Tuesday, February 2, 2010

Yudas Iskariot

Submitted by Pdt.A.H.Mandey on Tue, 10/14/2008 - 21:45
Ayat Pokok: Matius 26:14-16


Apa yang terjadi pada seseorang yang pernah percaya kepada Tuhan, tetapi kemudian menyangkal Dia? Pada satu waktu, tidak akan lagi ada waktu dan kesempatan untuk menerima keselamatan! Itu sebabnya kita harus menjaga iman yang ada pada kita.

"

Yudas Iskariot
Yudas Iskariot adalah salah satu dari 12 murid Yesus. Tuhan Yesus sendiri yang memilih mereka. Artinya, Ia melihat ada nilai-nilai baik dalam diri masing-masing pribadi. Mereka dipilih untuk dididik agar bisa meneruskan pelayanan Yesus di bumi ini.

Dalam Markus 6:7-13 kita membaca, Yudas Iskariot, sama seperti ke-11 murid lainnya, pernah mendapat panggilan dan kuasa yang luarbiasa:
1. Mendapat kuasa atas roh-roh jahat;
2. Beroleh jaminan akan kebutuhan selama dalam perjalanan penginjilan.
Mereka tidak diperkenankan membawa bekal apapun kecuali tongkat!
3. Mengadakan banyak mujizat: mengusir setan, mengoles minyak pada
orang sakit dan menyembuhkan mereka!

Tuhan Yesus bahkan mempercayakan Yudas menjadi bendahara – jabatan yang tidak dimiliki murid-murid lain! Ia dipercaya memegang keuangan – hasil sumbangan banyak perempuan yang melayani rombongan Yesus dengan kekayaaan mereka – Lukas 8:1-3!

Pergi Kepada Imam-Imam Kepala
Sekian lamanya Yudas Iskariot mengikut Yesus kemanapun Ia pergi – dari kota ke kota, dari desa ke desa – dan mengalami kuasa, pertolongan dan jaminan Tuhan yang luar biasa. Namun, beberapa hari menjelang Paskah, ia memutuskan pergi menemui imam-imam kepala, yaitu musuh yang sangat menentang dan berencana untuk menangkap Tuhan Yesus.

Sementara para imam kepala tidak berani menangkap Yesus pada hari Paskah – Matius 26:3-5, tiba-tiba dua hari menjelang Paskah, tanpa diundang atau dibujuk siapapun, Yudas Iskariot atas kemauan sendiri, justru pergi menemui mereka, dan berkata, “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” (Dalam Bahasa Inggris, tidak ada kata “supaya” -> “What will ye give me, and I will deliver him unto you?” = “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, dan aku akan menyerahkan Dia kepada kamu?”). Yudas tidak datang untuk bernegosiasi; ia datang dengan ketetapan hati untuk menyerahkan Yesus!

Perubahan Dalam Hati & Pikiran
Perubahan drastis terjadi dalam hati dan pikiran Yudas Iskariot. Ada sesuatu yang mendorongnya pergi menemui orang-orang yang justru memang hendak menangkap dan membunuh Yesus.

Perhatikan apa yang terjadi beberapa saat sebelum ia pergi menemui imam-imam kepala Yahudi:

•Yohanes 13:1-2 – “... Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati (hati = pikiran) Yudas Iskariot,... untuk mengkhianati Dia.”
•Yohanes 13:27 – “Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis...” Yudas bukan kerasukan roh Iblis, tetapi kerasukan Iblis itu sendiri!
Karena memberi ruang bagi Iblis membisikkan sesuatu dalam hati/pikirannya, maka ia kemudian dirasuk/dikuasai oleh Iblis! Akibatnya, seorang Yudas yang sudah mengalami kuasa Tuhan, berani dan tega mengkhianati Yesus!

Padahal, sebelumnya Tuhan Yesus sudah memperingatkan Yudas. Namun karena tidak menjaga hati/pikiran, ia pun akhirnya dikuasai oleh Iblis, dan berubah menjadi lebih jahat dari orang-orang Yahudi! Orang Yahudi takut menangkap Yesus menjelang hari Paskah. Di saat yang sama, Yudas malah mengambil inisiatif untuk menyerahkan Yesus!

Faktor Pemicu
Apa pemicu perubahan dalam pikiran Yudas? Yudas dan 11 murid lain mendengar sendiri ucapan Tuhan Yesus, bahwa “Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan” – Matius 26:1-2. Rupanya, mendengar bahwa Yesus akan segera mati disalibkan, membuatnya kuatir dan takut. Sebab pikirnya, setelah Yesus mati, tidak ada lagi yang akan menjamin hidupnya!

Itu sebabnya, ia mengambil keputusan untuk pergi untuk membuat kesepakatan dengan imam-imam kepala Yahudi!

Tigapuluh Uang Perak
Yudas yang sudah terbiasa melihat dan menghitung uang dalam jumlah besar, tidak datang dan bertanya, “Berapa banyak yang hendak kamu berikan?” Melainkan “Apa yang hendak kamu berikan?”

Rupanya jumlah, tidak lagi penting baginya. Buktinya, ketika mereka memberikan 30 uang perak, ia langsung menerimanya – tanpa tawar menawar. Tiga puluh uang perak adalah harga tebusan seorang budak – Keluaran 21:32! Seharga itulah Yudas dibayar sebagai upah pengkhianatannya pada Yesus!
Rupanya, sebagai investasi hari tua, dengan 30 uang perak itu ia membeli sebidang tanah. Tetapi ia lalu mati bunuh diri - tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar – Kisah Para Rasul 1:16-19. Akibat memberi ruang bagi Iblis berbisik dan menguasai pikirannya, Yudas mengakhiri hidupnya dengan sangat tragis!

Mari, tetapkan hati dan bulatkan tekad: “Sekali Yesus, Tetap Yesus!” Apapun keperluan, kekuatiran, ketakutan saudara, percayalah, Dia sanggup memelihara, menolong, dan melindungi saudara! Jangan pernah mundur setapak jua! Jangan beri tempat pada bisikan Iblis! Ia datang hanya untuk menghancurkan dan membinasakan!

Kita harus lebih teliti memperhatikan apa yang telah kita dengar, yaitu Firman Tuhan, supaya kita jangan hanyut dibawa arus – Ibrani 2:1-4. Arus untuk melawan Yesus sangat kuat sekarang ini – dan justru datang dari gereja-gereja Kristen! Salah satu denominasi gereja di Swedia bahkan saat ini tidak lagi percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah! Yesus dianggap sebagai manusia biasa. Mereka menyebut diri The New Christianity – KeKristenan Baru!

Saudara, jangan pernah sia-siakan keselamatan besar yang telah kita terima! Atau kita akan menerima hukuman seperti Yudas Iskariot – binasa untuk selama-lamanya, tanpa ada kesempatan untuk bertobat! Sekali Yesus, Tetap Yesus! Haleluya! Selamat Paskah! Tuhan Yesus memberkati saudara!

No comments:

Post a Comment