Monday, June 7, 2010

"Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: "Aku telah memintanya dari pada TUHAN." (1 Samuel 1:20)

Bacaan: 1 Samuel 1:1-28


Hana, istri Elkan yang bertempat tinggal di Ramataim-Zofim, kepalanya pusing tujuh keliling karena memikirkan 2 hal yang sulit. Pertama, sudah menikah bertahun-tahun, tetapi tidak punya anak. Padahal pada masyarakat Israel kuno, ketiadaan seorang ibu akan anak dapat menjadi bahan pergunjingan dan mengurangi kebahagiaan. Kedua, madunya yang bernama Penina selalu menyakiti Hana. Penina yang mempunyai 2 orang anak, memang punya alasan untuk mengolok-olok Hana yang tidak memiliki seorang anak pun.

Hana merespon masalah dalam hidupnya dengan baik. Ia tidak berprasangka buruk kepada Allah atau memilih membunuh dirinya seperti yang dilakukan beberapa orang dewasa ini. Dari pada berbuat negatif dan membalas perbuatan Penina yang mengolok-oloknya, ia lebih memilih untuk pergi ke rumah TUHAN dan berdoa. Doa yang disampaikan Hana sangat sungguh-sungguh. Kesungguhan itu nampak dari kesedihan dan tangisannya serta terlihat pula dari pernyataan yang bernazar kepada TUHAN. Nazarnya adalah: "jika TUHAN memberinya anak laki-laki, maka akan diserahkannya anak itu kepada TUHAN menjadi hamba-Nya. Ajaibbya, setelah Samuel diserahkan kepada Imam Eli untuk pekerjaan TUHAN, Allah memberi tambahan anak lagi kepada Hana, Yakni 3 anak laki-laki dan 2 anak perempuan (1 Samuel 2:21). Kini, Penina tidak bisa lagi bersikap semena-mena. Hana tidak perlu merasa menyesal menjalani kehidupan. Ia telah menempuh jalan yang benar dengan berlari kepada TUHAN ketika menghadapi persoalan dalam hidupnya. Si mandul itu kini bergirang hati.

Pengalaman Hana menjadi pelajaran berharga bagi kita. Ketika kita mempunyai masalah apa pun janganlah sampai meninggalkan TUHAN. Tetaplah beribadah dan mengikut Dia dengan setia dan berdoalah dengan tekun dan penuh kesungguhan hati. Pertolongan sebagaimana yang TUHAN berikan kepada Hana, jika kita percaya dan TUHAN menghendakinya, akan diberikan juga kepada kita. Jadi, jangan pernah merasa putus asa sebab TUHAN beserta kita. Dekatkanlah diri kita kepada-Nya, maka Dia akan mengulurkan tangan-Nya, untuk menolong kita....amien.


"TUHAN MEMPERHATIKAN SETIAP TETES AIR MATA DAN MENYEDIAKAN SOLUSI TERBAIK BAGI ANAK-ANAK-NYA....amin."

No comments:

Post a Comment