Wednesday, March 17, 2010

MEMILIH JALAN HIDUP

Seorang wanita muda pernah berkisah tentang hidupnya pada saya, saat dia jatuh cinta dengan seorang pria yang tidak seiman, semua keluarganya menentang hubungan itu. Namun karena dibutakan oleh perasaan cinta sesaat, ia bersikeras memilih pria itu dan rela kehilangan orang tua dan keluarga besarnya.

Akhirnya ia menyangkal Tuhan Yesus dan menikah dengan pria itu. Hari berlalu, iapun hamil, dengan penuh harapan ia menanti kelahiran anaknya.

Namun cerita indah berubah menjadi kesedihan, karena saat itu suaminya berniat untuk bekerja keluar pulau. Karena tidak mau mengajaknya, akhirnya suaminya menyuruhnya kembali kepada orang tuanya dan keluarga yang sudah ditinggalkannya. Dengan penyesalan yang dalam, iapun datang meminta maaf pada ayah ibunya, setelah kelahiran anaknya mereka akan bercerai.

Dari kisah ini, hikmat apa yang dapat kita petik ? Pada awal penciptaan Allah memberi semua yang baik bagi manusia. Bukan itu saja Allah juga memberi perintah, nasehat, batasan dan resiko bagi manusia atas setiap pilihan baik atau buruk yang dijalaninya selama hidup di dunia ini. Allah juga memberi kehendak bebas untuk memilih apa yang ia mau. Tapi ingat semua pilihan mengandung resiko "sebab akibat". Banyak manusia mengalami penderitaan akibat kesalahannya dalam menentukan pilihan yang tepat. Akibatnya ia harus menanggung duka yang seharusnya tidak perlu ditanggung jika ia memilih jalan yang benar.

Sebagai perenungan hari ini, mari bertanya pada dirimu "apakah saya memilih yang baik untuk hidupku atau sebaliknya semua penderitaan yang saya alami saat ini adalah akibat dari pilihan yang salah ?"

Kehidupan penuh dengan pilihan, anda akan benar dalam memilih jalan hidupmu hanya jika anda tinggal dan melekat pada kebenaranNYA. Firman Tuhan adalah kebenaran yang menuntun semua manusia pada jalan yang benar!

No comments:

Post a Comment