Submitted by Anonymous on Tue, 10/14/2008 - 21:38
Memang benar, pehukuman akan dijatuhkan keatas dunia ini. Pasal ke 8 dalam kitab Wahyu memberitahu kepada kita tentang hal-hal ini sedikit sebelum aniaya yang akan datang. Tetapi perhatikan pasal yang ke 7 dahulu. Kemudian daripada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau dibawah pohon-pohon." Wahyu 7:1. Lalu dalam ayat 2, malaikat yang muncul dari sebelah timur, yang membawa materai Allah yang hidup, berseru dengan suara nyaring, "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memateraikan hamba-hamba Allah ..."
Dalam kesimpulan, kita harus bertanya kepada diri sendiri, apakah akan terjadi suatu ledakan nuklir yang membinasakan umat manusia dan membawa dunia ini kepada kesudahan? Sudah jelas jawabannya adalah, tidak. Mungkin saja terjadi perang-perang nuklir terbatas, tetapi bukan kemusnahaan seluruh dunia. Allah menahan beberapa hal bagi diriNya sendiri. Bukanlah manusia yang harus kita takuti, "Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa. Takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam nereka". Matius 10:28.
Pemazmur mengatakan: "Tuhan melakukan apa yang dikehendakiNya, dilangit dan dibumi, dilaut dan disegenap samudera raya" Mazmur 135:6. Itu sebabnya, kita tidak percaya bahwa akhir dari manusia terjadi oleh ulah beberapa orang pemimpin dunia atau orang gila sekalipun yang ada kesanggupan ini, apalagi tidak oleh suatu bencana pembakaran yang menyala dengan tidak disengaja.
Pemimpin-pemimpin dunia, media warta berita dan produser-produser film, semuanya tahu bahwa kita hidup dalam saat-saat yang penting. Bahkan ada yang melihat kita berada pada jam-jam yang terakhir. Tetapi apa yang dilihatnya adalah melalui cermin kelam. Bagi khayalak ramai, "Hari Sesudah Itu" merupakan suatu cerita film yang menakutkan. Bagi anak Tuhan, "Hari Sesudah Itu" kedatangan Kristus kali yang kedua berarti suatu hari esok yang cemerlang, hidup dan memerintah bersama Kristus, "Demikianlah kita akan bersama-sama dengan Tuhan sampai selama-lamanya".
Kembali lagi Hollywood melakukannya! Suatu pertunjukkan yang hebat sekali, yang menelan berjuta-juta dolar diedarkan yang membiarkan penontonnya tinggal ketakutan. "Jaws", "The Excorcist", dan sekarang "The Day After", kesemuanya ada satu persamaan, yaitu para hadirin ditinggalkannya dengan perasaan putus harap dan frustasi.
"Hari Sesudah Itu" adalah suatu kisah tentang pemusnahan Kansas City, USA oleh senjata nuklir dan pengalaman yang mengerikan dari 38 orang dalam usaha mereka untuk menyelamatkan nyawa di kota Lawrence, Kansas yang berjauhan sekali. Kisah ini menceritakan dengan sebenar-benarnya bahwa tidak ada satu orangpun yang dapat memenangkan perang nukir kecuali maut itu sendiri. Kita dibiarkan bertanya: Siapa yang sudah memulaikannya? Siapa yang menang? Apa yang dapat dilakukan hal seperti itu benar terjadi?
Bagaimana korban-korban yang masih hidup dapat ditolong? Manusia sudah berhasil sekali membawakan kisah ini. Gubernur negara bagian Ohio menamakan film itu, "Suatu khayalan yang sangat kuat", yang akan menolong kita melihat lebih jelas apa yang harus kita lihat. Saya kira tidak seorangpun dapat sepenuhnya tak acuh terhadapnya.
Suatu hal adalah jelas, manusia amat kuatir akan masa depan. Banyak yang bertanya, "Apakah sudah mau kiamat? Seorang anak mengatakan "Aku tidak suka itu terjadi. Aku mau menjadi besar!" Dalam suatu pesan kepada presiden Reagan, penduduk Kansas City menulis, "Tolonglah, Bapak Presiden, berikanlah kami hari depan". Hal-hal ini, sama dengan yang telah menguatirkan manusia di zamannya Yesus. Mereka mengerti cukup untuk bertanya kepadaNya, "Katakanlah kepada kami bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatanganMu dan apakah tanda kedatanganMu dan tanda kesudahan dunia?" Syukur kepada Allah, Yesus masih memegang jawabannya. Tentang Yesus dikatakan "...Dan semua orang yang mendengar Dia sangat heran akan kecerdasanNya dan segala jawaban yang diberikanNya." Lukas 2:47. Marilah kita melihat firman itu agar dapat menempatkan semuanya dalam perspektif yang sebenarnya.
"Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah, jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. Matius 24:6.
Film ini adalah suatu kabar lagi tentang perang. Ini tidak perlu membimbangkan kita. Ditengah-tengah kabar yang menakutkan, anak Tuhan harus menyatakan bukan saja "Damai dengan Allah" Roma 5:1, akan tetapi juga itu "Damai dari Allah". Filipi 4:7, Kolose 3:15.
Tuhan sekarang berkata kepada kita untuk tinggal tenang. Ia sedang mengatur semuanya sesuai dengan rencanaNya. Dialah yang mengatakan, "Dan Injil kerajaan ini diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa , SESUDAH ITU BARULAH TIBA KESUDAHANNYA" Matius 24:14. Tidak ada pemimpin agama atau politik lainnya yang dapat menentukan bilamana kesudahan itu tiba. Hanya Yesus yang menguasai peristiwa-peristiwa dunia ini. Biarlah kita mengerti sejelas-jelasnya, bahwa kesudahan daripada dunia ini tidak ditentukan oleh hanya beberapa orang yang dapat melancarkan suatu pemusnahan oleh nuklir.
Allah tidak mengorbankan hakNya atas peristiwa-peristiwa dunia. Nebukadnezar, raja pertama dalam zaman orang kafir, dengan bijaksana mengatakan: "Semua penduduk bumi dianggap remeh, Ia berbuat menurut kehendakNya terhadap balatentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tanganNya dengan berkata kepadaNya: 'Apa yang Kau buat..? Daniel 4:35.
Pemazmur menambahkan: "Tuhan melakukan apa yang dikehendakiNya, dilangit dan dibumi, dilaut dan disegenap samudera raya" Mazmur 135:6. Itu sebabnya, kita tidak percaya bahwa akhir dari manusia terjadi oleh ulah beberapa orang pemimpin dunia atau orang gila sekalipun yang ada kesanggupan ini, apalagi tidak oleh suatu bencana pembakaran yang menyala dengan tidak disengaja.
Sudah selama 40 tahun manusia memiliki senjata-senjata yang mempesonakan ini dalam gudangnya. Dengan melepaskan hanya seribu ujung peledak senjata nuklir, dikatakan bahwa sudah akan menjadi suatu musim dingin nuklir. Ini akan mengikuti pemusnahan dari hembusan angin dingin dan mematikan yang masih tertinggal. Dunia sekarang adalah suatu tong mesin, suatu daerah yang dapat meledak sewaktu-waktu, dengan potensi yang empat puluh kali lipat dari itu. Namun sejak Hiroshima, tidak ada seorangpun yang berani menggunakannya. Beberapa kali kita sudah dibawa ketepi perang nuklir. Orang naik pitam. Tentara disiagakan. Tetapi sesudah beberapa saat yang menegangkan, krisisnya berlalu. Kita dan musuh-musuh kita yang kuat sudah mundur. "Mengapa?", kita bertanya. Ada yang menjawab "Itu adalah sebab diplomasi yang baik, pengendoran permusuhan atau pihak satunya sudah takut". Akan tetapi, jawaban yang paling masuk akal adalah seperti yang dikatakan penggubah lagu "Segenap dunia ada dalam genggaman tanganNya". Memang benar, pehukuman akan dijatuhkan keatas dunia ini. Pasal ke 8 dalam kitab Wahyu memberitahu kepada kita tentang hal-hal ini sedikit sebelum aniaya yang akan datang. Tetapi perhatikan pasal yang ke 7 dahulu. "Kemudian daripada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau dibawah pohon-pohon." Wahyu 7:1. Lalu dalam ayat 2, malaikat yang muncul dari sebelah timur, yang membawa materai Allah yang hidup, berseru dengan suara nyaring, \"Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memateraikan hamba-hamba Allah ..." Wahyu 7:3.
Malaikat itu dengan suara yang memberi perintah dan membawa materai Allah yang hidup adalah Tuhan Yesus sendiri. Dialah yang selalu menentukan bilamana pehukuman dijatuhkan ke atas bumi. "Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada anak. Dan Ia memberi kuasa kepadaNya untuk menghakimi, karena Ia adalah anak manusia". Yahya 5:22,27. Jadi dalam Wahyu pasal 7, kita melihat Yesus dengan nyata memerintahkan malaikat-malaikat untuk menahan sementara waktu pehukuman-pehukuman yang akan dijatuhkan ke atas bumi. Kejadian-kejadian di bumi diatur menurut suatu pola bertahan dalam menunggu orang-orang percaya dimateraikan sebagaimana yang digambarkan dalam Wahyu pasal tujuh itu.
Perhatikanlah bahwa pehukuman-pehukuman dilanjutkan dalam Wahyu 8:6. Adalah oleh sebab garam dunia ini, yaitu gereja, yang menjaga keseimbangan peristiwa-peristiwa sekarang ini. Allah sedang membawa gereja kepada kesempurnaan dan inilah sebabnya mengapa kita melihat ketentraman relatip dalam hal ihwal dunia sekarang ini.
Seusai pertunjukkan "The Day After" George Schultz, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan, "Ini sama sekali bukan masa depan". Kami percaya bahwa ia memang benar sesuai dengan Alkitab. "Hari Sesudah Itu" adalah khayalan, bukan nubuatan. Ini adalah pekerjaan seorang penulis lakon yang mempergunakan kesempatan dari keadaan prihatin dunia ini. Kita hidup didalam dunia dimana sikap menganggap hal-hal yang tidak benar seolah benar, begitu jelas sehingga kita harus membawa diri kita kepada kenyataan. Tetapi kisah itu begitu hidup, dan begitu masuk akal, itu dapat saja terjadi. Pemimpin-pemimpin kita menggelengkan kepalanya dan mengatakan, tidak. Mereka meyakinkan kita bahwa mereka melakukan semuanya yang dapat dilakukan manusia untuk memelihara perdamaian. Yang lainnya menamakan, "Keseimbangan Teror" atau memastikan pemusnahan satu sama lain. Benar atau khayalan, gambar-gambar yang menakutkan itu terukir dalam pikiran kita. Jikalau ini adalah fiksi, di mana harus kita taruhkan harapan kita? Sebagaimana kata Pilatus, "Apakah kebenaran?"
Kita miliki firman Allah yang tidak pernah salah. "Selidikilah olehmu akan kitab Tuhan serta bacalah, bahwa dari sekalian ini satupun tidak akan hilang". Yesaya 34:16, Yesus mengatakan: "Firmanmu itulah kebenaran". Yahya 17:17. Maka ada pula pada kita perkataan yang dinubuatkan menjadi lebih teguh, maka baik baik kamu perhatikan dia, seperti akan pelita yang bercahaya didalam suatu tempat yang gelap, sehingga hari siang dan bintang timur terbit bercahaya di dalam hatimu. 2 Petrus 1:19(TL).
Jadi apa yang dikatakan firman? Di manakah kita? Kemana tujuan dunia ini dan penumpang-penumpangnya?
Allah dalam firmanNya sudah menggariskan suatu rencana kerja. Mari kita perhatikan beberapa hal-hal ini yang harus terjadi dulu sebelum kesudahan.
1. Akan ada penginjilan keseluruh dunia yang sampai kepada semua suku dan bangsa."Dan Injil kerajaan ini akan diberitakan diseluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya". Matius 24:14. Banyak orang akan datang dari timur dan barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam kerajaan surga. Matius 8:11. Masih ada mereka yang belum tersentuh oleh Injil.
2. GerejaNya Yesus akan sampai pada kesempurnaan. "Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul...untuk melengkapi orang-orang kudus..." Efesus 4:11,12. "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna,...dan berlari-lari kepada tujuan...karena itu marilah kita, yang sempurna..." Filipi 3:12,14,15. "Sebagaian dari orang-orang bijaksana itu akan jatuh, supaya dengan demikian diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian diantara mereka, sampai pada akhir zaman; sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan". Daniel 11:35; 8:14; Wahyu 12:1, Efesus 5:27,32. Kebenaran ini mendukung oleh banyak tema-tema dalam alkitab, tetapi kita belum melihat kegenapannya dengan sempurna.
3. Dunia masih harus mengalamai aniaya besar. Ini sudah dinubuatkan oleh Daniel. "...dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam kitab itu". Daniel 12:1. "...Satu masa dan dua masa dan setengah masa (3,5 tahun); dan sesudah berakhir kuasa perusak bangsa yang kudus itu, maka segala hal ini akan digenapi". Daniel 12:7. "...Bahwa Aku hendak memberitahu engkau barang yang jadi pada akhir kehangatan murka ini, karena pada masa yang tertentu akan datang kesudahannya, apabila kamu melihat pembinasa keji berdiri di tempat kudus, menurut firman yang disampaikan oleh nabi Daniel ...Sebab, pada masa itu akan terjadi siksaan yang dahsyat seperti yang belum pernah terjadi sejak awal dunia sampai sekarang dan yang tidak akan terjadi lagi ". Daniel 8:19, Matius 24:15,21. Masa aniaya ini akan mendahului kedatangan Yesus yang kedua kali. "Segera sesudah siksaan pada masa itu,...pada waktu itu akan tampak tanda anak manusia di langit ". Matius 24:29,30.
4. Akan ada kemurtadan yang besar. Paulus berkata tentang kedatangan Yesus, "Supaya kamu jangan lekas bingung dan gelisah, baik oleh ilham roh, maupun oleh pemberitaan atau surat yang dikatakan dari kami, seolah-olah hari Tuhan telah tiba. Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum hari itu haruslah datang dahulu murtad...". 2 Tesalonika 2:2,3, Wahyu 12:4, 1 Timotius 4:1.
5. Oknum antikristus juga harus dinyatakan pada permulaan aniaya besar itu. "Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang...haruslah dinyatakan dulu manusia durhaka, yang harus binasa". 2 Tesalonika 2:3b. Hal ini dijelaskan lebih lanjut dalam Wahyu 13. Hujatnya berlangsung selama 42 bulan atau 3,5 tahun, seperti terlihat dalam Wahyu 13:5, yaitu kurun waktu aniaya besar. Antikristus, walaupun mungkin sudah hidup, belum juga dinyatakan.
6. Ada suatu pehukuman di masa depan bagi mereka yang menyembah antikristus. "...Jikalau seseorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum daripada anggur murka Allah.." Wahyu 14:9,10. Kita diberitahu bahwa seluruh dunia akan mengikuti dia, "Seluruh dunia heran, lalu mengikuti binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu....Dan semua orang yang diam diatas bumi akan menyembahnya...". Wahyu 13:3,4,8. Jadi kita lihat bahwa semua diangkat atau mati sahid. Dan manusia tanpa Allah akan menerima pehukuman yang lebih dahsyat daripada pemusnahan oleh nuklir yaitu murka Allah.
7. Masih ada tanda-tanda dilangit yang disebut dalam Matius 24:29. Setelah sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan menjadi gelap dan bulan tidak bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan dari langit dan kusa-kuasa langit akan goncang. Tanda-tanda yang besar ini jelas akan datang sesudah aniaya besar. Ini masih merupakan peristiwa di masa depan.
8. Masih harus terjadi perang Armagedon dulu. Ini hanyalah pengumpulan gudang-gudang senjata tentara dunia ini untuk berusaha menentang kedatangan Yesus kali kedua. "Roh-roh setan yang mengadakan perbuatan-perbuatan ajaib, dan mereka pergi mendapatkan raja-raja di seluruh dunia, untuk mengumpulkan mereka guna peperangan pada hari besar yaitu hari Allah Yang Maha Kuasa. Wahyu 16:13-16. Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan penunggang kuda itu dan tentaraNya. Wahyu 19:19. Tidak perlu dikatakan bahwa apabila tentara-tentara dunia ini sudah dibinasakan dalam suatu peristiwa sebelumnya, maka tidak akan ada tentara-tentara lagi untuk menggenapi ayat-ayat ini.
9. Kita masih menantikan kedatangan Yesus kali yang kedua. "Pada waktu itu akan tampak tanda anak manusia dilangit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat anak manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya". Matius 24:30. Perhatikan, bahwa kedatanganNya disaksikan oleh suku bangsa di bumi. Yahya memberitahukan kepada kita dalam Wahyu 1:7, "Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia". Manusia masih hidup dan ada di atas bumi ketika Yesus datang kembali.
Dalam kesimpulan, kita harus bertanya kepada diri sendiri, apakah akan terjadi suatu ledakan nuklir yang membinasakan umat manusia dan membawa dunia ini kepada kesudahan? Sudah jelas jawabannya adalah, tidak. Mungkin saja terjadi perang-perang nuklir terbatas, tetapi bukan kemusnahaan seluruh dunia. Allah menahan beberapa hal bagi diriNya sendiri. Bukanlah manusia yang harus kita takuti, "Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa. Takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam nereka". Matius 10:28.
Pemimpin-pemimpin dunia, media warta berita dan produser-produser film, semuanya tahu bahwa kita hidup dalam saat-saat yang penting. Bahkan ada yang melihat kita berada pada jam-jam yang terakhir. Tetapi apa yang dilihatnya adalah melalui cermin kelam. Bagi khayalak ramai, "Hari Sesudah Itu" merupakan suatu cerita film yang menakutkan. Bagi anak Tuhan, "Hari Sesudah Itu" kedatangan Kristus kali yang kedua berarti suatu hari esok yang cemerlang, hidup dan memerintah bersama Kristus, "Demikianlah kita akan bersama-sama dengan Tuhan sampai selama-lamanya".Amin.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment