Submitted by Jacob Siwi on Thu, 10/22/2009 - 06:27
Apakah Tuhan kekurangan sehingga Ia harus membuat peraturan agar umatNya menyisihkan sepersepuluh dari berkatnya untuk dipersembahkan? firman Allah dalam Mazmur, “Aku tidak memerlukan sapi dari kandangmu, atau kambing dari kawanan ternak-mu; sebab semua binatang di hutan adalah milik-Ku, dan ternak di ribuan pegunungan. Semua burung di pegunungan milik-Ku juga, dan segala makhluk yang hidup di padang belantara. Kalau Aku lapar, tak perlu Kukatakan kepadamu, sebab bumi seisinya adalah milik-Ku.”(Mzm 50:9-12) Waktu kita membawa persembahan perpuluhan kita, yang Tuhan Allah lihat yang terpenting bukan perpuluhannya tapi hati orang yang membawanya.
Apakah dihati kita mengasihi Tuhan Allah dengan sebulat-bulat hati kita, dengan sepenuh akal budi kita dan dengan sekuat tebaga kita? Itu yang Tuhan perhatikan. Persembahan perpuluhan kita tidak akan menjadi menarik dipemandangan Tuhan kecuali kita mempersembahkannya dengan hati yang mengasihi Tuhan, sekalipun sedikit hati Tuhan akan terpikat.
Apakah kita percaya? Kalau kita percaya kepada Tuhan berarti kita harus percaya juga akan firmanNya.Didalam firmannya terdapat janji-janjiNya yang kita musti pegang jadi pengharapan kita, ada perintah-peritahNya yang kita musti lakukan. Didalam perpuluhan terdapat perintah “Bawalah persepuluhanmu” dan perjanjian Tuhan “Tuhan akan membuka tingkap-tingkap dilangit dan akan mencurahkan berkatNya sampai kelimpahan (Maleakhi 3:10)Jadi waktu mempersembahkan perpuluhan Tuhan tertarik melihat hati kita yang percaya kepadaNya.
Apakah kita taat? Kita orang percaya yang mengasihi Tuhan bukan Cuma ngomong. Buktikan dong, apa buktinya? Tuhan melihat buktinya waktu saudara mempersembahkan perpuluhan karena memberi perpuluhan saudara menunjukan ketaatanmu engkau menuruti perintah Tuhan, engkau melakukan firman Allah. Tuhan Yesus berkata: ”Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firmanku, ia akan dikasihi oleh Bapaku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diriKu kepadanya.” (Yohanes 14:23)
Apakah kita jujur? Tuhan memberi peraturan persepuluhan, kita disuruh menghitung sendiri berapa banyak berkat yang kita terima dan membawanya keperbendaharaan rumah Tuhan. Mungkin kalau masih sedikit rasanya kita mau tambah supaya agak besar tapi bagaimana ketika saudara sudah menjadi pengusaha besar apakah kita masih mau menambahkannya atau saudara berfikir perpuluhanku terlalu besar. Tuhan tidak menuntut tambah dari saudara itu tidak menambahkan kekayaan Tuhan, karena Tuhan sudah terlalu kaya tapi Tuhan melihat kejujuranmu
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment