Adakalanya tanpa sadar anak Tuhan melakukan sesuatu kegiatan yang kelihatan rohani tapi sebenarnya dibalik itu ada rencana pribadi, kehendak pribadi, maksud, keuntungan dan kepentingan pribadi yang menyelubunginya. Mengaku bahwa aktivitas atau kegiatan rohani yang dilakukan adalah untuk kemuliaan Tuhan, tapi dibalik itu ada keuntungan pribadi yang akan diraih, memperkaya diri sendiri, memasyurkan diri sendiri dan lain sebagainya.
Petrus pernah melakukan hal yang sama pada waktu dia mengaku bahwa Yesus adalah Mesias. Ketika Yesus bertanya kepadanya mengenai keberadaan Yesus, mengenai identitas-Nya, dia dengan lantang menjawab bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Alllah yang hidup. (Matius 16:16). Namun ketika Yesus menyatakan suatu pernyataan Illahi di masa yang akan datang bahwa Dia akan menanggung banyak penderitaan, ditangkap, dibunuh dan akan bangkit pada hari ketiga, Petrus segera menolak hal tersebut dan menarik Yesus serta berkata :”Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau.”
Saudara, apa yang dialami oleh Petrus adalah merupakan hal-hal yang sering terjadi dalam kehidupan anak-anak Tuhan. Kelihatan hidupnya rohani, sering ke gereja beribadah, aktif melayani, dapat menguraikan firman Tuhan dengan baik, dan lain sebagainya, namun tujuan yang ingin dicapai sebenarnya adalah ketenaran, kekayaan, kehidupan yang lebih baik dan tidak ada maksud tulus. Petrus dalam hal ini telah menyatakan suatu pernyataan di depan teman-temanya bahwa Yesus adalah Mesias dan dia memahami bahwa Yesus adalah Tuhan sehingga apabila hal yang dikatakan Yesus terjadi, maka dalam hal ini Petrus akan merasa malu terhadap teman-temannya. Petrus tidak ingin hal itu terjadi dan dia menolak hal tersebut, karena ada kepentingan pribadi di balik itu yaitu ada perasaan malu di dalam dirinya karena pikirnya seorang Mesias tidak akan mengalami hal tersebut. Dan dengan memakai nama Tuhan, dia menolak hal tersebut terjadi. Demikian juga anak-anak Tuhan, sering berpikiran dan menganggap bahwa kehidupan anak Tuhan akan berhasil, akan sukses, apa saja yang diperbuat tidak akan mengalami suatu hambatan. Seseorang melayani Tuhan dengan tujuan agar hidup enak, karir meningkat, hidup diberkati, agar mempunyai anak dan lain sebagainya, sehingga dalam melakukan segala sesuatu, seseorang akan mengupayakan agar hal itu terjadi, agar sesuatu rencana dapat terjadi dan sukses, dan lain sebagainya. Tanpa sadar kita jadi seperti Petrus yang mementingkan rencana pribadi daripada rencana Tuhan. Tanpa sadar kita mengupayakan keberhasilan dan kesuksesan pribadi daripada keberhasilan sesuai rencana Tuhan. Dengan memakai nama Tuhan yang kelihatan rohani, kita mengupayakan agar rencana kita yang berhasil dan bukan rencana TUhan. Oleh karena itu, firman Tuhan kali ini mengajak kita untuk dapat mengerti rencana Tuhan dan menyerahkan sepenuhnya aktivitas kita kepadaNya. Bukan kehendakku yang jadi, tapi kehendak-Mu lah yang jadi. Tuluslah dalam mengiring Tuhan, dalam melayani Tuhan dan jangan ada maksud-maksud pribadi yang menyelubungi sehingga nama Tuhan dapat dipermuliakan. Mari kita melayani Tuhan dengan Tulus.Tuhan Yesus memberkati. Amin. (181009)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment