Sunday, April 11, 2010

renungan

suatu kali seekor ayam jantan asyik mematuk makanan di sekeliling halaman rumah. asyik sekali ia melahap makanannya hingga tak sadar kalau ia telah melewati batas halaman dan sudah berada ditengah jalan. mungkin pikirannya begini, "hmm... kukuruyuk... kapan lagi nemu makanan enak kayak gini... kukuruyuk... asyik, asyik, asyik..."
tiba-tiba, sebuah mobil melaju kencang ke arahnya. tetapi ia tetap aja cuek sambil mematuk makanan lezat itu. begitu pak sopir menekan keras klaksonnya hingga bikin kupingnya pekak, sang ayam pun lari ke pinggir jalan. nyaris saja, ia menjadi sate ayam. ia pun lolos dari maut.

kita jelas bukan ayam yang asyik mematuk-matuk makanan di pinggir jalan. tapi, sebagai anak muda, banyak kali kita terlalu asyik dengan kehidupan kita sampe nggak lagi tahu apakah yang kita lakukan itu dosa atau nggak. kita cuman tahu bahwa yang kita lakukan itu menyenangkan, sampe-sampe kita nggak sadar kalo kita udah ada di jalur perintah Tuhan. katakan aja, kita iseng ngerokok, nge drug atau iseng nonton film porno. yap, semua bermula cuman iseng. tapi, kalo udah keterusan, kita terbelit dalam dosa.
saat melanggar perintah Tuhan (seperti ayam yang di luar pagar halaman), kita dengan mudah melakukan perbuatan dosa. dalam perbuatan dosa, hidup kita dekat sekali dengan maut (seperti mobil yang melaju kencang). mestinya kita udah di beri peringatan (seperti klakson mobil), entah itu melalui pembacaan firman Tuhan (2 Timotius 3:16), atau juga melalui nasehat dari saudara seiman (Amsal 10:17), bahkan Roh Kudus pun seringkali ngingetin kita untuk tetap ada dalam jalan-Nya Tuhan (Yohanes 14:26). nah, biar udah di ingatkan dengan cara apapun, kalo kita nggak mau sadar, semua nasehat itu bisa lewat aja dan kita bisa bersentuhan dengan sang maut. tapi, kita bisa aja lewat dari sang maut, koq. asal aja, kita mau terima teguran itu dan mau bertobat dari semua jalan hidup yang nggak pas ama sang firman Tuhan..


"dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut" (Yakobus 1:15)


Jb.



Tangerang, 07 April 2010.




Henry Ibrahim Kumambouw.

No comments:

Post a Comment