Monday, February 1, 2010

Persepuluhan

Submitted by Anonymous on Tue, 10/14/2008 - 21:36
AJARAN PERJANJIAN LAMA
Praktek persembahan persepuluhan sudah dikenal sejak zaman Abraham seiring dengan upacara kurban merupakan praktek kuno Ibrani untuk menjalin hubungan dengan Allah melalui persembahan kepada 'Imam' sebagai pejabat perantara, dan yang kemudian dilembagakan dalam ketentuan Torat yang dikaitkan dengan rumah Tuhan dan jabatan ke-Imam-an (Kel.29/Bil. 18/Ibr.8: 1-4) pada masa Musa.

Abraham memberikan persepuluhan kepada imam Malkisedek (Kej.14:18-20) , ini dikarenakan para imam dikhususkan untuk pelayanan agama, dan kemudian diberikan kepada bani Lewi(Bil.18: 21;Ibr.7: 4-5) karena mereka tidak menerima warisan. Persepuluhan merupakan bagian dari sistem agama Ibrani kuno yang terkait 'Kurban dan Persembahan' dengan maksud untuk menjalin kembali hubungan dengan Tuhan, sebagai persembahan yang berbau harum, sebagai pengakuan dosa dan salah, dan untuk menyenangkan hati Allah (Kej.4:3-4;8: 20;Kel.29: 25, band. Mal.3:3-4,6- 12).

Perlu disadari bahwa dalam sistem kurban dan persembahan PL, persepuluhan dikumpulkan oleh imam Lewi dan disimpan dalam ruang perbendaharan di rumah Tuhan (Neh.10:37-38; 2Taw.31:11- 12), dan tidak hanya diberikan kepada para imam tetapi juga dibagikan kepada orang asing, anak yatim dan janda-janda (Ul.14:28-29) , dan untuk pemeliharaan rumah Tuhan serta untuk biaya operasional pelayanan di rumah Tuhan.

Tuhan memandang masalah persembahan persepuluhan ini sangat serius. Oleh karena itu orang yang melalaikannya akan menjadi orang yang terkutuk, karana itu merupakan perbuatan menipu Tuhan (Maleakhi 3:8-9).

AJARAN PERJANJIAN BARU
Sebagian orang mempertanyakan, apakah persembahan persepuluhan itu hanya berlaku zaman PL ataukah berlaku juga pada zaman PB dan sampai kepada zaman sekarang ini? Paling tidak ada beberapa ayat dalam PB yang dapat menjadi dasar bahwa kewajiban memberikan persembahan persepuluhan itu masih berlaku sampai sekarang ini.

Lukas 20:25 “…berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” Konteks dari ayat ini adalah bagaimana orang Kristen yang baik wajib membayar pajak kepada pemerintah. Dan kalau pemerintah berhak mendapat retribusi pajak dari rakyatnya, maka telebih lagi Allah. Allah sangat berhak mendapatkan segala hormat dan penyembahan dari umat-Nya, termasuk persembahan persepuluhan.

Matius 23:23 “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.” Jadi Tuhan Yesuspun tidak meniadakan persembahan persepuluhan, malahan Tuhan Yesus mengatakan, ‘Yang satu (persepuluhan) harus dilakukan dan yang lain (keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan) jangan diabaikan.’

Mengapa memberi persepuluhan?
1.Untuk mengingatkan kita bahwa Tuhanlah yang menjadi sumber berkat bahkan yang memiliki alam semesta ini (Mazmur 89:12). ‘Punya-Mulah langit, punya-Mulah juga bumi, dunia serta segala isinya Engkaulah yang mendasarkannya.’ Dari semua yang Tuhan berikan kepada kita, Tuhan hanya minta kita mengembalikan 10 %. Ini adalah jumlah minimal yang harus kita bayar kepada Tuhan. Selebih dari itu terserah kepada kerelaan dan kegerakkan hati kita memberi persembahan kepada Tuhan. Dan ini sebenarnya tidaklah sulit. Karena kita memberi apa yang telah Tuhan beri kepada kita. * Ilustrasi: Seorang ayah memberikan permen (gula-gula) kepada semua anaknya. Ketika ayahnya minta lagi permen kepada Si bungsu, Si bungsu lama sekali memilih permen dalam kantong plastik, dan akhirnya ia memberikan permen yang paling kecil untuk ayahnya. Ia lupa bahwa kalau ia bisa memberi kepada ayahnya, itu karena ayahnya telah memberi terlebih dahulu kepadanya. Kita bisa memberi kepada Tuhan karena Tuhan telah terlebih dahulu memberi kepada kita.

2.Dana perpuluhan berguna untuk biaya operasional pelayanan. Dalam zaman PL, persembahan persepuluahn yang dikumpulkan ke dalam rumah perbendaharaan selain berguna untuk membiayai para imam yang melayani di Bait Suci, juga bermanfaat untuk membiayai para janda, anak yatim dan orang-asing yang membutuhkan bantuan (Ul. 14:28-29). Persembahan persepuluhan adalah system keuangan yang Tuhan rancang untuk memenuhi biaya pelayanan misi maupun diakonia.

Bila para Terrorist menggunakan uang mereka untuk biaya pembuatan bom yang menewaskan banyak orang, orang-orang Kristen menggunakan uangnya untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang terhillang. Menurut riset dari UGM, anggaran biaya yang dikeluarkan oleh dunia untuk biaya bom dan senjata perang adalajh 1,7 miliar dolar AS setiap harinya, berarti sekitar 1,2 juta dolar AS setiap menit. Satu pesawat tempur yang canggih yang hanya memuat 1 penumpang (yaitu pilot) harganya 4 kali lipat dari boeng 747 yang bisa muat 500 orang.

3.Persembahan persepuluhan adalah salah satu rahasia hidup yang diberkati (Mal. 3:10; Ul. 14:29). Tuhan berkata ”Ujilah Aku, …apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” Dalam seluruh Alkitab tidak pernah Tuhan menyuruh umat-Nya untuk menguji Dia. Malahan dalam Ulangan 6:16 (ayat yang pernah dikutip oleh Tuhan Yesus) Tuhan melarang manusia untuk menguji atau mencobai Tuhan. Tetapi dalam hal persepuluhan Tuhan memperbolehkan manusia untuk menguji Dia. Bagi orang yang setia memberikan persepuluhan Tuhan berjanji akan membukankan tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat dengan berkelimpahan.” Dan berkat Tuhan tidak hanya terbatas pada hal-hal yang bersifat materi. Ia bisa berupa berkat sukacita atau kebahagiaan, kesehatan, kekuatan iman, dll.

Seorang pemuda datang kepada pendetanya minta didoakan supaya Tuhan memberikan pekerjaan baginya dengan janji, kalau sudah dapat gaji dia akan setia memberi perpuluhan kepada Tuhan. Pemuda ini kemudian diterima di suatu perusahaan dengan gaji Rp 50.000/bulan. Maka dengan setia dia memberi persepuluhan Rp 5.000/bulan. Tuhan makin memberkati pekerjaan pemuda ini di mana karena prestasi kerjanya baik, gajinya naik menjadi Rp 100.000, Rp 200.000,- Rp Rp 300.000,- sampai Rp 1.000.000,- Waktu dia diangkap menjadi kepala bagian keuangan gajinya telah mencapai Rp 2000.000,- Karena pemuda ini merasa berat memberi perpuluhan Rp 200.000/bulan, dia berkonsultasi lagi dengan pendeta minta jalan keluar bagaimana mengatasi persoalan yang sedang dia hadapi, yaitu beratnya memberi persepuluhan Rp 200.000/bulan. Pendeta katakan, ‘jalan keluarnya ada. Saya akan memohon kepada Tuhan agar Tuhan menurunkan gajimu seperti pada mulanya supaya kamu tidak terlalu berat memberi persepuluhan.’ Pemuda itu langsung menjawab, \jangan…., jangan…..sekarang saya sanggup memberi persepuluhan. \"

Jangan terlalu hitungan sama Tuhan. Karena Tuhan tidak perlu hitung-hitungan dalam memberi berkat kepada kita.

Ilustrasi: Seorang anak menagih ongkos dia bersihkan tempat tidur, semir sepatu ayah dan bantu ibu lap meja makan seperti Ibunya menggaji pembantu RT. Ibunya katakan, ”Anakku, semua yang ibu buat untukmu dari kecil hingga sekarang gratis, engkau adalah anakku dan bukan pembantuku.” Biarlah kita memberi dan melayani Dia bukan dengan mental \"pembantu\" yang merasa Tuhan berhutang kepada kita, melainkan kita memberi da melayani dengan suatu kesadaran bahwa kita telah menjadi anak-anakNya. Prinsip memberi persepuluhan.

1.Hendaknya masing-masing memberi dengan iman dan keyakinan bahwa Tuhan pasti akan memberkati.
2.Hendaknya memberi dengan sukacita 2 Kor. 9:7.
3.Jalani prinsip, ‘lebih berbahagia memberi dari pada menerima (Kis. 20:35b).

Hasil riset Fakultas Kedokteran The John Hopkins University membuktikan kebenaran ini, yaitu orang yang suka memberi akan lebih berbahagia dari orang yang tidak suka memberi.

Seorang wanita tua sangat berbahagia setelah ia menuruti nasihat Billy Graham untuk membantu sesama yang membutuhkan.

Ilustrasi:
Bukan Sekedar Persepuluhan
Pada hari ulang tahunnya yang kesepuluh, Tino menerima hadiah uang dari Oomnya sebesar satu juta rupiah; sepuluh lembar uang seratus ribu yang masih baru. Tino sangat gembira. Dia segera duduk di lantai dan meletakkan lembaran uang kertas itu di hadapannya. Dan mulai merencanakan, bagaimana menggunakan uangnya itu.
Orang tua dan Oomnya melihat ke arah dia. Tino memisahkan satu lembar uang pertama, \" Ini buat Tuhan Yesus,\" katanya. Dia berpikir sejenak, akan digunakan untuk apa lagi lembar uang lainnya. \" Ini buat Tuhan Yesus pula,\" katanya kemudian sambil memisahkan lembar uang yang kedua. Melihat itu ibunya menyela, \"Kamu kan telah memberikan satu lembar uang buat Tuhan Yesus, kenapa kamu memberikan lagi satu lembar uang untuk Tuhan Yesus juga?\"
\"Ya,\" Tino menyahut, \"Lembar yang pertama memang milik-Nya, dan lembar yang kedua itu adalah hadiah bagi-Nya dari saya.\"

Sebagai pelengkap, silahkan pelajari lagi dasar-dasar Alkitabiah tentang Persembahan Persepuluhan dalam ayat-ayat berikut:
• Kej. 14:20
• Ul. 14:22,28
• Mal. 3:10
• Bil. 27:30,32
• Mat. 23:23. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

No comments:

Post a Comment