Sunday, April 11, 2010

peranan seorang hamba Tuhan

Menjadi seorang Hamba Tuhan itu merupakan panggilan hidup dan bisa di katakan tujuan hidup. Karena merupakan public figure, maka setiap aktivitasnya menjadi sorotan jemaat. Ketika seorang Pendeta miskin, maka isu tentang Hamba Tuhan dengan topik kurang berdoa akan segera beredar di jemaat. Tetapi ketika sang Pendeta hidup mapan-berlimpah, maka isu tentang Hamba Tuhan korupsi/rakus akan uang kolekte akan melanda jemaat....



Peran seorang hamba Tuhan yang terpanggil dalam melayani Tuhan, hendaknya hidup setia kepada pelayanannya dan selalu mendoakan jemaatnya, karena itulah tugas seorang hamba atau di sebut sebagai pelayan Tuhan, yang siap untuk hidup dan berkecimpung dalam dunia pelayanan.


Kata pelayanan muncul dari bahasa asli Alkitab yang berbunyi Diakonia (pelayanan atau melayani), ini sangat berkaitan dengan penyerahan diri kepada Allah dengan sepenuhnya, sebagai hamba Allah hendaknya tidak memilih-milih dalam pelayanan, hendaknya dimana ia disuruh maka ia harus melaksanakan tugas mulia itu dengan segenap hatinya dan menceritakan tentang pribadi Allah dan mengajar jemaat supaya takut akan Allah dalam Kisah Para Rasul 13:43, dalam kitab ini: Rasul Paulus sendiri telah mengajar dengan bijak, sehingga banyak orang yang mendengarkan dia, tujuannya supaya nama Tuhan yang dipermuliakan dan ciri khas Paulus mengajar adalah supaya setiap orang hidup dalam kasih karunia Allah, dengan ini juga rasul Paulus terus memperlihatkan kerendahan hatinya, ia pergi memberitakan Injil dengan suka cita dan tidak memilih-milih.


Dengan ini menyatakan bahwa setiap orang mau melayani Tuhan dengan segenap hatinya harus siap kemanapun ia diutus, akan tetapi tidak menutupi karakter hamba Tuhan pada masa sekarang ini, sering sekali di temukan hamba Tuhan yang pilih pelayanan di mana ada PK (persembahan kasih) yang besar maka di situlah ia hendak melayani dan ia sangat membatasi diri terhadap gereja-gereja yang kecil, sehingga itu yang membuat perubahaan karakter yang tadinya hidup untuk pelayanan menjadi pelayanan untuk hidup. Kenapa disebut demikian, seharusnya sebagai hamba Allah yang setia, hamba Tuhan harus hidup dalam pelayanannya sebagai gembala baik ataupun sebagai seorang yang membawa berita Injil, ini sangat menunjukkan kepada pribadi yang taat akan firman Allah dengan tidak lagi hidup dalam keinginan daging karena begitu banyak sekali persoalan yang harus hamba Tuhan itu selesaikan dalam pelayanan, dengan begitu akan lebih baik jika hamba Tuhan tersebut hidup dengan tidak mengutamakan kedagingan, oleh sebab itu sebagai hamba Tuhan itu tidak gampang dalam membangun suatu komitmen perlu adanya kerendahan hati dan kerja keras untuk selalu menjadi hamba Allah yang benar-benar melayani jemaat yang membutuhkan bimbingan.


Sebagai hamba Tuhan yang bijak tidak dapat hidup dalam etika mengadu gengsi atau yang dapat dilihat dari penampilan seorang hamba Tuhan yang hidupnya terlalu mewah, dalam hal ini sangat jelas sekali, bahwa bukan popularitas yang seharusnya hamba Tuhan itu tonjolkan melainkan kerendahan hati yang siap sedia pergi di manapun ia di utus, pada masa ini sudah sangat banyak sekali hamba Tuhan yang berpenampilan seperti seorang pengusaha, contohnya banyak sekali hamba Tuhan yang mempunyai mobil yang begitu mewah bahkan melebihi jemaatnya, sehingga bukan saja mejadi batu sandungan melainkan juga menjadi sesuatu yang akan berakibat tidak baik juga dalam pandangan jemaat.


Sebagai hamba Alah hendaknya hidup tidak memegahkan diri melainkan selalu mengucap syukur atas pemberian Tuhan. Sebab dengan adanya ucapan syukur kepada Tuhan maka dari situlah dari situlah karya Tuhan semakin di nyatakan,

SAYA YAKIN HAMBA-HAMBA TUHAN YANG SUCI TELAH DIBERKATI OLEH KRISTUS UNTUK MEMBAWA UMAT NYA KE JALAN YANG TERANG, BUKAN KEHIDUPAN YANG DINODAI KEGELAPAN. GBU.

No comments:

Post a Comment