suatu malam, seorang anak berumur 4 tahun, sedang membukakan pintu rumahnya, ia membukakan pintu rumahnya untuk untuk mempersilahkan ayahnya pulang dari kantor. namun anak ini langsung menanyakan kepada ayahnya yang baru saja pulang kantor.
"ayah, bolehkah aku bertanya?" tanya anak tersebut. "iyah nak, ada apa?" jawab sang ayah. "ayah, setiap jamnya gaji ayah berapa sih?" dengan agak kesal, sang ayah marah, karena baru pulang kerja lansung ditanyakan seperti itu, "mengapa kamu bertanya seperti itu, kamu belum pantas bertanya seperti itu!" anak itu langsung berkata, "maaf ayah, tapi aku pengen tahu." namun dengan jengkel, sang ayah menjawab, "20 ribu." bolehkah aku minta 10 ribu saja, ayah?" tanya anak itu kembali. "tidak! untuk apa kamu minta uang sebesar itu, bukankah ayah selalu memberikan kamu mainan apa saja yang kamu minta. ayah tidak ingin memberikan uang sebesar itu kepadamu, nanti kamu pergunakan yang tidak benar." jawab sang ayah. anak itu langsung menundukkan kepalanya, sambil berkata, "maaf ayah."
dengan lemas, anak itu lansung pergi menuju kamarnya, ia murung diatas ranjangnya.
setelah sang ayah selesai mandi, tersentuhkah hatinya, karena amarah kepada anaknya. dan dia berniat menujy kekamar anaknya.
"maafkan ayah yah, nak, tadi ayah memarahi kamu. ayah mengerti, mungkin kamu ingin jajan disekolah bersama kawan-kawan kamu dari hasil uang itu. nah ini uangnya nak, ambillah." kata sang ayah.
dengan sangat senangnya, anak itu langsung menerima uang itu dari tangan ayahnya, dan ia menuju lemari pakaiannya untuk mengambil uang recehan yang selama ini ia simpan. begitu sang ayah melihat anaknya mempunyai banyak uang, dengan kesal sang ayah langsung marah. "kamu sudah cukup banyak uang, mengapa kamu minta kepada ayah. untuk apa uang sebanyak itu?!"
dengan rendah hati, anak itu berkata, "ayah, sekarang aku sudah memiliki uang sebanyak 20 ribu, bolehkah besok ayah pulang 1jam lebih awal. ini akan aku gantikan gajii ayah yang 1jam. karena aku ingin sama-sama dengan ayah untuk makan malam bersama ibu."
saudaraku, mungkin kita terlalu sibuk akan aktivitas kita diluar sehingga tidak ada waktu untuk orang terdekat kita. memang ini hal sepele, namun orang terdekat kita ingin mempunyai waktu hanya sebentar dari kesibukan kita, untuk bercengkrama maupun rasa rindu yang selama ini sudah tidak mereka rasakan setelah kita mulai sibuk dalam pekerjaan kita selama ini, sehingga orang terdekat kita merasa tidak diperhatikan lagi.
begitu juga kita sebagai anak Tuhan, sesibuk apapun kita, ambillah waktu sedikit saja walaupun itu hanya 1jam disela-sela kesibukan kita untuk tetap ingat akan kebaikan Tuhan dan berdoa mengucap syukur. karena dengan menyita waktu kita hanya 1jam kepada Tuhan, maka Tuhan akan mengembalikan waktu 1jam kita itu dengan berkat yang tidak kita bayangkan. ingat,Tuhan ingin kita tetap ingat dan mengucap syukur disaat kita sibuk apapun.
( Ibrani 11:40a)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment