Monday, June 7, 2010

Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." (Markus 12:44)

Pagi itu sebelum saya masuk ke gereja, seorang rekan di persekutuan pemuda mendekati saya dan bertanya, "kak, bagaimana ya, uang saya hanya tinggal ini. Sementara uang kiriman dari orang tua di kampung belum tiba. Masalahnya, saya juga tidak bisa memakai uang ini. karena ini uang perpuluhan yang harus saya serahkan pada Tuhan dari hasil kerja sampingan saya di kafe." Kemudian saya menjelaskan bahwa membayar perpuluhan adalah wajib hukumnya bagi setiap anak Tuhan. Itulah bukti bahwa kita diberkati Tuhan dan kita mempercayai pemeliharaan-Nya dalam segi finansial. Mendengar penjelasan tersebut, akhirnya ia memilih untuk tetap memberikan uang itu untuk perpuluhan. Malamnya ia menelepon saya dan berkata bahwa tiga hari lagi orang tuannya baru akan mengirimkan uang karena ada kendala teknis di bank. " Yang luar biasa," serunya, "sepulang gereja tadi ada beberapa orang yang membayar hutang kepadaku. Dan setelah kuhitung ternyata jumlahnya cukup untuk memenuhi kebutuhanku selama tiga hari ke depan."

Bukan hanya dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat, dalam hubungan dengan Tuhan pun kita mengenal adanya hak dan kewajiban.
Sebagai orang percaya kita berhak untuk menerima berkat Tuhan, dan kewajiban kita kepada-Nya adalah bertanggung jawab atas penggunaannya, termasuk dalam memberi perpuluhan.
Memang, ada kalanya kita dihadapkan pada situasi dilematis, namun hal itu tetap bukanlah suatu pembenaran untuk melakukan kewajiban kita kepada-Nya. Alkitab tidak menyebutkan siapa nama atau latar belakang sang janda miskin yang dilihat Tuhan Yesus sedang memasukkan persembahan sebanyak dua peser di Bait Allah. Namu dari perkataan Tuhan Yesus kita tahu bahwa Tuhan berkenan padanya. Kata "seluruh nafkahnya" cukup menjelaskan berarti itulah uang terakhir yang dimilikinya. Perkenaan Tuhan tidak terkait dengan nominal uangnya, tetapi komitmennya untuk tetap memenuhi kewajibannya pada Tuhan.

Pertanyaan penting yang harus kita renungkan sekarang adalah: sudahkah kita memenuhi setiap kewajiban kita kepada Tuhan???

No comments:

Post a Comment