Kepercayaan Kaum Kedar
Beberapa abad kemudian, keturunan Ismael membangun suatu 'monumen' seputar jeritan Ismael dan menyebutnya kepercayaaan Kaum Kedar, yang berarti tunduk kepada Allah seperti seorang pelayan, bukannya memiliki hubungan dengan Dia sebagai seorang anak. Kepercayaan Kaum Kedar mengisi kekosongan dalam hati Ismael, dengan mengatakan bahwa Allah bukan seorang BAPA, dan tidak memiliki anak. Kaum Kedar menjadi wajah Allah bagi Ismael. Kaum KEdar masih melihat diri mereka sebagai pelayan atau budak yang tunduk kepada Allah, dengan aharpan bahwa melalui amal iabdah mereka, mereka bisa mendapatkan penerimaan dan persetujuan dari Allah dan dapat terhindar dari penghakiman yang tidak terelakkan itu. Mereka mencoba mendapatkan penerimaan oleh Allah mellaui amal ibadah mereka, bukan karen a anugerah Allah. Ini bukan ahnay aturan moral, melainkan kondisi keberadaan setiap Kaum Kedar. Di luar semuanya itu, jeritan Ismael tidak pernah berhenti, bahkan semakin keras seiring berjalannya waktu.
Sekarang ini, umat Kaum Kedar terus mengembara di padang gurun sampai titik ajal mereka. Sekali lagi, dalam padang Gurun rohani ini, ada sebuah sumur yang tidak dapat mereka lihat. Tidak ada seorang ayah yang memberi mereka roti atau air. Pada saat yang sama, Gereja meninggalkan mereka, tidak tahan menyaksikan kematian mereka.
Allah memanggil umat Kaum Kedar pada zaman ini. Dia akan mnedengar jerit tangis mereka dan membuka mata mereka, serta menunjukkan pada mereka wajah Yesus di sumur air kehidupan dari Kemuliaan Allah. Allah akan menjadi Bapa mereka, dan memberikan roti yang baru daris urga bagi jiwa mereka yang lapar, dan air kehidupan bagi hati mereka yang haus, agar mereka dapat tetap hidup. Allah akan memanifestasikan kemuliaan-nya di antara keturunan Isamel dan menghidupkan dia kembali dalam hadirat Yesus.
Bapa akan memberikan suatu identitas bagi Kaum Kedar pada zaman ini. Dia akan mengungkapkan bagi mereka kebenaran tentang masa depan mereka yang tersembunyi dalam nama Ismael. Dia akan menunjukkan kepada mereka perjanjian-Nya dan memberi mereka warisan dalam Kristus Yesus. Dia tidaka kan pernah meninggalkan atau menolak mereka. Bahkan, setelah dilahirkan dalam Roh, maka Ismael, sang pemanah itu, akan menjadi anak panah pada bsusur yang dipegang oleh tangan Allah, dan dibidikkan tepat ke jantung musuh yang pernah membutakan mereka.
Ini adalah momen kairos bagi Kaum Kedar. Awan terang hadirat Allah sedang terbentuk dan kilat yang memnacarkan kemuliaan-nya sedang bergerak ke dunia Kaum Kedar. Akan turun hujan dari Surga dan tuaian besar dari Kaum Kedar pada masa ini. Jerit Tangis Ismael telah naik ke tahta Allah, dan jawabannya sedang dalam perjalanan.
Saya dapat mendengar Allah berbicara melalui Nabi Yesaya:
Aku telah berkenan memberi petunjuk kepada orang yang tidak menayakan Aku; Aku telah berkenan ditemukan oleh orang yang tidak mencari Aku. Aku telah berkata: "Ini Aku, ini Aku!" kepada bangsa yang tidak memanggil nama-Ku (Yesaya 65:1)
Sesungguhnya, Allah akan membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, dan membuat jalan di apdang gurun, dan sungai-sungai di padang belantara, dan kita semua akan melihatnya (Lihat Yesaya 43:19). Alalh akan mendengar jeritan Hati Ismael pada zaman ini. Akankah kita mendengar jeritan hati Allah pada zaman ini? Apakah kita akan meresponi jerit tangis-Nya?
Melayani Seorang Kaum Kedar
Saya ingin berbagi cerita dengan Anda tentang bagaimana melayani seorang Kaum Kedar-bagaimana mengomunikasikan dan membagi iman Anda kepada mereka. Dalam Amsal 4:23 dikatakan agar kita menjaga hati dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Ini menjelaskan tentang suatu sungai yang memancar-dari hati kita memancar aliran-aliran dan sungai-sungai kehidupan.
Dalam Yohanes pasal 7, Yesus sedang berada di Perayaan Pesta Tabernakel dan apada "Hari terakhir, pada puncak perayaan itu, " Dia membuat suatu pernyatan yang mengatakan , "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Aku akan membuat sungai-sungai air hidup itu mengalir dari hatimu." (Lihat Yohanes 7:37-38) Perhatikan bahwa Dia tidak mengatakan sungai, tetapi sungai-sungai
Jika Anda sudah minum dari Tuhan Yesus air kehidupan surgawi yang sangat berharga itu, dan memakan roti dari Surga, jika Anda memakan dan mencernanya, maka ada sesuatu dalam diri Anda. Ada banyak sekali sungai yang mengalir dalam diri Anda. Salah satu dari sungai-sungai itu Adalah sungai perdamaian, atau pelayanan pendamaian, yang dipercayakan kepada Setiap orang Percaya ( Lihat 2 Korintus 5:18-19).
Saya menceritakan pada Anda sesuatu yang saya alami secara pribadi sejak saya datang kepada Kristus. Sebelum Allah emmanggil saya ke dalam pelayanan sepenuh Waktu, dalam hidup keseharian saya--secara pribadi---sebagai seorang pebisnis, saya mulai membimbing orang-orang untuk datang kepada Yesus melalui berbagai macam cara. Saya melihat kira-kira 1200-1500 orang menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi mereka. Saya tidak memliki data jumlah pastinya karena saya tidak pernah ingat untuk terus menghitung. Tetapi saya tahu bahwa setidaknya itulah jumlahnya--mungkin bahkan lebih banyak lagi--dari mereka yang memberikan hati kepada Krsitus itu dulunya Kaum Kedar, Yahudi Sikh, dan Atheis. Dapat saya katakan bahwa 99 persen dari semua orang yang saya kenal ketika saya masih menjadi Kaum Kedar itu sekarang sudah menjadi orang-orang Kristen yang lahir baru.
Jadi saya menceritakan kepada Anda sesuatu yang saya alami sendiri. Saya tidak hanya menyampaikan apa yang sudah tertulis tetapi saya juga menceritakan apa yang sekarang ini benar-benar terjadi. Alkitab berkata behwa hendaknya kita menjadi surat-surat hidup yang dapat dibaca oleh semua orang. Menjadi surat-surat yang tertulis itu tidak sama dengan menjadi surat-surat hidup. (lihat 2 Korintus 3:2-3). Dalam perjanjian (covenant) yang baru, itu selalu ada di hati kita dan menaruhnya pada pikiran kita sehingga kita dapat menunjukkan dan menerapkannya dalam hidup kita; sehingga seseorang dapat melihat hidup Anda dan berkata, "aku melihat surat cinta yang hidup dari Yesus untukku.'
Sebelum mereka mencari Alkitab, semestinya mereka dapat membaca Alkitab itu dalam diri Anda. Sebelum mereka melihat Dia, semestinya mereka dapat melihat Dia di dalam diri Anda dan saya. Seiring berjalannya tahun demi tahun, saya mulai menyadari bahwa ada hal-hal tertentu yang mendatangkan hasil dan ada pula yang tidak. Saya akanmenyampaikan bebrapa prinsip alkitabiah, dan saya juga akan menceritakan kepada Anda beberapa contoh dari kisah nyata tentang bagaimana saya melihat orang-orang datang kepada Kristus.
Saya tahu bahwa pada arena yang khusus ini kita akan lebih berfokus pada umat Kaum Kedar, tetapi 2 Korintus 5:17-21 mengatakan:
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mmepercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Perhatikan tiga hal dalam ayat-ayat di atas. 1) Anda adalah ciptaan baru. Katakan "Aku adalah ciptaan baru." 2) Kemudain dikatakan bahwa Anda mmeiliki suatu pelayanan baru. Anda adalah ciptaan yang baru, Anda memliki pelayanan baru. 3) Anda memiliki suatu pesan yang baru atau Anda memiliki suatu berita pendamaian yang baru. Pesan yang baru cocok untuk ciptaan yang baru, pelayanan yang baru cocok untuk ciptaan yang baru. Anda telah menjadi ciptaan yang baru , sesuatu telah terjadi.
Saya sudah dipanggil untuk memberitakan Injil sejak dasar dunia ini belum dijadikan, saya hanya tidak mengetahuinya. Tetapi saya melangkah pada arena kehidupan saya yang satu itu dengan bergerak mengikuti aliran sungai pendamaian. Saya percaya bahwa di dalam hati setiap orang percaya ada sungai pendamaian, dan sungai ini adalah sungai air kehidupan. Dalam diri Anda, Anda memiliki hidup yang dapat anda berikan.
Anda tahu bahwa Adam yang pertama diciptakan sedemikian rupa hingga dia dapat bernafas dengan napas Allah dan hidup. Tetapi Adam yang terakhir datang dan memberikan hidup pada kita, sehingga kita dapat menerima napas Allah dan kita dapat memberikannya. Adam yang pertama hanya dapat menggunakannya untuk hidup. Kita dapat memberikannya; kita dapat membagikannya napas Allah kepada orang lain. Kita telah diberi sesuatu yang dapat kita bagikan --sungai-sungai air kehidupan, salah satu dari sekian banyak sungai dalam hidup Anda itu adalah sungai pelayanan pendamaian. Itu sudah ada dalam diri Anda; Jika Anda berserah pada Roh Kudus dan bekerja sama dengan-Nya, maka Dia akan membantu Anda untuk mengalir sejalan dengan aliran sungai dalam hidup Anda itu, sehingga Anda dapat melihat hasil-hasilnya
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment