Tetapi konsekuensinya, orang itu akan membuat perjanjian dengan sesuatu yang menguasai jiwa mereka. Mereka menukarkan jiwa mereka untuk sesuatu yang lain.
Ketika saya sedang berada dalam pesawat yang membawa saya kembali ke kanada, saya mulai berbicara kepada Tuhan tentang apa yang saya lihat di Pakistan. Saya bertanya "Tuhan, apa jawaban -Mu?" Ketika saya memikirkan bangsa yang rakyatnya banyak itu, saya berkata, "Tuhan, bagaimana orang-orang itu bisa mengenal siapa Yesus?" Dia menjawab, "Selama lima tahun, terus bombardir bangsa itu dengan media, dan bangsa itu akan berubah."
Tetapi Dia juga mulai menunjukkan kepada saya sesuatu tentang dunia Kaum Kedar. Saya bertanya, "Bagaimana itu akan terjadi?" Dia mengatakan pada saya bahwa akan tiba harinya dimana mereka akan datang ke depan pintu Gereja, dan mereka akan meminta Anda untuk berdebat dengan mereka. Allah berkata, "Ketika mereka memintamu untuk berdebat dengan mereka, Aku ingin agar kau berkata tidak."
Tetapi dia juga berkata, " Ketika kau sudah mempersiapkan diri dan sudah siap, dan ketika ada orang-orang yang sudah dipersiapkan di Gereja dan mereka sudah siap, maka Aku akan melepaskan orang-orang itu." Dan Dia berkata, "Aku ingin agar kau berkata 'Saya tidak akan berdebat dengan Anda, tetapi kami akan mendemontrasikan sesuatu. Bawa kemari orang yang sudah meninggal, bawa kemari orang-orang yang sakit parah,' dan katakan kepada mereka, "Sekarang kemarilah dan tunjukkan siapa Allah yang memiliki segala kuasa-Ku! Dan katakan, 'Kita tidak akan melakukan debat; kita akan melakukan demonstrasi kuasa Allah!"' Itulah suatu era yang akan segera terjadi di Gereja Amerika Utara.
Kemudian saya melihat univerisitas-univeritas dan auditorium-auditorium dipenuhi dengan orang-orang yang mengatakan, " Kita akan membuktikan Allah siapa yang benar-benar Allah! Dan kita akan membuktikan siapa Yesus yang sebenarnya ." Dia berkata "Kita akan membuktikannya dengan kuasa, karena debat tidak akan dapat membuktikannya." Itulah mengapa saya tidak berdebat dengan orang-orang Kedar. Kita hidup dalam suatu zaman kuasa dan demonstrasi Roh Kudus, dan untuk itu, diperlukan penyerahan totla untuk mengalir mengikuti aliran sungai yang ada dalam diri kita. Selain sungai pendamaian, ada sungai-sungai lain dalam diri Anda.
Belas kasih
Ada strategi utama lainnya yang akan saya bagikan kepada Anda tentang bagaimana memberitakan Injil. Yang berikut ini adalah suatu contoh dari penyerahan total terhadap aliran sungai pendamaian. Saya datang ke sebuah rumah sakit untuk menjenguk seorang Teman, karena dia sudah sakit selama bebrapa waktu dan menjalani suatu operasi kecil. Ketika saya berada di aula rumah sakit, saya melihat tempat-tempat tidur disana, ada suatu pemandangan yang menarik perhatian saya : Seorabg pria berambut putih yang sedang berbicara di telepon dan dia terlihat begitu galau. Begitu saya melihat wajahnya, gelombang belas kasih itu pun membanjiri saya. saya terdorong untuk berjalan menghampiri dia.
Sementara dia masih berbicara di telepon, saya menyela dan berkata, "Pak, adakah sesuatu yang Anda Inginkan?" Dia mendongak menatap saya sambil memegangi teleponnya, dan saya bertanya padanya lagi, "Pak, adakah sesuatu yang Anda inginkan?"
Dia meletakkan teleponnya dan berkata, "Istri saya. Dia dirawat disini tiga bulan yang lalu dan didiagnosis menderita kanker, dan dokter mengatakan bahwa dia akan meninggal dalam tiga bulan . Sekarang sudah tiga bulan dan istri saya terbaring di tempat tidur. Dia tidak sadarkan diri dan dokter-dokter sudah menolak untuk memeriksa dia karena mereka berkata bahwa sudah tidak ada lagi yang bisa mereka lakukan untuk menolongnya."
Saya berkata, "Pak, adakah sesuatu yang Anda inginkan?'
Saya belum pernah melakukan hal semacam itu sebelumnya- berjalan menghampiri seseorang di rumah sakit dan menanyakan apa yang mereka inginkan. Tetapi saya bertanya lagi, "Pak, adakah sesuatu yang Anda inginkan?"
Kali ini dia berkata, "saya ingin agar istri saya sembuh dan hidup."
"Anda ingin dia hidup berapa lama?" tanya saya.
"Tiga bulan, " sahutnya.
"Bagaimana kalau satu tahun, Apakah Anda bersedia?"
Dia tampak terheran-heran. Saya bertanya lagi, "Bagaimana kalau satu tahun, apakah Anda bersedia?"
Dia menjawab, "Ya!"
"Bagaimana kalau tiga tahun, apakah Anda bersedia?"
Dia menjawab, "Ya"
Karunia iman itu turun atas saya, dan melalui Roh Kudus, saya tahu bahwa Dia menjamin istrinya hidup hingga 3 tahun. Anda mengerti apa yang sedang saya bicarakan ini? Itu bukan iman saya Itu adalah karunia iman yang turun atas saya, dan saat itu juga saya tahu bahwa saya dapat berdoa untuk istrinya.
"Kalau saya boleh berdoa untuk istri Anda, saya percaya bahwa Yesus akan menyembuhkan dia dan mengembalikan dia kepada Anda".
"Tolong doakanlah," Kata pria itu. Jadi saya berdoa untuk isterinya dan begitu saya menumpangkan tangan atasnya dan menghardik kankernya, kuasa Allah pun menjamahnya. Warna kulitnya berubah, dan dia membuka matanya. Ada suatu perubahan yang mendadak terlihat pada dirinya, dan suaminya sangat terkejut, dia sontak menoleh memandangi saya dan berkata, "Oh, terima kasih, terima kasih!"
"Jangan, jangan berterimakasih kepada saya, izinkan saya bercerita tentang Yesus!" Saya tahu bahwa ini adalah suatu kesempatan untuk memberitakan keselamatan, jadi saya memberitakan Injil padanya. Dia menatap saya, dan saya bertanya padanya, "Apakah Anda mau menerima Yesus ke dalam hidup Anda?"
Dia berkata ya, dan dia berdoa bersama saya. Dengan air mata yang menggenangi matanya, dia melihat saya dan berkata, "Pagi ini ketika saya bangun untuk membawa istri saya ke rumah sakit, saya melihat ke luar jendela dan saya melihat seorang lelaki berpakaian putih, dengan wajah bercahaya, dan dia tersenyum--sekarang saya tahu bahwa dia adalah Yesus!"
Orang itu menerima keselamatan karena saya bekerja sama dengan sesuatu yang sudah diatur oleh Roh, dan saya hanya kebetulan saja berada disana. Saya tidak dapat merencanakan itu dengan pikiran saya. Saya hanya mengalir mengikuti aliran sungai kasih dalam diri saya. Belas kasih bukan bagaimana perasaan seseorang tentang situasi mereka, itu bahkan bukan bagaimana perasaan Anda tentang mereka. Itu namanya kasihan, bukan belas kasih!
Belas kasih adalah hati Allah bagi orang itu, pada saat itu Anda mendapatkan Down Load kehidupan dari belas kasih Allah yang melimpah terhadap orang itu. Dan setiap kali belas kasih itu datang, itu membuka pintu-pintu terhadap karunia-karunia Roh Kudus yang bekerja. Belas kasih akan membuka karunia-karunia Roh.
1 Korintus 14:1 berkata, "Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh..." Ya, Anda berusaha memperoleh karunia-karunia Roh; ya , Anda begitu menginginkannya karunia-karunia yang terbaik, tetapi prioritasnya adalah mengejar kasih. Ketika Anda mengejar kasih, itu membuka pintu untuk sungai dan kehidupan Allah. Karunia-karunia Roh bekerja bahkan saya tidak tahu karunia-karunia pakah itu. Saya belum cukup mendapatkan pengajaran dalam hal ini.
Kenyataannya, setelah saya cukup mendapatkan pengajaran, karunia-karunia itu justru berkurang. Saya bercerita dengan jujur kepada Anda. Saya tidak menentang pengajaran, tetapi yang kita butuhkan sebenarnya adalah pelatihan. Pengajaran akan memberi Anda informasi dan mengelitik benak Anda, tetapi pelatihan akan memperlengkapi Anda, mengimpartasikan sesuatu dalam diri Anda untuk mendorong Anda bertindak. Saya dilatih, dan saya bahkan tidak mengetahuinya. Dalam prosesnya, karena saya mengejar kasih Yesus untuk orang itu atau orang-orang disekitar saya, dan saya bergerak mengikuti aliran kasih yang dialirkan dengan melimpah dalam hatis aya oleh Roh Kudus, maka itu membuka pintu untuk apa pun yang dibutuhkan pada saat itu untuk menyelesaikan pekerjaan itu.
Tidak ada cara khusus yang jitu bagi Anda untuk memberitakan tentang Yesus kepada seseorang. Tidak ada formula khusus. Memang sebenarnya formula itu ada, tetapi itu jika Anda ingin membuat seseorang "selamat dalam otaknya." Di Gereja, saya sudah melihat banyak orangg yang diselamatkan dalam otaknya saja. Separuh dari pelayanan saya adalah menyelamatkan orang-orang yang menerima keselamatan hanya dalam otaknya itu! Pernahkah Anda bertemu dengan orang yang diselamatkan hanya dalam otaknya? Sekadar duduk manis di Gereja tidak akan mebuat Anda menajdi orang Kristen, sama halnya, duduk di garasi saja tidak akan membuat Anda menjadi mobil.
Hati Anda harus terbuka, roh Anda harus diperbaharui. Ketika saya berbicara dengan orang-orang Kedar, saya berkata, "Mari sejenak kita melupakan pikiran Anda, mari kita bicara tentang roh Anda."
Tanggapan mereka, "Apa? Maksud Anda jiwa saya?"
"Bukan, bukan , mari kita bicara tentang Roh Anda. Ada manusia roh dalam diri Anda. SAya ingin berbicara dengannya sebentar saja."
"Roh? Oh ya, benarkah?" sahut mereka.
"Ya, mari kita bicara tentang apa yang ada dalam hati Anda." Itu membuka pintu; karena ketika Anda mengasihi hati mereka, maka Allah akan hadir dan mendukung Anda. Untuk memiliki pelayanan pendamaian yang berhasil, Anda harus memiliki sikap seprti itu. Saya berbicara dari pengalaman saya. Sebagai seorang Kaum Kedar, bagi saya, Firman Allah sangat berharga karena sejak kecil, saya sudah diajarkan betapa pentingnya kitab Kaum Kedar-dan bersedia mati demi kitab itu. Sekarang saya dapat hidup tidak hanya untuk satu kitab, melainkan untuk firman yang Hidup, yang tentang-Nya Alkitab bersaksi dan mengungkapkan.
Yesus berkata bahwa ketika Anda menyelidiki ayat-ayat Alkitab, maka ayat-yat itu akan bersaksi dan mengungkapkan tentang Dia. Di penghujung hari, siapa yang diungkapkan pada Anda itulah yang membuat perbedaan. Jadi, ketika Anda menjadis urat hidup yang dapat dibaca semua orang, maka kemana pun Anda pergi,mereka akan melihat sungai itu mengalir dari dalam diri Anda--memnacar keluar dari dalam diri Anda dan memberikan kehidupan.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment