• Doa Syafaat
Biasanya pendoa-pendoa syafaat sering dilupakan oleh orang dalam suatu kegiatan kerohanian, karena perannya dibelakang layar dan sering tugas yang satu ini dilupakan orang, padahal pendoa syafaat memegang andil besar dalam keberhasilan suatu kegerakan atau misi yang akan dijalankan, misalkan dalam suatu penginjilan daerah baru, pendoa syafaat diumpamakan dalam medan perang adalah spion-spion yang diterjunkan ke daerah musuh untuk lebih dahulu menguasai permedanan lawannya, dia menguasai dan menyerang daerah lawan, berada di tengah-tengah musuh, penghubung dengan Panglimanya untuk menguasai daerah musuh dan sekaligus menjadi pendamai.
Pendoa Syafaat adalah Kawan Sekerja Allah, Tuhan ingin bekerja sama dengan kita untuk mencapai tujuannya agar setiap manusia dapat diselamatkan! Oh betapa luar biasa Tuhan kita, kita dianggapnya sebagai mitra kerja-Nya, Dia tidak memandang kita berlatar belakang berpendidikan atau tidak, Dia hanya melihat hati dan kerinduan kita, apakah kita mengasihi Dia yang telah berkorban utk kita? dan Tuhan berkata, "Dan barang siapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-KU dan AKU pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-KU kepadanya" (Yohanes 14:21b), pertanyaannya sekarang apakah kita mengasihi Dia? Kalau jawaban Saudara ya turutilah perintah-Nya (Yohanes 14:15), dan Tuhan pasti akan menyatakan diri-Nya dalam kehidupan Saudara dan memberikan hati yang mengasihi orang lain, baik untuk didoakan agar orang yang didoakan itu diselamatkan, dan kita diperintahkan juga untuk berdoa tak putus-putusnya bagi saudara-saudara kita dan orang-orang Kudus (Efesus 6:18-19) dan Saudara telah menjadi Kawan Sekerja Allah, dan Tuhan akan membukakan rahasia-rahasia dan memberitahukan hal-hal yang kau tidak ketahui (Yeremia 33:3)
Ketika Saudara mulai merasakan beban atau kebutuhan untuk berdoa bagi seseorang, maka yakinlah bahwa Tuhan Yesus/Roh Kudus ada memunyai rencana atas keselamatan orang tersebut dengan membuat Saudara menjadi Mitra dalam doa akan membuat dampak yang berpengaruh atas orang yang didoakan untuk diselamatkan.
Tindakan Pendoa Syafaat adalah untuk:
1. Peperangan: Berhadapan dengan setan, dan menguasainya dalam nama Tuhan Yesus Kristus mewakili orang atau daerah yang kita doakan.
2. Mengerang: Berhadapan dengan Bapa Surgawi mewakili seseorang melalui ratap tangis, berdoa, memohon untuk seperti orang tersebut.
Pengaruh dan Kuasa seorang pendoa syafaat: Pendoa syafaat sejati selalu datang menghadap Tuhan mewakili orang-orang lain
Aku mencari ditengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahan negeri itu dihadapan-KU, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi AKU tidak menemuinya. (Yehezkiel 22:30)
Didalam Alkitab perjanjian lama ada contoh seorang tokoh Abraham sebagai pendoa syafaat untuk menyelamatkan kota Sodom dan Gomora, bagaimana Abraham tawar menawar dengan Allah yang hendak membinasakan kedua kota tersebut.
Disini kita dapat mengetahui betapa Allah menghargai seorang Pendoa Syafaat, walaupun toh Sodom dan Gomora akhirnya dihancur leburkan oleh Allah karena disana tidak ada orang benar kurang dari 10 orang, dan Allah sebelumnya membuka rahasia rencana-Nya untuk memusnahkan kedua kota tersebut. Kepada Abraham/pendoa syafaat (Kejadian 18:17), jadi sangatlah mulia seorang pendoa syafaat dihadapan Tuhan, yang membuat Tuhan berpikir dan membicarakan rahasia-rahasia rencana-Nya pada pendoa syafaat.
Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa IA, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikn bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8 : 27-28).
Bagaimana doa-doa syafaat dipanjatkan dan tepat sasaran:
1. Doa syafaat harus mengalir keluar dari hati yang terjalin dengan Allah secara terus menerus sebagai pekerjaan runtinitas yang perlu dikerjakan karena Tuhan yang menaruh beban-beban doanya dengan tidak jemu-jemunya.
2. Doa syafaat bukan Pertemuan Doa seperti yang biasa dalam event-event KKR hanya tampak ceremonial saja, tetapi Gaya Hidup yang memunyai hubungan dengan Tuhan Yesus sebagaimana Dia sedang berdoa syafaat Kepada Bapa menjadi perantara antara manusia dengan Bapa Surgawi. (Roma 8:34)
3. Doa syafaat adalah kemitraan dengan Tuhan Yesus bukan pertunjukan seperti dalam concert doa, dan berdoa atas apa yang menjadi pikiran Roh Allah, tidak tergantung pada berapa lama kita berdoa, atau pakai metode-metode untuk berdoa.
4. Pendoa sejati mulai dari dalam hati Bapa yang ditanamkan kedalam pendoa syafaat melalui Roh Kudus (Roma 8:26).
5. Pendoa Syafaat sejati adalah seorang pendamai dan buah yang terdiri dari kebenaran ditaburkan dalam damai untuk mereka yang mengadakan damai (Yakobus 3:18).
Mari kita jadikan doa sebagai Gaya Hidup orang percaya, minta kepada Roh Kudus untuk menuntun kita dalam doa, agar Tuhan menyingkapkan rahasia-rahasia yang direncanakan untuk negeri kita ini, kita mulai berdoa untuk saudara-saudara, orang tua, tetangga dan teman-teman terlebih mereka yang belum mengenal Tuhan Yesus. Tuhan memberkati!
Berdoa untuk Bangsa
• Doa Syafaat
Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu. (Yeremia 29:7)
Pada tanggal 17 Agustus 2005, bangsa Indonesia merayakan genap 60 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Bagi manusia, umur 60 tahun adalah umur memasuki masa lanjut usia, tapi bagi suatu negara, kelihatannya umur itu masih merupakan masa balita, apalagi kalau dibandingkan dengan kemerdekaan Amerika Serikat yang sudah 229 tahun merdeka atau kalau dibandingkan dengan kemerdekaan negara-negara tua lainnya.
Dapat dimaklumi mengapa situasi hukum di Indonesia belumlah mantab dan jalan, soalnya negeri paman Sam sendiri sekalipun dalam banyak segi aspek hukum sudah menjadi penyangga tatanan sosial, masalah hukum bukanlah sesuatu yang mudah dijadikan penyangga bangsa dan negara karena kompleksnya masalah yang timbul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, apalagi bagi negara kepulauan di Indonesia yang memiliki begitu banyak tradisi budaya dan kesukuan dengan agama masing-masing yang berbeda-beda.
Kita masih prihatin bahwa sekalipun sudah berumur 60 tahun, kemerdekaan Indonesia belumlah berhasil menegakkan kebenaran, keadilan maupun mendatangkan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia. Dimana-mana kita melihat ketidak adilan, money politics masih menghantui dunia kekuasaan di Indonesia. Korupsi masih dan bahkan meluas dipraktekkan oleh segenap masyarakat Indonesia. Pilkada yang merupakan pesta demokrasi masih mencoreng wajah dunia perpolitikan di Indonesia dengan kerusuhan yang terjadi dibanyak daerah yang disebabkan rasa adil masyarakat terkoyak oleh praktik perpolitikan dan perebutan kekuasaan yang tidak benar.
Dunia mengakui bahwa Indonesia adalah negara yang kaya, baik dalam komoditi pariwisatanya, kelautannya, pertaniannya, pertambangannya, potensi industrinya, apalagi sumber daya manusianya sehingga menjadi pengekspor TKI terbesar di dunia. Namun yang menjadi masalah adalah bahwa setelah 60 tahun merdeka, bangsa Indonesia belum terbebas dari individualisme dan kekayaan bangsa yang bagitu besar karena korupsi hanya dinikmati sekelompok orang dan meninggalkan sebagian besar bangsa Indonesia menderita kekurangan yang makin tahun makin akut. Pemerataan dan keadilan sosial masih menjadi mimpi sampai diumur lansia dan jurang kaya miskin masih menganga lebar.
Pada umur kemerdekaan yang ke-60 tahun, masih saja kita lihat antrian BBM dan gejolak ekonomi karena kenaikan harga BBM yang baru naik dan kabarnya akan dinaikkan lagi, suatu tragedi yang menimpa bangsa padahal perut bumi Indonesia mengandung cadangan minyak yang besar. Sebagai akibatnya, harga-harga komoditi masih terus menerus merangkak naik, pelan tapi pasti, ditengah kurs dolar Amerika yang masih tetap tinggi.
Dalam bidang kesehatan rasanya pemerataan kesehatan masih juga menjadi mimpi, adanya bayi miskin yang ditolak masuk di beberapa rumah sakit di Jakarta baru-baru ini menunjukkan dengan jelas bahwa pelayanan kesehatan masih menjadi barang asing bagi kebanyakan rakyat Indonesia. Kita patut prihatin bahwa penyakit-penyakit mematikan semacam yang disebabkan oleh flu burung, demam berdarah, masih terus saja mengintai.
Pendidikan lebih lagi kelihatannya masih parah. Kalau dahulu pendidikan rasanya begitu murah dan bisa dinikmati sebagian besar rakyat yang mau belajar, sekarang makin menjauh dengan adanya komersialisasi pendidikan, uang masuk yang cukup tinggi, dan komersialisasi pengadaan paket buku. Sungguh merupakan keprihatinan bangsa bahwa sekalipun Indonesia sudah mencapai umur kemerdekaan yang lanjut soal ini bukannya makin menjadi baik tetapi makin parah.
Keamanan belum dirasakan oleh banyak orang, perang antar warga, demo-demo menuntut keadilan, sampai teror-teror bom, masih saja menjadi duri bagi bangsa Indonesia, sehingga pembangunan tidak bisa berjalan dengan lancar. Banyak daerah di Indonesia masih bergejolak karena masalah konflik SARA, bahkan beberapa daerah memiliki potensi berusaha memisahkan diri. Rasanya keamanan masih jauh dari jangkauan bangsa Indonesia.
Dalam hal kerukunan agama ternyata bangsa Indonesia masih perlu banyak berbenah. Tumbuhnya fundamentalisme dan radikalisme agama makin mencoreng semangat kerukunan beragama yang selama ratusan tahun sebenarnya sudah dialami di bumi Nusantara ini. Kasus perusakan dan pembakaran rumah-rumah ibadah, bukan saja antar agama yang berbeda, tetapi juga melibatkan agama yang sama namun memiliki penafsiran aliran yang berbeda, masih sering dan sampai kini masih terus terjadi.
Semua hal itu masih menjadikan negara Indonesia sebagai negara pra-sejahtera bagi sebagian besar penduduknya, sekalipun sebagian kecil menikmatinya secara berkelimpahan. Indonesia terbilang sebagai negara beragama, namun mengapa agama dan ekonomi rakyatnya masih belum sejahtera?
Sampai dimanakah peran para pemimpin agama, kotbah-kotbah mereka dan pelayanan agama? Agama selama ini masih menjadi mimbar pelipur lara dan kurang greget memberantas koruptor dan korupsi di Indonesia. Apakah di Indonesia diperlukan kelahiran kembali Karl Marx yang pernah mengkritik agama sebagai candu bagi masyarakat? Agama yang sering dijadikan obat pembius untuk mengatasi penyakit masyarakat, padahal potensi agama sebenarnya sangat besar sebagai obat penyembuh suatu bangsa.
Umat Kristen terpanggil untuk berdoa dan berusaha bagi bangsanya, bangsa Indonesia, dan mengisi kemerdekaan itu dengan kerja keras dan pengabdian. Bagi mereka yang bekerja sebagai politikus, rasa keadilan dan kejujuran harus menjadi semangat untuk melayani sesamanya dan bukannya mengejar kekuasaan dan uang demi kenikmatan sendiri. Bagi para pengusaha seharusnya mereka selalu takut akan Tuhan sehingga menjalankan bisnisnya secara jujur demi kemajuan ekonomi bangsa Indonesia yang mensejahterakan rakyat.
Bagi para pendidik, mereka terpanggil untuk memberi pendidikan yang baik dan terjangkau bagi semua orang agar negara dan bangsa Indonesia maju pendidikannya dan berdampak bagi kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyatnya. Bagi rohaniwan, mereka terpanggil untuk menyadarkan umatnya agar prinsip kasih kepada sesama, keadilan dan kejujuran bisa menjadi nafas hidup bangsa Indonesia yang terbilang mayoritasnya beragama itu.
60 tahun sudah cukup lama untuk menjadikan manusia Indonesia sebagai penunggu yang sabar, dan kesejahteraan kota memang perlu didoakan oleh umat beriman, namun terlebih dari itu harus diusahakan dengan kerajinan dan sekuat tenaga agar kesejahteraan bangsa Indonesia bisa dicapai pada dasawarsa ini atau kita akan kehilangan momentum memperoleh pemerintahan dengan para pejabatnya yang makin diperbaiki yang saat ini kita nikmati.
Saudara-saudara marilah kita berdoa untuk para pejabat pemerintahan, pengusaha dan segenap bangsa Indonesia, dan berusaha agar bangsa Indonesia memasuki tahun kemerdekaannya yang ke-61 dengan takut akan Tuhan dan mengasihi sesamanya. Dengan sikap iman dan mental demikian diharapkan Tuhan memperkenan bangsa Indonesia untuk maju menuju kehidupan berbangsa dan bernegara yang sejahtera.
Amin!
Apakah Doa Syafaat Itu?
• Doa Syafaat
Doa adalah Nafas Rohani untuk Menguatkan Roh Kita
Sebelum mempelajari tentang doa syafaat, kita harus bertanya terlebih dahulu, Apakah doa itu? Apa pikiran Anda tentang doa? Kita dapat mengemukakan bermacam-macam jawaban, tetapi hubungan atau keterkaitannya hampir sama. Doa adalah percakapan rohani dengan Tuhan, yaitu saat kita berbicara kepada Tuhan dan Dia menjawab atau saat Tuhan berbicara kepada kita, dan kita menjawab. Itulah yang disebut doa. Doa bukan percakapan satu arah. Dan kita tahu, dalam Alkitab tertulis, "Tetaplah berdoa" (1 Tesalonika 5:17).
Dalam tubuh kita, "organ" yang terus bekerja dan tidak pernah berhenti adalah jantung. Siapapun mengetahui hal itu. Kalau jantung kita berhenti, semua organ di dalam tubuh kita juga berhenti. Doa adalah nafas rohani, sama seperti kerja jantung. Kalau doa berhenti, kehidupan rohani kita juga berhenti. Kehidupan doa seperti peredaran darah yang bersikulasi di dalam tubuh kita. Tenaga yang baru, tersedia untuk hidup kita sewaktu darah beredar atau bersikulasi di dalam tubuh sambil menyaring semua kotoran. Doa juga memperbaharui dan membersihkan bagian yang sudah kotor. Doa adalah sarana untuk menyucikan dan membersihkan diri kita, ini merupakan keinginan Tuhan. Doa adalah nafas rohani untuk memeperkuat roh kita.
Syafaat
Sekarang kita menyelidiki tentang syafaat. Syafaat berarti datang di hadapan Tuhan dengan tujuan menggantikan posisi seseorang. Saya ingin Anda mempercayai bahwa Tuhan Yesus adalah seorang yang menggantikan posisi kita di hadapan Allah untuk selama-lamanya. Firman Tuhan berkata, "Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (Roma 8:26). Ingatlah, Roh Kudus membimbing kita supaya dapat berdoa.
Perantara (Intercession)
Syafaat diekspresikan dalam bahasa Inggris sebagai kata "intercession". Arti kosakata ini adalah berdiri di antara dua orang, seperti saya berada dalam kelompok itu, yaitu saya berdiri di antara dua orang yang datang bersama di hadapan Tuhan. Penjelasan yang lain, syafaat adalah berdoa di hadapan Tuhan dengan menggunakan haknya agar menerima rahmat Tuhan. Orang-orang yang memunyai hak, akan berdoa
Siapakah Pendoa Syafaat?
Pendoa syafaat adalah seseorang yang datang mendekat dan berdoa di hadapan Tuhan untuk menggantikan posisi orang lain yang sudah jauh dari Tuhan atau hidup tanpa Tuhan. Jadi sebelum berdoa untuk orang lain, pendoa syafaat harus sudah mendapat pengampunan dosa dari Tuhan.
Kita tahu bahwa pendoa syafaat adalah seseorang yang datang di hadapan Tuhan dengan membawa haknya. Hak-hak pendoa syafaat itu diterima dari Tuhan yang dimulai dari pengampunan dosa sampai menjadi anak Tuhan. Dan karena sudah mendapat pengampunan dosa maka kita dapat membimbing orang lain untuk mendapat pengampunan dosa juga. Prinsip yang sama dengan hal ini adalah anugerah, kasih, rahmat Tuhan dan mengampuni tanpa syarat.
Kita sudah banyak diampuni oleh Tuhan. Ingat perumpamaan, jika kita memunyai hutang sepuluh ribu talenta dan dihapuskan, apa yang akan kita lakukan kepada orang yang berhutang seratus dinar? Hal ini sama seperti saya yang seharusnya dilemparkan ke dalam api neraka yang kekal (berhutang besar), tetapi karena menerima Yesus Kristus kemudian diampuni oleh Tuhan, lalu sekarang apa yang harus saya lakukan kepada orang lain yang melakukan kesalahan kecil kepada saya (berhutang kecil)? Jadi, orang yang memunyai pengalaman diampuni dan menerima pengampunan dari Tuhan, dapat mengampuni orang lain tanpa syarat. Orang seperti itu sajalah yang dapat berdoa syafaat untuk orang lain.
Lalu bagaimana cara dapat berdoa dengan sepenuh hati? Sama seperti hal tadi, yaitu jika kita sudah menerima kasih Tuhan tanpa syarat, maka kita dapat berdoa untuk orang lain dengan kasih tanpa syarat. Seseorang yang sudah menerima kasih Tuhan dapat mengetahui dan mengerti konsep kasih. Kasih itu bukan cinta yang sering dikatakan oleh semua orang. Seseorang dapat mengasihi tanpa syarat dan berdoa tanpa syarat jika sudah menerima kasih Tuhan yang tidak pernah berubah. Sebagai pendoa syafaat kita harus memperhatikan hal-hal ini. Pada saat berdoa di hadapan Tuhan jangan melakukan dengan syarat. Karena pendoa syafaat yang menerima kasih dari Tuhan tanpa syarat harus dapat berdoa tanpa syarat untuk negara yang belum pernah dikunjungi, yang bahasa dan sukunya tidak diketahui.
Dalam kitab Ester ada empat tokoh penting. Tokoh pertama adalah ratu Ester, tokoh kedua adalah Ahasyweros, seorang raja. Tokoh ketiga adalah Mordekhai, saudara dari ayah Ester yang membantu Ester. Tokoh keempat adalah Haman, seorang perdana mentri yang melakukan apa saja untuk memuaskan hasratnya. Jika kita menyeldiki hal tersebut dari pandangan doa syafaat, maka ratu Ester melambangkan pendoa syafaat, Mordekhai melambangkan Roh Kudus, Ahasyweros melambangkan Tuhan dan Haman melambangkan setan yang membunuh dan menghancurkan. Kita dapat mengetahui kisah mereka melalui kitab Ester. Pada saat semua suku Israel berpuasa dan berdoa sehati, maka nasib mereka berubah dan lolos dari kematian.
Melalui bangkitnya "Gerakan Doa Syafaat Bersama", maka Tuhan menggenapi janji-Nya menghidupkan orang yang mati dan membinasakan pembunuh. Doa syafaat mengubah sejarah dengan cara demikian. Hal itu harus kita percayai dan alami. Karena bukanlah sifat doa syafaat yang sesungguhnya jika berpikir bahwa wilayah atau apa saja dapat diubahkan dan digenapi hanya melalui satu orang yang sudah diubah dan menerima kuasa. Saya berharap semua orang Kristen di dunia bersatu dan berdoa kepada Tuhan untuk memulihkan dunia ini. Jika demikian, bagaimana hati seorang pendoa syafaat dapat datang kepada Tuhan?
Untuk itu, kita menyelidiki di dalam Alkitab mengenai ciri-ciri orang yang dipakai Tuhan dengan luar biasa. Kita dpaat mengetahui bahwa mereka semua adalah pendoa syafaat. Jika kita dapat memilih seseorang yang memunyai iman yang luar biasa, tentunya dia adalah pendoa syafaat di hadapan Tuhan. Dia dapat berdoa untuk orang lain, mendengar suara Tuhan dan menaati kehendak Tuhan. Tuhan ingin membimbing zaman ini melalui mereka.
Abraham adalah Pendoa Syafaat yang Mengagumkan
Sebagai pendoa syafaat Abraham muncul dalam kitab Kejadian 18:22-33. Namun kita akan mempelajari mulai pada Kejadian pasal 12 saat pertama kali Abraham mendengar suara Tuhan lalu dia pergidari negerinya, sanak saudaranya, rumah dan harta bapaknya serta hanya memunyai harta yang ada padanya. Kemudian karena menaati firman-Nya, Tuhan memberkati Abraham dengan melimpah.
Keponakannya yang bernama Lot juga ikut bersama-sama dengan Abraham dan Lot pun diberkati oleh Tuhan. Tetapi pada suatu saat di antara kedua orang tersebut muncul persoalan oleh karena harta mereka yang sangat banyak. Sperti juga kita yang kadang-kadang berpikir jika harta semakin banyak, maka karya Tuhan semakin baik. Tetapi kita harus ingat bahwa ada kemungkinan hasilnya lebih buruk daripada waktu yang lalu. Umat Allah yang ingin menjadi pendoa syafaat harus sadar dan bangun dari lamunan keduniawian bahwa harta menyelesaikan segala masalah: Harta dapat menjadi berhala.
Kuasa Tuhan yang Maha Kudus dapat membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Walaupun keadaan pendoa syafaat lemah dan tidak lebih baik, dia harus mempercayai bahwa dia berkenan di hati Tuhan dan berdoa sesuai dengan pokok doa yang diinginkan Tuhan sehingga dia dapat dipakai dengan dahsyat. Walaupun demikian pada saat kedua orang tersebut berpisah, Abraham menyesali hal itu. Tetapi di dalam Alkitab tertulis bahwa persoalan tersebut tidak menjadi masalah untuk Abraham. Perlu diingat apa yang dilakukan oleh Abraham pada saat terjadi peperangan di Sodom dan Gomora. Setelah beberapa saat Lot pindah ke kota tersebut, Abraham pergi ke tempat peperangan itu untuk menyelamatkan Lot. Dari hal ini kita harus mengambil pelajaran mengenai hati Abraham yang menolong Lot. Apakah Anda bersukacita jika orang yang memfitnah dan mengecewakan Anda menderita kesusahan? Anda harus berdoa supaya perasaan seperti itu hilang karena seorang pendoa syafaat yang sungguh-sungguh harus mampu berdoa untuk memberkati orang yang telah menganiaya. Tuhan juga berfirman, "Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu" (Matius 5:44). Tetapi untuk melakukan firman Tuhan ini tidaklah mudah. Hal tersebut jarang terjadi karena mengasihi musuh biasanya hanya dalam hati saja. Tetapi kalau firman ini dapat mengubahkan diri kita maka kita dapat mengasihi.
Setelah Lot diselamatkan dalam peperangan, Tuhan berfirman akan memusnahkan semua tanah Sodom oleh karena dosa mereka. Sodom dan Gomora akan dimusnahkan karena Tuhan tidak menemukan sepuluh orang benar. Kita akan mengamati apa yang didoakan oleh Abraham untuk menyelamatkan Lot di hadapan Tuhan.
Berdoa dengan Iman
Pertama, berdoa dengan iman. Abraham adalah seorang pendoa yang berima580Ia berdoa dengan sikap yang mengakui keadilan Tuhan, yaitu menghadap Tuhan dengan iman bahwa apa yang dijanjikan oleh Tuhan menurut firman Allah akan digenapi. Allah berkenan terhadap doa yang didoakan oleh orang yang beriman. Alkitab menyaksikan hal itu. Allah menghendaki doa seorang yang percaya bahwa yang didoakan akan diterima. Allah berkenan ketika kita menanggapi hal yang didoakan. Allah mendengar doa orang yang dilakukannya dengan iman. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: 'Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu (Matius 11:22-24). Dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu Kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya (Yohanes 14:13-14). Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firmanKu tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya (Yohanes 15:7).
Abraham dibenarkan karena iman. Pada waktu Abraham berdoa syafaat untuk Lot, doa itu dijawab dan digenapi oleh Tuhan. Tanah Sodom dan Gomora diselamatkan oleh Tuhan melalui doa syafaat Abraham dan Lot pun tidak tahu tentang hal itu. Tetapi Abraham tidak berkata, "Karena saya berdoa maka Lot dapat diselamatkan". Tetapi dia mengucap syukur kepada Tuhan.
Doa Orang Benar Hanya Merenungkan Tuhan
Saya berharap ketika pendoa syafaat berdoa untuk orang lain jangan menonjolkan kebenarannya sendiri, karena dia mendapat jawaban dari Tuhan dan bersukacita tentang hal itu. Juga bersyukurlah dengan sungguh-sungguh, karena Tuhan mendengar doa kita dan melakukan "revival". Nama Tuhan ditinggikan jika doa orang yang benar tidak menonjolkan kebenarannya sendiri tetapi hanya menonjolkan kebenaran Tuhan.
Sebagai pendoa syafaat kita mendapat banyak pengalaman rohani dan sudah seharusnya pendoa syafaat bersyukur kepada Tuhan dan meninggikan nama Tuhan. Jika kita berdoa untuk orang lain, mereka juga akan mendapat pengalaman rohani samapa seperti yang kita alami. Ingat, jangan menghakimi orang lain ataupun membatasi karya Tuhan yang mau memakai kita. Caranya, sejak awal kita harus bersyukur karena diberi kuasa dan kasih karunia dari Tuhan untuk dipakai sebagai alatNya.
Selain itu, yang diinginkan oleh Tuhan dengan berdoa kita dapat terus menerus mempertahankan kasih karunia dan kuasa yang ada di dalam hati. Oleh karena iman orang benar yang memiliki motivasi, tujuan serta pengharapan yang sesuai dengan kehendak Tuhan, akan menghasilkan doa yang benar. Kita harus mengetahui tujuan berdoa. Jika tujuan itu hanya untuk kehormatan, kekayaan, kekuasaan, dan jumlah pertambahan jemaat saja, maka hal itu akan menjauhkan kita dari Tuhan. Tetapi doa yang memunyai tujuan,alas an dan pengharapan yang jelas dapat menggerakkan sejarah kekristenan pada masa lalu dan sanggup bertahan karena pendoa syafaat tidak goyah terhadap kesulitan apa saja. Contohnya, gerakan Kebangunan Rohani di Inggris yang dimulai oleh Wesley, awalnya hanya melibatkan sekitar 20 orang pendoa syafaat.
Perintah untuk beriman kepada Tuhan juga tertulis dalam kitab Markus. Supaya dapat berjalan bersama Allah, kita harus memunyai iman sesuai dengan tingkat iman yang sudah diberikan Tuhan. Jika kita melakukannya sesuai tingkat iman yang sudah diberikan oleh Tuhan, maka tidak akan ada masalah. Tetapi jika seseorang merasa memunyai tingkat iman tertentu yang ternyata melebihi tingkat iman pemberian Tuhan, maka kehidupan rohaninya menjadi bermasalah. Melalui orang yang taat, Tuhan menggenapi terjadinya gerakan Kebangunan Rohani yang dahsyat yang mengubahkan dunia ini. Contohnya, hamba yang memunyai dua talenta, walaupun dipercayakan sedikit, tetapi dia menaati untuk menjalankannya dengan jumlah iman tertentu yang sesuai. Di lain pihak, walaupun memunyai lebih banyak talenta, tetapi dipakai untuk memuaskan hawa nafsunya sendiri, menyebabkan ke hidupan rohaninya hancur sehingga Tuhan tidak berkenan. Tuhan tidak menjawab doa yang didasari hawa nafsu dan hasrat. Kita harus menyadari bahwa berdoa dengan hasrat dan ambisi manusia, dapat menjadi peluang untuk roh jahat melakukan kejahatan. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu (Yakobus 4:3).
Berdoa Dengan Rendah Hati
Kedua, berdoa dengan rendah hati. Rendah hati dapat diartikan sebagai kemurnian dan kelemahlembutan. Kita akan mempelajari Abraham yang adalah nenek moyang orang beriman. Dia adalah 'prototype'(gamabar awal) Yesus Kristus yang memberikan teladan kerendahan hati. Abraham menyahut, "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu" (Kejadian 18:27). Bagaimana cara Abraham dapat berbicara seperti itu di hadapan Tuhan? Hal itu menunjukkan walaupun Abraham melihat dirinya tidak baik, tetapi dengan berani meminta kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh. Dia dengan berani meminta karena Tuhan membenarkan, memilih dan menjadikannya anak Tuhan serta membimbingnya. Kata-kata "Walaupun aku debu dan abu" menunjukkan sifat kerendahan hati yang sungguh di hadapan Tuhan.
Alkitab memberikan tekanan khusus pada kerendahan hati dan tinggi hati. Dalam Amsal 18:12 tertulis, "Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan." Rendah hati juga berkaitan dengan kelembutan hati. Kelembutan hati di dalam Alkitab berarti orang yang bergaul karib dengan Tuhan. Abraham adalah orang yang bergaul karib dengan Tuhan. Jika Tuhan memerintahkan kepada Abraham, "Pergi", maka dia pergi, dan jika, "Jangan pergi", maka Abraham tidak pergi.
Bandingkanlah kuda liar dan kuda jinak, yang mana lebih cepat larinya? Sewajarnyalah, kuda liar berlari lebih cepat dibanding kuda jinak, namun tidak ada seorangpun yang mau menunggang kuda liar. Sebab jika kuda jinak disuruh oleh pemiliknya, "Pergi", maka kuda itu pergi, dan jika, "Berhenti", kuda itupun berhenti. Kuda liar memang berlari lebih cepat, tetapi tidak menaati pemiliknya, hanya berlari sesuai dengan keinginannya. Demikian juga kehidupan kerohanian kita, dapat menjadi rendah hati oleh bimbingan Roh Kudus yang melatih kita. Arti yang lain dari rendah hati adalah kemurnian hati.
"Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah kepadaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan" (Matius 11:29).
"Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telingaNya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat" (1 Petrus 3:12).
Rendah hati berarti kemurnian, kemurnian adalah kesederhanaan. Semakin murni, semakin tidak bercampur dengan unsure lain. Hampir semua orang di dalam Alkitab yang beriman besar adalah orang yang sederhana cara berpikirnya. Jika mereka diperintahkan Tuhan, "Pergi", pasti pergi. Kalau Tuhan berkata kepada mereka A, maka mereka mengakui hal itu akan menjadi A. Tetapi orang yang rumit cara berpikirnya akan kehilangan iman yang besar karena mereka sering mempertanyakan alasan dari perkataan Tuhan. Kita dapat memperoleh kemurnian melalui berdoa. Jika Anda ingin kemurnian dari Tuhan, berdoalah demikian,
"Tuhan, tolong hapuskan perkara yang tidak Tuhan inginkan dari hati dan pikiran saya. Saya ingin hidup seperti yang Tuhan inginkan. Tolong hapuskan juga hal-hal yang menghalangi untuk maju di hadapan Tuhan dengan rendah hati, baik yang ada di dalam hati, pikiran dan kehidupan saya. Tolong pimpin saya supaya dapat melayani Tuhan dengan hati yang murni."
Kita tidak dapat berdoa syafaat tanpa kerendahan hati. Saya pernah berdoa untuk setiap negara melalui informasi dari buku. Saya berdoa untuk tempat yang tidak saya ketahui sama sekali sebagai sasaran visi dan misi sambil menangis dan berteriak kepada Tuhan. Selesai berdoa saya tidak merasa sedih, jengkel atau sakit hati walaupun tadi menangis dan berteriak. Hal itu terjadi karena Roh Kudus memberikan hati seperti itu di dalam hati saya. Jika saya berdoa sebenatar saja di dalam hati, Roh Kudus mengijinkan saya merasakan hati Tuhan.
Berdoa Dengan Berani
Ketiga, berdoa dengan berani. Tuhan ingin memakai kita untuk berdoa syafaat, supaya tidak membatasi Tuhan untuk hal itu, kita harus memunyai hati yang berani.
Katanya, "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan. Sekiranya dua puluh didapati disana?" Firman-Nya: "Aku tidak akan memusnahkannya karena yang dua puluh itu" (Kejadian 18:31).
Ayat tersebut menunjukkan sebuah jalan keluar yang memenangkan setiap peperangan rohani atau perjuangan rohani. Melalui orang beriman, Tuhan ingin memberikan kemenangan. Kepada orang yang rendah hati Tuhan mencurahkan anugerah dan kuasa, namun Tuhan juga ingin memakai orang yang berani. Tuhan tidak dapat memakai orang yang tidak berani karena orang itu setiap hari ragu-ragu walaupun dia memunyai anugerah dan kuasa. Perkataan Abraham "Aku berani meminta" dapat diganti dengan "Aku berani berdoa di hadapan Tuhan."
Pada saat Tuhan Yesus memanggil murid-muridNya, Dia berkata "Ikutlah Aku" bukan untuk orang yang diam dan duduk saja. Tetapi Tuhan memanggil Matius, seorang pemungut cukai dan Petrus yang menjahit jala supaya dapat menjala ikan di laut dengan hati yang tulus. Jadi Tuhan memilih dan memakai orang yang memunyai ketulusan hati dengan pekerjaan sendiri. Tuhan sudah melihat kemungkinan orang itu maka Tuhan meminta meninggalkan semua hal itu sekarang supaya dapat melihat keberaniannya. Tuhan ingin mengamati apakah dia berani mengikuti Tuhan dengan iman. Tuhan ingin kita taat kepada-Nya. Setelah Tuhan menumbuhkan iman Abraham, Tuhan memerintahkan untuk mempersembahkan Ishak supaya dapat melihat ketaatan Abraham. Maka dapat disimpulkan "tidak taat adalah tanda tidak beriman."
Pada saat Roh Kudus menggerakkan hati kita, saat menginginkan kita berdoa, tetapi jika kita tidak menaati karena memikirkan keadaan dan kondisi kita, apa yang akan terjadi? Tuhan mencari orang taat yang menanggapi dengan segera dan melalui orang itu Tuhan selalu menggenapi karya-Nya. Pada saat mendengar musik dan mengemudikan mobil, di rumah maupun di gereja, kapan saja dan di manapun, Tuhan meminta keberanian dan ketaatan kita. Tuhan ingin kita memunyai keberanian yang tidak goyah. Tanpa iman dan keberanian kita tidak dapat melayani pengusiran setan dan berdoa untuk orang sakit. Kalau tidak siap, kita akan mendapat masalah sendiri pada saat mendoakan. Antara berteriak karena merasa takut dan berteriak karena merasa berani saat mengusir setan merupakan tingkatan yang berbeda. Menyadari keinginan Tuhan me mbuat kita berani. Kita akan menyelidiki hal itu lebih dalam pada bagian kedua.
Berdoa untuk Komunitas
Keempat, berdoa untuk komunitas. Abraham berdoa untuk Lot dan orang-orang yang tinggal di dalam kota itu.
"Bagaimana sekiranya ada lima puluh orang benar dalam kota itu? Apakah Engkau akan melenyapkan tempat itu dan tidakkah Engkau mengampuninya karena kelima puluh orang benar yang ada didalamnya itu? Jauhlah kiranya daripada-Mu untuk berbuat demikian, membunuh orang benar bersama-sama dengan orang fasik, sehingga orang benar itu seolah-olah sama dengan orang fasik! Jauhlah kiranya yang demikian daripadaMu! Masakan Hakim segenap bumi tidak menghukum dengan adil?" Tuhan berfirman: "Jika Kudapati lima puluh orang benar dalam kota Sodom, Aku akan mengampuni seluruh tempat itu karena mereka." Abraham menyahut: "Sesungguhnya aku telah memberanikan diri berkata kepada Tuhan, walaupun aku debu dan abu. Sekiranya kurang lima orang dari kelima puluh orang benar itu, apakah Engkau akan memusnahkan seluruh kota itu karena yang lima itu?" Firman-Nya, "Aku tidak memusnahkannya jika Aku dapati emapat puluh lima di sana!" (Kejadian 18:24-28).
Di dalam ayat tersebut kita dapat melihat bahwa oleh karena Lot, Abraham berdoa syafaat untuk semua orang dalam kota itu. Sebagai hamba Tuhan yang diberkati, kemanapun Abraham pergi maka daerah itu diberkati dan orang di sekelilingnya juga mendapat berkat. Ini adalah dalah satu prinsip berkat. Prinsip itu diterapkan oleh Yusuf. Saya berharap prinsip ini juga terjadi karena pendoa syafaat yang berdoa, sehingga tempat yang mereka kunjungi dan doakan serta orang yang bersama dengan mereka diberkati dan semuanya berjalan dengan baik.
Suatu saat walaupun pendoa syafaat tidak mendapat keuntungan dari hal tersebut, namun karena berguna untuk komunitas dan kerajaan Allah, maka dia harus berdoa. Saat itulah akan kita sadari bahwa Tuhan menumbuhkan iman kita hingga tingkat tertentu. Kita mampu berdoa dengan hati yang melingkupi seluruh dunia pada saat kita terus menerus berdoa seperti itu. Kita tahu hati manusia sangat penuh dengan keinginan. Meskipun kekayaan, kehormatan dan kenikmatan dimasukkan semuanya di dalam hati, tetapi tidak pernah merasa puas. Ini adalah sifat manusia. Bahkan untuk mendapatkan lebih banyak, hati manusia memberontak. Tetapi saya mengucap syukur karena hati kita yang besar sudah dipenuhi oleh Tuhan pencipta dunia ini. Pada saat Tuhan masuk ke dalam hati, maka bagian kosong hati kita dapat diisi. Selain memiliki hati yang melingkupi dunia, Kitadapat berdoa juga supaya Tuhan yang memiliki dan mengawasi berlangsungnya sejarah dunia. Saya berharap para pendoa syafaat akan berdoa seperti poin-poin tersebut. Sehingga oleh iman kita menerima hati Tuhan, berdoa dalam jamahan Roh Kudus, membaca Alkitab dan mendengarkan suara Tuhan. Sebagaimana Abraham yang berdoa sesuai kehendak Tuhan dengan iman dan kemurnian hati untuk satu bangsa di hadapan Tuhan.
Berdoa dengan Kesabaran dan Ketekunan
Kelima, berdoa dengan kesabaran dan ketekunan. Abraham berdoa dengan kesabaran dan ketekunan untuk keselamatan keponakannya, yaitu Lot dan kota Sodom. Di sepanjang perjalanan doa saya pernah melihat banyak orang yang menyerah dan berhenti. Pada saat Tuhan sudah mendengar doa kita dan menanggapi, kita sangat mudah berhenti mendoakan hal itu. Begitu bodohnya jika melakukan hal itu. Kesabaran diperlukan seorang pendoa syafaat untuk dapat dengan senang hati menunggu sampai mendapat tanggapan Tuhan. Nikmatilah berdoa dengan kesabaran dan ketekunan sampai menerima tanggapan Tuhan dan dapat merasakan kebahagiaan yang dulu tidak pernah dibayangkan.
Sebagai kesimpulan, kita akan mengelompokkannya dalam beberapa bagian. Melalui doa Abraham kita akan menyelidiki sikap seorang pendoa syafaat, antara lain:
Pertama, pendoa syafaat adalah orang yang menolong orang lain, sehingga orang tersebut yang sudah jauh dari Tuhan menjadi orang yang mengenal Tuhan, lalu mau mendatangi Tuhan dan akhirnya mereka mendekat lagi kepada Tuhan.
Kedua, pendoa syafaat harus berdoa untuk orang yang belum memunyai keselamatan supaya memperoleh keselamatan. Kalau ada orang yang sakit dan penyakitnya mengganggu hubungannya dengan Tuhan, maka dia harus berdoa kepada Tuhan supaya orang itu sembuh.
Ketiga, jika roh jahat mengikat seseorang, maka pendoa syafaat harus mengikat roh jahat dan mengusirnya. Tuhan akan memberitahu pendoa syafaat jika seseorang karena luka hati tidak menerima anugerah Tuhan dengan sepenuhnya. Oleh karena itu pendoa syafaat dapat membimbing mereka di hadapan Tuhan karena Tuhan siap mencurahkan kuasa yang dapat menyembuhkannya Saya berdoa supaya kehendak Tuhan yang mengagumkan dapat digenapi
Yesus Pengantara yang Kekal untuk Umat Manusia
Kita dapat mempelajari di dalam Alkitab Perjanjian Lama. Saat kita berdoa untuk orang lain, maka gerakan Kebangunan Rohani pasti digenapi. Contohnya, saat Abraham bertindak sebagai pngantara dan berdoa untuk keponakannya Lot, maka gerakan kebangkitan dimulai dan keselamatan diterima. Pada saat Musa bertindak sebagai pngantara dan berdoa untuk orang Israel yang berdosa di hadapan Tuhan, gerakan Kebangunan Rohani juga terjadi dan keselamatanpun diterima.
Sedangkan di dalam Alkitab Perjanjian Baru, pada saat para jemaat berdoa dengan kesungguhan untuk Petrus yang dimasukkan ke dalam penjara, maka malaikat menyelamatkan dia. Paulus dan Silas didukung dari belakang oleh pendoa syafaat yang terus menerus berdoa. Di dalam suratnya rasul Paulus meminta jemaat terus menerus berdoa untuk dirinya. Walaupun kuasa dari Tuhan sudah banyak diterima Paulus dengan berdoa sendirian tetapi segalanya tidak dapat digenapi. Paulus dapat menggenapi pekerjaan kebangkitan Tuhan yang dahsyat melalui pendoa syafaat yang terus menerus berdoa di sekelilingnya tanpa di lihat. Seperti itulah pelayanan doa syafaat, bisa menghidupkan jiwa yang sedang mengalami kematian, bisa melakukan salah satu bagian peranan yang penting untuk pekerjaan Tuhan. Jika demikian siapa yang paling banyak melakukan pelayanan doa syafaat?
"Karena itu Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi pengantara mereka" (Ibrani 7:25).
Kita dapat mengetahui melalui ayat tadi bahwa Yesus Kristus senantiasa berdoa untuk kita di sebelah kanan tahta Allah. Itu berarti pengantara kekal kita adalah Yesus Kristus. Sementara tinggal di bumi ini menjadi seperti Yesus Kristus adalah kerinduan kita. Lalu bagaimana caranya? Yaitu dengan menaati dan meneladani pelayanan yang dilakukan oleh Yesus Kristus. Langkah pertama menjadi pengantara seperti Yesus Kristus dan langkah berikutnya dengan meneladani pelayanan Yesus Kristus.
Yesus meruntuhkan tembok dosa yang menghalangi hubungan manusia dengan Tuhan, sehingga menghancurkan manusia. Saat Yesus berada di dunia, Dia juga menjadi pendoa syafaat supaya orang yang percaya kepada Yesus dapat masuk sorga. Selain itu, Tuhan Yesus mengaruniakan Roh Kudus kepada orang yang percaya setelah Tuhan mati dan dibangkitkan. Siapapun yang percaya, dapat menerima Roh Kudus sebagai anugerah ini.
Roh Kudus Pendoa Syafaat untuk Kita
Muncul pertanyaan dalam hati kita, siapakah saksi yang dapar membuktikan bahwa Yesusmendoakan kita? Roh Kudus adalah saksi itu. Dia memberikan kesaksian di dalam hati bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, dan sungguh-sungguh adalah pendoa syafaat kita. Selain sebagai saksi, Roh Kudus juga berdoa untuk kita di dalam hati.
"Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus." (Roma 8:26-27)
Firman Tuhan tadi memberi kesaksian bahwa Roh Kudus juga berdoa untuk kita. Bagaimana kita dapat mengetahui saat hal itu terjadi? Yaitu pada saat hati kita disegarkan dengan membaca firman Tuhan atau ada kebebasan di dalam hati saat kita memuji Tuhan. Contoh, saya pernah melihat seseorang yang kerasukan setan disembuhkan pada saat memuji Tuhan. Kita juga pernah menangis saat berdoa, memuji atau mendengar firman Tuhan, walaupun tidak ada alasannya. Atau apakah anda pernah mengalami damai sejahtera yang mengalir di dalam hati? Itulah yang terjadi saat Roh Kudus mendoakan kita, dan kita juga tidak menyadari bahwa kita ikut melakukan pekerjaan Roh Kudus, di dalam hati kita. Kalau kehidpan kita tidak mengecewakan Roh Kudus dan tinggal dalam kehendak-Nya yang penuh dengan sukacita, maka Roh Kudus akan menghilangkan keraguan di dalam hati kita. Dia akan mendorong kita untuk dapat berdoa serta menolong untuk menjalin hubungan lebih mendalam dengan Tuhan, sehingga memperoleh pokok doa yang diinginkan Tuhan.
Pada saat menjalin hubungan lebih mendalam dengan Roh Kudus, kita dapat mendoakan apa yang menjadi kehendak Tuhan dan apa yang harus kita lakukan di dunia ini terhadap bangsa dan generasi agar lebih maju. Saya berharap, kita dapat berdoa kepada Tuhan untuk memulihkan keadaan rohani bangsa ini dan semua pekerjaan-Nya sekali lagi. Saya berangan-angan menjadi pendoa syafaat yang menginjili dunia dan pada saat itu kita akan mengalami karya Tuhan yang luar biasa, sebab Tuhan sendiri yang melakukan pekerjaan-Nya itu.
Dataran Tinggi Doa Syafaat
• Doa Syafaat
Seorang hamba Tuhan berkata, "Berbicara dengan manusia atas nama Allah adalah hal yang mulia, tetapi berbicara dengan Allah atas nama manusia adalah lebih mulia." Doa syafaat ialah mengutamakan keperluan orang lain, dan bukan menaikkan permohonan doa bagi diri kita sendiri. Menaikkan doa syafaat tidak mudah. Pada dasarnya, manusia bersifat mementingkan diri dan kurang memerhatikan orang lain. Namun aneh sekali, ini bukanlah sifat orang-orang yang melintasi Dataran Tinggi Doa Syafaat. Menaruh perhatian pada orang lain adalah semboyan bagi mereka yang menempuh jalan yang sepi ini.
Puncak Doa
Kita memerlukan persiapan khusus bila hendak menjadi orang yang menaikkan doa syafaat. Kita perlu memertimbangkan beberapa bentuk doa agar lebih banyak mengerti alasan-alasan bagi doa syafaat. Mengerti mengapa doa syafaat adalah bentuk doa yang tertinggi adalah tepat. S.D. Gordon berkata, "Doa adalah kata yang lazim digunakan untuk semua komunikasi dengan Allah. Akan tetapi, hendaknya diingat bahwa kata itu meliputi dan mencakup tiga bentuk komunikasi. Semua doa naik melalui dan selalu diteruskan dalam tiga tingkat." Katanya selanjutnya,
1. Bentuk doa yang pertama ialah persekutuan , yaitu memunyai hubungan yang baik dengan Allah. Tidak memohon sesuatu yang khusus; tidak meminta, tetapi hanya merasa senang berada di hadapan-Nya, mencintai Dia ..., berbicara kepada-Nya tanpa menggunakan kata-kata.
2. Bentuk kedua ialah permintaan doa. Permintaan doa adalah menyampaikan permintaan tertentu kepada Allah mengenai sesuatu yang saya butuhkan. Seluruh hidup manusia bergantung pada uluran tangan Allah.
3. Bentuk ketiga adalah doa syafaat. Doa yang sungguh-sungguh tak pernah berhenti setelah menaikkan permintaan bagi diri sendiri. Doa itu untuk menjangkau orang lain. Doa syafaat adalah puncak doa. Kedua bentuk yang pertama itu perlu untuk diri kita sendiri; bentuk yang ketiga adalah untuk orang lain."
Jangkauan Doa Syafaat
David Wilkerson, pendiri Teen Challenge International, adalah contoh mutakhir dari orang yang telah belajar menaikkan doa syafaat. Ketika berdoa, Allah menggerakkan hatinya untuk mulai memerhatikan muda-mudi yang terlibat dalam kejahatan. Pada suatu hari, ketika sedang berdoa, ia merasa tertarik untuk membaca sebuah majalah nasional yang memuat berita singkat tentang beberapa pemuda di New York yang suka menentang hukum. Mereka terlibat dalam suatu perbuatan kejahatan yang kejam, yang menggemparkan seluruh bangsa Amerika. Tiba-tiba saja hati David Wilkerson tercekam untuk menaikkan doa syafaat, dan lahirlah kasih terhadap kaum muda yang terhilang dan penuh frustrasi itu.
Masa doa syafaat inilah yang merupakan daya pendorong dan memimpin Pdt. Wilkerson untuk mendirikan organisasi swasta yang terbesar di dunia bagi perawatan dan pengobatan pecandu-pecandu obat bius yang tak tertolong lagi. Dewasa ini, gerakannya itu membantu muda-mudi dari segala lapisan yang menjadi masalah bagi masyarakat.
Teen Challenge, yang sekarang merupakan suatu organisasi yang besar, dimulai ketika David Wilkerson dengan rendah hati bersatu dengan Allah dalam doa. Sekarang ini, organisasi tersebut sudah menjangkau kebanyakan kota besar di Amerika Serikat dan banyak kota lainnya di seluruh dunia. David Wilkerson benar-benar merupakan teladan seorang pendoa syafaat.
Belum lama berselang, saya mengunjungi kantor pusat Teen Challenge di New York. Saya tidak akan melupakan saat ketika saya berdiri di tempat itu. Seorang bekas pecandu mengajar saya apa artinya menaikkan doa syafaat. Ia menjelaskan, "Semua jiwa yang dimenangkan di jalan-jalan kota ini lebih dahulu dimenangkan dalam doa!" Hanya sedikit orang yang menyadari kuasa doa syafaat. Seorang penulis mengatakan, "Setiap orang yang bertobat adalah hasil pekerjaan Roh Kudus sebagai jawaban doa orang percaya."
Baru-baru ini, saya mendengar bagaimana doa syafaat telah mengakibatkan kemenangan yang luar biasa dalam gereja di kota saya. Selama bertahun-tahun, pendeta kami telah berdoa untuk seorang yang jahat, yang selalu menentang Allah. Istri orang itu juga menaikkan doa syafaat untuk suaminya. Setiap hari, ia berdoa agar suaminya diselamatkan. Akhirnya, tiba saatnya ketika suaminya menerima Kristus. Suatu kemenangan lagi sebagai akibat doa syafaat. Pada dasarnya, doa syafaat adalah doa yang digerakkan oleh kasih. Dalam arti yang sebenarnya, doa syafaat adalah kasih yang berlutut dan berdoa. Apabila kita mengasihi seseorang, kita akan berusaha untuk memberinya yang terbaik. Douglas Steere menulis, "Jika saya berdoa dengan sungguh sungguh, saya benar-benar menyadari kasih yang mengelilingi saya." Kemudian ia menguraikan, "Apabila kita mulai berdoa bagi orang lain, kita mulai mengenal, mengerti, serta lebih menghargainya daripada sebelumnya. Phillips Brooks mengukuhkannya dengan pernyataannya yang terkenal, 'Jika ingin mengetahui nilai jiwa manusia, cobalah untuk menyelamatkan seorang jiwa.'"
Bayangkan Saudara sedang duduk di takhta Allah dan melihat seorang manusia yang tersesat dan sendirian. Dapatkah kita memberikan anak tunggal kita? Apakah kita cukup mengasihi orang lain sehingga bersedia melakukan pengorbanan ini? Doa yang penuh pengorbanan adalah doa syafaat yang benar. Sebenarnya, berdoa bagi orang lain adalah lingkup doa syafaat.
"Agaknya, Tak Seorang Pun yang Memedulikan"
Kita hidup di tengah masyarakat yang amat sibuk dan bergerak cepat. Hanya sedikit orang yang memedulikan mereka yang ada di sekelilingnya. Di sebuah kota besar di bagian barat Amerika Serikat, seorang polisi hampir mati diserang oleh segerombolan pemuda yang memberontak. Beratus-ratus orang melewati tempat kejadian itu dan memandang sekilas pada darah yang bercucuran. Tak seorang pun yang berhenti untuk menyelidiki keadaannya. Tak seorang pun yang bersedia menolong! Pemuda-pemuda itu terus saja memukulinya, dan akhirnya meninggalkannya dalam keadaan hampir mati. Darahnya yang menggenang di kaki lima seolah-olah membentuk lima kata yang menakutkan -- tak ada orang yang memedulikan. Lebih menyedihkan lagi ketika iblis menggoda jiwa-jiwa yang tak berdaya sementara orang Kristen bersikap acuh tak acuh. Doa syafaat adalah satu-satunya sarana kita untuk menghalangi usaha iblis, namun hanya sedikit orang saja yang melaksanakan doa ini. Sekiranya Allah mengisi hati kita dengan semangat yang menyala-nyala untuk memanjatkan doa semacam ini!
Ayub yang dilanda kesukaran mendapat pelajaran yang sangat berharga mengenai doa syafaat. Mula-mula dalam pengalaman doanya, ia hanya memikirkan keadaannya yang menyedihkan. Setiap hari, ia memohon agar Allah melenyapkan borok-boroknya yang menjijikkan itu. Pertolongan tidak datang ketika ia berdoa bagi dirinya sendiri, tetapi sementara itu ia berdoa bagi sahabat-sahabatnya yang sangat menyedihkan hatinya. Pada saat ia memahami pelajaran mengenai doa syafaat, kesehatannya pulih kembali. Ayub merasakan kemenangan setelah ia berdoa bagi orang lain.
Musa betul-betul mengetahui peranan doa syafaat. Pada suatu ketika, ia berdoa dengan sungguh-sungguh untuk umat Allah. Israel sudah diperingatkan untuk menghentikan keluhan dan sungutannya. Berkali-kali peringatan datang ketika Yehova mengatakan, "Aku akan memusnahkan mereka." Tetapi perhatikanlah satu kenyataan, Musa memedulikan. Dengan segala kekuatannya, ia berdoa, "Tuhan, ampunilah mereka." Kita dapat membayangkan air mata yang meleleh di pipi Musa pada waktu ia memohon, "Hapuskanlah namaku dari dalam kitab-Mu -- bunuhlah aku jika Tuhan mau -- tetapi ampunilah umat-Mu."
Setiap orang yang berdoa dengan begitu sungguh-sungguh telah mengetahui arti doa syafaat. Hal ini mengingatkan kita akan Billy Bray, seorang Kristen yang selalu berdoa. Kata orang perawakannya kecil, tetapi dalam hal-hal rohani, ia bagaikan seorang raksasa. Setiap hari, ketika hendak berangkat bekerja dalam sebuah tambang batu bara yang kotor di Inggris, ia berdoa, "Tuhan, jika hari ini harus ada yang mati di antara kami, biarlah aku saja yang mati; jangan biarkan salah seorang dari pekerja-pekerja ini yang mati karena mereka tidak bahagia, sedangkan aku betul-betul bahagia, dan kalau aku mati hari ini, aku akan masuk surga."
Bray memiliki sikap "aku memedulikan" sepanjang hidupnya. Misalnya saja, pada suatu hari, ia tidak memunyai uang karena sudah beberapa waktu ia tidak menerima upah. Ia berdoa kepada Tuhan. Ia masih memiliki kentang, tetapi tidak ada roti. Ia mendatangi pengurus tambang itu dan meminjam sedikit uang. Dalam perjalanan pulang, ia menjumpai dua keluarga yang keadaannya lebih parah daripada dirinya. Ia membagikan uangnya kepada masing-masing keluarga itu dan pulang tanpa satu sen pun. Istrinya putus asa, tetapi Bray meyakinkannya bahwa Tuhan tidak melupakan mereka. Tidak lama kemudian, mereka menerima dua kali jumlah yang telah dibagikannya. Banyak orang yang menyetujui bahwa dunia kekurangan orang-orang seperti itu -- orang yang bersedia memanjatkan doa syafaat. Kita harus berdoa agar ada orang-orang pada zaman modern ini yang seperti Billy Bray, yaitu yang memikirkan orang lain dalam doanya, orang yang menaruh perhatian.
Setiap Orang yang Seperti Finney Memerlukan Seseorang Seperti Bapak Nash
Sepanjang abad-abad yang lalu, kebangunan rohani yang berkuasa telah terjadi karena doa syafaat. Kebangunan rohani Finney menggoncangkan negara-negara bagian timur Amerika Serikat dalam pertengahan pertama abad sembilan belas. Seorang pria yang bernama Father Nash (Bapak Nash) akan mendahului Finney ke kota-kota yang dijadwalkan untuk kebangunan rohani itu. Tiga atau empat minggu sebelum kebaktian kebaktian itu, Bapak Nash pergi ke kota itu. Orang banyak tidak datang berduyun-duyun untuk menyambutnya dan tidak ada barisan musik yang memainkan lagu penyambutan. Dengan diam-diam, Bapak Nash akan menemukan suatu tempat untuk berdoa. Selama kebaktian kebangunan rohani itu, banyak sekali orang yang dimenangkan untuk Tuhan dan berubah hidupnya. Nama Finney segera menjadi terkenal dan khotbah khotbahnya benar-benar menginsafkan hati banyak orang.
Akan tetapi, di suatu tempat, Bapak Nash yang tak dikenal orang itu berlutut seorang diri dan berdoa. Setelah kebangunan rohani itu, dengan diam-diam ia akan meninggalkan kota itu untuk pergi ke tempat lainnya dan berjuang atas lututnya bagi keselamatan jiwa-jiwa. Bapak Nash mengetahui arti doa syafaat. Ia menaruh perhatian pada orang lain, dan sering kali mengorbankan kenikmatan hidup ini. Ia tidak memunyai rumah, tidak mendapat dukungan suatu gereja, dan sering kali harus makan di warung yang sederhana. Malam hari dilewatkan tidak di atas tempat tidur, dan pakaiannya menjadi usang.
Apa yang diterima Nash sebagai imbalan untuk pengorbanannya? Mungkin hanya sedikit sekali dalam kehidupan ini, tetapi amat banyak dalam kehidupan di akhirat. Ia memunyai saham dalam dua setengah juta orang yang bertobat di bawah pelayanan Finney. Hanya sedikit orang saja yang menyadari berapa banyak jiwa telah menemukan Kristus karena Bapak Nash. Tidak diragukan lagi, waktu akan menunjukkan bahwa di belakang setiap jiwa yang dimenangkan bagi Kristus, terdapat doa syafaat. Sesungguhnya Finney memunyai talenta untuk berkhotbah. Pasti, ia telah dijamah secara khusus oleh Allah. Tetapi perhatikanlah kenyataan ini - setiap Finney memerlukan seorang Bapak Nash! Setiap pengkhotbah memerlukan seseorang yang menaikkan doa syafaat.
Pertimbangkan sejenak tantangan untuk menjadi seseorang yang menaikkan doa syafaat. Doa syafaat sangat diperlukan. Frank C. Laubach mengatakan, "Orang-orang berikut ini perlu disoroti dengan banyak doa: Presiden Amerika Serikat dan Kongres (terutama Senat), Perdana Menteri dan Parlemen Inggris, Perdana Menteri dan para pemimpin Rusia, pemimpin-pemimpin Cina, setiap delegasi konferensi perdamaian, Jepang, Jerman, anggota gereja serta rohaniawan Kristen dan Yahudi, para utusan Injil, tokoh-tokoh dunia perfilman, para penyiar radio, bangsa bangsa yang hidup dalam perbudakan dan penindasan, orang Negro, orang Amerika keturunan Jepang. Kita harus berdoa bagi mereka yang buta huruf, bagi semua guru, ibu dan bapak, untuk adanya saling pengertian antara majikan dan buruh, untuk persaudaraan umat manusia, untuk saling bekerja sama, untuk perluasan pikiran manusia akan visi dunia, untuk anak-anak dan remaja, untuk bacaan yang sehat, untuk korban minuman keras, obat bius dan semua macam kejahatan, untuk para pendidik dan pendidikan yang lebih baik. Kita harus berdoa agar kebencian lenyap dan kasih dapat menguasai dunia; kita harus berdoa supaya lebih banyak orang akan berdoa, sebab doa adalah kuasa pemulihan yang terbesar dalam dunia." Daftar Laubach kelihatannya panjang, tetapi ini pun belum lengkap. Selalu ada keperluan-keperluan yang dapat ditambahkan dalam daftar doa syafaat. Dari hati seseorang yang berdoa syafaat, tak henti-hentinya doa dinaikkan bagi orang lain, doa yang mengatakan, "Aku mengasihimu."
Segi-Segi Doa Syafaat
Semua usia, semua bangsa, dan suku bangsa boleh berlutut di puncak doa syafaat. Dokter dari zaman para rasul mengatakan, "Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan ... dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa" (Lukas 2:36-37). Hana seorang wanita lanjut usia yang memiliki lebih banyak ketetapan hati pada masa senja kehidupannya daripada pada masa mudanya. Kata kata Lukas ini memunyai nilai khusus karena menunjukkan bahwa semua orang boleh menghampiri takhta Allah.
Seseorang pernah mengatakan, "Kita mungkin mendapatkan karunia berbicara yang indah sehingga perkataan kita mengalir bagai pancaran ucapan syukur, permohonan doa, dan pujian seperti Paulus; atau mungkin kita memunyai persekutuan yang tenang, akrab, dan penuh kasih seperti Yohanes. Sarjana yang pandai seperti John Wesley dan tukang sepatu sederhana seperti William Carey, semuanya sama diterima dengan senang hati pada takhta kasih karunia Allah. Pengaruh di surga tidak bergantung pada kelahiran, kepandaian, atau prestasi, tetapi pada ketergantungan mutlak yang rendah hati pada Putra Allah."
Sayang sekali, pendoa syafaat yang sejati jarang sekali berada pada jalan doa; Rees Howells adalah orang yang demikian. Ia telah mempelajari kuasa dan doa syafaat sementara mendirikan sekolah- sekolah Alkitab, rumah yatim piatu, dan gereja-gereja misi di seluruh Afrika. Teman-teman Howells mengatakan bahwa ia adalah seseorang yang selalu berdoa. Pada awal kehidupan Kristennya, Allah menantang dia untuk berdoa syafaat. Pada suatu hari, ketika keluar dari ruang doanya, Howells memberikan keterangan rangkap tiga mengenai doa syafaat.
"Ada tiga aspek," demikian Howells mengajarkan, "yang tidak terdapat dalam doa biasa." Yang pertama-tama ialah penyatuan: hukum yang pertama untuk orang yang menaikkan doa syafaat. Kristus merupakan teladan yang paling baik mengenai hukum penting ini. Ia dianggap sebagai orang berdosa. Ia menjadi Imam Besar yang menjadi perantara kita. Kristus datang ke bumi dari istana gading indah, dilahirkan dalam sebuah palungan yang sederhana. Putra Allah memasang tendanya didalam perkemahan kita, menjadikan diri-Nya saudara seluruh umat manusia. Pencobaan merupakan jerat bagi-Nya, dan bibir-Nya mengecap kematian. Ia menderita dengan orang yang menderita, dan menelusuri jalan yang berbatu-batu yang kita, manusia fana, harus jalani. Yesus melambangkan kasih yang kekal. Kehidupan-Nya yang mengagumkan mendefinisikan pendoa syafaat -- seseorang yang menyatukan dirinya dengan orang lain.
Kedua, Pdt. Howells mencantumkan penderitaan yang mendalam sebagai hukum kedua bagi doa syafaat. "Jika kita hendak berdoa syafaat," Pdt. Howells mengatakan, "kita harus benar-benar seperti Tuhan."
Penulis kitab Ibrani (5:7) mengatakan bahwa Tuhan berdoa dengan "... ratap tangis dan keluhan." Rasul Paulus berkata, "... Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan." (Roma 8:26)
Yesus telah turun sampai kedalaman yang terdalam dalam lautan penderitaan batin; pasti, Getsemani merupakan dasar lautan itu. Di tempat itulah Ia mengalami penderitaan yang paling hebat. Di Getsemani, hati Tuhan hancur tidak terperikan. Kehidupan-Nya mengajarkan kunci doa syafaat -- belajar untuk menderita karena jiwa-jiwa.
Hukum Howells yang ketiga mengenai wewenang. Ia mengatakan, "Jika orang yang berdoa syafaat itu memahami penyatuan dan penderitaan yang mendalam, ia juga memahami wewenang. Orang yang berdoa syafaat dapat menggerakkan hati Tuhan. Ia pun menyebabkan Tuhan mengubah pikiran-Nya." Ress Howells menyatakan bahwa apabila ia menaikkan doa syafaat untuk suatu keperluan, dan percaya bahwa hal itu adalah kehendak Allah, ia akan selalu mendapatkan kemenangan.
Siapa yang Peduli akan Afrika Utara?
Pdt. Howells mengalami kemenangan yang mengherankan setelah seminggu penuh berdoa syafaat sementara Perang Dunia II berlangsung. Biasanya persekutuan doa tidak dilaksanakan pada Sabtu sore. Akan tetapi, pada suatu Sabtu sore, semua guru dan pelajar sekolah Alkitab diminta untuk mengadakan pertemuan doa pada sore hari, untuk memohon kepada Tuhan mengubah jalannya peperangan di Afrika Utara. Ini merupakan suatu beban yang berat.
Pada malam itu, Pdt. Howells dan keluarga sekolah Alkitabnya berdoa. Sehingga mereka mendapat kemenangan. "Tadinya, kukira Hitler diperkenankan untuk merebut Mesir," katanya, "tetapi sekarang aku tahu ia tidak akan merebut Mesir -- Aleksandria atau pun Kairo tidak akan jatuh." Pada akhir pertemuan doa itu, ia berkata, "Hari ini hatiku sangat bergairah. Tadinya aku seperti seseorang yang dengan susah payah mengarungi pasir. Tetapi sekarang aku sudah mengatasi kesukaran itu, sekarang aku dapat memegangnya dan menanggulanginya. Aku dapat menggoyangkannya."
Seminggu kemudian, sementara sepintas lalu membaca surat kabar, Pdt. Howells membaca bagaimana suramnya keadaan perang pada hari Sabtu itu, ketika mereka berhimpun untuk mengadakan pertemuan doa tambahan. Menurut artikel itu, pada akhir pekan itulah kota Aleksandria diselamatkan. Mayor Rainer, orang yang bertanggung jawab untuk menyediakan air minum bagi Pasukan Kedelapan (Eighth Army), terlibat dalam pertempuran itu. Kemudian hari, ia melukiskan kejadian itu dalam sebuah buku yang berjudul "Pipe Line to Battle". Jenderal Rommel, yang dijuluki si Rubah Padang Pasir, telah memerintahkan tentaranya berbaris menuju Aleksandria dengan harapan akan merebut kota tersebut. Antara tentaranya dan kota Aleksandria terdapat sisa-sisa Angkatan Darat Inggris dengan hanya lima puluh tank, sejumlah kecil senjata artileri medan, dan lima ribu orang tentara. Angkatan Perang Jerman memunyai jumlah tentara yang hampir sama, tetapi memunyai kelebihan yang menentukan karena meriam-meriam 88 mm-nya yang unggul. Satu hal yang sama-sama terdapat dalam kedua angkatan bersenjata itu ialah kepenatan yang sangat karena panas terik yang membara dan kebutuhan mendesak akan air minum.
Mayor Rainer menceritakan, "Matahari bersinar dengan teriknya di atas kepala kami dan orang-orang kami sudah hampir kehabisan daya tahan mereka ketika serangan Nazi dipatahkan. Jika pertempuran berlangsung sepuluh menit lagi, maka pihak kami yang kalah. Tiba- tiba saja pasukan tank Mark IV mundur dari kancah peperangan. Pada saat itu, terjadilah sesuatu yang luar biasa. Sebelas ribu orang dari Divisi Panzer Ringan ke-90, pasukan elite dari Korps Jerman di Afrika, berjalan dengan tersaruk-saruk melintasi pasir gersang dengan tangan terangkat. Lidah mereka bengkak terjulur, pecah-pecah, dan hitam karena darah yang membeku. Sebagai orang setengah gila, mereka merenggut botol air dari leher tentara kami dan meneguk air yang memberi hidup antara bibir mereka yang pecah-pecah."
Kemudian hari dalam kisahnya, Mayor Rainer memberikan alasan untuk penyerahan yang sama sekali tak terduga ini. Angkatan perang Jerman sehari dan semalam tak mendapat air. Sementara pertempuran berkecamuk, mereka menyerbu garis pertahanan Inggris, dan dengan penuh sukacita, mereka menemukan pipa air yang bergaris tengah enam inci. Karena sangat membutuhkan air, mereka menembaki pipa itu dan dengan sembrono mulai meneguk air yang memancar keluar dari lubang- lubang itu. Karena rasa haus yang sangat, mereka minum sangat banyak tanpa menyadari bahwa itu air laut.
Mayor Rainer, yang memimpin pembangunan pipa air itu, telah memutuskan untuk menguji pipa itu untuk terakhir kalinya. Air tawar terlalu berharga untuk percobaan itu dan karenanya mereka mempergunakan air laut. "Sehari sebelumnya pipa itu kosong," tulis Mayor Rainer. "Dua hari kemudian," tambahnya, "pasti terisi air tawar bersih." Tentara Nazi tidak segera merasakan rasa asin itu karena perasa lidah mereka tidak tajam lagi karena air payau yang sudah biasa mereka minum dan juga karena kehausan yang sangat.
Hal yang perlu diperhatikan mengenai seluruh kejadian ini ialah bahwa doa syafaatlah yang mengakibatkan kejadian ini. Apabila Rees Howells tidak mengadakan pertemuan doa yang khusus, maka kisahnya akan lain.
"Siapa yang peduli akan apa yang terjadi di Afrika Utara?" Mungkin merupakan sikap beberapa orang, tetapi ada orang lain yang memedulikan. Syukur kepada Allah untuk pahlawan-pahlawan doa syafaat. Perhatian seorang pendoa syafaat terhadap orang lain sering kali dapat menentukan nasib bangsa-bangsa, mengubah hal-hal yang tidak dapat diubah oleh kekuasaan lain.
Menabur Benih Kasih
Pada zaman ini, dengan tak putus-putusnya orang menuntut tindakan sosial. Lagu-lagu populer berisi lirik seperti: "Marilah, kawan- kawan ... mari semua bersatulah, cobalah saling mengasihi, sekarang juga." Masyarakat mencari suatu kekuatan yang dapat menyembuhkan penyakit manusia -- mengadakan suatu perubahan khusus. Dari ahli filsafat sampai kepada musisi, jeritannya ialah: "Apa yang diperlukan dunia sekarang ini adalah kasih."
Sesungguhnya, tidak ada kekuatan yang lebih banyak meneruskan kasih manusia daripada doa syafaat. Manusia tidak dapat memberikan hadiah yang lebih besar kepada masyarakat daripada lutut yang bertelut. Pada hakikatnya, setelah semua sejarah dituliskan dan kita berdiri dihadapan Allah, kita akan tahu apa yang sebenarnya membentuk zaman ini. Apabila kita berbicara dengan Allah dalam kekekalan, dengan cepat kita akan menget
narnya membentuk zaman ini. Apabila kita berbicara dengan Allah dalam kekekalan, dengan cepat kita akan mengetahui bahwa segala sesuatu yang berharga yang telah dilaksanakan itu berkaitan dengan doa syafaat.
Visi Gerakan Doa
• Doa Syafaat
Visi Gerakan Doa
Kegerakan doa terjalin dalam persatuan dan kesatuan gereja-gereja di Indonesia. Kegerakan doa ini merupakan penggenapan doa Tuhan Yesus supaya mereka semuanya menjadi satu dan orang akan mendengar suara Tuhan dan dunia akan percaya kepada-Nya. Sebagai akibat dari kegerakan ini adalah bangsa kita diberkati, kota-kota diberkati, banyak orang diberkati, suku-suku diberkati, banyak orang membesarkan dan memuliakan Tuhan.
DAMPAK dari kegerakan doa:
• gelombang doa yang besar melanda seluruh bangsa dari kota- kota/desa-desa sehingga terjadi revival yang luar biasa.
• terjadinya kesatuan keesaan gereja dan gerakan kesaksian bagi transformasi masyarakat/komunitas. [IS]
Transformasi Kota Melalui Doa
Ketika menyadari bahwa kita ini mempunyai kesalahan, kelemahan maka kita harus mengakuinya di hadapan orang lain. Kita mengakui bahwa kita membutuhkan orang lain dalam pelayanan ini. Tidak ada satu organisasi pun yang bisa membuat transformasi di Indonesia ini, kita harus bersama-sama dan kita satu di hadapan Tuhan. Transformasi perlu kelembutan hati untuk dapat menerima keberadaan orang lain.
Tiga tahapan awal untuk mencapai transformasi komunitas:
1. Saat pulang ke kota/daerah kita harus membentuk pangkalan rohani.
Kita tidak sanggup melakukannya dengan kekuatan kita sendiri namun Allah yang menyanggupkan kita -- akan ada kebangkitan rohani yang nyata dalam diri kita (Pengkhotbah 9:14-15). Awal kebangkitan adalah saat dimana gereja-gereja/pribadi-pribadi menyadari adanya hubungan yang rusak dengan Tuhan dan sesama serta hubungan itu perlu diperbaiki sehingga doa bersama di dalam kesatuan dapat tercapai.
2. Ada terobosan-terobosan rohani dimana semua denominasi/gereja akan bertumbuh dan menuai jiwa-jiwa.
3. Terjadi gelombang pertobatan dan gerakan doa syafaat yang menjadi kegiatan inti gereja, lembaga kristen, atau organisasi apapun. Nilai-nilai kerajaan Allah akan keluar dari gereja dan akan menyentuh setiap aspek di dalam kota (politik, ekonomi, pendoa syafaat). Ada infrastruktur dimana komunitas di dalam gereja sekota muncul lembaga-lembaga pelaksana, pelayanan, belas kasihan dimana ada sekolah pelayanan, menara doa, tim kepemimpinan gereja sekota lahir, semua pelayanan saling berkaitan dan membutuhkan.
Tim pendoa sekota yang mempromosikan dan mengharmonisasikan doa- doa ke seluruh kota (gereja, pemimpin, pendeta, para pemimpin kota, pengawas, pendoa syafaat, kubu spiritual):
o perlu ada demografi dan pengumpulan data.
o perlu pemahaman akar spiritual dan budaya, benteng-benteng pemetaan rohani, pendoa syafaat, tim kepemimpinan, gereja- gereja sekota, para hamba-hamba Tuhan dan pendeta pendeta berhimpun menjadi satu. Perlu ada input/masukan, pendoa perlu informasi yang akurat tentang situasi yang terjadi di bumi.
4. Kita semua saling merendahkan diri dalam takut akan Kristus.
Melepaskan organisasi/denominasi kita masing-masing dan datang sebagai tubuh Kristus yang mewakili geereja-gereja Tuhan yang ada di negeri ini. Kita sudah terlalu lama menggunakan doa kita untuk kepentingan diri kita. Perhatikan Mazmur 2:8 -- doa bukan hanya untuk menjawab kebutuhan kita, namun juga untuk menjawab kerinduan Allah untuk melahirkan Indonesia baru. [DP/RM]
•
• Permohonan Doa
• Kirim Pokok Doa
Membangun Gerakan Doa Sekota
• Doa Syafaat
Yang menjadi tujuan diselenggarakannya KDL VII ini adalah:
1. Diperkuatnya KEGERAKAN DOA melalui jaringan doa di kota-kota baik yang telah terbentuk maupun yang perlu dirintis (tujuan jangka pendek).
2. Dibangunnya KESATUAN UMAT melalui visi yang dinyatakan Tuhan melalui Firman dan Kesaksian dalam kebersamaan umat dari berbagai kota di seluruh tanah air maupun di luar negeri (tujuan jangka menengah).
3. Diperbaharuinya panggilan dan komitmen para peserta/fasilitator untuk terlibat secara aktif dalam Gerakan Doa di kota-kota yang berdampak pada TRANSFORMASI MASYARAKAT/KOTA secara nyata (jangka panjang).
Ada tiga hal yang menandai sebuah kota bila telah mengalami transformasi:
1. Angka pertobatan jemaat di kota itu meningkat.
2. Angka kriminalitas menurun.
3. Tingkat kesejahteraan kota semakin membaik.
Langkah-langkah yang diperlukan untuk membangun Gerakan Doa Sekota.
1. PEMETAAN ROHANI:Pemetaan Rohani ini dilakukan untuk mengetahui situasi dan kondisi suatu kota baik secara:
1. Ilmu Pengetahuan
Mengetahui secara detail kondisi kota secara fisik (tingkat kesejahteraan, tingkat kriminalitas, bangunan bersejarah, jumlah gereja, tempat-tempat hiburan, dsb.)
2. Doa Terobosan Doa
Ini dilakukan untuk mengetahui/melihat kondisi "rohani" dari kota itu (mengetahui tempat-tempat pemujaan yang ada serta roh-roh jahat yang ada/yang menguasai kota itu).
2. PEPERANGAN ROHANI:
Setelah mengetahui tentang kondisi "rohani" yang ada di kota tersebut maka perlu diadakan peperangan rohani untuk menghadapi roh-roh jahat yang ada. Peperangan rohani dapat dilakukan dengan mengadakan doa bersama, doa keliling kota, dsb.
3. Terjadinya REKONSILIASI:
a. antar gereja/denominasi
b. antar masyarakat, suku, desa, kota, bangsa, dsb.
4. Membentuk JARINGAN DOA:
Perlunya dibentuk jaringan doa sekota yang melibatkan semua gereja/denominasi yang ada di sebuah kota.
5. Membangun KEMITRAAN:
Kemitraan antar gereja/denominasi perlu dibangun untuk menghindari terjadinya program yang tumpang tindih
Apakah Menara Doa Kota?
• Doa Syafaat
"Menara Doa Kota" adalah tempat dimana murid-murid Tuhan Yesus (Tubuh Kristus) menaikkan doa, pujian dan penyembahan selama 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu, 365 hari dalam setahun.
'Menara' ini adalah tempat murid-murid Yesus merindukan, memuji dan menyembah Allah Bapa untuk mendatangkan Kerajaan-Nya supaya kehendak-Nya terjadi di bumi seperti di sorga; di kotanya seperti di sorga, di bangsanya seperti di sorga.
Menara Doa Kota juga merupakan pusat penjagaan bersama murid-murid Tuhan Yesus, kesatuan gereja-gereja Tuhan bagi suatu kota dan bangsa dari hal-hal yang tidak diinginkan/tidak diharapkan. Melalui menara ini, sebagai tempat yang tinggi atau strategis, gereja Tuhan bertugas meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan Tuhan (Habakuk 2:1-3).
Sebelum Menara Doa Kota didirikan kita harus terlebih dahulu mendirikan tembok (yang bisa juga diartikan sebagai tempat-tempat doa per wilayah) yang mengelilingi kota sebagai tempat berdoa (Nehemia 2:17). Kemudian Menara didirikan menjulang tinggi sebagai tempat yang strategis untuk melihat, menggumulkan dan dekat dengan Allah.
Dalam suatu penerbangan, pada saat take off maupun landing seorang pilot akan mengemudikan pesawatnya dengan petunjuk dari orang-orang yang bertugas di menara jaga. Apabila penjaga menara memberi informasi yang salah terhadap pilot, maka pesawat yang dikemudikan kemungkinan besar akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Demikian juga penjaga-penjaga di Menara Doa Kota akan menjadi suara hati Allah sesuai dengan yang difirmankan Tuhan kepada para Gembala yang membawa jemaat masuk dalam rencana Tuhan.
Pada masa-masa sekarang ini dimana berbagai macam krisis melanda bangsa Indonesia, yang semuanya di luar kemampuan manusia untuk mengatasinya serta untuk mengantisipasi tahun-tahun berikutnya dan dimana kejahatan semakin bertambah-tambah, seharusnya mengundang kesadaran dan tanggapan Tubuh Kristus secara global untuk menjadi pendoa kota -- menjaga atmosfir kota dengan menaikkan doa, pujian dan penyembahan yang terus-menerus seperti di sorga sebagai imamat yang rajani, kepunyaan Allah sendiri (1 Petrus 2:9). Tuhan meminta kita menjadi imam-imam pendoa bagi kota kita, bagi bangsa Indonesia bahkan bagi bangsa-bangsa di dunia.
TUJUAN MENARA DOA KOTA DIDIRIKAN
1. Gereja Tuhan di suatu kota dipersatukan untuk bersama-sama berdoa, mendamaikan dan menenteramkan kota (Kejadian 22:17). Gereja Tuhan yang telah menerima kemuliaan Tuhan menjadi satu (Yohanes 17:22-23) bersama-sama memenuhi jadwal di Menara untuk mendoakan kota di Menara (Mikha 4:8).
2. Gereja Tuhan menjadi pendoa kota yang berdiri tegak, melihat, menantikan Tuhan dan mendengarkan apa yang difirmankan Tuhan (Habakuk 2:1-3). Gereja Tuhan bersikap untuk menjaga kota dan memelihara kota supaya iblis tidak merusak dan merebut kota. Merenungkan apa yang terjadi/ada di suatu kota serta mengerti isi hati Tuhan bagi suatu kota.
3. Sebagai tempat pergumulan rohani dalam tingkat strategis, dimana iblis tidak diberi kesempatan sedikitpun untuk memanifestasikan pekerjaannya. Kita melakukan pergumulan rohani melawan roh-roh jahat yang ingin merusak dan menghancurkan kota (Efesus 6:12).
4. Gereja-gereja Tuhan dapat melepaskan berkat dan kuasa Tuhan atas kota secara bersama-sama (Kejadian 22:1-8; 1Petrus 3:9; Mazmur 133:1-3). Kita menaikkan doa-doa profetik untuk memberkati kota (Yeremia 29:7).
5. Agar api mezbah Tuhan tidak dibiarkan padam (Imamat 6:12-13). Seorang Imam dalam perjanjian lama bertindak untuk menjaga supaya api tetap menyala di atas mezbah, jangan sampai padam. Tiap-tiap pagi seorang imam akan menaruh kayu dan mengatur korban di atas mezbah. Apabila api di atas mezbah terus menyala, maka kemuliaan Tuhan pasti dinyatakan dan membuat setiap orang percaya akan menyembah Allah yang hidup, Yesus Kristus Tuhan (Imamat 9:23-24; Filipi 2:10-11).
6. Tempat membangun tempat kemurahan (mercy seat) Allah (Keluaran 25:17-22). Membangun "mercy seat" ini berarti memohon agar belas kasihan/kemurahan Allah dinyatakan karena doa, pujian dan penyembahan yang kita naikkan terus-menerus. Tuhan sedang memulihkan pondok Daud yang telah roboh supaya semua orang mencari Tuhan dan segala bangsa menjadi milik Tuhan (Kisah Para Rasul 15:16-18). Saat berdoa, memuji dan menyembah, maka Allah bertakhta atas pujian kita (Mazmur 22:4) dan Allah sanggup mengubahkan keadaan kota, bangsa kita bahkan bangsa-bangsa di dunia.
7. Tempat mempersiapkan jalan bagi Tuhan (Yesaya 40:3-5). Menjelang datangnya hari Tuhan yang besar dan dasyat itu, kita mempersiapkan jalan bagi Tuhan, membuka jalan raya, menyingkirkan batu-batu, dan menegakkan panji-panji untuk bangsa-bangsa (Yesaya 62:10). Tuhan mencurahkan roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang yang benar (Lukas 1:16-17). Para pemimpin gereja kota bersama-sama mempersiapkan umat yang layak di Menara Doa Kota.
8. Agar kehendak dan tujuan Allah dinyatakan di kota dan bangsa (Yohanes 17:1-4; Kisah Para Rasul 17:26-27). Allah mempunyai kehendak dan tujuan bagi setiap kota dan bangsa. Gereja Tuhan berdoa di Menara bukan hanya untuk masalah-masalah yang terjadi, tetapi mengerti apa kehendak dan tujuan Allah bagi kota kita dan bangsa kita.
"Usahakanlah kesejahteraan kota kemana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu." (Yeremia 29:7)
Peran Pendoa Syafaat
• Doa Syafaat
Pendoa syafaat barangkali merupakan unsur yang paling sedikit dipahami dalam proses pemetaan rohani. Dalam beberapa tim, mereka sedemikian ditinggikan sebagai penyampaian pesan ilahi, sehingga membuat sebagian besar pekerjaan unit lain menjadi tidak penting. Tetapi lebih sering mereka tidak dimanfaatkan, dan diturunkan peranannya hanya sebagai pendukung "pekerja yang sesungguhnya." Apa pun yang terjadi, jika keduanya tidak saling mendukung, maka tim maupun proyek yang dijalankan akan menemui hambatan.
Sebenarnya, unit pendoa syafaat memberikan banyak sumbangan pada rangkaian kegiatan pemetaan rohani. Anggotanya dapat menaikkan doa agar rekannya di unit lapangan menerima penunjukan ilahi, agar mereka disukai para responden, dan agar Allah melindungi mereka. Mereka juga dapat memohon agar Roh Kudus memimpin peneliti arsip untuk menemukan sumber tersembunyi dan/atau sumber yang memperkuat data sebelumnya. Mereka dapat memohon hikmat dalam menentukan batas- batas proyek, latar belakang jadwal, dan menilai orang dan informasi. Pada akhirnya mereka juga dapat berdoa agar Tuhan mempersiapkan pendengar yang siap menerima laporan final.
Para pendoa syafaat juga dapat mengumpulkan informasi berharga melalui kedisiplinan dalam menantikan Tuhan. Informasi ini dapat berupa pimpinan mengenai orang, tempat atau isu, pemahaman terhadap pola yang rumit atau makna tersembunyi, atau konfirmasi mengenai fakta atau hipotesis tertentu. Apapun bentuk dan sifatnya, sumbangan ilahi ini cukup penting untuk ditulis dalam cara yang sistematis. Hal ini tidak dimaksudkan untuk menciptakan tambahan Alkitab, namun sebagai alat untuk mengingat dan memperoleh pewahyuan konstektual.
Memebuat Catatan Doa
Tim doa syafaat bebas untuk membuat catatan doa mereka sendiri, sepanjang unsur-unsur kunci, seperti gaya penulisan dan susunan tetap konsisten dan dapat dibaca. Hal ini penting karena catatan doa pada akhirnya menjadi dokumen umum, suatu laporan kerja. Untuk itu, catatan ini perlu dibuat dengan rapi dan tertata dengan baik, namun tidak terbuka untuk sistem penanggalan yang logis dan catatan- catatan standar. Beberapa pendoa mungkin menemukan bahwa mereka perlu membuat penyesuaian diri agar bisa bekerja sama dengan anggota tim lainnya dengan harmonis dan menyesuaikan diri dengan kebutuhan umum proyek tersebut.
Kesimpulan tiap-tiap sesi doa harus dicatat sesegera mungkin. Hal ini akan menjaga agar tidak lupa dan memastikan bahwa pewahyuan ilahi masih diingat jelas dalam waktu sekejap. Setiap laporan atau komentar harus dicatat seringkas mungkin agar tidak membingungkan. Kesan subjektif dan menduga-duga dapat dicantumkan jika diberi keterangan dengan jelas mengenai maksud dan tujuannya.
Hal selanjutnya yang sangat saya sarankan untuk dipertimbangkan tim pendoa syafaat ialah membuat sistem kode dengan menempelkan label tipe tertentu pada catatan yang seringkali muncul. Empat contoh mutlak ialah tema doa, kesan subyektif, jawaban doa, dan tindakan tertentu. Dapat juga dilakukan dengan cara memberi indeks catatan terkait yang dibuat dalam hari dan halaman yang berbeda. Indeks semacam ini dapat dibuat secara manual dengan membuat kode margin, atau secara otomatis membuatnya dengan program komputer tertentu (jika catatan tersebut dibuat dengan menggunakan komputer). Akhirnya, catatan doa harus memiliki sistem referensi silang yang menunjuk pada catatan subyek terkait, sehingga peneliti dapat melihat isinya dari berbagai sudut pandang.
Jadi, apa yang dapat dipelajari peneliti dari sebuah catatan doa? Jika catatan ini dibuat dengan baik oleh seorang pendoa syafaat yang saleh dan berpengalaman, seorang peneliti dapat mempelajari apapun dari catatan tersebut. Tidak ada yang lebih menyenangkan dibanding mengetahui bahwa Tuhan sudah berbicara kepada kita, dan bahwa firman-Nya memberikan kunci untuk membuka benteng-benteng yang menyesatkan dalam masyarakat kita.
[George Otis Jr. adalah pendiri dan presiden dari Sentinel Group, sebuah agen Kristen yang bergerak di bidang penelitian dan informasi yang berpusat di Seattle, Washington. Saat ini Otis melayani sebagai ko-koordinator AD 2000 dan Beyond United Prayer Track. Dia juga menjadi seorang penasihat internasional bagi Aglow International dan Lydia Prayer Fellowship.]
Merencanakan Doa Keliling
• Doa Syafaat
Doa keliling memberikan kesempatan bagi kita untuk melihat suatu kota sebagaimana adanya, dan mendoakan penduduknya di tempat mereka tinggal. Tujuannya adalah memperoleh visi Tuhan untuk mendoakan tempat tersebut, sekaligus berperang melawan penguasa kegelapan di tempat tersebut. Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam persiapan doa keliling.
1. Lakukan pemetaan rohani dan penelitian mengenai kota Anda (perhatikan pertanyaan di bawah ini) dan rangkumkan hasilnya untuk dibacakan saat tim berada di daerah tersebut untuk membantu mereka berdoa.
2. Doa keliling dapat dilakukan sehari penuh, seperti hari Sabtu, atau pada malam hari pada hari kerja. Diawali dengan doa bersama untuk perlindungan tiap peserta. Jika doa keliling dilakukan sehari penuh, maka dapat ditutup dengan buka puasa bersama. Akan tetapi, jika doa keliling dilakukan hari biasa, buka puasa dapat dilakukan sebelum perjalanan doa dimulai.
3. Doa keliling dapat dilakukan dengan menggunakan bis atau mobil. Tunjuk koordinator yang bertanggung jawab pada masing-masing bis untuk membacakan sejarah tempat itu dan pokok doa, di samping mengatur perjalanan dengan bis-bis yang lain (bila lebih dari satu). Bila doa keliling dilakukan dengan menggunakan mobil- mobil, siapkan fotocopy peta yang sudah ditandai dengan rute yang harus dilalui beserta pokok doanya.
4. Jika perjalanan cukup lama (seperti yang kami lakukan, yaitu 8 jam penuh mengelilingi Jabotabek), sepanjang perjalanan dapat diselingi dengan khotbah singkat dan kesaksian/kesan-kesan dari peserta di bis tersebut.
5. Tunjuk seorang sekretaris yang mencatat setiap petunjuk Tuhan yang didapat, seorang pemimpin pujian yang memimpin pujian dan penyembahan (bila memungkinkan seorang pemain gitar juga), dan seorang di bagian dokumentasi untuk memotret perjalanan doa.
6. Siapkan kaset pujian penyembahan yang bertemakan doa atau peperangan rohani untuk diputar sebagai ganti bila peserta lelah karena terlalu lama bernyanyi.
7. Jangan lupa, siapkan minuman karena orang akan berbicara (berdoa dan bernyanyi) selama perjalanan yang cukup panjang.
Berikut ini, pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab saat Anda mempersiapkan doa keliling bagi kota Anda.
a. Data Sejarah
Beberapa kota memiliki sejarah yang memberikan warna dan pengaruh yang kuat pada kota itu, seperti: sejarah perang kekerasan, upacara peringatan yang tidak sesuai dengan Alkitab, dan lain- lain. Hal-hal ini dapat mempengaruhi penyebaran Firman Tuhan di kota tersebut.
1. Siapakah pendiri kota Anda?
2. Mengapa kota tersebut didirikan?
3. Apakah nama/lambang/maskot kota itu memiliki arti tersendiri?
4. Apakah ada karakter-karakter khusus (baik yang positif maupun negatif)?
5. Bagaimanakah orang-orang minoritas diperlakukan di kota Anda?
6. Pernahkah terjadi perang, pertumpahan darah, kekerasan, bencana alam, perjanjian khusus yang dilakukan di kota Anda?
7. Apakah ada masalah-masalah sosial yang selalu terjadi di kota Anda? (contoh: kerusuhan, d1l.)
b. Data Rohani
1. Apakah agama yang dianut mayoritas penduduk kota Anda?
2. Apakah ada pusat kuasa-kuasa kegelapan di kota Anda? Di mana letaknya?
3. Kapan kekristenan masuk ke kota Anda?
4. Apakah ada sejarah perpecahan atau kerjasama antargereja di kota Anda?
5. Apakah gereja-gereja di kota Anda bertumbuh?
6. Di daerah mana gereja-gereja tidak pernah bertumbuh?
7. Apakah ada petunjuk-petunjuk tertentu yang Allah berikan mengenai kota Anda kepada para pemimpin rohani?
c. Data Demografis dan Geografis
1. Berapa jumlah penduduk kota Anda?
2. Bagaimana komposisi penduduk kota Anda? (keadaan sosial, rasial, umur, pekerjaan dll.)
3. Apakah kota Anda dibangun menurut bentuk dan aturan tertentu yang memiliki alasan rohani?
4. Apakah ada daerah-daerah tertentu yang terkenal dengan daerah kumuh, daerah makmur, daerah kriminal, daerah prostitusi dll.?
5. Apakah ada patung-patung dan bentuk-bentuk khusus di kota Anda yang memiliki pengaruh dalam kerohanian penduduknya?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment