Wednesday, March 17, 2010

Memahami Hati Tuhan Bagi Kaum Kedar (V)

Bab 2

Sungai Pendamaian

Mengalir

Hal apa yang terjadi yang sanggup merubah orang yang memliki 20 pertanyaan itu? Saya bergerak mengikuti aliran sungai pendamaian, Pelayanan yang dipercayakan kepada setiap orang percaya; dan karena saya tidak cukup tahu dengan kepala saya, maka saya harus mengandalkan Roh Kudus. Kemudian, Roh pewahyuan itu mulai berkerja dan memancar, dan segala sesuatu yang ada di dalam sungai itu mulai melayani kehidupan . Kita tidak pernah dimaksudkan untuk melayani kehidupan dengan cara yang lain, tetapi hanya melalui Roh Kudus yang ada di dalam diri kita. Itulah mengapa Anda disebut sebagai bait Allah. Kita adalah bait Allah yang berjalan, berbicara, dan bernapas. Tidak ada batas-batas yang menghalangi ke mana Anda dapat pergi.

Karena mengikuti aliran sungai pendamaian, kemana pun kami melayani sekarang ini adalah karena seseorang yang saya bimbing kepada Tuhan bertahun-tahun yang lalu. Dengan bergerak mengikuti aliran sungai dalam hidup saya, pintu-pintu telah terbuka oleh orang-orang yang masuk untuk menjadi gembala sidang atau anggota-anggota berbagai gereja. Sesungguhnya, Allah mulai mengerakkan saya kepada Tujuan yang telah Allah tetapkan sebagai panggilan saya-Dia membuka pinyu-pintu untuk acara televisi, karena istri saya Sabina, dan saya, dipanggil untuk pelayanan media. Pelayanan yang kami jalani saat ini dimulai karena saya membawa orang-orang datang kepada Tuhan, karena saya mengikuti aliran sungai pendamaian yang membuka pintu untuk rencana Allah dalam hidup saya.

Saya dipanggil untuk pelayanan pendamaian. Sama halnya dengan Anda, mungkin Anda adalah seorang pengusaha. Sebagai contoh saya mendengar kisah tentang seorang pria yang sudah lahir baru, dan dia bekerja untuk National Aeronautics and Space Administration (NASA). Dia adalah orang yang bertanggung jawab untuk merancang sayap satelit yang mengelilingi bumi saat ini. Pada masa-masa awal penjelajahan ruang Angkasa, NASA meluncurkan satelit dengan tujuan untuk mendapatkan informasi. Satelit-satelit itu membutuhkan biaya yang sangat tinggi, dan sayangnya, banyak yang hilang di luar angkasa. Mereka tidak memiliki cara untuk mengendalikan gerakan-gerakan satelit itu.

Suatu kali, pria ini datang ke suatu pertemuan doa dan datanglah suatu firman Tuhan melalui bebrapa orang yang berkarunia lidah berikut penafsirannya, dan Tuhan berbicara kepada orang itu, "Sayap-sayap seperti burung. " Dia mulai merancang sayap-sayap yang dapat mengendalikan satelit-satelit NASA. Dia bukan seorang Pengkhotbah, tetapi dia menggenapai rencana Allah dalam hidupnya-untuk membuat Sayap-sayap bagis atelit-satelit agar Injil dapat diberitakan di seluruh dunia melalui sinyal-sinyal satelit-satelit ke berbagai televisi dan radio. Dia mengalir mengikuti aliran suatu sungai dalam hidupnya.

Banyak dari Anda yang menjerit kepada Tuhan, banyak dari Anda yang memiliki hal-hal yang besar dalam roh Anda, dan saya katakan ini kepada Anda: Ketika Anda mengikuti aliran sungai pendamaian itu, maka itu akan membuka pintu takdir ilahi (Destiny) dalam hidup Anda. Tidak ada satu hal pun Yang Sabina dan saya lakukan sekarang ini yang tidak berkaitan dengan sungai pendamaian dalam hidup saya itu. Apa pun sungai yang ada dalam hidup Anda, semakin Anda mengikuti alirannya, maka itu akan semakin baik.

Mengapa saya menyampaikan tentang konsep sungai pewahyuan yang mengalir dari roh Anda? Karena Kaum Kedar meresponi pewahyuan. Mereka tidak meresponi olah mental dan perdebatan, mereka tidak meresponi berbagai argumen. Kaum Kedar suka berdebat, tetapi ketika Anda berdebat, mungkin ada suatu argumen yang dapat meyakinkan pikiran seseorang, tetapi pikiran mereka rentan untuk berubah. Sasaran saya bukan pikiran orang-orang; saya ingin menjadi penjala hati orang-orang. Yesus berkata, "Aku akan menjadikan engkau penjala manusia, "--bukan orang-orang yang hebat dalam berdebat dengan kepintaran mereka. (Lihat Markus 1:17)

Ketika saya berada di Pakistan, saya melihat beberapa hal yang sangat menarik. Saya menyaksikan ritual-ritual yang dilakukan oleh para Kaum Kedar untuk mendapatkan kesembuhan pada malam perayaan untuk menghormati pengorbanan yang dilakukan oleh Abraham. Mereka percaya bahwa yang dibawa Abraham ke mezbah untuk dipersembahkan adalah Ismael, bukan Ishak. Kenyataannya, mereka percaya bahwa Isamel akan dikorbankan di gunung yang sekarang dikenal sebagai Dome of the Rock(Tempat yang paling suci kedua di Yerusalem bagi Kaum Kedar setelah rumah Ibadah terbesar mereka); tetapi sebagai gantinya, ada domba jantan yang tersangkut di semak-semak dan digunakan sebagai korban bakaran.

Itulah yang dilakukan umat Kaum Kedar, untuk mengormati peristiwa itu setiap tahunnya, mereka mengunakan hewan-hewan kurban. Dalam salah satu ritual rohaninya, ada cincin yang direndam dalam darah kambing selama tiga hari, sambil didiringi pembacaan ayat-ayat kitab sucinya. Selama seseorang memakai cincin itu, maka orang itu akan bebas dari penyakit.

No comments:

Post a Comment