Submitted by Pdt.A.H.Mandey on Tue, 10/14/2008 - 21:32
1
Ayat Pokok: Kej. 22:1-4
Ada kisah di Perjanjian Lama yang dapat memberi gambaran secara lebih terinci tentang apa yang sebenarnya terjadi pada hari Paskah. Kisah itu mengenai Abraham yang diminta oleh Tuhan untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran. Peristiwa ini akan menjadi suatu peristiwa yang biasa-biasa saja bila Abraham memang punya banyak anak. Tetapi hal ini menjadi sangat luarbiasa mengingat bahwa Ishak adalah anak yang diperoleh Abraham dan istrinya Sarah karena janji Tuhan. Ironis sekali jika kemudian Tuhan meminta Abraham untuk mengorbankan anak perjanjian itu.
Ujian untuk menjadi lebih baik.
Yang Tuhan lakukan adalah menguji Abraham. Tujuan ujian dari Allah adalah agar Abraham, dan juga kita sekalian akan menjadi lebih baik daripada sebelum diuji. Jadi tujuannya adalah menjadikan kita lebih baik lagi. Dan Abraham pun menaruh kepercayaan yang sangat besar kepada Tuhan setelah dia mengalami bagaimana Tuhan sudah menepati perkataan dan janjinya sejak ia dipanggil Tuhan keluar dari negeri kelahirannya.
Bapa tahu Yesus akan mati.
Tuhan menyuruh Abraham dan anaknya pergi ke sebuah tempat yang akan Ia tunjukan kepadanya. Pada hari yang ke-3 Abraham melihat tempat yang dimaksud Allah. Bayangkan bahwa sejak ia memulai perjalanan itu batinnya dipenuhi suara bahwa anaknya akan mati. Tetapi kedua orang hamba yang menyertai perjalanan mereka, Abraham dengan iman berkata bahwa ia dan Ishak akan menyembah Tuhan dan kemudian mereka akan kembali. Walaupun tahu Ishak akan mati, namun Abraham punya keyakinan bahwa ia akan kembali dengan Ishak yang hidup.
Abraham berbicara tentang Allah Bapa dan Ishak berbicara tentang Yesus. Demikianlah ternyata hati Bapa saat Yesus datang ke dalam dunia ini. Bapa tahu bahwa Yesus akan mati tapi Bapa juga tahu bahwa Yesus akan hidup.
Yesus yang harus memikul salib.
Abraham meletakan kayu bakar ke tubuh Ishak sementara ia sendiri telah siap dengan pisau dan api untuk membuat korban bakaran. Ini berbicara tentang Yesus yang harus memikul salib-Nya sendiri demi menyelamatkan manusia.
Dalam rasa kemanusiaan-Nya di atas kayu salib Yesus berseru: “Mengapa Allah meninggalkan Dia?” Tapi sebenarnya ada Roh yang menguatkan Dia untuk mempersembahkan diri-Nya (Ibr. 9:14). Bahkan sejak dari taman Getsemani, ada malaikat yang datang menguatkan Dia.
Dia tak bersuara sedikitpun.
Kepada bapanya Ishak bertanya: “ Dimana korban yang hendak mereka persembahkan?” Namun ketika ayahnya mulai mengangkat tangannya dan menaruh korban, Ishak berdiam diri. Perlu diingat bahwa saat itu Ishak bukan anak kecil lagi. Dia sudah punya kemampuan untuk mengerti apa yang sedang dilakukan oleh ayahnya. Tapi dia berdiam diri.
Apa yang Ishak lakukan adalah gambaran dari yang Yesus lakukan. Ia tidak bersuara sedikitpun tatkala Ia tahu Ia harus menuju ke salib.
Yehovah Yireh: Allah Menyediakan.
Setelah melihat iman dan ketaatan Abraham pada perintah-Nya, maka tahulah Tuhan bahwa Abraham adalah orang yang setia. Karena itu Tuhan juga menunjukan kesetiaan-Nya pada Abraham. Tepat pada waktunya Ia mengadakan seekor anak domba untuk dipersembahkan oleh Abraham.
Allah tahu semua keperluan dan kebutuhan kita. Dan Ia pun siap untuk mengadakan dan menyediakannya bagi kita. Dari keadaan kosong Dia dapat mengadakan apa yang kita butuhkan. Bahkan bila kita pun tidak punya sesuatu untuk dijadikan korban persembahan bagi Tuhan, Ia sanggup menyediakannya bagi kita.
Apapun keperluan dan kebutuhan kita, Allah sanggup menyediakannya. Tepat pada waktu yang kita perlukan Dia memberikannya bagi kita. Peringatan hari Paskah telah memperlihatkan kepeduliaan Allah akan hal ini. Karena itu percaya dan haraplah kepada-Nya saja!
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment