Monday, June 7, 2010

Sejak kecil Emanuel Gatot di
ajar oleh orangtuanya
dengan keras dan tidak
takut berkelahi. Hal tersebut
membuatnya tumbuh menjadi
orang yang haus akan ilmu
kedigdayaan agar tidak
mudah dikalahkan lawan-
lawannya. Berguru kepada
dukun-dukun dan melakukan
berbagai ritualpun
dijalananinya.
Suatu saat Gatot bersama
beberapa orang temannya
menimba ilmu gaib dari
seorang dukun, “Kami waktu
itu mandi air kembang dan
melakukan prosesi untuk
menerima ilmu. Lalu satu
persatu kami dipanggil ke
suatu ruangan dimana guru
saya sudah ada disitu
dengan menyan dan
beberapa gelas air kembang,
kita kemudian dibacain
mantra, lalu kita disuruh
minum air putih tersebut
sampai habis. Karena kalau
tidak sampai habis, ilmu kita
tidak akan sempurna.
Pertama kami minum saya
bersemangat, tapi pas
sampai di mulut.. rasanya
seperti anyir.”
Setelah itu Gatot dan teman-
temanya di beri kertas yang
berisi mantra untuk di
hafalkan. Semua itu dijalani
Gatot demi mendapatkan ilmu
gaib yang bernama
“Sembilan Siluman.”
Tidak yakin dengan ilmu
tersebut, Gatot tidak dapat
menunggu lagi untuk
menjajal ilmu tersebut.
Tengah malam itu, Gatot
merapal mantra yang sudah
dihafalkannya, dan sesuatu
yang tidak pernah dilihatnya
muncul.
“Saya melihat rupa-rupa
siluman dating. Siluman
buaya, ular kemudian ada
macan. Lalu ada suatu sosok
tinggi besar, tapi terus
terang saya jujur waktu itu
saya takut dua hal,
kuntilanak sama pocong,
kalau ada itu saya kaget...”
demikian tutur Gatot sambil
tertawa mengenang masa itu.
“Tapi kalau bentuk yang
lain, seperti binatang, saya
merasa nyaman.”
Gatot semakin meyakini
pentingnya ilmu kanuragan
ketika suatu hari dia
mencoba menolong seorang
temannya yang sedang
dipalak sekelompok preman.
“Temen saya dimintain duit,
saya datang trus berantem.”
Gatot dikeroyok oleh para
preman itu, ia dipukuli
dengan kayu, besi, rantai
bahkan sepotong paving
blok di pukulkan pada
kepalanya hingga paving
blok itu pecah. Namun
hebatnya, Gatot tidak
mengalami luka-luka yang
cukup serius.
“Ketika saya pulang ke
rumah teman saya, pas mau
ganti baju, punggung
belakang saya merah-merah
namun tidak ada luka.”
Tetapi Gatot tidak cukup
puas begitu saja dengan apa
yang dimilikinya.
“Guru saya pernah bilang,
‘kamu juga bisa cari ilmu
kok..” Akhinya saya puasa
empat puluh hari, lalu di
tengah malam saya bangun,
saya keluar telanjang bulet.
Kemudian saya baca-baca
aja (mantra – red), lalu
kemudian suasana berubah.
Memang dateng (roh-roh)
saat itu.”
Apa yang dilakukan Gatot
menarik perhatian roh-roh
gaib itu, bahkan benda-
benda keramat pun
mendatanginya. Suatu malam
saat sedang menuju
rumahnya, Gatot melihat
sebuah sinar jatuh dari
langit.
“Saya liat ada sinar
jatuh..syut.. saya kejar. Dan
ternyata itu sebilah keris.
Mungkin karena saya punya
pegangan itu, maka saya
bisa melihat hal-hal seperti
itu.”
Tidak hanya itu, Gatot pun
melihat pemandangan-
pemandangan aneh
dirumahnya. Potongan-
potongan tubuh tiba-tiba
jatuh dari langit-langit
rumahnya, dan sepotong
kepala jatuh tidak terlalu
jauh dirinya.
“Matanya melihat ke saya...
Saat itu saya sedang
belajar, saya cuma melihat
sekilas lalu saya cuekin aja...
sudah biasa seperti itu. ”
Tujuan hidupnya adalah
menjadi orang paling sakti di
seluruh dunia, hal itu
mendorongnya meminta sang
guru untuk menurunkan ilmu
paling sakti yang dimiliki
sang guru kepada dirinya.
“Ilmu paling tinggi adalah
sepuluh malaikat,” demikian
jelas gurunya. “Tapi ini
berat, kalau kamu ngga
berhasil cuma dua akibatnya,
akan gila atau mati. ”
Namun Gatot sangat yakin
bahwa dirinya mampu
menguasai ilmu tersebut,
akhirnya sang guru pun
menurunkan ilmu tersebut.
Benar saja, Gatot sanggup
menguasainya dalam waktu
singkat.
Untuk membuktikan
kemampuan ilmu barunya,
Gatot pun mengajak
temannya untuk adu ilmu.
Temannya menggunakan
ilmunya hingga kesurupan
seperti macan dan berusaha
menyerangnya. Gatot hanya
duduk bersila dan merapal
mantra untuk menghadapi
serangan dari temannya itu.
“Ketika dia melompat, belum
sampai dia sudah terlempar
balik. Saya sempat tertegun
juga, akhirnya saya semakin
yakin dengan ilmu saya.”
Namun dibalik
kedigdayaannya, Gatot tidak
pernah merasakan
kedamaian dan ketenangan
batin.
“Besok gua kalah ngga ya...?
Jadi seperti itu, tidak pernah
merasa damai. Ngga pernah
merasa cukup. Selain itu lagi
tenang-tenang tidur, tiba-
tiba ada yang dateng atau
ada yang lewat.. jadi saya
ngga pernah merasa damai..”
Hingga suatu hari, seorang
temannya seperti
merendahkan dirinya.
Temannya itu berkata bahwa
Roh yang di dalam dia lebih
besar dari pada roh yang
ada di dalam diri Gatot. Hal ini
membuat Gatot naik pitam.
“Sampai suatu ketika saya
bicara ke dia, ‘Udahlah kita
adu ilmu saja.Gua pake ilmu
yang ada di dalam diri gua,
loe pake apa yang ada di
dalam diri loe lah...’”
Gatot pun mulai
menggunakan ilmu-ilmu
santet untuk menyerang
temannya itu, namun
temannya itu tidak pernah
kena. Rasa penasaran
membuat Gatot ingin memiliki
“roh” yang ada didalam
temannya itu.
Karena tidak satupun
ilmunya yang mempan
kepada temannya itu, Gatot
pun memberanikan diri
bertanya kepada temannya
itu.
“Kalau gua punya roh yang
ada di dalam diri loe, gua
bisa ngalahin guru-guru gua
dong..?”
“Ooooh bisa.. bahkan loe
bisa mengalahkan semua
dukun-dukun dan semua ilmu
yang ada di dalam dunia ini,”
demikian ucap Lucky, teman
Gatot itu.
“Wuih..karena memang
tujuan saya ingin menjadi
orang paling sakti kan.. lalu
saya bilang begini, ‘Bisa
ngga gua dapet, gua punya
roh yang ada didalam diri
loe?’”
“Oh bisa..” ujar Lucky.
“Caranya gimana...??”
“Caranya gampang, loe
bertobat dan terima Yesus..”
Gatot pun diajak Lucky ke
sebuah ibadah, namun bukan
berarti Gatot menerima
begitu saja ajakan Lucky.
Sebelum berangkat ke
kebaktian itu, Gatot
mempersiapkan semua jimat-
jimatnya untuk menjajal
kemampuan orang-orang
dalam ibadah itu. Namun
setibanya di tempat ibadah
itu, Gatot merasakan
sesuatu yang aneh.
“Saya bolak-balik keluar
masuk terus. Setiap kali
saya duduk, jimat-jimat saya
itu saya pegang dengan
hati-hati.”
Lucky pun dibuat penasaran
dengan gerak-gerik Gatot,
“Ada apa sih..?”
Sambil berbisik Gatot
menjawab, “Ini jimat-jimat
saya..”
“Udah taro bawah aja...”
”Eh... ati-ati..!!”
Hingga akhirnya firman
Tuhan diberitakan dan sang
pembicara berkata bahwa
Roh Tuhan lebih besar
daripada roh yang ada di
dunia ini. Mendengar
kebenaran firman Tuhan itu,
hati Gatot terbuka. Namun
keinginannya untuk bertobat
tidaklah semudah yang ia
bayangkan.
“Waktu saya diajak untuk
berdoa terima Yesus, baru
saja saya berkata ‘Tuhan’
mulut saya terkunci.”
Roh-roh jahat yang ada di
dalam diri Gatot sepertinya
tidak rela dengan
pertobatannya. Tubuh Gatot
seperti ditarik-tarik, namun
dirinya berusaha melawan
dengan menggenggam
tangannya.
“Kalau saya lepas (tangan –
red) saya mungkin akan
manifestasi gerakan macan
atau gerakan lainnya. Sampai
akhirnya seorang hamba
Tuhan melihat saya, lalu
menumpangkan tangan ke
atas kepala saya, dan saat
itu saya berteriak.”
“Dalam nama Yesus, diam!!”
demikian hardik hamba
Tuhan itu.
Saat Gatot diam, tubuhnya
bergetar dan dirinya
merasakan hadirat Tuhan,
suatu perasaan damai yang
belum pernah dirasakannya
sebelumnya. Hari itu juga,
akhirnya Gatot
menghancurkan semua jimat
yang ia bawa dan tidak
pernah kembali lagi mencari
ilmu-ilmu gaib.
“Kadang masih ada
keinginan untuk saya
kembali nonton film-film
horror, tapi hal itu saya
lawan dengan saya berdoa
dan juga ada istri saya yang
menegur saya serta
menguatkan saya. Saya
menceritakan pengalaman
hidup saya ini agar setiap
kita tidak lagi terlibat kuasa
kegelapan, karena ketika
kita terlibat dengan kuasa
kegelapan kita menjadi
orang yang bodoh dan kita
menanggung suatu resiko
yang membahayakan hidup
kita dan hidup orang-orang
yang kita kasihi.”
(Kisah ini sudah
ditayangkan 26 Mei 2010
dalam acara Solusi Life di O
Channel).
Sumber Kesaksian :
Emanuel Gatot

No comments:

Post a Comment