suatu ketika papa menemukan 2 ekor burung yang terluka parah. burung tersebut dirawat oleh papa. tapi ketika papa hendak mengobati mereka, kedua burung itu malah ketakutan. padahal papa hanya ingin mengoleskan obat luka. akhirnya papa mengambil mainan ponakan yang berbentuk burung. papa meletakkan kapas yang dibasahi obat tetes diparuh burung mainan itu. lalu papa mengikat burung mainan itu pada sebuah rotan yang panjangnya 1,5 meter. dari balik pintu, papa memasukkan burung mainan itu kedalam sangkar, eh.. kedua burung itu malah asik-asik aja tatkala paruh burung mainan itu mengoleskan obat dibagian tubuh mereka yang luka.
saudaraku, Bapa disorga pun demikian. ketika Ia turun ke bumi mendekati kita, kita pasti ga bisa menerima Dia dengan segala kebesaran-Nya. kita pun gak layak bertemu karena Ia kudus adanya, sedangkan kita penuh dengan dosa. lalu Bapa mengutus Jesus yang adalah Ia sendiri dalam wujud manusia agar kita bisa menerima ajaran-Nya. Jesus juga datang untuk mendamaikan kita dengan Bapa. kita berseberangan dengan Bapa, namun Jesus datang sebagai jembatan yang memungkinkan kita untuk datang dan mendekat kepada-Nya.
saudaraku, banyak orang berfikir bahwa Jesus hanyalah sekedar nabi, bukan Tuhan. lihatlah pengorbanan-Nya demi keselamatan kita. jika kita menganggap Jesus hanya sekedar nabi pembawa berita, bukan sebagai penyelamat, maka kita menyatakan bahwa penyaliban Jesus hanya tindakan konyol. saudaraku, Jesus sudah membayar harga untuk menebus kita. kita tinggal memilih menerima keselamatan itu atau tidak. Ia tidak memaksa, namun tangan-Nya terbuka bagi setiap orang menginginkan keselamatan itu.
( 2 Korintus 5:19)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment