Monday, April 26, 2010

MAKELAR KASUS

Saat ini berita tentang penangkapan seorang berinisial MAKELAR KASUS begitu menarik perhatian. Betapa tidak, seorang Makelar Kasus yang merupakan PNS golongan III A diisukan memiliki dana simpanan sebesar 28 milyar rupiah dan memiliki rumah serta mobil dengan harga milyaran rupiah, sangat kontras dengan kehidupan PNS pada umumnya. Makelar kasus yang ditangkap dan dibawa ke Jakarta telah menaruh sejarah buruk dalam korps PNS di lingkungan intansi tempat dia bekerja yang diduga terlibat konspirasi dalam kasus korupsi. Banyak orang yang mencibir, mencela serta mengutuk perbuatannya seakan-akan hanya dia saja telah berbuat seperti itu di negeri ini.

Memang sebagai seorang makelar apalagi makelar kasus di instansi dimana seseorang bekerja, dapat dikatakan sangat menggiurkan dan menggoda integritas seseorang untuk dapat membalikkan suatu fakta dari yang benar menjadi salah dan dari yang salah menjadi benar. Suatu konspirasi dapat terjadi akibat adanya makelar kasus ini. Dari dahulu sampai sekarang, makelar kasus sebenarnya sudah terjadi dan ini merupakan sejarah panjang yang tak terlupakan. Kita ambil saja suatu contoh di Alkitab bagaimana makelar kasus dari kalangan bawah melakukan suatu konspirasi atau persekongkolan sehingga tercipta suatu kondisi yang memutarbalikkan fakta tentang kebangkitan Yesus Kristus. Serdadu-serdadu yang merupakan bawahan dan merupakan saksi tentang kebangkitan Yesus Kristus terlibat makelar kasus dengan tua-tua Yahudi dengan imbalan sejumlah uang. (MATIUS 28:12). Mereka diberikan sejumlah uang agar mengatakan suatu kesaksian palsu tentang kebangkitan Tuhan Yesus yang saat itu sedang hangat-hangatnya diceritakan. Hal ini mengakibatkan adanya berita yang menyimpang tentang kebangkitan Yesus Kristus dari dahulu sampai sekarang. (Matius 28:15)

Ada begitu banyak orang terlibat makelar kasus, bukan hanya Makelar Kasus dan lain-lainnya yang saat ini diberitakan di media massa. Mungkin diantara kita sebagai anak-anak Tuhan, sering melakukan hal yang sama baik di kantor maupun di lingkungan sekitar kita. Sebagai pelayan masyarakat di instansi tempat kita bekerja, kita memperkaya diri sendiri dengan cara yang tidak benar, dengan cara meraup keuntungan dari kebersalahan dan ketidaktahuan orang lain. Mempersulit orang lain didalam mengurus sesuatu yang berhubungan dengan instansi tempat kita bekerja dengan harapan orang tersebut meminta bantuan dengan sejumlah imbalan. Tanpa sadar, kita juga merupakan makelar kasus karena sering menipu orang lain, menindas orang lain, memperlakukan orang lain dengan tidak semestinya dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memperkaya diri sendiri. Sebagai seorang usahawan, kita menjadi makelar kasus dengan memberikan sejumlah uang kepada pejabat tertentu agar urusan bisnis dan proyek menjadi lancar dan dapat memenangkan tender proyek tanpa halangan. Sebagai seorang pelayan Tuhan, kita menjadi makelar kasus dengan mencari uang dan memperkaya diri sendiri dari pelayanan yang dilakukan dan menyimpang dari misi semula. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa ambisi untuk memperoleh kekayaan, kejayaan, nama besar dan lain sebagainya dengan cara cepat membuat kita lupa akan tujuan hidup kita semula yaitu memuliakan Tuhan. Kita menghalalkan segala cara dan tanpa sadar juga menjadi Makelar Kasus dalam bentuk dan rupa yang lain. Fokus perhatian kita saat ini hanya kepada seorang Makelar kasus yang dituduh terlibat suap, dituduh sebagai makelar kasus dengan angka perolehan yang fantantis dan menyedot perhatian masyarakat. Hati kita terusik hanya karena angka perolehan yang demikian besar. Lalu bagaimana dengan diri kita sendiri yang mungkin telah melakukan hal serupa namun dengan nilai yang mungkin tidak mengusik perhatian orang banyak? Apakah kita sudah introspeksi diri kita sendiri? Mari merenungkan yang telah kita lakukan sehingga kita tidak dengan mudah segera menghakimi orang lain. Ingatlah, bahwa kita umat Tuhan ditempatkan di suatu instansi bukanlah bertujuan untuk memeras orang lain dan memperkaya diri sendiri, namun menjadi umat-umat Tuhan yang dapat menjadi terang dan garam bagi kemuliaan nama Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberkati. Amin. (01042010)

No comments:

Post a Comment