Submitted by Pdt.A.H.Mandey on Tue, 10/14/2008 - 21:37
Perkataan pertama: “ Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” – Lukas 23:34. Sangat kontras dengan apa yang sebenarnya sedang terjadi yaitu bahwa orang-orang yang ada di bawah salib justru sedang menyiksa Yesus dan menyangka bahwa mereka melakukan hal yang benar. Mereka tidak tahu dan tidak menyadari apa yang mereka perbuat. Barulah lima puluh hari kemudian, tepat pada hari Pentakosta, mereka menyadari arti perbuatan mereka. Pada hari itu, setelah Petrus berkhotbah orang-orang yang mendengarkan khotbahnya merasa terharu dan bertanya: apa yang harus kami perbuat ? - Kisah Rasul 2:37. Pada saat itulah Petrus menyuruh mereka untuk bertobat dan memberi diri dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Ini semua terjadi karena Yesus telah berdoa kepada Bapa untuk mengampuni kesalahan orang-orang yang telah menyalibkan Dia.
Perkataan kedua: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus. – Lukas 23:43. Ini adalah perkataan Yesus kepada salah seorang penjahat yang disalibkan bersama-sama dan yang meminta agar Yesus mengingat dia bila Ia datang sebagai Raja. Penjahat itu sama sekali tidak sempat di baptis atau beribadah tapi ia memohon kemurahan Yesus. Karena itu sebagaimana keyakinannya kepada Yesus, maka ia masuk ke dalam Firdaus bersama dengan Yesus.
Perkataan ketiga: Yesus berkata kepada ibuNya: “Ibu, inilah, anakmu !“ Kemudian ia berkata Yohanes, muridNya: “Inilah ibumu!”- Yohanes 19:26-27. Dalam keadaan kesakitan di atas kayu salib Yesus masih mengingat dan menghormati ibuNya. Ia tahu kondisi ekonomi Maria yang berkekurangan. Karena itu Ia menitipkan ibuNya kepada Yohanes yang memiliki kehidupan ekonomi yang lebih baik daripada murid-murid yang lain. Sejarah mencatat sesudah kematian Yesus, Maria tinggal bersama dengan Yohanes hinggga Ia mati 15 tahun kemudian. Di atas kayu salib Yesus tetap mengingat kebutuhan sosial dan ekonomi dari orang-orang yang percaya kepadaNya.
Perkataan keempat: “Eli, Eli lama sabakhtani ?” – Matius 27:46. Arti perkataan itu adalah: Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku ? Yesus tahu penderitaan yang akan Ia alami dan Ia tidak takut meghadapinya. Hal ini sudah ditetapkan oleh Allah sejak dari semula sebelum dunia dijadikan. Alkitab menuliskannya pertama kali pada saat Allah mengatakan apa yang akan terjadi antara keturunan Hawa dan keturunan ular yaitu bahwa keturunan Hawa akan meremukkan kepala keturunan ular tapi keturunan ular itu akan memagut tumit keturunan perempuan itu - Kejadian 3:15. Iblis akan dikalahkan oleh Yesus tapi Yesus akan mengalami penderitaan yaitulah penderitaan aniaya dan salib. Tapi ketika Ia harus meminum cawan yang berisi dosa manusia Ia mengalami pertentangan yang luarbiasa. Sebagai Anak Allah yang kudus dan suci, Ia tidak dapat bersentuhan dengan dosa tapi sekarang justru itu yang harus Ia tanggung. Karena itu Ia berserah kepada kehendak BapaNya. Di atas kayu salib Yesus menderita sengsara, tapi Ia mengalahkan Iblis.
Perkataan kelima: “Aku haus“ – Yohanes 19:28. Kata-kata ini dituliskan oleh Yohanes dan tidak terdapat dalam ketiga kitab Injil yang lainnya. Ada konteks sejarah yang harus kita lihat untuk mengerti mengapa tulisan Yohanes tidak terdapat dalam Injil yang lainnya. Injil Yohanes ditulis paling belakangan dibanding kitab Injil yang lain dipenghujung abad pertama. Ketika itu sudah ada pemikiran untuk: “mengasihani ” penderitaan Yesus dengan cara mengajarkan bahwa Yesus sebenarnya tidak merasakan sakit ketika Ia dianiaya dan disalib. Dengan menuliskan kata-kata itu Yohanes ingin membuktikan bahwa ketika menderita sengsara Yesus merasakan semuanya dengan tubuh manusiaNya dan karena itu Ia berkata, Ia haus. Jadi, Dia memang merasakan sakit yang luarbiasa.
Perkataan keenam: “Sudah selesai” – Yohanes 19:30. Yesus menyelesaikan pekerjaan yang diberikan Bapa dengan sempurna dan bukan hanya asal selesai.
Perkataan ketujuh: “Ya, Bapa, ke dalam tanganMu kuserahkan nyawaKu” – Lukas 23 : 46. Kemudian DIA mati. Pekerjaan Yesus di dalam dunia ini Ia selesaikan dengan sempurna sehingga tidak ada Juruselamat lain selain Yesus. DarahNya yang mahal telah menebus kita dari segala dosa dan kesalahan kita. Tuihan memberkati saudara
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment