Pdt.R.Bolung: Seputar Keputusan Menyalibkan Yesus
Submitted by Anonymous on Tue, 10/14/2008 - 21:37
Pertama. Imam-Imam, para ahli Taurat dan para tua-tua yang sudah mengenal dan mengerti Firman Tuhan merasa dengki terhadap Yesus (Markus 15:1,10). Kedengkian itu menyebabkan mereka sanggup menyerahkan Yesus untuk di salibkan. Hal seperti ini sangat dapat terjadi dalam kehidupan Jemaat. Kedengkian membuat kita melakukan hal-hal yang tidak baik karena kedengkian itu menimbulkan akar pahit terhadap sesama jemaat. Kain dengki pada Habel, adiknya, karena persembahannya tidak diterima Allah. Kedengkian itu membuat hatinya terbuka kepada iblis, sehingga iblis masuk dan kemudian membunuh adiknya sendiri. Karena itu jangan biarkan kedengkian masuk dalam hidup kita.
Kedua. Orang banyak terhasut oleh ucapan imam-imam kepala untuk meminta agar Barabas yang dibebaskan sehingga Yesuslah yang disalibkan (Markus 15:11). Orang banyak itu mudah dihasut dan diperalat karena mereka tidak memiliki pendirian yang teguh. Padahal beberapa waktu sebelumnya mereka mengelu-elukan Yesus yang masuk ke kota Yerusalem, menghamparkan jubah mereka untuk dilewati oleh Yesus dan berteriak: “Hosana! BagiNya”, Tapi, sekarang dari mulut yang sama keluar teriakan: “Salibkan Dia !”. Sebagai orang percaya kita harus punya sikap dan pendirian yang jelas sehingga tidak mudah dihasut atau diperalat.
Ketiga. Pilatus yang tidak mendapati kesalahan apapun pada diri Yesus, lebih mementingkan diri sendiri daripada mempertahankan kebenaran tentang Yesus. Demi jabatannya ia cuci tangan atas perkara Yesus, dan keputusannya itu membawa Yesus ke salib. Banyak orang percaya bahkan hamba-hamba Tuhan rela “menyerahkan” Yesus demi jabatan, kehormatan, dan sebagainya. Padahal Yesus sendiri, yang punya kedudukan setara dengan Allah, rela meninggalkan semua kemuliaanNya demi keselamatan manusia karena Ia tidak mementingkan diriNya sendiri (Filipi 2:5-8). Firman Allah mengatakan dimana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di sana ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (Yakub 3:14-15) Sebagai orang percaya baiklah kita menaruh pikiran dan perasaan yang sama seperti yang terdapat dalam Kristus.
Keempat. Pilatus memberikan pilihan: bebaskan Yesus yang berarti hukum Barabas atau bebaskan Barabas yang berarti salibkan Yesus (Markus 15:9,12). Dalam kehidupan kita selalu akan ada pilihan untuk kita ambil. Apa atau siapa yang akan kita pilih ? Orang Yahudi saat itu lebih memilih untuk membebaskan Barabas yang sangat jahat supaya Yesus disalibkan padahal Ia tidak bersalah. Hak memilih ada pada kita, apakah kita akan memilih Yesus atau dunia. Bila kita menyadari apa yang telah diperbuat Yesus bagi kita, maka tidak ada alasan untuk menolak Dia. Tuhan memberkati saudara
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment