwa Yesus mulai bekerja antara akhir tahun 26 M. dan akhir tahun 27 M jadi tepat 483 tahun dihitung mulai tahun 457 S.M.

"Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." Lukas 3:21, 22.

Pada waktu itu pula Yesus memulaikan pekerjaan-Nya dan dikenal orang sebagai Mesias (Yohanes 1:14). Peristiwa apakah terjadi dalam jangka waktu satu sabat lagi atau 7 tahun, setelah genap 69 sabat, atau sesudah tahun 27M ?

3. PERISTIWA ANTARA TAHUN 27 S.M. DAN TAHUN 34 M.

Setelah genap waktu nubuatan 69 sabat itu masih tinggal satu sabat untuk memenuhi waktu 70 sabat sebagaimana dalam Daniel 9:24. Perhatikanlah Daniel 9:26, 27. berikut ini:

"Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan Seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salah-Nya apa-apa. Maka datanglah rakyat seorang raja memusnahkan kota dan tempat kudus itu, tetapi Raja itu akan menemui ajal-Nya dalam air bah; dan sampai pada akhir zaman akan ada peperangan dan pemusnahan, seperti yang telah ditetapkan.

"Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu."

Apakah artinya nubuatan ini? Peristiwa apakah yang terjadi sebagai kegenapannya? Perhatikanlah gambaran yang berikut ini:



Perhatikanlah pula perkataan nubuatan yang menyatakan bahwa:

"Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan Seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salah-Nya apa-apa." Daniel 9: 26.

Lebih tegas lagi:

"Raja itu akan membuat perjanjian itu menjadi lebih berat bagi banyak orang selama satu kali tujuh masa. Pada pertengahan tujuh masa itu Ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan; dan di atas sayap kekejian akan datang yang membinasakan, sampai pemusnahan yang telah ditetapkan menimpa yang membinasakan itu." Daniel 9:27.

Adapun peristiwa yang terbesar terjadi bagi dunia, ialah pada waktu kegenapannya nubuatan ini. Menjelang genapnya nubuatan 70 sabat yang telah ditentukan bagi bangsa Yahudi, yaitu tepatnya pada tahun 31 M. Yesus Kristus mati disalibkan di Golgota. Tiga setengah tahun yaitu tepatnya pada pertengahan sabat itu, setelah baptisan-Nya tahun 27 M. "Kristus itu telah dihapuskan," "Tetapi bukan karena diri-Nya sendiri." Yesus mati untuk semua manusia. (Baca 2 Korintus 5:15). Pada waktu kematian Yesus itu, terjadilah peristiwa di dalam bait Allah, sesuai dengan nubuatan yaitu,

"menghentikan korban sembelihan dan persembahan makanan."

"Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah." Matius 27:51.

Setelah "setengah sabat itu," ditandai dengan kematian Yesus, yaitu tepatnya tahun 31 M, maka masih ada lagi tiga setengah tahun untuk kegenapan waktu seluruhnya dari waktu nubuatan 70 sabat itu. Selama waktu itulah murid-murid Yesus Kristus memberitakan kabar keselamatan kepada bangsa Yahudi. Beribu-ribu orang menerima pekabaran itu dengan sukacita, misalnya pada hari Pentakosta, tetapi banyak pula yang menolak dan penolakan banyak orang itu diakhiri dengan tindakan mereka membunuh mati Stefanus pada tahun 34 M. Akibat penolakan itu yang kegenapannya tepat pada waktu nubuatan 70 sabat, atau 490 tahun sejak tahun 457 S.M., yang jatuh-nya pada tahun 34 M. itu maka kabar keselamatan itu tidak ada lagi dikhususkan kepada bangsa Yahudi tetapi diberikan kepada semua bangsa. Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata:

"Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain." Kisah Para Rasul 13:46.

4. "TEMPAT SUCI DIPERBAIKI PULA”



Setelah kita mengetahui beberapa kegenapan waktu nubuatan itu sejak tahun 457 S.M., maka kini kita bertanya tahun berapakah akhir perhitungan 2300 tahun itu? Gambaran berikut ini memberikan keterangan keseluruhan mengenai perhitungan itu yang berakhir pada tahun 1844. Apakah akan terjadi pada tahun 1844 yaitu pada waktu berakhirnya perhitungan dua ribu tiga ratus kali pagi dan petang menurut nubuatan waktu yang panjang itu? Sebenarnya pekabaran dalam nubuatan ini bukan saja memberitakan tentang pekerjaan Yesus dan kematian-Nya, tetapi mengenai "perbaikan atau pembersihan" tempat yang suci, yaitu suatu hari pehukuman yang menyangkut pula tentang kedatangan Yesus kedua kali ke dunia ini. Tempat suci dalam bait suci di manakah yang dimaksudkan oleh nubuatan ini? Maka ia menjawab

"Sampai lewat dua ribu tiga ratus pagi dan petang, lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar." Daniel 8:14.

Jelaslah bahwa yang dimaksudkan di sini bukanlah tempat suci dalam bait suci Yerusalem, karena pekerjaan pehukuman bagi semua manusia itu dilakukan dalam bait suci di surga.

"Inti dari segala yang kita bicarakan itu ialah: Kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di surga, dan yang melayani ibadah di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Tuhan dan bukan oleh manusia." Ibrani 8:1, 2.

Adapun bait suci yang dibuat oleh Musa atau yang didirikan di dunia ini, adalah oleh manusia, miniatur daripada bait suci yang di surga, yang ditunjukkan Tuhan kepada Musa. (Ibrani 8:5). Tetapi mengapakah tempat suci dalam bait suci di surga harus dibersihkan? Jawabannya sederhana sekali! Karena dalam Alkitab dinyatakan bahwa dalam bait suci di surga itu terdapat buku-buku catatan tentang segala sesuatu yang terjadi dalam dunia ini, dan segala perbuatan yang dilakukan oleh tiap manusia. Buku yang mencatat segala dosa manusia, yang masing-masing akan mempertanggungjawabkannya pada hari pehukuman. Dengan mempelajari tentang "kunci nubuatan akhir zaman" ini, kita dapat memahami dengan baik, waktu yang tepat dimulainya pekerjaan pemeriksaan buku-buku di surga, disediakan untuk suatu hari pehukuman yang akan menentukan keselamatan atau kebinasaan manusia! Sampai berapa lama pekerjaan pemeriksaan pehukuman itu berlangsung dan bagaimanakah cara pemeriksaan itu dilakukan, akan kita pelajari pada pelajaran yang berikut. Sementara itu, perlu pula kita perhatikan amaran dan panggilan Allah kepada kita melalui nabi-Nya, dengan panggilan berikut ini:

"Sebelum kamu dihalau seperti sekam yang tertiup, sebelum datang ke atasmu murka TUHAN yang bernyala-nyala itu, sebelum datang ke atasmu hari kemurkaan TUHAN.

"Carilah TUHAN, hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati; mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN." Zefanya 2: 2,3.

SN 17. BAGAIMANA HARUS BERDOA

"Doa adalah kunci di tangan iman untuk membuka perbendaharaan surga," demikian tulis E. G. WHITE dalam buku Steps to Christ. Apakah doa itu? Jika berdoa itu berarti kita berbicara kepada Allah, apakah mungkin manusia yang berdosa berbicara kepada Allah Yang Mahasuci? Jika manusia dapat berbicara kepada Allah, bagaimanakah dan berapa sering pembicaraan itu dilakukan? Apakah Allah mendengar doa kita dan menjawabnya?

1. APAKAH DOA ITU?

Ada beberapa pengertian yang dikemukakan tentang doa. "Doa adalah membuka hati kepada Allah seperti kepada seorang sahabat." "Doa itu adalah hubungan kita dengan surga." "Doa adalah pembicaraan dua arah antara Allah dan manusia." "Doa adalah mengadakan kontak dengan kuasa Allah." Walaupun demikian banyak orang tidak berdoa, atau tidak sembahyang dengan alasan bahwa mereka tidak mengetahui bagaimana mengucapkan doa itu. Kalau berdoa itu adalah membuka hati kita kepada Allah seperti kepada seorang sahabat, maka tidaklah perlu bagi kita mengucapkan doa itu menurut tulisan dalam satu buku doa, atau menghafal doa yang telah disusun lebih dulu. Doa adalah pembicaraan dari hati kepada Allah. Sebetulnya Allah telah mengetahui segala sesuatu keperluan kita. Allah mengenal tiap manusia, dan sebelum kita meminta sesuatu la telah mengetahuinya. Yesus berkata:

"Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

"Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu meminta kepada-Nya." Matius 6: 7,8.

"Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kau ketahui, ya Tuhan." Mazmur 139:4.

Jika demikian mengapa kita perlu berdoa? Doa amat penting bagi kita dan mutlak walaupun Allah telah mengetahui segala keperluan kita, karena apabila manusia berpisah dari Allah berarti manusia itu binasa, tetapi dengan ketekunan berdoa akan terjalinlah hubungan rohani yang erat antara manusia dengan Allah Yang Mahakuasa. Yesus menasehatkan pula:

"Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jika kamu tidak tinggal di dalam Aku." Yohanes 15:4.

Berdoa itu amat penting, karena dengan demikian komunikasi antara manusia dengan Allah akan tetap terpelihara. Jika dosa telah menyebabkan terputusnya hubungan antara kita dan Allah, maka kita harus datang kepada Allah dengan berdoa agar hubungan ini dapat dipulihkan kembali.

2. BAGAIMANA KITA BERDOA

Pertama-tama kita harus yakin bahwa doa kita ditujukan kepada Allah, karena itu, kepada kita diajarkan Yesus,

"Karena itu berdoalah demikian: Ya Bapa kami yang di surga." Matius 6:9.
Kemudian, doa kita itu disampaikan kepada Allah Bapa di surga di dalam nama Yesus Kristus.
"Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku." Yohanes 16:23.

Adapun berdoa itu dapat dilaksanakan sebagai berikut: (a) Berdoa perorangan. (b) Berdoa di hadapan umum. (c) Berdoa dengan keluarga.


(a) Berdoa perorangan .

Ada banyak hal di dalam kehidupan kita dan persoalan di dalam hati kita yang tidak dapat kita beritahukan kepada orang lain , karena persoalan itu adalah bersifat pribadi. Hanya dapat disampaikan kepada Tuhan dan memohon keampunan. Kepada Allah saja kita dapat membuka hati pribadi kita walaupun Allah mengetahui keadaan kita yang tersembunyi sekalipun. Apakah saudara merasa takut karena dengan sengaja atau tidak sengaja saudara telah membuat dosa tersembunyi sendirian? Allah mengetahui perbuatan saudara! Datanglah kepada-Nya dan berdoa, mengakui dosa itu dan bertobat maka Allah akan mengampuni saudara dan hati saudara pun menjadi tenang dan damai.

Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." Matius 6:6.

Inilah yang kita maksudkan berdoa secara pribadi, doa perorangan, atau berdoa sendiri tidak bersama orang lain. Namun demikian seseorang tidak hanya dapat berdoa di dalam kamar tertutup, tetapi juga ia dapat berdoa, sementara dalam perjalanan, di dalam bus atau kereta api, di kantor, di toko, di ladang dan di mana saja. Tentu apabila kita berdoa sementara dalam perjalanan tidak perlu kita sengaja berhenti di tempat orang banyak dan memperlihatkan bahwa kita sedang berdoa. Kita dapat berbicara dari hati kita dan selalu menghubungi Allah yang tidak kelihatan.

(b) Berdoa di hadapan umum.

Apabila kita berdoa di hadapan umum seperti halnya apabila kita berdoa sendirian maka kita boleh mengikuti pedoman berdoa yang diberikan oleh Yesus, sebagai berikut :

"Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami. Dan jangan membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin." Matius 6:9-13.

Kita menghampiri Allah dengan berdoa seperti kepada seorang "bapa" karena kita ini adalah "anak-anak Allah". Selain dari pedoman berdoa yang telah diajarkan Yesus, bagaimanakah kita dapat berdoa? Apakah yang harus tercakup dalam doa kita kepada Allah? Kita harus menyadari dan mengakui segala karunia yang baik dari Allah kepada kita tiap hari dan kita harus mengucap syukur atas segala berkat-berkat itu. Kita memohon keampunan atas dosa-dosa kita, tetapi pengakuan dosa perorangan yang diakui dalam doa sendirian, tidaklah diucapkan dalam doa umum.
Berdoa dengan orang banyak haruslah singkat, cukup jelas perkataan kita agar didengar oleh perkumpulan itu. Namun demikian tingkah laku kita apabila berdoa, baik dengan suara dan perkataan kita, maupun cara kita bertelut atau berdiri menundukkan kepala kita, semuanya dilakukan dengan penuh khidmat dan rasa hormat kepada Allah, karena Dialah Raja segala raja, dan Khalik semesta alam.

(c) Berdoa dengan keluarga.

Di samping kita perlu berdoa sendirian, secara pribadi kepada Allah, dan berdoa bersama dalam suatu perkumpulan, ada lagi cara berdoa kita yang penting ialah dengan keluarga. Ini biasanya dikenal sebagai "kebaktian keluarga". Pada setiap pagi dan malam, adalah menjadi kesempatan yang terbaik bagi satu keluarga, ayah, ibu dan anak-anak, berkumpul dan berbakti kepada Allah dengan menyanyi, membaca Kitab Suci dan berdoa. Kebaktian keluarga ini pasti memberikan kebahagiaan bagi keluarga dan jaminan bagi kehidupan anak-anak sehingga seluruh keluarga memperolehkekuatan dan berkat baik jasmaniah dan rohaniah. Kepada orang tua, Allah menasihatkan agar mengadakan kebaktian keluarga sebagai salah satu cara pendidikan yang terbaik bagi anak-anak.

"Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau mengajarkan-nya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun." Ulangan 6:6, 7.

3. DOA YANG DIJAWAB OLEH ALLAH

Bagaimanakah dapat kita ketahui bahwa doa kita akan dijawab oleh Allah? Pertama-tama kita harus yakin bahwa Allah, selalu mendengar doa kita dan menjawab doa kita menurut kehendak-Nya.

"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." Matius 7:7.

Ada beberapa syarat penting yang perlu dilakukan oleh tiap orang yang akan berdoa, apabila mereka mau Allah menjawab doa mereka itu.

(a) Menurut kehendak Allah. .
Perhatikanlah pula ayat berikut ini:

"Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jika kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya." 1 Yohanes 5:14.
"Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." Yakobus 4:3.

Berdoa yang sesuai dengan kehendak Allah, berarti bahwa kita harus pula menjadi orang yang setia mentaati firman Allah di dalam Kitab Suci! Apabila kita berdoa, agar Allah menghukum seseorang karena kebetulan kita tidak menyukai orang itu, maka sudah jelaslah bahwa doa kita itu tidak se-suai dengan kehendak Allah, karena Allah menghendaki bahwa kita harus mencintai sesama manusia walau musuh kita sekalipun.

(b) Berdoa dengan Iman
Seorang pemuda berkata kepada pendeta: "Saya tidak percaya bahwa ada Allah, tetapi jika tuan percaya, berdoalah untuk keselamatan saya!"
Alkitab berkata:

"Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari dia." Ibrani 11:6.

(c) Berdoa karena menyadari akan keperluan sendiri.
Perjanjian Allah adalah untuk memberikan berkat kepada mereka yang menyadari akan keperluan mereka.

"Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan." Matius 5:6.

Berdoa dan meninggalkan dosa. Dosa menyebabkan hubungan Allah dan manusia terputus. Seorang yang tetap berbuat dosa maka doanya tidak akan berarti, karena dosa itu adalah pelanggaran hukum Allah adanya.

"Seandainya ada niat jahat dalam hatiku, tentulah Tuhan tidak mau mendengar." Mazmur 66:18.

"Siapa memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian....Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi." Amsal 28:9,13.

4. APA YANG PENTING DALAM DOA KITA

Kita patut berdoa untuk keselamatan orang lain, atau berdoa untuk orang miskin dan orang yang sakit agar mendapat kesembuhan.

"Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni." Yakobus 5:15.

Namun demikian, yang terpenting kita berdoa adalah untuk kesembuhan rohani kita, yaitu keampunan atas dosa kita sendiri.

"Jika kita mengaku dosa kita, maka la adalah setia dan adil, sehingga la akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." 1 Yohanes 1:9.

Pelajar yang budiman, jika saudara mau mengadakan satu kebiasaan berdoa kepada Allah dengan tekun maka kehidupan saudara akan mengalami satu perubahan yang membahagiakan. Maukah saudara berusaha sekarang juga mendapatkan pengalaman pribadi yang erat dengan Allah oleh berdoa dan mencapai suatu kehidupan baru ?
Diposkan oleh Tiga Malaikat di 08:20

SN 16. APAKAH DAN DI MANAKAH NERAKA?

Istilah "neraka" itu bukan saja menarik perhatian tetapi juga menimbulkan pertanyaan dalam pikiran banyak orang. Ada orang berpendapat bahwa apa yang disebut neraka itu, hanyalah keadaan pikiran manusia dalam pengalamannya di dunia ini, dan bukan sesuatu yang akan terjadi di hari kemudian. Ada pula sebagian kaum teologi zaman modern ini langsung menolak ajaran tentang hari penghukuman terakhir atau yang disebut neraka dalam arti yang sebenarnya. Ada pula orang yang tidak mau menerima ajaran tentang neraka sebab mereka salah mengerti tentang sifat Allah. Mereka berkata: "Kalau benar Allah akan menghukumkan manusia berdosa itu dengan hukuman dalam api neraka selama-lamanya maka Allah itu adalah Allah yang lalim dan tidak punya kasih." Tetapi oleh karena "Allah itu kasih adanya" 1 Yohanes 4:8 maka tidak mungkin ada neraka! Sebenarnya, Apakah neraka itu? Apakah benar ada neraka, mengapa dan di manakah neraka itu? Apakah benar bahwa orang jahat akan dibakar selama-lamanya? Apakah neraka itu sudah ada sekarang ini? Siapakah sebenarnya yang akan dimasukkan ke dalam neraka?

1. APAKAH NERAKA ITU?

Apakah sebenarnya neraka itu sebagai-mana yang dimaksudkan dalam Kitab Suci? Pertama sekali kita akan ketahui bahwa perkataan "neraka" dalam Kitab Suci Perjanjian Lama (King James Version) diterjemahkan dari perkataan "Sheol" yang berarti "kubur", tidak ada hubungan dengan hukuman, api, siksaan. Penulis-penulis Perjanjian Baru, menggunakan tiga perkataan yang berasal dari bahasa Yunani yang diterjemahkan untuk neraka, yaitu "tartarus" artinya "gua yang gelap"

Sebab jika Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam neraka dan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman." II Petrus 2:4.

"Hades" yang ditujukan kepada satu tempat di mana orang jahat dan orang benar akan pergi setelah mati, "alam maut". Kisah Rasul-rasul 2:27, dan "gehena" tempat api bernyala yang ditakuti oleh orang yang berdosa, seperti yang tercantum dalam

"Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh dalam neraka." Matius 10:28.

Dengan demikian neraka dalam terjemahan Kitab Suci mempunyai tiga pengertian yang berbeda, yaitu: gua yang gelap, kubur dan tempat untuk kebinasaan terakhir. Kemudian kita bertanya, dalam pelajaran ini di manakah neraka itu? Neraka yang kita kira pelajari di sini, bukanlah "gua gelap" tempat dibuangnya malaikat-malaikat yang berdosa, bukan pula kuburan tempat bagi orang jahat maupun orang yang benar apabila mereka mati, melainkan neraka sebagai "tempat untuk kebinasaan yang terakhir" Banyak orang mempunyai kepercayaan bahwa neraka itu adalah satu tempat api yang sedang bernyala-nyala sekarang ini, dan tiap orang jahat yang mati langsung dimasukkan kesana. Tetapi ajaran seperti itu tidak punya dasar Kitab Suci.
Di dalam Wahyu 20:5-15, dijelaskan peristiwa yang akan terjadi bahwa semua orang jahat yang sudah mati tidak akan hidup kembali dalam masa seribu tahun setelah kedatangan Kristus (ayat 5). Mereka tetap mati sementara orang-orang benar sudah dibangkitkan bersama Kristus mewarisi surga (ayat 6). Selama waktu seribu tahun itu Setan dipenjarakan dan tidak diberi kebebasan bergerak untuk menjalankan pekerjaannya yang jahat itu (ayat 1,2). Tetapi setelah berakhir masa seribu tahun itu yang juga disebut "millenium", maka Kristus kembali lagi ke dunia ini bersama orang benar untuk menghukumkan dunia, Iblis dan orang jahat itu yang pada waktu itu baru dibangkitkan dari kubur. Maka hukuman bagi mereka itu ialah "dicampakkan ke dalam laut api." (ayat 14). Penipu besar, yaitu Setan, "yang menyesatkan mereka itu tercampaklah ke dalam laut api dan belerang itu... maka mereka itu akan tersiksa siang dan malam selama-lamanya." (ayat 10). Kalau begitu di manakah tempatnya neraka itu?

"Kalau orang benar menerima balasan di atas bumi, lebih-lebih orang fasik dan orang berdosa!" Amsal 11:31.

Dengan demikian kita ketahui bahwa neraka itu belum ada sekarang ini, tetapi nanti apabila Allah akan membersihkan dunia ini dengan api.

2. APAKAH ARTINYA ORANG JAHAT DIBAKAR SIANG MALAM?

Bagaimanakah Allah, dan Yesus Kristus bersama orang benar akan dapat menikmati surga dan dunia baru itu jika di neraka terus kedengaran teriakan dan tangisan dari orang-orang jahat yang dihukum? Pengertian terjemahan "siang dan malam selama-lamanya", sebenarnya dimaksudkan "yang kekal." Misalnya, dalam buku Yudas, diperbincangkan tentang dua kota di zaman dulu kala yang dibinasakan oleh Allah karena kejahatan penduduk kota-kota itu dan yang tidak mau bertobat.

"Sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tidak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang." Yudas 1:7.

Apakah Sodom dan Gomora masih bernyala-nyala sekarang ini? Tentu tidak! Api kekal yang membakar Sodom dan Gomora masih bernyala-nyala sekarang ini? Tentu tidak! Api kekal yang membakar Sodom dan Gomora sudah padam segera setelah selesai membakar habis kota-kota yang jahat itu.
"Api neraka yang kekal" yang tertulis dalam Matius 25:41 adalah juga sama dengan "api yang tiada dapat dipadamkan", itu akan bernyala selama masih ada unsur kejahatan untuk dibakar dan unsur dosa untuk dibinasakan. Pemadam kebakaran tidak dapat menghentikan api itu. Baru setelah semua orang jahat, Setan dan dosa dunia ini dibakar habis, maka "api yang tiada dapat dipadamkan" itu selesai dengan tugasnya, dan dunia ini telah disucikan dengan api, maka pada waktu itulah Allah membangun kerajaan-Nya yang kekal, sempurna di dunia ini.

3. DOSA DAN ORANG BERDOSA DIBINASAKAN

Perhatikanlah beberapa ayat berikut ini yang menjelaskan bahwa dosa, orang berdosa dan Iblis yang menjadi pangkal segala dosa itu akan dibinasakan seluruhnya.

"Bahwa sesungguhnya hari itu datang menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka." Maleakhi 4:1.

"Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam." Maleakhi 4: 3.

"Sesungguhnya, mereka sebagai jerami yang dibakar api; mereka tidak dapat melepaskan nyawanya dari kuasa nyala api; api itu bukan bara api untuk memanaskan diri, bukan api untuk berdiang!" Yesaya 47: 14.

Sebenarnya Allah tidak menghendaki manusia terlibat dalam dosa yang mengakibatkan mereka dibinasakan dalam api neraka! Hanyalah terutama bagi Iblis dan malaikat jahat yang disediakan hukuman api neraka itu? Tetapi apabila manusia tidak mau memisahkan dirinya dari Iblis dan perbuatan kejahatan maka tidak ada pilihan lain bagi mereka selain ikut menanggung akibat bersama dengan Iblis dan malaikat jahat itu. Maka Allah memberikan amaran kepada kita tentang kebinasaan terakhir bagi dosa, Iblis dan orang berdosa, dan Allah memanggil kita agar tinggalkan dosa itu, dan hidup dengan Tuhan agar tidak dibinasakan. Kepada orang jahat yang tidak mau bertobat akhirnya akan mendapat hukuman:

"Dan la akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya." Matius 25: 41.

4. MENGAPA HARUS ADA NERAKA?

"Jika Allah itu memiliki sifat kasih, mengapa harus ada neraka?'' Demikianlah pertanyaan yang sering dikemukakan orang. Untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan di atas ini, kita baca lagi dalam Kitab Suci sebagai berikut:
"Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih." 1 Yohanes 4: 8.

"Katakanlah kepada mereka: demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan Aku berkenan kepada pertobatan orang fasik itu dari kelakuannya supaya ia hidup. Bertobatlah, bertobatlah dari hidupmu yang jahat itu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?" Yehezkiel 33: 11.

Jelas dan sederhana sekali untuk dimengerti, bukan? Allah tidak bermaksud menghukum manusia, karena Allah itu kasih adanya. Dan justru karena kerajaan Allah itu didasarkan atas kasih, maka Allah tidak menyukai jika undang-undang-Nya tidak ditaati oleh orang yang akan mewarisi kerajaan-Nya itu. Allah mencintai manusia berdosa, tetapi jika manusia yang berdosa itu menolak Allah dan tidak mau mentaati firman-Nya, maka apabila manusia itu dibuang ke dalam neraka, hal itu adalah karena pilihan manusia itu sendiri. Dengan perkataan lain dapat kita ketahui bahwa tidak ada seorang pun yang akan dibinasakan dalam api neraka, kecuali ia sendiri telah menolak kesempatan yang diberikan Allah kepadanya untuk diselamatkan. Yesus Kristus akan menyelamatkan semua orang yang menerima Dia sebagai Juruselamat tetapi la tidak akan menyelamatkan seorang yang tetap berbuat dosa.

5. NASIHAT BAGI KITA

Oleh karena dunia ini akan dibakar habis dan disucikan menjadi dunia baru, dan bahwa Allah akan membakar segala dosa, Iblis dan orang-orang jahat, apakah nasihat Kitab Suci bagi kita?

" Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup. Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tidak bercacat dan tidak benoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia." II Petrus 3:11,14.

Dengan panggilan yang penuh kasih, Allah memanggil kita agar kita mengikuti Dia dan meninggalkan segala perbuatan kejahatan dan dosa karena orang yang berdosa tidak akan masuk dalam kerajaan surga.

Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak domba itu." Wahyu 21:27.

"Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu." Wahyu 20:15.

Maukah saudara bersedia sekarang juga meninggalkan segala perbuatan jahat dan dosa agar menjadi pengikut Tuhan yang sejati dan tersedia untuk hidup kekal dan bukan untuk api kekal? Yesus Kristus dapat menolong saudara untuk hidup menurut kehendak-Nya jika saudara menyerahkan hidup saudara kepada-Nya.