Monday, April 26, 2010

JANGAN RAGU

Setelah kematian dan kebangkitan Yesus, perdebatan tentang pribadi Yesus acapkali terdengar. Mulai dari abad pertama sampai dengan abad sekarang, orang masih mempertanyakan siapa Yesus itu. Ada yang percaya bahwaYesus itu adalah manusia biasa yang lebih unggul dari manusia pada umumnya. Ada yang percaya bahwa Yesus itu hanyalah sebuah dongeng orang Israel karena sangat rindu akan seorang pemimpin yang akan membebaskan mereka dari penjajahan bangsa lain. Ada yang percaya bahwa Yesus itu bukanlah Tuhan. Bahkan ada anak Tuhan yang telah melayani Tuhan sekian tahun, yang telah menyaksikan dan merasakan kuasa Tuhan dengan mujizat-mujizat yang dilakukan dalam KKR atau ibadah-ibadah besar, mulai meragukan pribadi Yesus. Ada yang meragukan Yesus sebagai Tuhan, karena adanya kenikmatan-kenikmatan yang telah dirasakannya sehingga dia merasa tidak lagi memerlukan seorang penolong di luar dirinya, karena dia merasa hartanya dapat menolong dirinya. Ada yang meragukan Yesus sebagai Tuhan, karena penderitaan yang dialami tidak kunjung ada jalan keluar.

Saudara jangan heran melihat fenomena itu, ketika Yesus masih hidup, ketika Yesus masih melakukan pelayanan dan melakukan banyak mujizat, hal yang sama juga terjadi. Bangsa Yahudi terutama orang Farisi dan Saduki yang telah melihat begitu banyak mujizat yang dilakukan Yesus, tetap meragukan dan tidak percaya kepada Yesus. Bahkan Yohanes Pembaptis yang telah memberikan kesaksian mengenai pribadi Yesus, dan juga telah mendengar perkataan Allah sendiri mengenai siapa Yesus ((Matius 3:17), juga meragukan pribadi Yesus. Di dalam Yohanes 3:22-36 diceritakan tentang Yohanes Pembaptis bersaksi mengenai pribadi Yesus, bersaksi bahwa Yesus adalah Mesias, bersaksi bahwa barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada diatasnya. Yohanes Pembaptis begitu semangat melayani Tuhan, bersaksi mengenai Yesus dan mempersiapkan segala sesuatu untuk kedatangan-Nya. Namun setelah dia dipenjara, setelah mendapat kesulitan-kesulitan dan setelah penderitaan-penderitaan yang dialaminya, dia mulai meragukan pribadi Yesus. Di dalam Lukas 11:2-3, dia menyuruh murid-muridnya bertanya kepada Yesus :”Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Dia mulai meragukan Yesus.

Saudara, jangan pernah meragukan pribadi Yesus sebagai Tuhan. Jangan pernah meragukan iman percaya kita kepada TUhan Yesus Kristus apapun kondisinya, baik saat susah maupun senang, baik dalam keadaan suka maupun duka. Kita harus mempunyai iman yang kokoh akan firman TUhan bahwa Yesus-lah Tuhan yang menyelamatkan orang yang percaya kepada-Nya. Walaupun kita tidak melihat Tuhan Yesus secara langsung, namun kita harus mempunyai kenyakinan yang kokon akan Injil yang telah diberitakan kepada kita. Yesus Kristus adalah Tuhan adalah benar. Berbahagialah orang tidak melihat namun percaya (Yohanes 20:29). Tuhan Yesus memberkati. Amin.

No comments:

Post a Comment