Saturday, January 30, 2010

Inilah JALAN LURUS yang dicari umat Muslim sedunia!

Yesus Kristuslah Jalan Lurus itu, jalan yang akan membawa Anda ke surga. Jika Anda ingin mencapai surga, tidak ada jalan lain selain percaya kepada Sang Jalan, yaitu Yesus Kristus yang telah mati untuk menebus dosa-dosa Anda. Terimalah Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda. Damai sejahtera akan menjadi milik Anda saat disini, dan surga disaat nanti. Anda tidak akan menjadi kecewa. Amin.
[1] Pembaca yang hendak melihat lebih jauh Empat terjemahan utama Al-Qur’an terdapat di:
[2] Berbagai tulisan Hadits dan Sunah dapat ditemukan di: www.usc.edu/dept/MSA/fundamentals/hadithsunnah/
[3] Mu’ammar al-Qadhafi, presiden Lybia, terkenal anti Barat dan Israel.
[4] Lihat bagan di akhir dari Pendahuluan ini.
[5] Surat ini dalam Al-Qur’an dengan jelas mengatakan bahwa Allah me-nyesatkan orang yang ia kehendaki: 4:88; 6:39; 13:27; 14:4; 16:93 dan 74:31.
[6] Juga dikenal dengan nama ‘Amr bin Hisham. Lihat juga Bab 3.
[7] Orang-orang yang disebut sebagai “Kristen” dalam buku ini, biasanya merujuk kepada agama yang berakar dari agama Roma Katolik.
[8] Dari Al-Sira Al-Halabia oleh Burhan El-Deen Al-Halabi.
[9] Al-Sira Al-Halabia oleh Al-Halabi, hal. 380. Lihat juga Hadith of Sahih Muslim & The Life of Muhammad oleh Dr. Muhammad Hussein Haikal (1982), hal. 148-149.
[10] Imam Abu al-Fadl ‘Abd al-Rahman ibn Abi Bakr Jalal al-Din al-Suyuti (1445-1505) adalah seorang guru Mesir, mengarang hampir 500 karya tulis; salah satu penulis Muslim yang produktif. Dia biasa dikenal dengan sebutan “Al-Suyuti.”
[11] The Jurisprudence of the Life of Muhammad oleh Al-Suyuti, hal. 68-69.
[12] The Life of the Prophet by Ibn Hisham, hal. 174.
[13] Lihat The Beginning and the End oleh Simail Ibn Kathir, Vol. III, hal. 15; Sirat Al-Maghzai, oleh Ibn Ishaq, hal. 133; Rawd Al-Unuf oleh Ibn Hisham, hal. 271-272; The Life of Muhammad oleh Dr. Haikal (1982), hal 152; dan Al-Isaba fi tamyiz al-Sahaba (Finding the Truth in Judging the [Muhammad’s] Companions) oleh Ibn Hajar Asqalani (1372-1449), Vol IV, hal. 273.
Liat The Life of the Prophet’s Wives oleh Dr. Sa’id ‘Ashur, hal. 37 dan 49; Assad Al Galba (The Lion of the Forest) oleh Ibn Al-Athir, hal. 189; Al-Isaba fi tamyiz al-Sahaba, Part IV, hal. 330; dan The Wives of the Prophet oleh Al-Shati’, hal. 59-60.
[25] Dalam cerita yang serupa lihat Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources oleh Martin Lings (1983), hal. 106.
[30] Untuk informasi selanjutnya, baca “Yurisprudensi dari Kehidupan Muhammad (Faqh Al-Sirah) oleh Sa’id ‘Ashur, hal. 126; dan Al-Isaba fi tamyiz al-Sahaba oleh Ibn Hajar Asqaliani, Vol. IV, hal. 307.
[35] Sahabat dekat dari Muhammad, dikenal dengan sebutan “Orator dari Rasul Allah.” Lihat Hadits Sahih Bukhari, Vol. 5, Book 590, #659 & 662; dan Hadits Sahih Muslim, Book 1, #215 & Book 29, #5650.
[36] Lihat The Life of the Prophet (Sirat Al-Nabi) oleh Ibn Ishaq & The Wives of the Prophet oleh bint Al-Shati’, hal. 173-176, “The Beautiful Captive.” Hal ini ditermukan dalam bentuk lain di Sunan Abu-Dawud, Book 29, #3920 dan Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources by Martin Lings (1983), hal. 241-242.
[37] The Wives of the Prophet, hal. 137.
[38] Al-Isaba fi tamyiz al-Sahaba oleh Ibn Hajar, Vol. IV, hal 284.
[41] Lihat Al-Isaba fi tamyiz al-Sahaha oleh Ibn Hajar Asqalani, Bagian VII. Hal. 291 dan The Wives of the Prophet, hal. 217.
[43] Lihat Hadith dari Sahih Bukhari, Vol. 3, Buku 43, #648 dan Sura Al-Ahzab (Golongan Yang Bersekutu)
[44] Surat Al-Tahrim (Pengharaman), 66:1
[45] Lebih dari 20 sarjana Muslim mencatat cerita ini, termasuk: Al-Istiab, Vol. IV, hal. 1812; Oun Al-Ithr, Vol. II, hal. 402; Al-Samt Al-Thamin, hal. 85; Al-Zamkhashri, hal. 562-63; The Causes of Descendancy oleh Al-Suyuti, hal. 280; Al-Ittiqan oleh Al-Suyuti, Vol. IV, hal. 92; Fuqaha’ Al-Sahaha oleh Abd. Al-Aziz Al-Shanwi, hal. 38; dan The Life of Muhammad by Dr. Haikal, hal. 450, entitled, “The Revolution of the Wives of Muhammad.”
[46] Lihat, sebagai contoh, Surat An-Nisa’ (Wanita) 4:89
46a Lihat surat al-Baqara 2:197
[47] Surat Al-Abzab (Golongan Yang Bersekutu) 33:50
[49] Lihat Surat Al-Baqara (Sapi) 2:222
[51] Dalam salah satu versi dari kejadian ini, lihat Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources oleh Martin Lings (1983), hal. 117.
[52] Lihat Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources, hal. 58. Abu-Jahl (‘Amr bin Hismam) disebutkan terus dalam Hadits Sahih Bukhari dan Sahi Muslim, demikian pula dalam Sunan Abu-Dawud.
[53] Yaitu, anak perempuan dari Abu Jahl (Abu Al-Hakam).
[54] Variasi dari kalimat terakhir dapat ditemukan pada Hadits Sahih Bu-khari, Vol. 5, Book 57, #61 & 111; Hadits Sahih Muslim, Buku 31, #6000. Cerita lengkapnya bisa ditemukan dalam Hadits Sahih Bukhari, Vol. 4, Book 53, #342; Vol. 5, Book 57, #76 dan Hadits Sahih Muslim, Buku 31, #5999, 6001 & 6002.
[55] Surat An-Nisaa’ (Wanita)
[56] Cerita ini dikonfirmasikan dalam The Causes of Descendancy oleh Al-Suyuti, hal. 73; dalam Al-Zamkhashri, Vol. I, hal. 131; dalam The Sahih oleh Musnid, hal. 47 dan dalam sebagian besar referensi Islam.
57 The Beginning and the End oleh Ibn Kathir, Vol. IV, hal. 339.
[58] Lihat Hadits Sahih Bukhari, Vol. 4, Book 53, #370; demikian pula Hadits Sahih Muslim, Kitab 19, Bab 13 “Mengenai hak para pembunuh untuk memiliki seluruh harta dari orang yang mereka bunuh dalam pertempuran,” #4340-433. Lihat juga Jawami’ Al-Sira oleh Ibn Hazm, hal. 191 dan The Jurisprudence of the Life of Muhammad (Faqh Al-Sira) oleh Al-Bouti, hal. 299.
[59] Perang Badar terjadi pada tanggal 17 Maret, 624.
[60] Hudhayfah Ibn al-Yaman (meninggal tahun 656).
[61] Hadits mengatakan bahwa hanya mereka yang pada Perang Badar yang menjadi Muslim yang akan diselamatkan. Inilah mengapa Hudhayfah marah! Lihat Hadits Sahih Bukhari, Vol. 5, Book 59, #354; Vol. 9, Book 83, #5; dan Hadits Sahih Muslim, Boku 1, #173-175.
[62] Lihat Hadits Sahih Bukhari, Vol. 4, Buku 56, #704-705; Vol. 9,
Bab 1”The People Are Subservient to the Quraish and the Caliphate is the Right of the Quraish,” # 44... .
[63] The History of the Caliph oleh Al-Suyuti, hal. 10.
[64]Hadits Sahih Bukhari, Vol. 4, Book 56, #705 dan Vol. 9, Book 89, #254.
[65] Hal ini bersumber dari apa yang dinamakan Farewell Adresss dari Muhammad: “Hai orang-orang! Sesungguhnya Tuhanmu itu hanya satu dan Bapamu juga satu. Kamu semua berasal dari keturunan Adam dan Adam diciptakan dari tanah liat. Tidak ada keistimewaan orang Arab di atas orang non Arab dan orang non Arab di atas orang Arab ... kecuali dalam hal kesalehan.”
[66] The Beginning and the End oleh Ismail Ibn Kathir, hal. 171.
[69] The Light of Certainty (Nur Al-Yaqin), 24th edition, p. 235-237.
[70] Kehidupan Muhammad, Dr. Haikal, p. 441-442; The Beginning and the End, IBn Kathir, Vol. IV, p. 353; Jawami’ Al-Sira, Ibn Hazm, p.159; Rawd Al-Unuf , As-Suhaili, Vol. IV, p. 156-157; Al-Sira Al-Halabia, Al-Halabi, Vol. III, p.85-97; dan History of Nations and Kings oleh Al-Tabari, Vool. III, p. 175-76.
[72] Lihat The Life of the Messenger oleh Imam Muhammad bin Abd Al-Whab, hal. 85.
[73] Surat Al-Baqara (Sapi) 2:217.
[75] Surat Al-Anfat (Rampasan Perang) 8:12.
[76] Surat Al-Anfat (Rampasan Perang) 8:1.
[78] Surat Nuh (Nabi Nuh) 71:26
[79] Perang Uhud terjadi pada tanggal 23 Maret, 625.
[80] Surat Al-Imran (Keluarga Imran) 3:121-181.
[81] Tahun ke-empat Hijrah. Yaitu tahun 626 (empat tahun setelah Hijrah, perginya Muhammad dari Medinah ke Mekah).
[83] Kisah ini, dari sudut pandang Aisha diberitahu dalam Hadits Sahih Bukhari, Vol 3 Book 48, #805, 829; Vol. 5, Book 59, #462-464; dan Vol. 6, Book 60, #274-278.
[84] Untuk “pencerahan” lengkapnya, lihat Surat Al-Nur (Cahaya) 24:1-26.
[85] Surat Pewarisan (dikecualikan dari semua Al-Qur’an Sunni) terdapat dalam semua Al-Quran Syiah, terdiri dari lima ayat: “Demi Allah yang maha pengampun lagi maha penyayang. 1. Wahai orang beriman! Berimanlah pada nabi dan Pelindung. 2. Yang berasal dari yang lain. 3. Dan aku yang mendengar dan mengetahui. 4. Yang beriman dan berbudi baik akan mendapatkan surga. 5. Terpujilah Tuhanmu, dan Ali adalah salah satu saksi.”
[87] Lihat juga The Life of the Prophet oleh Ibn Hisham, Vol. III, hal. 118-143 (yang juga menulis kejadian-kejadian lain yang tidak dimuat di sini); The Life of Muhammad oleh Haikal, hal. 347-351 (yang menambahkan lebih banyak perjelasan mengenai kekejaman Muhammad); dan Al-Sira Al-Halabia oleh Al-Halabi, Vol. II, hal. 675-677. Cerita ini juga ditemukan dalam Rawd Al-Unuf oleh Imam As-Suhaili, Vol. III, hal. 267-271 dan dalam buku-buku oleh Al-Tabari, Ibn Kathir, Ibn Khaldoon, Al-Booti, Al-Khudri dan Al-Adid. Semua pengarang menulis mengenai cerita mengerikan ini.
[88] Lihat The Perfect in Histroy oleh Al-Athir, Vol. II, hal. 142.
>The history of Nations and Kings oleh Al-Tabari, Vol. II, hal. 127.
[90] Kehidupan Nabi, Vol. IV, hal. 134.
[91] Lihat The Beginning and the End oleh Ibn Kathir, Vol. V, hal. 989; dan The Life of Muhammad oleh Dr. Haikal, hal. 488.
[92] Ayat-ayat Al-Qur’an yang memprovokasi kaum Muslim untuk berpe-rang dan mendorong mereka untuk membunuh termasuk Surat An-Nisaa’ (Wanita) 4:76, 77, 89, 91, 95 & 104.
[94] Surat Al-Anfal 8:65. terjemahan Yusuf Ali.
[95] Matius 5:39.
[96] Surat Muhammad 47:35, terjemahan Yusuf Ali.
[98] Dia seorang pengkhotbah Al-Qur’an yang terkenal di Mesir.
[99] 2.5% - yaitu, Al-Zakat. Lihat Bab 4, Catatan kaki #54.
[100] Lihat Surat Al-A’raf (Tempat Tertinggi) 7:160.
[101] Lihat Surat At-Tauba (Pengampunan) 9:69.
[102] Lihat Surat Al-Hajj (Haji) 22:69.
[103] Lebih jelas lagi, Al Qur’an “diwahyukan” dalam dialek suku Quraish. Lihat Hadits Sahih Bukhari, Vol. 6, Buku 61, #507.
[104] Lihat Hadits #5751 (Mishkat, Vol. 3). Bukan dalam Ahadits Bukhari atau Muslim, tetapi dari ucapan asli Muhammad, menurut Kamus Hadits Al-Qari (Al-Asrar Al Marfu’a), diterjemahkan dan ditulis oleh GF Haddad. Bahasa Arab juga ditekankan dalam Al Qur’an. Lihat Surat Ash-Shu’ara’ (Para Penyair) 26:195; Az-Zumar (Rombongan-rombongan) 39:28; Ha Mim Sajdah (Yang Dijelaskan) 41:3, 44; Ash-Shura (Musyawarah) 42:7; Az-Zukhruf (Perhiasan) 43:3; Ad-Dukhan (Kabut) 44:58; Al-Ahqaf (Bukit-bukit Pasir) 46:12; dan An-Nahl (Lebah) 16:103.
[105] Lihat Bab 3, catatan kaki #18 untuk lebih jelasnya.
[106] Disebut sebagai “tanda diacritical”, yang diletakkan di atas atau di bawah sebuah huruf yang dapat mengubah arti atau kala (tenses) sebuah kata, pengucapan atau suasana; atau untuk membedakan antara satu kata lain dengan kata yang benar-benar berbeda.
[107] Majmoo’ Al-Fatawa (Kompilasi Fatwa), Vol. XVII, hal 101.
[108] Lihat Al-Ittiqan oleh Al Suyuti, Vol. I, hal 160. Lihat juga Behind the Veil: Unmasking Islam oleh Abd El Schafi (1996), hal 189-194.
[109] Lihat Hadits Sahih Bukhari, Vol. 3, Buku 41, #601; Vol. 4, Buku 54, #442; Vol. 6, Buku 61, #513-514; Vol. 9, Buku 93, #640; dan Hadits Sahih Muslim, Buku 4, Bab 139: “Al Qur’an telah Diwahyukan dalam Tujuh Cara Baca dan Artinya,” #1782-1790.
[110] Al-Ittiqan oleh Al-Suyuti, Vol. I, hal 100.
[111] Lihat Al-Baydawi, hal 123; Al-Kashaf oleh Al-Zamkhasri, Vol. I, hal 53; Al-Ittiqan oleh Al-Suyuti, hal 98; Sahih Al-Mustanad, hal 53; dan The Causes of the Revelation oleh Al-Wahidi, hal 98.
[112] Lihat The Causes of Descendancy oleh Al-Suyuti, hal 12 &121.
[113] Surat Al-An’am (Binatang Ternak) 6:93.
[114] Surat Al-Imran (Keluarga Imran) 3:195.
----------------------------------------------
Index Utama
________________________________________
© Answering Islam, 1999 - 2009. All rights reserved.

No comments:

Post a Comment