Berita yang diterima seringkali membuat banyak orang terutama umat Tuhan menjadi takut, khawatir dan gelisah. Berita berantai yang baru-baru ini tersebar di masyarakat, telah membuat banyak orang terutama penduduk Jakarta ketakutan, khawatir dan was-was. Jangan-jangan berita gempa yang diberitakan benar-benar menjadi kenyataan, jangan-jangan banyak orang Jakarta akan menjadi korban dan sejumlah rasa kekhawatiran lainnya. Mengapa hal itu dapat terjadi terhadap umat Tuhan, mengapa kekhawatiran melanda umat Tuhan? Jawabannya karena umat Tuhan tidak memiliki dasar yang benar dan tidak memiliki pengertian yang benar akan firman Tuhan sehingga mudah diombang-ambingkan oleh berita-berita yang menakutkan.
Ketika berkhotbah di bukit, Tuhan Yesus memberikan dua macam dasar yang harus dimengerti oleh umat Tuhan, yang pertama yaitu dasar yang terbuat dari batu dan kedua adalah dasar yang terbuat dari pasir. Orang yang mendirikan rumah di atas batu adalah orang bijaksana dan orang yang mendirikan rumah di atas pasir adalah orang bodoh (Matius 7:24-27). Artinya setiap orang yang mendengar dan melakukan firman Tuhan, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Dan yang menjadikan dasar rumahnya pasir adalah orang bodoh.
Saudara, banyak orang yang mendengar firman Tuhan tapi tidak mengerti akan firman tersebut dan juga tidak melakukannya. Firman Tuhan seakan-akan tidak mempunyai arti dalam kehidupannya. Tuhan sudah berkata kepada kita agar jangan khawatir, tapi tetap saja khawatir akan hidup ini (Matius 6:25), Tuhan berkata agar jangan gelisah hati ketika mendengar deru perang, gempa bumi, bencana alam, namun ketika mendengar hal tersebut kita menjadi gelisah (Matius 24:6) dan lain sebagainya. Hal ini terjadi karena kita tidak mengerti firman Tuhan atau kita tahu firman Tuhan tapi tidak percaya akan firman Tuhan atau kita percaya firman Tuhan tapi tidak menjadikan firman Tuhan sebagai dasar hidup kita. Akibatnya firman Tuhan tidak menjadi bagian dari kehidupan kita, firman TUhan tidak menjadi menyatu dengan diri kita, tidak menjadi pedoman hidup, tidak menjadi pembimbing, tidak menjadi arah langkah hidup kita dan lain sebagainya. Firman Tuhan digunakan hanya sebagai pengetahuan lahiriah saja, firman Tuhan hanya untuk diperdebatkan, firman Tuhan hanya sebagai alat untuk menjatuhkan orang lain. Karena itu, ketika ada berita-berita yang menakutkan, ketika ada pencobaan datang, ketika ada masalah yang terjadi dalam hidup, kita menjadi putus asa, kita menjadi takut dan menjadi gelisah. Oleh karena itu, firman Tuhan kali mengajak kita untuk menjadikan firman Tuhan sebagai dasar hidup, sebagai pelita bagi hati sehingga kita dapat berjalan dalam segala kondisi dan dalam segala keadaan, baik susah maupun suka. Mari kita menjadikan firman Tuhan sebagai bagian hidup kita dan melakukannya, sehingga ketika badai dan topan serta masalah apapun yang melanda, kita sudah tidak dapat diombang-ambingkan, kita akan tetap kokoh dan tidak akan takut serta gelisah hati. Tuhan Yesus memberkati. Amin. (251009)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment