Submitted by Pdt.A.H.Mandey on Tue, 10/14/2008 - 21:37
Ayat Pokok: Keluaran 12 : 21-28
Setelah membaca ayat-ayat tersebut maka kita bisa melihat bahwa apa yang Tuhan berikan kepada Musa dan Harun, diberikan juga kepada tua-tua bangsa Israel dan kepada seluruh rakyat sambil melakukan apa yang difirmankan oleh Tuhan. Allah yang mengambil prakarsa untuk jalan keselamatan / menyelamatkan bangsa Israel (manusia), karena bangsa Israel sudah tidak berdaya lagi; dianiaya, disiksa, sampai mereka berseru kepada Allah sehingga Allah sediakan jalan keluarnya.
Tetapi untuk mendapat keselamatan itu bangsa Israel harus mengikuti perintah Tuhan antara lain; mereka harus makan anak domba dan menggosokkan darah anak domba tersebut diambang pintu. Tuhan berkata: \Seorangpun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi sebab TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya\". Pada malam itu malaikat kematian akan melewati setiap rumah, setiap rumah orang Israel maupun rumah orang Mesir. Hanya rumah yang pintunya digosok oleh darah, selamat!. Tidak ada kematian! Lalu mereka cepat-cepat harus keluar, kalau sudah siang.
Perintah ini harus mereka laksanakan! Tuhan sudah sediakan jalan keselamatan, terserah kepada manusia untuk menerimanya. Menerimanya dengan jalan melaksanakan apa yang Tuhan perintahkan, apa yang Tuhan Firmankan, itu yang harus kita lakukan untuk menerima keselamatan yang Tuhan tawarkan bagi kita.
MENDIDIK ANAK SOAL IBADAH PASKAH
Hal yang menarik bagi saya untuk disampaikan pagi ini adalah ayat yang ada di Kel. 12:24-28 yaitu: MEMELIHARA IBADAH PASKAH (Anak Domba yang disembelih) harus selalu kita ingat dan laksanakan dalam kehidupan ini. Tuhan sudah mengetahui bahwa anak-anak (generasi yang baru) yang kesukaannya adalah bermain-main dan tiba-tiba harus pergi dan mengadakan perjalanan panjang. Maka apabila mereka sudah sampai di Tanah Perjanjian akan ada anak-anak yang mulai bertanya: Apa artinya Ibadah Paskah ini?.
Tuhan sudah tahu bahwa hal ini akan terjadi dan bahkan Tuhan sudah persiapkan. Anak-anak yang tiba-tiba berada dalam satu lingkungan yang berbeda, belum pernah mereka mengadakan Paskah, baru sekarang ini; sehingga timbul pertanyaan: apakah ini..? Seperti kita ketahui, bahwa sifat seorang anak adalah \"ingin tahu\". Dan kalau anak-anak sudah mulai besar, mulai timbul rasa ingin tahunya dan mereka mau tahu mengapa harus melakukan ini dan itu. Hal yang sama akan terjadi dengan anak-anak kita, generasi muda kita yang satu waktu akan bertanya: kenapa harus ke gereja, apa yang diperoleh di gereja dan mengapa ada yang menangis di gereja, sebentar lagi ada juga yang tertawa dengan suka cita, dan sebagainya.
Dan mungkin apabila mereka sudah mulai besar, mereka akan mempertanyakan kenapa di gereja ada acara makan roti, minum anggur (Perjamuan Kudus) dan ada orang yang dicelupkan dalam air (baptis)?
Apakah semua itu artinya dan untuk apa semua itu dilakukan ? Pertanyaan-pertanyaan semacam itu yaitu rasa ingin tahu mereka tentang apa artinya beribadah pasti akan ditanyakan oleh anak-anak (generasi yang baru) kepada kita. Tuhan sudah katakan kepada mereka: haruslah kamu berkata, Itulah korban Paskah bagi Tuhan yang melewati rumah-rumah orang Israel di Mesir ketika IA menulahi orang Mesir dan menyelamatkan bangsa Israel. Yang pasti bahwa jawaban harus ada bagi anak-anak tersebut. Dengan lain kata, jalan keselamatan itu (mulai dari Paskah dst.) harus diteruskan kepada anak-anak. Oleh karena itu di gereja kita ada kelas-kelas untuk Sekolah Minggu, mulai dari kelas untuk usia 1-2 tahun hingga kelas dewasa dimana diajarkan Firman Allah, dan anak-anak ini menikmati keluar dari Mesir, artinya: \"K e s e l a m a t a n\". Tapi pertanyaan-pertanyaan tetap ada, yaitu mengapa melakukan ini dan itu di gereja?.
Hosea 4:6: \"Umatku binasa karena tidak mengenal Allah..\". UmatKu binasa, mereka bisa selamat, keluar hanya karena menerima Yesus, percaya kepada Yesus, maka manusia akan selamat ! Namun keselamatan itu seringkali diganggu / digoda oleh Iblis. Oleh pergaulan yang tidak baik. Anak-anak kita, bila kita ajarkan tentang jalan keselamatan, mereka mengerti dan percaya. Tapi dalam pergaulan mereka ada yang menyesatkan sehingga kalau saja anak kita tidak dibekali dengan pengetahuan tentang Allah, tentang Firman Allah (because of lack of knowledge), maka umatKu binasa juga. Keselamatan adalah sesuatu yang Tuhan berikan kepada kita, tetapi kalau keselamatan itu tidak dipelihara / dijaga dengan pengetahuan, maka orang bisa kehilangan keselamatan itu. Karena dia tidak tahu dan dia mulai bertindak sekehendak hatinya. Jadi harus diajarkan tentang Firman Allah, itu sangat p e r l u sekali! Terutama sangat perlu sekali untuk diajarkan kepada anak-anak.
Didikan sangat perlu bagi anak-anak. Mengapa demikian? Bukan hanya perlu diberikan kepada anak-anak (kecil) saja, tapi perlu juga diajarkan kepada anak-anak rohani (bersifat seperti kanak-kanak). Mengapa saya katakan begitu? Pada waktu seseorang yang berdosa bertobat dan menerima Yesus sebagai Juru Selamat, dia disebut sebagai \"Orang Kristen\". Firman Allah ajarkan bahwa dia sejak saat itu mengalami kelahiran baru. Mungkin dia sudah berusia 40 tahun waktu dia baru terima Yesus sebagai Juru Selamat. Dia sudah dilahirkan oleh ibunya 40 tahun yang lalu, tapi waktu dia percaya, menerima Yesus dan bertobat, menjadi anak Tuhan, disitu terjadi / mengalami \"kelahiran baru\".
Apa yang Yesus katakan kepada Nikodemus dalam Yoh 3: 3-5: \"Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah\". Nikodemus pikir, apakah saya harus masuk kembali ke dalam rahim ibu lagi, bagaimana mungkin? Yesus berkata, b u k a n itu! \"Kelahiran baru\" adalah kelahiran dari atas. Bukan kelahiran dari bumi ini. Sama seperti kelahiran Yesus. Waktu Yesus lahir di kandang Bethlehem, DIA bukan lahir dari bumi ini (Yusuf dan Maria), tapi DIA lahir dari Atas, dari Allah. Itulah sebabnya Maria bertanya : \"Bagaimana mungkin saya mengandung kalau saya belum bersuami?\". Malaikat berkata: Roh Kudus akan menaungi engkau, Roh Kudus yang datang dari atas. Kelahiran Yesus, kelahiran dari Atas!
Nah, begitulah juga waktu kita diselamatkan, kita bertobat, kita mengalami kelahiran dari Atas sehingga karena kita kelahiran dari Atas, maka seandainya ada peraturan di dunia ini bahwa apabila ada orang Indonesia (WNI) yang melahirkan anaknya di Amerika, maka anak itu akan menjadi Warga Negara Amerika. Itu ketentuan di Amerika. Lain lagi dengan peraturan yang ada di Indonesia. Begitulah juga kalau kita lahir dari Atas. Secara manusia kita lahir di bumi Indonesia dan disebut sebagai orang Indonesia. Tapi karena kita lahir juga dari Atas, kita juga anak Sorga. Kita mempunyai SORGA sebagai Tanah Air kita, dimana kita dilahirkan. Oleh karena itu seringkali kita melihat orang yang meninggal dunia dikatakan \"telah berpulang kerumah Bapa\" Karena dia lahir dari Atas, Warga Negara kita adalah Warga Negara Sorga.
Saudara-saudara, Anak-anak ini, Selamat! Mereka keluar bersama orang tuanya masing-masing pada hari Paskah itu. Mereka Selamat. Tapi mereka tidak mengerti, mereka tidak tahu apa artinya semua yang Tuhan Allah berikan kepada Musa dan Harun. Musa dan Harun ceritakan kepada seluruh anak bangsa. Orang-orang dewasa bisa mengerti. Tapi bagaimana dengan anak-anak? Dan untuk itu dalam perjalanan mereka (anak-anak) perlu diajarkan dan diberitahukan apa a r t i Ibadah itu! Apa artinya beribadah Paskah itu, apa artinya makan roti yang tak beragi itu? Semua perlu untuk dimengerti oleh mereka.
Peran orang tua dalam mendidik anak-anak: Ulangan 4:1-9
UL 4:1: \"... dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu....\" Mereka keluar dari Mesir menuju ke Tanah Perjanjian. Nah, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN itu maka kamu harus melakukan segala ketetapan dan peraturan ini.
UL 4:2 : \"Janganlah kamu menambahi,....menguranginya...\" Perintah Tuhan dalam kitab Wahyu 22:18-19: Firman Allah jangan di tambah, jangan di kurangi. Jadi dari Perjanjian Lama sampai ke Perjanjian Baru ada ayat-ayat yang menunjukkan bahwa jangan ditambah-tambahin Firman Allah, jangan juga dikurang-kurangi Firman Allah itu. Apabila Firman itu ditambah-tambah, maka banyak malapetaka yang disebut itu akan ditambahkan kepada orang yang suka menambah-nambah Firman, kalau kurang, nanti juga ada yang dikurangi
dari dia, dari Buku Kehidupan ini. Sebab itu Firman itu harus seutuhnya kita pegang dan kita ajarkan.
UL 4:3-6: Bangsa-bangsa lain akan melihat, memang ada bedanya. Bangsa ini berakal budi dan bijaksana, karena bangsa ini melakukan Firman Allah. Saudara-saudara, kalau kita melakukan Firman Allah tanpa kita banyak bicara, kehidupan kita telah menjadi kesaksian bagi orang lain. Orang lain yang menilai bahwa ada yang beda dalam kehidupan kita. Perbedaannya adalah melakukan Firman Allah dan dia beribadah dengan setia.
UL 4:7: \"Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai Allah yang demikian dekat seperti TUHAN?\" Hanya Tuhan yang bisa begitu dekat dengan bangsa yang selalu mengikuti FirmanNya. Allah tidak jauh, Firman Allah katakan Allah itu hanya sejauh doa. Begitu kita mengambil sikap berdoa, langsung keluarlah perkataan yang keluar dari mulut kita, secepat itu juga, bahkan sedekat itu juga Tuhan. Kalau kita hanya berbisik saja, Tuhan pun dengar. Karena Tuhan dekat dengan kita. Kita tidak perlu ber-teriak teriak, sekalipun ada saatnya bagi kita untuk bersorak-sorai memuji Tuhan. Namun ada waktunya kita berkata dalam hati \"halleluyah\" secara perlahan dan lembut. Ada waktunya juga bagi kita untuk berdoa dengan cara berbisik kepada Tuhan.
Ingat saja kisah dari Hanna yang disakiti hati oleh \"madunya\" karena Hanna tidak mempunyai anak. Lalu Hanna berdoa seperti layaknya orang yang sedang berbisik, hanya bibirnya saja yang bergerak. Saat itu Imam Eli menyangka bahwa Hanna sedang mabuk dan pada saatnya Tuhan jawab dan kabulkan doa Hanna (yang walaupun dilakukan dengan cara berdoa dalam hati, hanya bibirnya saja yang bergerak-gerak) dan Hanna mendapat seorang anak, lalu Hanna kembali kepada Imam Eli dan berkata : \"Inilah anak yang ku doakan dulu, disinilah aku duduk dulu dan berdoa yang disangka Imam bahwa aku sedang mabuk\". Inilah hasil dari doa, lahirnya Samuel. Begitulah saudara, Tuhan itu begitu dekat, hanya berbisik kepada Tuhan, Tuhan dengar suara kita. Halleluyah !
UL 4:8: \"Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?\" Disamping itu diakui juga bahwa: \"Bangsa besar
manakah yang mempunyai Allah yang demikian dekat, seperti Tuhan?\". Setiap kali kita memanggil kepadaNya, Firman yang Tuhan berikan kepada Musa dan diteruskan kepada bangsa ini, dia katakan tidak ada Firman yang begitu indah / lebih berkuasa dari apa yang Tuhan berikan kepada Musa ini. Firman Allah adalah Firman yang adil. Di dunia ini orang masih mencari keadilan. Belum ada keadilan didalam dunia ini.
UL 4:9 : \".....Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu- cicitmu semuanya itu\" Apa yang kamu pernah lihat, dengar dan alami dari Tuhan itu, ceritakanlah kepada anak-anakmu. Anak-anak tidak mengerti,
mereka hanya mengerti bahwa seringkali orang tua pulang dan dipukuli, disiksa. Bangsa Israel di Mesir menderita, penuh dengan kesulitan dan sekarang mereka dibawa keluar dan nanti akan tinggal di Negeri yang Tuhan telah janjikan bagi mereka, bahkan Negeri itu akan menjadi milik mereka selama-lamanya. Sehingga bangsa Israel menjadi bangsa yang merdeka! Inilah yang h a r u s diceritakan kepada anak cucu kita. Hal ini menjadi kewajiban bagi kita sebagai orang tua terhadap anak-anak. Karena Tuhan adalah sahabat Kanak-kanak. Oleh karena itu, kalau ada orang yang membawa anak-anak kepada Yesus supaya Yesus berkati, jangan dilarang! Karena Yesus berkata: Anak-anak inilah yang empunya Kerajaan Sorga.
Ada banyak sekali pelecehan terhadap anak-anak sekarang ini. Apa yang kita lihat dan dengar sekarang ini, pelecehan dalam segala bidang terhadap anak-anak. Berapa banyak anak-anak yang dirugikan, dalam hal
pendidikan, misalnya. Yang oleh pemerintah dengan berbagai dalih untuk mengurangi dana ini dana itu dan akhirnya dana untuk pendidikanpun dikurangi. Apa jadinya? Inipun merupakan pelecehan terhadap anak-anak. Begitulah kalau di dunia sekuler hal ini bisa terjadi, apalagi secara rohani kita mempunyai kewajiban mengajarkan anak-anak kita, segala peraturan daripada Allah. Kalau anak-anak itu dari kecil sudah diajarkan, dididik, dilatih dengan baik, saya percaya janji Tuhan pun akan digenapi.
UL 31:12: \"Seluruh bangsa itu berkumpul.....dan belajar takut akan TUHAN, Allahmu\". Kalau mereka sudah sampai di Tanah Perjanjian, mereka kumpul dan dengar.
UL 31:13: \"Dan supaya anak-anak mereka yang tidak mengetahuinya, dapat mendengarnya....\". Kalau sampai kesana, jangan lupa, anak-anak pun harus dididik! Anak-anak harus diajar bagaimana takut akan Tuhan, menghormati, percaya dan mengasihi Tuhan. Kewajiban itu diberikan kepada orang tua, mengajarkan jalan Tuhan. Ams 22:6 :\"Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu\". Jadi kita harus didik anak-anak sejak kecil, dari masa mudanya kita didik mereka sampai masa tua mereka tidak akan tinggalkan Tuhan. Jangan tunggu sampai anak-anak itu bisa menentukan sendiri, t e r l a m b a t !! Semasa mereka masih muda didik dan ajarkan jalan
Tuhan. Maka kita tidak akan kecewa sebab sampai anak itu nanti dewasa, dia tidak akan menyimpang dari jalan Tuhan. Merupakan kerinduan TUHAN untuk melihat anak-anak menjadi sebagai PELAKU Firman Tuhan.
1. RAJA SALOMO. 1 Raja 9:1-4. Raja Salomo adalah anak dari Raja Daud. Raja Daud adalah seorang Panglima Besar bangsa Israel, seorang raja yang telah menjadikan kerajaannya sangat luas. Keberaniannya dari masa muda untuk melawan singa, beruang, Goliat dan masih banyak lagi yang bisa dikalahkan oleh Daud. 1 Raja 9:1: \" Ketika Salomo selesai mendirikan rumah TUHAN dan istana raja dan membuat segala yang diinginkannya\" Begitu kayanya Salomo ini, membangun bait Allah, membangun istana dan membuat segala yang diinginkannya. 1 Raja 9:2-3. Betapa senang hati Salomo, membangun sesuatu dan Allah merestui dan memberkati, bahkan Allah berkata: mataKu dan hatiKu akan ada di situ sepanjang masa. Senang Salomo, apa yang dia buat, apa yang dia doa kan didengar oleh Tuhan.
1 Raja 9:4: \" Mengenai engkau.....\" Sekarang berbicara dari hal engkau yaitu rumah yang engkau bangun, luar biasa hebatnya, itulah Istana yang engkau bangun, hebat sekali ! Tetapi, mengenai engkau, \"Mengenai engkau, jika engkau hidup di hadapanKu sama seperti Daud, ayahmu, dengan tulus hati dan dengan benar dan berbuat sesuai dengan segala yang Kuperintahkan kepadamu, dan jika engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturanKu, ....\" Tuhan janjikan! Kalau saja engkau hidup seperti ayahmu, Daud. Ayahnya Salomo, Daud, menjadi c o n t o h, apa yang diajarkan Daud kepadamu dan engkau tetap mengikuti segala ketetapan dan peraturanKu maka kerajaan ini akan tetap berada dibawah keturunanmu selama-lamanya.
Salomo mulai dengan baik sekali, mengikuti teladan dari ayahnya, Daud. Tapi pada satu waktu, Salomo melawan kehendak Allah. Sesudah Salomo meninggal, Kerajaan Israel yang terdiri dari 12 suku bangsa itu p e c a h menjadi 2 (dua) bagian yaitu Kerajaan Yahuda dengan 2 (dua) suku bangsa dan Kerajaan Israel dengan 10 (sepuluh) suku bangsa. Terjadi perpecahan akibat tidak konsistennya (Salomo) di dalam mengikuti teladan dari ayahnya, Daud. Allah mau supaya kita sebagai orang tua bisa menjadi contoh bagi anak-anak kita. Memang tidak mudah bagi kita melakukan hal ini. Tetapi Tuhan telah memberikan banyak contoh dan kiat untuk bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak kita. Puji Tuhan!
2. RAJA YOSAFAT. 2 Taw 17: 1-3 . Raja Yosafat juga seorang Raja besar. Seorang Raja yang mengalami pertolongan Tuhan yang luar biasa.
2 Taw 17:1 \"Maka Yosafat, anaknya, menjadi raja menggantikan dia. Sebagai pemimpin Israel ia memperkuat dirinya\" . Leluhurnya, lagi dia sebagai contoh! Sudah lewat beberapa generasi, dari zaman Raja Daud, ada beberapa generasi telah dilewati. Tetapi anak yang satu ini, YOSAFAT, mengikuti contoh dan teladan dari leluhurnya! Rupanya cerita tentang Daud itu turun temurun terus sampai kepada Yosafat. Kehidupan daripada Daud itu menjadi contoh turun temurun, menjadi cerita dari satu generasi kepada generasi yang lain sampai Yosafat yang hidup pada waktu itu, mengikuti jejak langkah daripada leluhurnya, Daud.
2 Taw 17:4: \"melainkan mencari Allah ayahnya.....\". Dia sangat senang mempunyai ayah, sangat senang mempunyai seorang leluhur yang dapat menjadi contoh, dambaan dan yang dia perlukan. Dan Tuhan memberkati raja Yosafat! Saudara-saudara, mengikuti contoh, teladan dari orang tua yang kenal akan Tuhan, yang cinta akan Tuhan; maka anak-anak akan senang dan bahagia. Sebab itu biarlah kita belajar untuk mendidik anak-anak dari masa muda, dan kita akan melihat mereka akan menjadi anak-anak yang sangat menghargai orang tua dan bangga mempunyai orang tua yang takut akan Tuhan.
3. TIMOTIUS. 2 Tim 1:4-5. I m a n susah untuk dijadikan warisan turun temurun. Tapi Iman bisa timbul karena diajarkan terlebih dahulu kepada anak ini, TIMOTIUS. Iman yang dimiliki oleh Neneknya Timotius (LOIS) diajarkan oleh neneknya kepada ibu dari Timotius (Eunike) dan sekarang diajarkan pula kepada cucu. Rupanya Lois mengajarkan jalan Tuhan kepada Eunike, anaknya. Mendapat jalan Tuhan itu, mendapatkan Iman. Darimanakah datangnya Iman? Dari pendengaran! Dari pendengaran akan Firman Allah! Jadi rupanya nenek tua ini ajarkan kepada anaknya. Mungkin juga dari anak ini turun kepada cucu, Timotius. Itu semua karena Firman diajarkan yang diberikan kepada anak-anak. Sampai Rasul Paulus berkata mengenai Timotius: aku tahu bahwa Iman yang ada pada nenekmu, yang ada pada ibumu, juga ada padamu.
2 Tim 1:6: Jangan engkau lantas menjadi suam. Iman yang sudah ada padamu, jangan menjadi suam, tapi kobarkanlah. Kobarkan semangat yang ada padamu. Kobarkan Iman yang ada padamu. Jangan sampai turun temurun makin lemah. Tidak ada harta yang lebih indah, yang orang tua dapat tinggalkan bagi anak-anaknya daripada memberikan kepada mereka Firman Allah, mengenal Firman Allah, sehingga mereka bisa percaya kepada Tuhan Yesus. Tidak semua orang tua bisa meninggalkan harta warisan (uang, tanah, kekayaan dsb,nya), orang tua akan berusaha, dan kalau orang tua diberkati oleh Tuhan, bekerja keras, mendapat kekayan dan itu diturunkan, diwariskan kepada anak-anaknya; itu wajar. Firman Allah ajarkan demikian. Tapi kalau pun dalam masa hidup orang tua itu tidak mampu memberikan warisan, maka harta yang terindah adalah: berikan kepada mereka (anak-anak) Firman Allah, ajarkan mereka percaya kepada Yesus Kristus maka itulah kekayaan yang terbesar yang kita berikan kepada anak-anak kita.
Tetapi memberikan harta kekayaan duniawi tanpa mengajarkan Firman Allah kepada mereka, apakah gunanya? Mereka bisa memiliki seluruh dunia ini, tapi kalau jiwanya mereka binasa.., Apakah tanggung jawab kita kepada Tuhan atas berkat anak yang Tuhan berikan kepada kita itu; tapi kemudian anak itu terhilang? Jawaban apa yang akan kita berikan kepada Tuhan? Mari kita ingat apa yang Tuhan katakan kepada Musa dan Harun. Kalau anak-anakmu mulai bertanya-tanya, keingin tahuan itu mulai timbul dalam hidup anak-anak. Kewajiban dari orang tua mulai berlaku, kita h a r u s tanamkan Firman Allah kepada mereka. Ajarkan kepada mereka, apa arti Paskah, apa arti keselamatan dsb .
Tuhan berkata kepada Musa: Paskah itu adalah, pada waktu malaikat kematian memasuki tiap rumah, tetapi tiap rumah yang ada tanda darah pada dua tiang dan ambang pintu, malaikat kematian tidak datang. Dan kitalah orang-orang Israel yang mengalami hal itu. Saudara-saudara, biarlah kita juga dapat mengajarkan Firman Allah kepada anak-anak kita. Keselamatan. Ayah, ibu, kakek, nenek dan cucu-cicit kita selamat karena ada Yesus yang sudah menyelamatkan kita. Kematian tidak datang, keselamatan buat kita, percayalah kepada Yesus.
Saudara akan memiliki kebahagian yang luar biasa manakala kita tahu anak dan cucu kita sama-sama beribadah kepada Tuhan. Yosua seorang hamba Allah, dia berkata kepada bangsa Israel waktu bangsa Israel sudah masuk ke Tanah Kanaan. Dia berkata: Kamu sekarang sudah sampai di Tanah Perjanjian. Sekarang terserah kepadamu. Bebas memilih allah mana yang akan kamu sembah. Kepada allah mana kamu mau beribadah, terserah kepadamu! Ada banyak allah-allah, ada banyak agama, t e r s e r a h, kamu mau pilih yang mana. Tapi aku, kata Yosua, aku dan seisi rumah tanggaku, kami akan beribadah kepada TUHAN jua! Halleluyah.
Apakah kita juga mempunyai kerinduan yang demikian? Tuhan....., aku dan seisi rumah tanggaku, suami, isteri dan anak-anak, kami mau t e t a p beribadah kepada TUHAN! Halleluyah. Mari kita berdoa, mohon kepada Tuhan supaya Tuhan tolong kita sebagai orang tua menjalankan kewajiban kita ini dengan baik. Inilah yang Tuhan akan minta, pertanggung jawaban dari kita nanti. Apa yang telah kau lakukan bagi anak-anak? Apa yang telah kau ajarkan? apa yang telah kau wariskan bagi anak-anak? Adalah baik memberikan warisan kekayaan bagi anak-anak, tapi jauh lebih indah lagi berikan kepada mereka I m a n dalam Firman Allah. Tuhan memberkati.Amin
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment