Paku digunakan sebagai salah satu bahan bangunan di dalam membuat suatu rumah, perabotan atau hal-hal lainnya. Paku berfungsi untuk merekatkan dan mengikat tiang-tiang, papan atau penyanggah lainnya sehingga lebih kuat dan lebih erat menyatu dan terbentuklah sebuah karya yang begitu indah dalam bentuk rumah maupun perabotan. Tanpa paku sangat sulit dilakukan pembangunan sebuah rumah karena merupakan bahan utama. Tanpa paku sangat sulit untuk menciptakan sebuah mahakarya yang indah dan menawan.
Paku mempunyai bentuk lancip dan runcing di bagian ujungnya sehingga memudahkan untuk dimasukkan ke bagian dalam sebuah kayu. Kalau melihat bentuk paku yang demikian runcing, apa jadinya apabila paku ini mengenai bagian tubuh manusia. Ketika kaki tertusuk duri saja, rasanya minta ampun apalagi tertusuk sebuah paku. Waw, betapa menyakitkan. Dan itulah yang terjadi di dalam diri Yesus Kristus di kayu salib. Yesus telah mengalami yang namanya paku runcing menancap di kedua kaki dan tanganNya. Betapa sakit terasa dan tiada yang lebih sakit ketika sebuah paku menancap dan menembus telapak tangan dan kaki. Darah segar segera mengalir dan mengalir membasahi tangan dan kaki. Paku telah menciptakan sebuah mahakarya keselamatan di dalam diri Yesus Kristus.
Paku memang salah satu benda mati yang menjadi saksi bisu penderitaan Yesus Kristus di Kayu Salib. Sebagai saksi bisu, ada begitu banyak orang menjadi tidak percaya kepada kesakitan yang dialamiNya. Ada begitu banyak orang tidak mau menerima begitu saja, bahwa Yesus telah mati dipaku di kayu salib dan telah bangkit dari kematian, serta tidak percaya bahwa paku telah menciptakan sebuah Mahakarya keselamatan umat manusia dari dosa, termasuk salah seorang muridNya yang bernama Thomas. "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."(Yohanes 20:25). Itulah perkataan Thomas kepada teman-temannya perihal kebangkitan Yesus. Dia tidak percaya bahwa goresan sebuah paku telah membuat kematian Yesus di kayu salib. Dia tidak percaya bahwa goresan sebuah paku telah membuat Yesus bangkit dari kematian dan bahwa goresan sebuah paku telah membuat suatu Mahakarya tentang berita keselamatan itu. Sebuah paku telah dilupakan orang, sebuah paku telah dibuang dan tidak diperhitungkan orang bahwa dia telah ikut andil di dalam membuat suatu mahakarya keselamatan itu. Yesus telah mati dipaku di kayu salib, dan telah bangkit mengalahkan maut untuk menebus segala dosa dan pelanggaran yang telah diperbuat oleh manusia. Percayakah saudara akan hal ini? Mari kita mengimani bahwa Yesus telah mati dipaku di kayu salib dan telah mengalahkan maut dengan bangkit di hari yang ketiga. Selamat merayakan hari raya Paskah. Terpujilah nama Tuhan. Haleluyah. Amin. (03042010)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment