Submitted by Anonymous on Tue, 10/14/2008 - 21:37
Bahwa Ia dicelakakan dan terhina diantara segala manusia, seorang yang kena sengsara dan yang biasa dalam kesukaran, seperti seorang yang daripadaNya juga di tudungi oranglah mukaNya, demikianlah Ia dicelakakan, maka kita pun tiada mengindahkan Dia. Sebenarnya ditanggungNya segala kelemahan kita dan diangkutnya segala penyakit kita, tetapi pada sangka kita bahwa disengsarakan dan dipalu dan direndahkan oleh Allah akan Dia. Tetapi Ia sudah kena luka karena sebab segala kesalahan kita, dan Iapun dihancurkan karena segala kejahatan kita, bahwa siksa yang mengadakan selamat bagi kita itu berlaku atas Dia dan oleh segala bilurNya kitapun disembuhkan. Bahwa sesatlah kita sekalian seperti domba, masing-masing kita balik kepada jalannya sendiri, tetapi segala kejahatan kita ditempuh Tuhan kepadaNya.\
Dalam ayat-ayat tersebut inilah kita dapat membaca maksud yang mulia dan suci murni daripada kematian Tuhan Yesus diatas bukit Golgota. Dalam ayat ke empat kita sudah baca, bahwa dengan sesungguhnya:
a. Ia sudah mengangkat atau memikul segala penyakit kita. Kita baca dalam Injil Matius 8:16 bahwa petang hari dalam rumah Petrus, Tuhan Yesus menyembuhkan segala orang sakit dan beberapa orang yang dirasuk setan dibuangkannya setan itu dengan sepatah kata saja. Selanjutnya dalam ayat 17 kita baca begini: \"Supaya sampailah sabda nabi Yesaya 'demikian bunyinya: 'bahwa Ia telah mengambil segala kelemahan (penyakit) kita, dan menanggung segala kesakitan kita\". Lihatlah bagaimana nubuatan Yesaya digenapi kira-kira 700 tahun kemudian. Heran dan heran sekali Firman Allah! Heran sungguh pekerjaan Tuhan Yesus! Sungguh Ia telah datang ke bumi ini untuk MENGAMBIL dan MENANGGUNG segala penyakit dan kesakitan kita. Sedang Ia melakukan pekerjaan yang heran ini, yaitu membuangkan setan dari mereka yang dirasuk setan dan menyembuhkan orang-orang sakit, maka dikatakanNya bahwa ini semua jadi supaya nubuatan nabi Yesaya dipenuhkan. Bukan saja penyakit dan kesakitan kita diangkatnya, tetapi kita baca dalam ayat 4 .... juga:
b. Kedukaan atau sengsara kita sudah dipikulNya. Pekerjaan Tuhan diatas bukit Golgota adalah sempurna. Ia telah turun dari surga dengan maksud menyelamatkan kita manusia yang sudah hidup jauh daripadaNya. Ia datang untuk mencari kita yang sudah jatuh kedalam lumpur dosa dan kejahatan, kita yang sudah penuh kedukaan dan sengsara. Dunia memang penuh kesakitan, dan penuh sengsara dan kedukaan. Tidak ada seorang manusia dalam dunia dapat menyangkal ini. Beberapa banyak ibu, bapak, anak-anak, berapa banyak rumah tangga dewasa ini ada dalam keadaan sebegini! Sakit, sengsara dan berduka...
Kita sekarang memperingati kematian Tuhan Yesus. Janganlah kita lupa MAKSUD daripada kematian Tuhan itu. Kematian Tuhan Yesus di atas bukit Golgota berarti besar bagi saudara dan saya, sebab disanalah nubuatan nabi Yesaya tersebut diatas digenapi sepenuh-penuhnya. Disana, diatas kayu salib Ia memikul, ya Ia mengambil dan menanggung segala kesakitanmu, segala kedukaanmu, segala kesengsaraanmu. Pandanglah keatas bukit golgota dan lihat atas Tuhanmu tersalib dengan segala kesakitan, kedukaan dan kesengsaraanmu! Percayalah bahwa Ia telah angkat semua itu dan hari ini sungguh menjadi suatu hari besar buat engkau! Dalam ayat 5 kita baca bahwa:
c. Ia dilukakan untuk kesalahan-kesalahan (pelanggaran-pelanggaran) kita.
d. Ia dihancurkan untuk kejahatan kita.
e. Hukuman yang membawakan kita kedamaian, adalah diatas Dia, dan
f. Oleh bilurNya jadilah kesembuhan kita.
Terang dan jelas bagi kita maksud Tuhan Yesus disalibkan! Pekerjaan ini besar, mulia dan heran tetapi amat berat dan sengsara untuk dipenuhkan. Pekerjaan ini harus dilakukan dan seluruh tubuhNya harus dihancurkan, dipecahkan UNTUK KESALAHAN dan KEJAHATAN KITA. Ia bukan dilukakan dan dipecahkan sebab Ia bersalah atau berdosa, dengan amat jelas dikatakan disini, bahwa Tuhan Yesus dilukakan sebab kesalahan saudara dan saya, oleh sebab kejahatan saudara dan saya. Ia harus berbuat ini untuk menyelamatkan saudara dan saya, Ia harus digantungkan diatas kayu salib, ya Ia harus menerima pehukuman yang sebenarnya harus kita pikul. Ia dihukum supaya saudara dan saya dimerdekakan daripada pehukuman, daripada kesengsaraan itu. Ya supaya damai datang dalam kehidupan kita.
Diatas muka bumi ini tidak ada seorang benar yang suka berbuat pekerjaan sebegini untuk keselamatan orang lain. Ya memang kita tahu juga, bahwa diatas muka bumi ini tidak ada seorang yang benar. tidak ada seorang yang adil dan baik. Dengan jelas kita baca dalam suratan Roma 3 tentang hal, malah dijelaskan lagi, bahwa SEKALIANNYA (semua) sudah berbuat dosa.
Dan ayat yang ke 6 dari buku Yesaya 53 tadi kita baca:
1. Kita semua tersesat seperti domba. 2. Kita sudah balik pada jalan kita masing-masing. 3. Tetapi segala kejahatan (dosa) kita yang sudah ditempuhkan (diletakkan) Tuhan kepadaNya.
Terpujilah nama Tuhan! Kita yang berdosa, kita manusia yang jahat sehingga mengakibatkan berbagai-bagai macam penyakit , sengsara dan kedukaan, ya kita manusia kita sudah patut dan ditentukan untuk dihukum, sekarang oleh kematian Tuhan Yesus yang kita peringati sekarang ini, oleh sengsaraNya, maka dapatlah kita kesempatan, dapatlah kita jalan untuk terlepas daripada segala dosa dan kejahatan serta segala akibatnya, yaitu sengsara, kematian dan kedukaan dan hukuman. Haleluyah!
Kita umat manusia memang mempunyai kemauan yang bebas, sebab itu kita lihat bagaimana manusia sudah memakai kemauan bebas itu untuk hidup sewenang-wenang, hidup sembarang saja dengan tidak mengingat Tuhan. Manusia memakai kemauannya untuk yang bebas itu mengadakan jalan sendiri-sendiri, ia tidak tahu bahwa ia sebenarnya tersesat seperti domba. Manusia menyangka bahwa ia sudah cukup pandai, cukup berpengetahuan untuk mengadakan suatu jalan damai, jalan yang sehat, jalan yang benar untuk hidupnya sendiri, untuk rumah tangganya, ya untuk daerahnya, untuk negaranya, bahkan untuk seluruh dunia. Bagaimanakah manusia yang bersalah, manusia yang sesat, manusia yang jahat, manusia yang patut mendapat pehukuman maut atau neraka, dapat membuat suatu jalan damai, suatu jalan baik atau suatu jalan keselamatan?
Tiap-tiap orang berusaha membuat jalannya sendiri, dengan tidak mengerti, bahwa sebenarnya JALAN YANG BENAR JALAN DAMAI, JALAN KESELAMATAN dan KEAMPUNAN dan JALAN KESEHATAN itu sudah diadakan oleh Allah sendiri. OlehNya kita manusia yang berdosa diselamatkan. Dengarlah apa yang Tuhan Yesus sudah katakan, dan yang dapat kita baca dalam Injil Yohanes 14:6..\"AKU inilah JALAN dan KEBENARAN dan HIDUP, seorangpun tiada sampai kepada BAPA, kecuali dengan Aku\".
Dialah Tuhan Yesus sendiri, satu-satunya jalan! FirmanNYa itu cukup terang bagi kita. Buat apa kita manusia berusaha untuk membuat jalan lain? Guna apakah kita berusaha setengah mati dengan kepandaianmu untuk mengadakan jalan keselamatan atau kedamaian lain untuk dirimu sendiri, untuk rumah tanggamu sendiri? Apakah jalanmu lebih baik dari jalan Allah? Dalam buku Yesaya 55:8-9 Tuhan Allah berkata, bahwa jalan kita manusia bukan jalanNya, sebab sebagai langit tinggi daripada bumi begitulah jalan Allah adalah lebih tinggi daripada jalan manusia.
Hari ini sungguh mengingatkan kita sekalian, bahwa ALLAH YANG MAHA TINGGI sudah menunjukkan atau menjelaskan dengan perbuatan JALAN satu-satunya untuk mendapat keampunan dosa, kebebasan dari pehukuman, kesembuhan dari sakit penyakit, kelepasan dari segala kedukaan dan sengsara, dan untuk mendapat kedamaian! Jalan itu ialah YESUS, Juruselamat kita! Ia sudah nyatakan hal ini kepada umum, kepada kita sekalian.
Lihatlah dan dengarlah Ia sewaktu berada di taman Getsemane. Sedang Ia berlutut dihadapan Bapa Allah, maka datanglah malaikat dengan cawan yang penuh dengan segala racun dunia ini, cawan yang berisi dosa dan kejahatan yang mengakibatkan penyakit, kedukaan dan sengsara. Sekarang lihat, cawan itu diberikan kepada Tuhan Yesus. Lihat, pada waktu itu Tuhan Yesus bergulat sebab diriNya yang benar dan suci hendak dinajiskan dengan isi cawan tersebut. Sungguh pedih dan sengsara untuk minum perkara yang kotor dan najis daripada dunia ini. Kalau Ia melihat cawan itu Ia gelisah, Ia gelisah, Ia berseru dan berkata kepada BapaNya, \"Ya, BapaKu, jikalau boleh biarlah kiranya cawan itu lepas daripadaKu, tetapi didalam itupun bukannya kehendaKu, melainkan kehendakMu juga!\".
Suatu kedukaan besar datang dalam hatiNya, Tuhan Yesus katakan kepada murid-muridNya: \"HatiKu amat sangat berduka cita hampir mati rasanKu\". TubuhNya seolah-olah diperas pada waktu itu, dan...dan..berat sekali untuk Dia yang suci minum cawan yang penuh dosa dan kejahatan itu. Tetapi...tetapi mataNya yang penuh dengan kemurahan dan cinta MEMANDANG lebih jauh, seakan-akan melewati isi cawan itu . Ia memandang kepada kita manusia yang hidup kian kemari dan kesana tanpa mempunyai tujuan yang tetap, bagaikan sebuah kapal yang tak berkemudi dan tak bernakhoda, yang berputar-putar ditengah lautan besar, dibuang kesana kemari oleh gelombang-gelombang besar, Ia memandang kepada kita semua dengan hati penuh cinta dan kemurahan, satu yang penuh kasihan, dengan demikian maka Ia telah mengambil cawan tersebut dan minum isinya sampai tetes penghabisan. Ia sudah berbuat itu buat kita semua.
Sesudah Ia minum isi cawan itu, maka dengan tidak merasa takut lagi Ia menyerahkan diriNya untuk disalibkan! Dan sekarang Ia dipukul dihadapan imam besar, dihadapan Pontius Pilatus Ia diselidiki, tetapi ternyata IA TIDAK BERSALAH ! Istri Pilatus harus mengalami sengsara waktu Yesus dihadapkan kepada Pilatus untuk diperiksa, sehingga ia harus menegur suaminya, Pilatus. Dihadapan orang banyak Pilatus mencuci tangannya dan berkata bahwa TUHAN YESUS TIDAK BERSALAH! Tetapi sekalipun demikian, Yesus harus disalibkan. Dipukul dengan cemeti yang berbuku-buku, tubuhNya pecah, hancur. Darah mulai mengalir.
Belum cukup. Lihat, mahkota duri diletakkan diatas kepalaNya, dan dengarlah kepalaNya dipukul sekuat-kuatnya, duri-duri yang besar dan kasar masuk kedalam kepala Tuhan, darahNya yang suci memancar keluar, tetapi...... tidak ada sepatah katapun keluar dari mulutNya untuk melawan, sebab mataNya memandang kepada kita manusia yang hidup terhilang.
Belum cukup. Sebuah salib yang kasar dan berat diletakkkan diatas bahuNya, Tuhan Yesus harus memikulnya dari Yerusalem sampai keatas bukit Golgota dengan susah payah. Matanya tetap memandang kepada kita manusia yang sengsara dan patut dihukum. Beberapa kali Ia jatuh dilututNya karena memikul salib yang berat dan kasar itu, dan....sesampainya di Golgota, Ia dibaringkan diatas salib, dan dengan bunyi palu yang memalu tanganNya sebelah menyebelah dengan paku yang besar dan panjang, kakiNya dipaku juga dan lihatlah darahNya memancar keatas dan jatuh ke bumi., kita lihat salib itu diangkat dan didirikan diatas bukit itu. Dengan menanggung sengsara yang begitu hebat mataNya tetap memandang kita manusia dengan penuh cinta dan kasihan. Tidak satu patah kata keluar dari mulutNya untuk mencela mereka yang menyalib Dia. Malah tidak lama kemudian terdengarlah apa yang sebenarnya terkandung dalam hatiNya. Dengan suara lemah lembut Ia berdoa dan berkata, \"Ya Bapa, ampunilah kiranya mereka itu, karena tiada diketahuinya apa yang diperbuatnya!\".
Hati Tuhan Yesus tetap mempunyai cinta dan kemurahan buat kita manusia. Biarpun Ia disiksakan, disengsarakan, ya disalibkan sekalipun hatiNya tetap cinta kepada kita sekalian supaya kita selamat. Akhirnya kita dengar suaraNya yang berkata: \"Sudah genap!\", maka sekejap itu Tuhan Yesus mati. PekerjaanNya sudah genap. Jalan keselamatan telah sempurna. TubuhNya yang penuh dengan bilur, menurut Firman Tuhan adalah kesembuhan kita semua!.
Tuhan Yesus sudah berbuat ini semua buat kita semua. Disana, diatas salib Ia sudah pikul dan tanggung segala PENYAKIT kita, segala DOSA dan KEJAHATAN dan KESENGSARAAN kita!. Pandanglah salib Tuhan sekarang, sebab inilah yang kita peringati bersama-sama hari ini. Bagaimanapun besar dan payahnya penyakitmu, bagaimana berat dosa dan kejahatanmu, percayalah bahwa sekaliannya sudah dipikul di kayu salib. DarahNya mencucikan kita dari segala DOSA! Hanya darahNya saja dapat membasuh kita bersih dari dosa, bukan manusia, sekalipun ia \"SUCI\" bagaimanapun! Manusia tinggal manusia, jalan satu-satunya hanya TUHAN YESUS KRISTUS SAJA!
Kedukaan saudara, kesengsaraan, beban hidupmu, kesakitanmu, kesalahanmu dan dosamu, semua dan semua sudah dipikul oleh Tuhan Yesus diatas kayu salib. Percayalah saudara sekarang dan jangan berusaha membuat jalan sendiri. Jalan sudah ada, yaitu Tuhan Yesus! Kalau kita bersama-sama berbuat ini pada hari ini, maka hari ini adalah sungguh-sungguh hari besar dan baik buat kita, ya hari Jumat yang heran!
Mudah-mudahan Tuhan Yesus Kristus, Juruselamat kita, akan memberkati kita sekalian.Amin.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment