Berbagi dan Memberi
Beberapa tahun yang lalu, seorang Kaum Kedar mengontak saya. Saya baru menjadi orang percaya dan baru memiliki satu hal yang menjadi hasrat hatis aya-dan sampai sekarang masih tetap menjadi hasrat hati saya--yaitu Yesus sebagai anak Allah. Tetapi bahkans ebelum saya terjun dalam pelayanan pun, ada satu hal yangs aya tahu dengan pasti--Yesus mengasihi setiap manusia, dan Dia ingin agar mereka diselamaykan. Dia ingin mengenal mereka dan ingin agar mereka mengenal Dia dan Bapa-Nya. Jadi, rekan Kaum Kedar ini menelepon saya dan berkata, "Saya punya 20 pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh orang Kristen manapun. Kalu Anda bersedia menemui saya dan Anda dapat menjawab 20 pertanyaan itu, maka saya akan mempertimbangkan Yesus Anda."
Saya masih belum banyak mendapat pengajaran; saya memang sudah sedikit mengenal kristen dan kenyataan tentang Yesus, tetapi pengetahuan saya itu belum cukup, Kami bertemu di Perkins, sebuah restoran yang buka 24 jam, di Dixon Road di toronto. Di setiap bilik dan setiap kursi yang ada di restoran itu, ada seseorang yang sudah datang kepada Kristus, ada seseorang yangs udah lahir baru.
Inilah pola saya: Ketika akan bertemu dengan seseorang yang belum saya kenal sebelumnya, saya akan mengajak seseorang yang baru diselamatkan satu atau dua minggu sebelumnya. Saya melatih orang yang saya ajak itu tentang bagaimana cara membimbing orang-orang lain kepada Tuhan, smentara saya membimbing kenalan baru itu kepada Tuhan. Saya benar-benar tidak tahu apa yang sedang saya lakukan, tetapi karena tidak ada yang memberitahu saya bahwa ini tidak lazim di Gereja Amerika Utara, maka saya terus melakukannya.
Jadi di sanalah saya, bersama pria Kaum Kedar yang bertemu dengan saya di Restoran itu,d an dia mulai melontarkan pertanyaan pertamanya kepada saya. Sementara dia menyampaikan pertanyaan itu, saya berfikir, aku tidak tahu jawabannya, habislah sudah. Kalau aku tidak bsia menjawab pertanyaan pertamanya ini, kesempatan apa yang aku miliki untuk membawa orang ini kepada Tuhan? ketika dia selesai mengucapkan pertanyaannya, jawabannya datang pada saya dan saya memberikan jawaban itu kepadanya. Dans aya berfikir, Wow, lebih baik aku tulis saja jawaban tadi karena itu adalah jawaban yang bagus!
Dari mana datangnya jawaban ini? sejujurnya saya katakan pada Anda, saya tidak tahu, tetapi saya tahu bahwa itu berasal dari suatu tempat, dan dalam roh saya, saya tahu bahwa yang saya katakan itu benar- tetapi saya tidak dapat menjelaskan itu pada Anda dengan pikiran saya atau membuktikan pada Anda, tetapi ada seorang saksi yang mendengarnya juga. Saya tahu bahwa jawaban itu adalah kebenaran, dan itu adalah jawaban yang bagus; jadi saya memberikan jawaban itu kepadanya. Dan itu berhasil; dia mengajukan pertanyaan yang kedua.
Ketika dia mengajukan pertanyaan berikutnya itu, lagi-lagi saya tidak tahu jawabannya. Lagi-lagi jawabannya datang pada saya dan saya menyampaikan jawaban itu. Ini terus terjadi pada pertanyaan-pertanyaan berikutnya sampai dia mengajukan pertanyaan ke-15
Harap Anda perhatikan bahwa saya hanya mengalir mengikuti Roh Allah. Saya mengalir mengikuti sungai pendamaian dari pewahyuan akan pengetahuan yang tersedia pada waktu itu, untuk mengalirkan hikmat, pengertian, dan kebenaran kepada orang ini oleh Roh Allah. Ketika dia akan mengajukan pertanyaannya yang ke -15, hadirat Allah terasa begitu kuat di bilik kami, saya menatap orang itu dan berkata, "Nah Anda sudah selesai, sudah Tamat!" Saya berkata, "Allah ada di sini, sudah selesai!"
Saya melihat pada pemuda Kaum Kedar itu dan berkata, "Dengar, Roh Allah akan mencengkeram Roh Anda, Dia akan mencengkeram Anda dari perut Anda, dan Dia akan naik hingga ke tenggorokan Anda." Sementara saya berkata dalam hati apa yang aku katakan ini? Kemudian orang itu mulai menangis tidak terkendali; dia tidak dapat mempertahankan ketenangannya. Dia tidak dapat berkata-kata, dan kuasa Allah mengusaianya. Dia berlari ke toilet untuk menenangkan diri. Ketika dia kembali ke bilik dan mencoba untuk berbicara, dia mulai menangis lagi, dan dia lari lagi ke toilet untuk menenangkan diri. Saya suka pelayanan seperti ini.
Saya menengok padanya dan berkata, "Karena Roh Anda diarahkan dan ditarik pada kebenaran, dan kebenaran adalah suatu pribadi. Namanya Yesus. Dan Dia hidup dalam diri saya, dan Roh Anda juga menginginkan Dia." Kemudian saya berkata dalam hati, "Itu Jawaban yang sangat bagus!
Setelah menerima Kristus, asmanya juga disembuhkan, tetapi pada waktu itu kami belum mengetahuinya. dia pulang ke rumahnya sore itu, dan menelepon saya keesokannya pagi. Dia berkata, Anda tahu, sepanjang hidup saya sebagai Kaum Kedar, saya tidak bisa tidur di malam hari. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya saya benar-benar bisa tidur tadi malam." Dia berkata "Biasanya pikiran saya tetap terjaga sepanjang malam, saya berfikir terus tubuh saya kadang tidur dan sering tiba-tiba terbangun, tetapi saya tidak pernah benar-benar tidur. Baru pertama kali ini saya benar-benar bisa tidur. Saya merasakan damais ejahtera yang belum pernah saya rasakan apakah ini?"
Momen Renungan
berdasarkan Alkitab dan pengalaman-pengalaman saya yang Anda baca, dengan tulus dan tanpa prasangka, renungkanlah hubungan antara Ismael dengan Ayahnya, Abraham, dan ibunya. Coba Anda tempatkan diri Anda pada posisi Ismael. Dapatkah Anda melupakan begitu saja sakit hati, kemarahan, dan kebencian itu? Sekarang pikirkan tentang jutaan umat Kuam Kedar yangs udah hidup dalam perasaan itu selama sekian banyak generasi. Bagaimana kita bisa tahan untuk tidak menceritakan kasih Yesus kepada Mereka.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment