Monday, February 1, 2010

Hasil Pertama

Submitted by Pdt.M.D.Wakarry on Sat, 10/24/2009 - 17:59
Amsal 3:9. “Muliakanlah TUHAN dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu”.

Tahun 1999 saya ditetapkan presiden Habibie menjadi anggota MPR sebagai utusan golongan mewakili Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI), jadi bukan dari partai politik. Sebelum menjabat MPR saya musti melaporkan semua kekayaan saya kepada negara, mulai dari jumlah rumah, mobil, tanah, rekening bank, dll. Mungkin kita tidak pernah melaporkan harta kita kepada Tuhan. Orang lain juga mungkin tidak tahu banyak tentang harta kita, tetapi Tuhan mengetahui di mana dan berapa banyak harta kita. Karena itu muliakanlah Tuhan dengan hartamu.
Kemudian Amsal menulis, muliakanlah Tuhan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu. Inilah topik Firman Tuhan hari ini. Memuliakan Tuhan berarti memberkati Tuhan artinya memberi kepada Tuhan.

Kenapa MEMBERI menjadi hal yang sangat penting bagi anak Tuhan ? Lukas 6:37-38. ”Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." Dalam ayat ini kita menemukan satu prinsip atau rumus Firman Allah untuk mendapat berkat. BERILAH MAKA KAMU AKAN DIBERI. UKURAN YANG KAMU PAKAI UNTUK MENGUKUR, AKAN DIUKURKAN KEPADAMU.
Artinya kalau kita memberinya sedikit maka sedikit juga yang kita terima. Sedikit bukan menurut ukuran jumlah tetapi menurut ukuran yang kita pakai. Misalnya, kalau kita punya uang seratus ribu rupiah, kita beri untuk pekerjaan Tuhan seribu rupiah saja maka Tuhan juga akan memberikan berkat seribu rupiah. Tetapi apabila dari seratus ribu itu anda beri lima puluh ribu kepada Tuhan maka berkat yang anda terima juga pasti besar. Semakin besar pengorbanan anda semakin besar pula berkat Tuhan yang akan anda terima. Seringkali kita menerima berkat yang kecil karena pemberian kita juga masih terbatas. Ada orang Kristen yang minta diberkati, tetapi belum pernah memberi, jangan harap ia akan menikmati berkat Tuhan.
Dalam ayat pokok di atas kita diajar untuk memuliakan Tuhan dengan hasil pertama dari segala penghasilan kita. Apa dan bagaimana hasil pertama itu?

1. Tuhan yang memiliki anak sulung / hasil pertama. Keluaran 13:1-2. Tuhan membuat sebuah ketetapan bagi Israel yakni SEMUA HASIL PERTAMA ADALAH MILIK TUHAN. Hasil pertama di sini adalah anak sulung, yang lahir pertama adalah milik Tuhan. SEMUA PRODUKSI PERTAMA, SEMUA PENGHASILAN PERTAMA, TUHAN YANG EMPUNYA. Beberapa jemaat memberitahukan kepada saya bahwa gaji pertama mereka dipersembahkan seluruhnya kepada Tuhan. Lalu bagaimana dengan penghasilan selanjutnya? Kita mengetahui bahwa persepuluhan adalah milik Tuhan. Jadi bagi mereka yang sudah memberikan hasil yang pertama haruslah memberikan persepuluhan dari penghasilan berikutnya. Abraham adalah orang yang pertama sekali memberikan persepuluhan kepada Melkisedek. Hal perpuluhan begitu penting, sehingga kisah Abraham dengan Melkisedek diulangi kembali dalam Ibrani 7:1-10. Kitab Ibrani lebih teliti menguraikan tentang Abraham memberikan persepuluhan kepada imam Melkisedek. Melkisedek disebut raja Salem, raja Kebenaran, raja Damai Sejahtera, sama dengan Anak Allah, Imam sampai selama-lamanya. Imam Melkisedek adalah Yesus yang kepadanya Abraham memberikan persepuluhan. Persepuluhan itu adalah miliknya Tuhan. Tuhan berhak memungut dari kita. Kemudian ORANG-ORANG LEWI YAKNI YANG BEKERJA DI TABERNAKEL ATAU RUMAH TUHAN BERHAK UNTUK MEMUNGUT PERSEPULUHAN DARI UMAT TUHAN. Jadi persepuluhan adalah milik Tuhan, harus dikembalikan kepada Tuhan sama halnya dengan hasil pertama Tuhanlah yang empunya.

2. Hasil pertama kepada Tuhan, menguduskan hasil-hasil berikutnya. Keluaran 13:2, 11-13. HASIL PERTAMA DIPERSEMBAHKAN, MEMBERKATI HASIL SELEBIHNYA. Sebab Tuhan berkata hasil yang pertama Aku punya. Kalau hasil yang pertama tidak diberi kepada Tuhan maka hasil yang kedua, yang ketiga dan selanjutnya tidak dikuduskan. Kalau tidak dikuduskan oleh Tuhan berarti tidak dalam perlindungan Tuhan.
Jadi, yang pertama harus diberikan kepada Tuhan supaya hasil-hasil berikutnya dikuduskan. Hari Minggu adalah hari pertama dalam minggu. Itu sebabnya orang Kristen beribadah kepada Tuhan pada hari Minggu, hari yang pertama, bukan hari ketujuh. Hari pertama diberikan kepada Tuhan maka hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu Tuhan kuduskan. Setiap hari diberkati Tuhan karena hari pertama sudah diberikan kepada Tuhan. Karena itu selalu usahakan datang beribadah di hari Minggu supaya Tuhan memberkati hari-harimu berikutnya.
Ingat ! Semua yang PERTAMA adalah kepunyaan Tuhan!

Pelajaran Pahit dari Kain.
Kejadian 4:1-5. Kain dan Habel adalah anak-anak Adam. Kain menjadi petani dan Habel menjadi gembala kambing domba. Orang tua mereka sudah mengajarkan tentang membawa persembahan kepada Tuhan. Kemudian Kain dan Habel membawa persembahan kepada Tuhan. Tuhan mengindahkan korban Habel sedangkan korban Kain tidak diindahkan. Kita mengakui pelajaran yang menyatakan bahwa Habel diindahkan karena korbannya dari binatang sedangkan korban Kain dari hasil pertaniannya.
Namun kalau kita baca ayat 3-4 yang berbunyi : ”Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya.” Alkitab mencatat bahwa Kain membawa persembahan kepada Tuhan ”setelah beberapa waktu lamanya”. Kita tidak tahu sudah berapa kali dia panen/produksi tetapi setelah beberapa waktu lamanya baru Kain membawa hasil tanah itu kepada Tuhan. Sedangkan Habel mempersembahkan anak sulung kambing dombanya. Yang pertama lahir langsung diserahkan kepada Tuhan. Jadi sangat jelas perbedaan korban Habel dan Kain. Kain tidak mempersembahkan hasil pertamanya. Memang dia memberi kepada Tuhan tetapi hasil berikutnya. Sebaliknya Habel mempersembahkan anak sulung. Karena itu persembahan Habel diterima Tuhan sedangkan persembahan Kain tidak diterima.
Kain akhirnya marah kepada Tuhan. Seringkali kita seperti Kain, marah kepada Tuhan. Kenapa saya sudah memberi, tetapi pintu berkat sepertinya tertutup. Kemungkinan besar anda berkorban bahkan memberi perpuluhan tetapi tidak pernah memberikan hasil pertama kepada Tuhan. Ingat, kalau hasil pertama dikuduskan maka hasil berikutnya akan menjadi kudus. JANGAN TUNDA MEMBERI HASIL PERTAMA ATAU
PERSEPULUHAN ATAU KORBAN SYUKURAN!

Kejadian 28:22. ”Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu." Kita perlu belajar kepada Yakub, membuat ikrar dengan Tuhan bahwa dari segala yang diterimanya akan selalu dipersembahkan kepada Tuhan. HASIL PERTAMA YANG DIPERSEMBAHKAN KEPADA ALLAH DAN PEKERJAAN-NYA, MENGUDUSKAN ATAU MEMBERKATI HASIL SELEBIHNYA.

II Korintus 9:6,7. Setiap kali memberi, kita harus memberi dengan rela dan sukacita. Sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Kepada orang yang memberi dengan sukacita, Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan. II Korintus 9:8. Tuhan memberkati!

Haleluyah!Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 13 Juli 2008 (Ibadah Raya ke-2)

No comments:

Post a Comment