Saturday, January 30, 2010

Tujuan Penyucian

1Pet 1:2 yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita, dan yang dikuduskan oleh Roh, supaya
taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya. Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera makin
melimpah atas kamu.
Ibr 9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah
sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia,
supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
Mengapa seorang Kristen yang sudah dilahirkan kembali bisa jatuh bangun terus dalam dosa bertahun-tahun sepanjang
hidupnya? Padahal dia begitu percaya kepada darah Yesus sebagai pemberesan dosa-dosanya. Yesus sendiri sudah
menjanjikan, bahwa darahNya adalah darah perjanjian untuk pengampunan dosa-dosa kita.
Banyak orang Kristen minta disucikan oleh darah Yesus, bukan untuk kepentingan Allah, tetapi untuk kepentingan
dirinya sendiri. Hanya untuk memberi jaminan dia tetap masuk surga. Hanya untuk menghilangkan perasaan bersalah.
Hanya untuk memelihara ada damai di hatinya. Sesudah itu, orang Kristen ini memilih hidup untuk dirinya sendiri,
sesuka-suka hatinya. Dia menjadi sembrono, dan dalam kondisi berbahaya.
Ketika seorang Kristen memilih hidup dengan caranya sendiri, dan menggunakan darah Yesus hanya sebagai obat bila
dia terluka atau sakit di dunia ini, maka dia adalah orang paling sial di dunia ini. Dia tidak mengerti apa tujuan penyucian
dengan darah Yesus. Dia kehilangan tujuan luhur Allah bagi Dia.
Tujuan penyucian dengan darah Yesus, adalah supaya kita TAAT KEPADA YESUS KRISTUS dan BERIBADAH
KEPADA ALLAH. Tidak ada tujuan yang lain.
Penyucian dengan darah adalah bagian dari pentahbisan sebagai imam. Dalam proses itu ada penyucian, pembenaran,
pengudusan, pengurapan, dan pemuliaan. Banyak orang Kristen ketika akan ditahbiskan sebagai imam, hanya ingin
yang pertama, yaitu penyucian, sesudah itu dia melarikan diri atau mabal dari prosesi penyiapan seorang imam. Dia
menolak menjadi imam seumur hidupnya bagi Allah. Dia memutuskan untuk hidup bagi dirinya sendiri dan bagi dunia.
Lalu dia kembali ke dunia, kembali ke lumpur dosanya, dan kembali kepada muntahnya sendiri.
Saya menyampaikan ini tidak mengada-ngada, karena saya sendiri adalah contoh dari kebodohan tersebut. Tetapi
ketika Tuhan sekali lagi memanggil saya sebagai imam, baru saya mengerti, bahwa hidup yang paling indah adalah
hidup melayani Tuhan di mezbah dan pelatarannya, menjadi imam-imam kerajaan, membela banyak orang dalam doa,
mendengar suara Tuhan di ambang pintu rumahNya, dan menyampaikan Firman Tuhan kepada umatNya.
Apakah itu pekerjaan pendeta saja? Tidak saudaraku, sekali-kali tidak! Seorang ibu rumah tangga pun bisa
melakukannya, seorang anak kecil pun bisa melakukannya. Karena itulah tujuan Allah, supaya kita semua orang
percaya menjadi imam-imam kerajaanNya.
Jadi ketika saudara datang kepada Yesus minta penyucian dosa dengan darahNya, jangan mabal saudara. Jangan lari
dari proses berikutnya. Maukah saudara mengatakan pada Tuhan, "Tuhan Yesus, ini hidupku. Yang telah Engkau beli
dengan darah yang mahal, darahMu sendiri. Aku tidak mau lagi hidup untuk diriku sendiri. Tuhan, mulai hari ini aku mau
hidup untuk Engkau. Aku mempersembahkan seumur hidupku untuk melayani Engkau di rumahMu. Menjadi imam bagi
kerajaanMu. "
Ketika saudara melakukan itu, jangan heran, saudara akan melihat banyak keajaiban dalam kehidupan saudara.
Perubahan hidup, kelepasan dari dosa. Pengurapan, dan penglihatan-penglihatan surga dan hal-hal yang akan datang.
Firman Tuhan begitu gampang saudara cerna, dan pewahyuan ilahi setiap hari mendatangi hidup saudara. Hiduplah
bagi Yesus, dan taat kepadaNya. Amin. Davidy Silalahi
www.YesusKristus.com
http://yesuskristus.com Powered by Joomla! Generated: 16 December, 2009, 21:10

No comments:

Post a Comment