Submitted by Pdt.A.H.Mandey on Tue, 10/14/2008 - 21:32
Jangan terjerat kerohanian lahiriah.
Surat yang kedua yang dikirimkan Paulus kepada Timotius merupakan suratnya yang terakhir. Secara khusus Paulus mengingatkan Timotius akan iman yang ada pada neneknya, yang kemudian “diwariskan” kepada ibunya,dan akhirnya dimiliki juga oleh Timotius. Iman yang turun temurun seperti ini mengingatkan kita pada prinsip Allah. Bapa memberikanYesus, Yesus memberikan Roh Kudus, dan Roh Kudus memberikan karunia-karunia kepada kita.
Tapi Paulus juga mengingatkan agar Timotius tidak berhenti sampai disitu saja. Paulus mendorong dia untuk terus melanjutkan pekerjaan iman itu dengan terus mengobarkan karunia yang Allah telah berikan kepadanya. Timotius harus mengutamakan pemberitaan Injil daripada hanya sekedar berbangga dengan kerohanian karena lahiriah. Karena itu Paulus mengatakan bahwa Allah itu tidak memberikan roh ketakutan tapi Roh yang mendatangkan kekuatan.
Rasa Takut
Ada dua macam rasa takut yaitu: rasa takut yang tidak baik dan rasa takut yang baik. Rasa takut yang tidak baik adalah rasa takut seorang pengecut. Di zaman Gideon, Allah menyuruh Gideon untuk menyuruh pulang orang-orang yang takut berperang melawan orang Midian (Hak.7:1-3). Dari 32 ribu orang yang hendak maju berperang, 22 ribu orang akhirnya pulang karena takut berperang.
Setelah menjadi anak Tuhan kita harus memiliki tekad yang kuat untuk terus maju di dalam dan bersama dengan Tuhan. Itu artinya kita harus memiliki semangat yang tinggi untuk tetap teguh iman di dalam Yesus sampai kita masuk ke dalam sorga. Akan datang waktunya Tuhan akan menampi umat-Nya. Penampian dilakukan melalui keadaan yang sulit, tantangan dan cobaan sebab pada saat itulah akan terlihat kualitas iman kita. Ketika akan kembali ke tanah kelahirannya, Naomi disertai oleh 2orang menantunya. Di tengah jalan, Orpa memilih kembali ke rumahnya sedang Rut memutuskan untuk terus bersama dengan Naomi apapun yang akan terjadi.
Sebaliknya, kita memiliki contoh keberanian seperti Yonatan yang berani maju mendekati perkemahan musuh hanya dengan ditemani bujang pembawa senjatanya ( 1 Sam. 14;6). Yonatan berkata bahwa Allah dapat menyelamatkan dan menolong baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang. Tanpa Roh Kudus maka yang ada dalam kita adalah roh ketakutan. Namun jika Roh Kudus ada dalam kita maka Ia akan membangkitkan kekuatan dalam hidup kita.
Rasa takut yang baik adalah rasa takut karena menaruh hormat kepada Allah. Kita harus beribadah dengan takut, artinya adalah kita beribadah karena menghormati Allah (Ibr. 12:28-29). Rasa takut karena menghormati Allah menimbulkan damai dalam jemaat sehingga jumlah mereka makin bertambah karena ada penghiburan dan pertolongan Roh Kudus (Kis. 9:31).
Hanya dengan kekuatan dan penghiburan dari Roh Kudus jemaat akan bertambah maju dalam beribadah sebab tidak ada ketakutan dalam menghadapi banyak tantangan.
Kekuatan
Dalam bahasa Yunani untuk kata Roh Kudus digunakan kata dunamis yang artinya adalah kuasa atau kemampuan (Ingg: ability). Roh Kudus memberikan kuasa atau kemampuan yang mendatangkan kekuatan. Beberapacontoh kuasa atau kemampuan yang diberikan oleh Roh Kudus:
•Ketika seorang wanita yang sudah 12 tahun mengalami pendarahan menjamah ujung jubah Yesus, Yesus merasa bahwa ada tenaga (dunamis) yang keluar dari dalam diri-Nya (Mrk. 5;25-34). Kuasa atau tenaga yang seperti inilah yang Yesus berikan kepada kita saat kita dipenuhkan Roh Kudus.
•Yesus berkuasa ditengah-tengah kita (2 Kor. 13:3). Kuasa yang berarti tenaga atau kemampuan inilah yang Ia berikan kepada kita untuk diteruskan kepada orang lain.
•Roh Kudus memberikan kuasa yang menguatkan kita untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar (Kol. 1: 11). Karena itu jangan lari dari pencobaan atau kesusahan tapi percayalah kepada kita telahdikaruniakan bukan hanya untuk percaya kepada Kristus tapi juga untuk menderita untuk Dia (Flp. 1:29). Suatu waktu kemenangan kita akan tiba, kelepasan akan datang bagi kita bila kita tetap tekun dan sabar.
•Kekuatan Roh Kuduslah yang membuat kita dapat berakar dan berdasar dalam kasih (Ef. 3:16-17).
Marilah bangkitkan dalam diri kita kerinduan untuk dipenuhi dengan Roh Kudus sebab hanya itu yang dapat memberikan kekuatan kepada kita untuk menghadapi berbagai kesukaran yang akan terjadi di akhir zaman
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment