Tuhan Yesus pernah mengajarkan doa yang begitu sempurna kepada murid-murid-Nya yaitu Doa Bapa Kami. Setelah Tuhan Yesus naik ke Surga dan tidak lagi berada dalam dunia ini sebagai manusia, Roh-lah yang membantu kita untuk berdoa seperti yang terdapat didalam Roma 8:26-27 berkata : ”Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.”
Ketika orang berdoa, karena begitu cepatnya, tidak tahu apa yang didoakan. Karena begitu cepatnya, tidak mengundang hadirat Tuhan, kuasa Tuhan, doa hanya sebagai kebiasaan, doa hanya sebagai mantra dan tidak mempunyai kuasa. Ada orang berdoa karena ingin dianggap pintar berdoa, doanya dibuat lama namun bertele-tele dalam arti topik doa yang disampaikannya adalah sama namun berbelok-belok. Tidak salah apabila melakukan doa yang panjang-panjang, apabila topik doanya begitu banyak. Namun ada juga orang yang tidak mampu untuk berdoa.
Saudara, di dalam Doa Bapa Kami yang terdapat didalam Matius 6:9-10, diajarkan doa yang begitu sempurnanya. Di dalam pendahuluan disebutkan : ”Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Pendahuluan doa yang begitu menarik dan menakjubkan yang diajarkan Tuhan Yesus. Ketika mulai berdoa, kita diajarkan untuk mengundang hadirat Allah, kuasa Allah, Kerajaan Allah di dalam hidup dan diri kita. Datanglah Kerajaan-Mu, mengandung arti Kerajaan Allah atau Raja Damai itu yaitu Yesus Kristus bertahta di dalam kehidupan kita. Sebelum melanjutkan untuk memanjatkan permohonan dan permintaan kepada Yesus Kristus, biarkan Kerajaan Allah itu bertakhta di dalam hati kita, damai sejahtera menaungi kita. Yesus datang ke dunia ini sebagai Raja yang berkuasa, sebagai Tuhan yang Kudus, yang Maha Kudus. Sebenarnya kita tidak layak untuk menerima-Nya sebagai Raja di dalam hati kita yang penuh dengan dosa. Karena semua orang telah berdosa dan telah hilang kemuliaan-Nya (Roma 3:23).
Di dalam Yesaya 59:1-3 dikatakan :”Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. Sebab tanganmu cemar oleh darah dan jarimu oleh kejahatan; mulutmu mengucapkan dusta, lidahmu menyebut-nyebut kecurangan.” Tuhan tidak mendengar doa dan seruan kita, karena dosa dan pelanggaran kita, sehingga Dia tidak mau bertakhta di dalam hati dan kehidupan kita.
Namun syukur bagi Allah, Dia telah mengutus Anak-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk menebus dosa dan kesalahan manusia. Di dalam nama Yesus Kristus, hadirat Allah, kuasa Allah, Kerajaan Allah dapat bertakhta dalam kehidupan kita yang berdosa ini, karena kita telah dibenarkan oleh Darah Kristus bagi orang yang percaya kepada-Nya. Oleh karena itu, agar dapat berdoa dengan penuh kuasa, mari kita undang kuasa Tuhan dengan menghadirkan Kerajaan Allah dalam kehidupan kita, dalam hati kita, dalam doa kita. Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment