Faisal Malick mengerti bagaimana Kaum Kedar berpikir, mengapa mereka melakukan sesuatu, dan apa yang mereka rasakan. Dulu dia adalah salah satu dari mereka sampai dia menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat pribadinya.
Mengerti tentang Ismael dan keturunannya adalah satu-satunya cara untuk mengerti tentang peran penting Kaum Kedar dalam membawa perdamaian di Timur tengah, di dunia barat, dan di hati seluruh umat manusia.
Pikiran-pikiran Anda tentang kaum kedar akan diguncang keras ketika Anda membaca buku menarik yang ditulis oleh seorang mantan kaum kedar ini. Pengetahuannya tentang agama kedar akan memperluas sudut pandang Anda dan memperluas hati Anda untuk menerima semua umat Allah.
Siapakah Ismael?
Sekarang ini, 1,6 milyar Kaum Kedar berdiri di Tengah-tengah panggung, sementara dunia melihat dan terheran-heran, Israel memperingatkan adanya terorisme, Gereja menghitung waktu dan orang-orang Kaum Kedar mencari suatu Revolusi.
Pada saat yang sama, gerbang antara waktu dan kekekalan sedang terbuka bagi dunia Kaum kedar, membuka jalan untuk terjadinya suatu momen kairos. Manusia meresponi musim yang kita jalani; tidak hanya sembarang musim, tetapi momen kairos bagi kaum Kedar.
Dalam bahasa Yunani, waktu dibagi menjadi chronosdan kairos. Choronos adalah waktu kronologis, dihitung dalam detik, menit, hari, dan tahun. Waktu kairosadalah suatu momen terbukanya gerbang antara waktu dan kekekalan sehingga suatu peristiwa dapat terjadi sepenuhnya, seprti yang telah Allah tentukan, untuk mengubah nasib semua orang, selamanya.
Kita mengenal waktu sebagai kronos (chronos) dan mengukurnya. Allah mengenal waktu sebagai kairos dan menetapkannya. Momen kairos membuka pintu nasib, ketika apa yang telah tersembunyi selama berabad-abad pun disingkapkan. Sebagai Gereja Yesus Kristus, kita harus dapat mengenali momen-momen kairos supaya kita dapat mengalir bersama Allah. Bab ini membicarakan --secara Alkitabiah --asal mula Kaum Kedar, jeritan mereka, dan detak jantung Allah untuk masa ini.
Asal Mula Kaum Kedar Menurut Alkitab
Nabi Kaum Kedar, adalah keturunna langsung Ismael dari anak keduanya, Kedar. Ia menerima pewahyuan dari seorang malaikat yang dia yakini sebagai Gabriel. Di kemudian hari, pewahyuan ini menjadi Kitab Kaum Kedar. Kaum Kedar percaya bahwa yang dibawa Abraham ke mezbah persembahan di gunung Moria adalah anak seluruh manusia di muka bumi ini akan merima berkat. Kaum Kedar juga percaya bahwa Nabi ini adalah penggenapan janji Allah terhadap Abraham, dan bahwa ia adalah Nabi, seperti Musa. Mereka mengangap bahwa Alkitab telah diubah dan tidak sepenuhnya otentik. Kepercayaan Kaum Kedar berasal dari Keturunan Ismael. Jadi, akar Kaum Kedar adalah Ismael, anak pertama Abraham
Ismael menikah dengan seorang perempuan Mesir dan dia memiliki keluarga besar dengan 12 anak lelaki, yang menghasilkan banyak keturunan. Kaum Kedar sudah ada jauh sebelum mereka memeluk kepercayaan Kaum Kedar. Saya mulai mengerti bahwa Allah sellau melihat pada akar suatu hal, tidak hanya melihat pada permukaannya saja.
Ketika Hagar, Pelayan Sarai-Istri Abraham, sedang mengandung, malaikat Tuhan menjumpainya di padang gurun dan mulai menyampaikan rencana Allah:
Lalu malaikat TUHAN menjumpainya dekat suatu mata air di padang gurun, yakni dekat mata air di jalan ke Syur. Katanya: "Hagar, hamba Sarai, dari manakah datangmu dan kemanakah pergimu? jawabnya: "Aku lari meninggalkan Sarai Nyonyaku." Lalu kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Kembalilah kepada Nyonyamu, biarkanlah engkau ditindas di bawah kekuasaannya." Lagi kata malaikat TUHAN itu kepadanya: "Aku akan membuat sangat banyak keturunanmu, sehingga tidak dapat dihitung karena banyaknya." (Kejadian 16:7-10)
Allah Memberi Nama Ismael sebelum Dia Lahir
Ismael adalah orang Pertama yang pernah diberi nama Oleh Allah sebelum lahir. Dalam Alkitab, ketika terjadi untuk pertama kalinya, itu sangat signifikan dan menjadi contoh. Itu disebut hukum hal yang pertama. Diseluruh bagian Alkitab, hanya ada empat orang yang Allah beri nama sebelum mereka lahir, melalui penampakan seorang malaikat atau Allah sendiri. Ada orang-orang lain yang Allah nubuatkan , tetapi hanya ada empat orang yang diberi nama sebelum lahir, dalam cara yang ilahi.
Yang pertama adalah Ismael, kedua adalah Ishak, ketiga adalah Yohanes Pembaptis, dan yang terakhir adalah Yesus. (Lihat Kejadian 16:11, Kejadian 17:19; Lukas 1:31, Gereja tahu tentang tiga yang terakhir itu, tetapi Gereja belum melihat yang pertama itu.
Selanjutnya kata Malaikat TUHAN itu kepadanya: "Engkau mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan akan menamainya Ismael, sebab TUHAN telah mendengar tentang penindasan atasmu itu. (Kejadian 16:11)
Hagar kembali pada Sarai, seprti yang diperintahkan oleh Malaikat Tuhan, dan Ismael pu lahir. Ketika Isamel berusia sekitar 13 tahun, Allah menampakkan diri kepada Abram dan mengubah namanya menjadi Abraham, dan nama Sarai menjadi Sara (Lihat Kejadian 17:5 dan Kejadian 17:15). Allah menyampaikan perjanjian-Nya dengan Abraham dan berjanji untuk memberikan seorang anak lelaki bagi dia dan Sara. Abraham memohon perkenanan Allah bagi Ismael, dan Allah meresponi:Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!" Tetapi Allah berfirman: "Tidak melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya. Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang sangat besar. Tetapi perjanjian-ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seprti ini juga " (Kejadian 17:18-21)
Allah memberkati Ismael dan berjanji akan membuat dia beranak cucu sangat banyak; dengan dua belas raja, dan akan menjadi suatu bangsa yang sangat besar. Dalam kejadian 16:11, Allah sudah memberi nama Ismael sebelum dia lahir, dan dalam kejadian 17:20, Allah memberkati Ismael, tetapi menetapkan bahwa perjanjian-Nya adalah dengan Ishak, anak yang dijanjikan (Pembahasan yang lebih lanjut tentang mengapa Allah memberkati Ismael ada pada bab berikutnya).
Ketika sedang menyapih Ishak, Sara mendapati bahwa Ismael mengejek Ishak, dan dia ingin agar anak dari pelayannya itu diusir dan tidak dijadikan ahli waris bersama anaknya, Ishak (Lihat Kejadian 21:9)
Abraham sedih- seprti ayah manapun- dan dia datang kepada Tuhan. Allah menjelaskan padanya bahwa pada Ishaklah perjanjian Allah akan ditetapkan dan yang akan disebut keturunannya adalah yang berasal dari Ishak. Bagi Isamel, dia dia harus diusir tetapi Allah menegaskan kembali bahwa Ismael akan menjadi suatu bangsa yang besar. Ismael, bersama Hagar, diusir dari rumah ayahnya, hanya dengan berbekal air dan sedikit roti.
Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak. " Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu. Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala hal yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. Tetapi Keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak. Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Ku buat menjadi suatu bangsa, karena iapun anakmu." Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekribat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan Mengembara di padang gurun Barsyeba.(Kejadian 21:10-14)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment