Tuesday, February 2, 2010

Pdt.Yeremia Batubara: Darah Domba

Submitted by Anonymous on Tue, 10/14/2008 - 21:37
Ayat tersebut di atas merupakan kesan yang telah disampaikan oleh salah seorang murid Yesus yang bernama Petrus. Kita telah mendengar téntang jatuh bangunnya Petrus ketika Yesus masih menjelma manusia. Tetapi akhirnya Petrus mengakui Yesus adalah Penebusnya dan Mesiasnya. Dalam ayat pokok tadi dikatakan kita telah ditebus dengan harga yang mahal yaitu dengan darah Kristus, darah yang tak bercela.

Berbicara mengenai “darah” sangat erat hubungannya dengan tubuh manusia. Manusia dapat hidup karena adanya darah yang mengalir dalam tubuhnya. Kalau darah berhenti mengalir dalam tubuh, berarti habis pulaläh nyawanya. Bukankah seringkali kita dengar slogan dalam bulan dana PMI yang mengandung makna: setetes darah sangat berguna bagi orang lain. Dengan kata lain, darah manusia dapat mempertahankan nyawanya. Dalam Mazmur 90:10 dikatakan bahwa umur manusia itu 70 tahun jika kuat akan mencapai 80 tahun dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan. Ada saatnya kematian itu datang dan tak dapat dielakkan. Berarti darah itu tidaklah kekal sifatnya.

Syukurlah karena kita telah ditebus oleh darah yang mahal. Yaitu oleh darah Allah sendiri yang mengalir dalam tubuh Yesus Kristus. Kita ditebus bukan dengan uang, emas, perak, dolar atau mata uang apapun. Sekaya-kayanya manusia bila manusia telah sampai pada ajalnya, maka hartanya tak dapat mempertahankan nyawanya. Yesus pernah menjelma menjadi manusia, menjadi daging dan darah. Ia harus mati dan bangkit kemudian naik ke Sorga. Itulah rencana Allah yang agung bagi manusia, sehingga manusia dapat diselamatkan dengan darah yang kudus Yesus Kristus karena darahNya telah tercurah untuk menebus dosa.

Sering kali kita takut rnenghadapi hari-hari celaka, tetapi sebagai orang yang telah ditebus dengan darah Kristus kita tidak perlu kuatir. Sesuai dengan ucapan seorang pemazmur: Mengapa aku takut pada hari-hari celaka? Pada waktu aku dikepung oleh kejahatan pengejar-pengejarku, oleh mereka yang percaya akan harta bendanya dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka? Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberi tebusan kepada Allah ganti nyawanya, karena terlalu mahal harga penebusan nyawanya dan tidak memadai untuk selama-lamanya. (Mazmur 49:6-9). Hidup kita sering kali di bayang-bayangi oleh maut. Hidup kita ini hanya sejengkal dengan maut. Memang dalam kehidupan di dunia ini kita tidak selalu menjumpai jalan yang mulus. Adakalanya kita harus menjumpai jalan yang berkerikil dan berbatu. Adakalanya pula kita menjumpai penderitaan. Tetapi bersyukurlah sekalipun kita dikepung, Tuhan selalu memelihara hidup kita.

Yesus Kristus sebagai seorang Juru Selamat, telah meninggalkan satu ayat yang besar artinya yang tertulis dalam kitab Matius 16:26 “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya ?” Ayat tersebut mempertegas ucapan pemazmur tadi. Seluruh kekayaan yang ada di dunia ini tak dapat dibandingkan dengan diri Yesus Kristus yang sanggup memberikan penebusan. Walaupun orang-orang kaya dan para milyuner menghimpun harta mereka menjadi satu, semuanya itu tidak dapat memberikan penebusan dosa. Kita semua berterima kasih dengan harga yang sangat mahal ini, yaitu dengan darah Kristus yang telah dikorbankan.

Adalah merupakan pusat rencana keselamatan Allah, karena pengorbanan darah Kristus ini telah direncanakan sebelum dunia ini dijadikan. Yohanes pembaptis sebelum kematian Kristus telah mengucapkan “Lihat Anak Domba Allah harus menjadi anak domba (menjadi manusia). Dia harus menjadi tubuh dan darah. Nubuatan Nabi Yesaya telah digenapi di atas kayu salib bukit Golgota. Yesus telah memikul dosa kita di dalam tubuhNya. Jadi ada unsur darah dan daging. Yesus harus menjadi manusia supaya Ia dapat merasakan sengsara dalam tubuh manusianya. Ke-4 Injil telah menulis tentang kematian Yesus. Tubuh dan darahNya telah dikorbankan. Yesus harus merasakan sakit penyakit, cambuk dan mahkota duri. Lima luka telah Ia alami dalam tubuhNya. Hinaan dan ejekan prajurit Romawi, Ia menderita sakit dalam tubuhNya agar dengan bilurNya kita disembuhkan. Dia bukan saja menyembuhkan kita, tetapi juga menyelamatkan hidup kita.

Dalam Ibrani 10:11-14 kita dapat membaca setelah Yesus Kristus mempersembahkan korban darahNya, kemudian Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa. Kata “duduk” di sebelah kanan Allah Bapa ini dapat diartikan:

1. Seseorang yang telah selesai melakukan tugasnya dengan sukses tentu orang itu akan duduk / beristirahat. Yesus pun telah menyelesaikan tugasNya, Ia duduk di sebelah kanan Allah Bapa.

2. “Duduk” dapat diartikan pula bahwa Yesus duduk sebagai Raja di atas segala raja. Wahyu 5:9-13 merupakan suatu nubuatan yang akan kita lihat nanti. Ketika Yesus menerima suatu kepercayaan sehingga Ia memiliki wewenang untuk membuka gulungan Kitab dan membuka meterai-meterai. Ia akan menghakimi segala suku, bangsa dan seluruh umat manusia. Sebab itu berterima kasihlah kepada Yesus Kristus yang telah berbuat banyak kepada kita. Sebagai Anak Domba Allah yang telah tersembelih demi keselamatan kita semua.

No comments:

Post a Comment